Halloween Costume ideas 2015
10/11/15

Bersamaan dengan dimulainya kampanye serangan Rusia ke kota-kota di Suriah, sebuah fakta mengejutkan kembali terjadi di bumi Suriah. Berbagai kenyataan dan fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa koalisi Rusia & Assad benar-benar berperan membuka jalan bagi kemenangan terbesar Daulah Baghdadiyah terhadap Mujahidin setelah sebelumnya ISIS gagal menguasai Aleppo setelah sebelumnya gagal menguasai wilayah itu selama 2 tahun, meskipun telah berusaha sekuat tenaga.

Sebelum ini, Rusia menggunakan isu “Perang Melawan ISIS” untuk mendapatkan simpati dari rezim-rezim thaghut di muka bumi. Namun hanya dalam hitungan hari, fakta-fakta yang ada semakin menunjukkan bahwa Rusia tidak menyerang ISIS. Hal ini tampak dengan wilayah Raqqah, Hasakah dan wilayah-wilayah kekuasaan ISIS lainnya yang benar-benar selamat dari serangan pasukan Vladimir Putin ini.

Serangan demi serangan yang muncul justru menghantam wilayah-wilayah Mujahidin Jabhah Nushrah, wilayah Ahrar Syam, wilayah kekuasaan Mujahidin Jaisyul Fath. Kenyataan menyedihkan ini menyebabkan Rakyat Suriah menyimpulkan adanya koalisi persekutuan “tidak resmi” antara pasukan Rusia dan ISIS, sebagaimana yang tampak dalam seruan-seruan demonstrasi menentang invasi Rusia akhir-akhir ini,


Pasukan darat ISIS telah memanfaatkan periode serangan udara dan gempuran rudal jarak jauh Rusia yang menghantam basis-basis Mujahidin anti Assad ini, untuk menghancurkan pos-pos Ribath dan benteng Mujahidin di Aleppo utara. Hasilnya, gerak laju pasukan ISIS di Aleppo semakin tak terbendung saat Mujahidin bersusah payah menyelamatkan penduduk sipil dari serangan udara dan rudal Rusia.

Berkat serangan Rusia ini, ISIS dapat menguasai sekolah Lamasha, Tel Farah, Fafin, Tel Sousin, Ma’arata, Kafr Qars, Al Mantaga Al Hurra & Kompleks Penjara Al Ahdath.

Selain berkolaborasi dalam kemenangan ISIS di Aleppo, fakta-fakta lainnya juga menunjukkan bahwa Rusia memainkan strategi untuk mendukung rezim Assad secara terang terangan dalam penyerbuan kota Hama dan pesisir Lattakia.

Amerika Serikat dan Rusia sepakat menggelar pertemuan membahas koordinasi operasi udara di Suriah. Seperti diketahui, dua negara itu menggerahkan jet tempur di wilayah udara Suriah untuk menargetkan kawasan-kawasan yang tak lagi dikontrol rezim Suriah.

Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengatakan dalam penyataan yang dilansir BBC, Sabtu (10/10), negaranya sepakan bertemu dengan Rusia membahas keamanan saat pengeboman di Suriah. Pertemuan itu dijadwalkan beberapa hari ke depan.

“Pertemuan itu sangat mungkin terjadi akhir pekan ini,” kata juru bicara Pentagon, Peter Cook.

Koordinasi ini sangat penting karena muncul kekhawatiran akan kecelakaan tabrakan antara jet tempur. Karena, Amerika Serikat dan Rusia sama-sama melakukan serangan bom di Suriah meski secara terpisah.

Awal pekan ini, pejabat Pentagon mengatakan bahwa mereka harus melakukan setidaknya satu manuver “pemisahan yang aman” agar jet tempur Amerika Serikat tidak berada terlalu dekat dengan pesawat Rusia di atas Suriah.

Pertemuan ini diperkirakan akan membahas tentang seberapa besar jarak pemisahan antara pesawat jet Amerika Serikat dan Rusia dan bahasa apa yang menjadi standar komunikasi para kru.

Rusia juga meluncurkan operasi dari laut. Seperti diumumkan Dephan Rusia, empat kapal tempurnya di laut Kaspia telah menembakkan 26 rudal jelajah ke wilayah Suriah. Rudal-rudal itu melintas di atas Iraq dan Iran sebelum jatuh di Suriah.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget