Halloween Costume ideas 2015
09/29/15

Kemajuan mujahidin di Qunaithirah , Suriah Selatan, pada Senin (28/09) dimana Markas Infanteri Empat Brigade 90 militer Suriah berhasil dibebaskan. Disamping itu mujahidin juga melanjutkan serangan atas beberapa daerah strategis lainnya di Qunaithirah.


Mujahidin lancarkan serangan dengan Tank ke markas brigade 90


Mujahidin tembakan meriam ke arah markas brigade 90


Saat ketika mujahidin menyerang bunker rahasia dan memasuki terowongan


Saat memasuki komplek markas dan berhasil menguasainya


Pertempuran di Tel al-Ahmar


Mujahidin dari Ahrar Syam menyerang wilayah Majrat al-Amal

Operasi diberi nama “Wa Basysyirish Shabiri” digulirkan oleh faksi-faksi mujahidin yang tergabung dalam Jaisyul Islam pimpinan Zahran Alusy. Faksi mujahidin lainnya yang berada di sekitar Qunaithirah juga ikut berpartisipasi.

Media pro-oposisi melaporkan secara luas pada hari Senin bahwasanya Tentara Revolusi Iran mengambil alih lebih dari dua petak tanah milik pendukung rezim di provinsi Hama dengan dalih mengubah lahan tersebut menjadi pangkalan militer.

“Kehadiran Iran [di pedesaan Hama] telah terasa peningkatannya, setelah Jabhah Nusra menyerang Briagde 47 di bulan September” ujar Ibrahim a-Shamali, seorang jurnalis sekaligus warga yang tinggal di pedesaan Hama, mengatakan kepada Noura Hourani.

“Pasukan rezim di Brigade 47 digantikan oleh brigade Iran” setelah serangan tersebut, ujar ibrahin ashamali menambhakan, dan klaim tersebut dikuatkan juga dengan laporan yang dibuat oleh media pro-oposisi dan media Kurdi.

iran di suriah

Tanya: Apakah ini contoh pertama dari Iran mengambil alih tanah dan properti di provinsi Hama?

Jawab: “Tidak ini bukan kali pertamanya. Milisi Iran juga mengambil alih kantor pusat di kota Slanfa, di perbukitan Latakia, dan Safita di pedesaan Tartous Barat, dan menetap di sana. Kami menerima informasi ini melalui kesaksian warga sipil yang tinggal di daerah-daerah tersebut.

Setelah Jabhat Nusra melakukan operasi di pedesaan Hama, kehadiran Iran terasa meningkat: pasukan rezim di Brigade 47 digantikan oleh brigade Iran setelah Jabhah Nusra menyerang pangkalan militer sekitar sebulan yang lalu [pada tanggal 7 dan 8 September]

Tanya: Beberapa waktu lalu terdapat laporan mengenai pertikaian antara tentara Iran dan Suriah, bahkan beberapa tentara Suriah telah dieksekusi. Apakah ini benar?

Jawab: “iya itu benar sekali. Beberapa tentara rezim yang membelot selama pertempuran melawan koalisi Jaysul Fateh berbicara tentang eksekusi ini, terutama di daerah Jourin di Sahl al-Ghab di pedesaan barat laut Hama. Mereka membicarakan tentang petugas Iran dan Revolusi Garda yang mengeksekusi tentara Suriah karena petugas mereka melarikan diri atau gagal mengikuti perintah Iran ‘. ”

Noura Hourani belajar Sastra Inggris di Universitas Tishreen dan sebelumnya bekerja sebagai guru bahasa Inggris pribadi. Dia meninggalkan Suriah pada awal konflik.

(syiriadirect)

Mujahidin Suriah kembali meraih kemajuan di provinsi Qunaithirah, Suriah Selatan, pada Senin (28/09). Markas Infanteri Empat Brigade 90 militer Suriah berhasil dibebaskan.

base-assad

Kantor berita Al-Jazeera melansir dari Anatolia melaporkan bahwa sumber-sumber lokal menyebutkan pertempuran membebaskan markas militer tersebut berlangsung sangat sengit. Militer rezim dibantu milisi Pertahanan Nasional dan Syiah Hizbullah Lebanon.

Masih menurut sumber setempat, setidaknya delapan tentara rezim tertawan dalam pembebasan markas militer tersebut. Di antara mereka perwira berpangkat letnan kolonel.

Mujahidin Suriah, Jumat lalu, mengumumkan operasi “Wa Basysyirish Shabiri” di pedesaan Qunaithirah. Target operasi ini untuk membebaskan daerah-daerah strategis di wilayah tersebut.

Sementara tujuan utama operasi ini membuka pengepungan kota Bait Jin di distrik Al-Harmun serta membuka jalur logistik menuju Ghauthah Barat yang juga dikepung rezim selama tiga tahun.


Operasi “Wa Basysyirish Shabiri” digulirkan oleh faksi-faksi mujahidin yang tergabung dalam Jaisyul Islam pimpinan Zahran Alusy. Faksi mujahidin lainnya yang berada di sekitar Qunaithirah ikut berpartisipasi dalam operasi tersebut.

Sekretaris Jenderal milisi Lebanon “Hizbullat,” Hassan Nasrallat, mengakui biaya yang dibayarkan oleh Hisbullat dalam pertempuran di Zabadani di Rif-Dimashq diluar prediksi, hal ini dikarenakan keterlibatan sejumlah besar milisi Hizbullat, tetapi tanpa membahas rincian kerugian tersebut .

Nasrallat menyampaikan pidatonya di Al-Manar TV, ia menekankan bahwa serangan terhadap Kefraya dan al-Fouah telah menghambat serangan ke Zabadani, sehingga mereka mulai memperhitungkan strategi negosiasi dalam kesepakatan gencatan senjata.

Nasrallat menunjukkan bahwa kesepakatan dalam gencatan senjata termasuk memungkinkan keluarnya pejuang oposisi dan keluarga mereka dari Zabadani ke Idlib, dibandingkan hanya 10 ribu warga sipil yang keluar dari al-Fouah.

Dikutip Middle East Update, salah satu anggota dari tim negosiasi Jaysh al-Fath telah melaporkan ke jaringan ElDorar bahwa kemajuan terbaru yang dibuat oleh pejuang di al-Fouah dan Kefraya adalah memaksa Iran dan Hizbullat untuk duduk dalam negosiasi, di mana Iran awalnya menuntut untuk melepaskan seluruh orang dari al-Fouah dan Kefraya, akhirnya menyetujui dan menerima bahwa yang diijinkan keluar adalah 10 ribu perempuan dan anak, dan milisi Syiah diharuskan tetap tinggal di dalam kota.

Wakil Rakyat Tatar Ukraina, Mustafa Dzhemilev, mengatakan bahwa Federasi Rusia telah mengirim pasukannya ke Suriah dan sekarang 10 diantaranya telah dipulangkan dalam peti mati. 10 peti mati berisi mayat tentara Rusia telah tiba di Krimea. Demikian lansir RBC news dikutip Middle East Update.
mayat-tentara-rusia

Hal ini diumumkan dalam berita saluran TV “112 Ukraina”. “. Pihak Rusia telah mengirimkan pasukannya langsung ke Suriah dan sekitar selusin mayat telah dikirim ke Sevastopol, mereka dikirim ke Suriah untuk berperang dan 10 peti mati tiba di Sevastopol, Ukraina,.” – Kata Dzhemilev.

Pejuang Suriah telah memberikan peringatan bahwa intervensi militer Rusia dalam konflik di Suriah akan mengancam Moskow menuju “Afghanistan baru”. “Rusia akan beresiko mengahadapi Afghanistan kedua, di mana tentara mereka akan dikirim kembali menuju kuburan mereka,” – kata salah satu pejuang Suriah yang diwawancara oleh Reuters.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget