Halloween Costume ideas 2015
09/09/15

Katibah Imam Bukhari merupakan kelompok jihad di suriah yang beranggotakan mayoritas para pemuda dari Uzbekistan. Berikut ini video yang dirilis kemarin (3/9/2015), memperlihatkan partisipasi Katibah Imam Bukhari bersama koalisi mujahidin Jaish alFath dalam membebaskan wilayah suwagiah, dekat alFua, Provinsi Idlib.


Pada Senin (7/8/2015), sumber Middle East Update (MEU) berhasil menjalin kontak dengan seorang warga asli Suriah yang saat ini masih bertahan tinggal di Aleppo. Sebuah wawancara singkat berkaitan dengan jutaan warga Suriah yang mengungsi dan alasan yang membuat ia masih bertahan tinggal di Suriah pun berlangsung.

Wawancara tersebut dilakukan untuk memperluas sudut pandang dunia terhadap kondisi riil warga Suriah di lapangan. Tanpa bermaksud untuk mengecam pilihan para pengungsi, wawancara ini menunjukkan sudut pandang dari mereka yang memilih tinggal di tengah peperangan. Harapannya, kita sebagai saudara sesama muslim tetap dapat menunaikan kewajiban untuk memberi bantuan pada saudara kita, baik kepada para pengungsi, juga kepada mereka yang bertahan dan melawan.
Berikut terjemahan dari wawancara singkat MEU yang dipublikasikan ALN pada Selasa (8/9).
Q : “Mengapa Anda memilih bertahan tinggal di Suriah dan tidak pergi mengungsi?”
A : “Kau sedang bercanda denganku ?”
Q : “Tidak,saya serius bertanya, karena pada keyataannya jutaan warga Suriah telah mengungsi.”
A : “Mungkin saya tidak bisa bertempur, tapi saya tidak akan meninggalkan bumi Jihad.”
Q : “Ya, itulah jawaban yang ingin saya dengar. Sebuah alasan yang membuat Anda bertahan tinggal di Suriah, dimana jutaan orang telah memilih untuk menjadi pengungsi. Apakah menjadi pengungsi adalah sesuatu hal yang memalukan ?”
A: “Ya, itu memalukan. Sejak dua tahun yang lalu saya mendapat pekerjaan di Turki, dan saya bisa pergi kapan saja. Tapi saya tidak bisa meninggalkan Negara saya.”
Q : “Apakah Anda tidak merasa khawatir dengan keselamatan keluarga Anda ?”
A: ” Tidak. Karena keselamatan bukanlah kuasa kami, Allah lah yang akan menjaga kami.”
Q : ” Sungguh jawaban yang luar biasa..Maasyaa Allah…Saya tidak yakin apakah saya bisa bertahan jika saya ada di posisi Anda.”
A : “Itu adalah jawaban yang normal untuk setiap Muslim.”
Q : ” Dan untuk jutaan orang yang memilih untuk menjadi pengungsi, mereka pasti punya jawaban yang berbeda. Dan saya menghormati pilihan mereka, saya paham situasi disana sangat mengerikan.”
A : ” Apakah Anda setuju dengan mereka ?”
Q : ” Saya tidak sepenuhnya setuju. Setiap orang punya daya tahan berbeda dalam menghadapi masalah. Tapi saya jauh lebih setuju dengan orang-orang yang memilih tinggal dan berjuang, mereka lebih terhormat dan begitulah seharusnya seorang Muslim, memenuhi panggilan Jihad.”
A : ” Bagi kami, kami tidak akan memaafkan siapapun yang mampu untuk berjihad dan membantu tapi pergi untuk mencari keselamatan mereka sendiri, atau pergi untuk mencari uang.”
Q : “Apakah satu-satunya alasan mereka mengungsi hanya untuk “uang” ? Bukankan mereka pergi untuk menjaga keselamatan keluarganya ? Dan bagiamana dengan anak-anak dan wanita yang memilih mengungsi, apakah mereka juga tidak dimaafkan ?”
A : ” Khawatir akan keselamatan berarti tidak yakin kepada Allah. Hal ini tidak berlaku untuk wanita dan anak-anak. Kecaman ini berlaku untuk para pemuda yang pergi meninggalkan kami disaat yang sulit dengan alasan untuk mencari pekerjaan, uang atau bahkan melanjutkan pendidikan.”
Narasumber saat ini tinggal di Propinsi Aleppo, ia bekerja sebagai guru dan juga relawan tim medis. Nama dan identitas lain tetap dirahasiakan.

Setelah melalui pertempuran selama berhari-hari, akhirnya hari selasa (8/9/2015) mujahidin Jabhah Nushrah, Jundul Aqsha, Faylaq Syam dan koalisi mujahidin lainnya yang tergabung dalam Jaisyul Fath berhasil menguasai 80% lebih wilayah kompleks Bandara Abu Dzuhur yang sebelumnya masih dalam kekuasaan rezim. Serangan ini dilakukan bersamaan dengan datangnya badai pasir yang melanda wilayah-wilayah Suriah.






Peta situasi wilayah Bandara Abu Duhur 



Sebelumnya, badai pasir yang melanda bagian Timur Suriah dan utara Idlib ini telah memaksa pasukan SAA untuk mundur dari posisi-posisi strategis mereka. Meski serangan badai pasir ini juga dirasakan begitu berat oleh pasukan Mujahidin Jaisyul Fath, akan tetapi demi menghentikan serangan bom Barel yang telah membunuh ribuan warga Muslim Suriah, Mujahidin tetap tabah dan bersabar untuk terus bergerak maju memasuki kawasan bandara Abu Dzuhur.

Pada bulan Februari 2015, diisukan bahwa pasukan Daulah Baghdadiyah (ISIS) sempat memasuki dan menyerang bandara Abu Dzuhur. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bandara tersebut masih efektif digunakan oleh rezim Assad untuk membombardir kaum Muslimin di kawasan sekitar bandara.

Dengan pertolongan Allah, Mujahidin Jabhah Nushrah dan Jaisyul Fath berhasil menembus pertahanan bandara tersebut, sekaligus merebut sejumlah pesawat tempur canggih milik pasukan udara Bashar Assad.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget