Halloween Costume ideas 2015
09/02/15

Pasukan ekspedisi Rusia telah tiba di Suriah dan mendirikan kamp di sebuah pangkalan udara yang dikendalikan rezim Assad. Kamp tersebut dikatakan berada di daerah sekitar Damaskus, dan kamp itu akan digunakan untuk semua maksud dan tujuan, sebagai pangkalan operasi Rusia.

Dalam beberapa minggu mendatang ribuan personil militer Rusia dijadwalkan untuk mendarat di Suriah, termasuk penasihat, instruktur, personil logistik, tenaga teknis, anggota divisi perlindungan udara, dan pilot yang akan mengoperasikan pesawat.

Laporan masa lalu telah menyatakan bahwa Rusia sedang dalam pembicaraan untuk menjual kepada Suriah paket jet tempur MiG-29, dan jet latih Yak-130 (yang juga dapat berfungsi sebagai pesawat tempur.) Susunan pasukan ekspedisi saat ini masih belum diketahui, tetapi tidak ada keraguan bahwa pilot Rusia turut serta dalam misi tempur di langit Suriah pasti akan mengubah dinamika yang ada di Timur Tengah.

Sumber-sumber diplomatik Barat baru-baru ini melaporkan bahwa serangkaian negosiasi telah diadakan antara Rusia dan Iran, terutama berfokus pada koalisi Mujahidin dan ancaman yang diberikan untuk rezim Assad. Komandan Iran Pasukan Quds yang terkenal, Mayor Jenderal Qasem Soleimani baru-baru ini mengunjungi Moskow dalam rangka membicarakan ini. Hasilnya, Rusia dan Iran mencapai keputusan strategis: Membuat upaya apapun yang diperlukan untuk mempertahankan kursi Assad dari kekuasaan, sehingga Suriah dapat bertindak sebagai penghalang, dan mencegah penyebaran Mujahidin dan pemberontak masuk ke daerah bekas republik Soviet.

Rusia bukan satu-satunya orang yang mengkoordinasikan kebijakan Timur Tengah dengan Iran; AS juga telah bergabung dalam kereta itu. Pejabat pemerintah Amerika telah mengadakan konsultasi intensif dengan perwakilan dari rezim Iran mengenai upaya bersama melawan Mujahidin di Suriah dan Irak. Tampaknya pemerintah AS saat ini memandang Iran sebagai kekuatan sentral dan penting dalam kampanye melawan Mujahidin.

Sumber-sumber diplomatik Barat telah menekankan bahwa pemerintahan Obama sepenuhnya menyadari maksud Rusia untuk campur tangan secara langsung di Suriah, namun belum mengeluarkan reaksi apapun. Tidak adanya oposisi vokal dari pemerintahan Obama diperparah oleh lenyapnya panggilan untuk pembubaran rezim pembunuh Assad.

Ini adalah beberapa contohnya dan banyak lagi: Iran, Rusia dan AS telah mulai upaya untuk mempersenjatai tentara Suriah, yang telah hancur berantakan akibat gempuran Mujahidin. Mereka berniat tidak hanya untuk melatih tentara Assad, tetapi juga mempersenjatainya. Selama perang Suriah, Rusia telah secara konsisten mengirim kapal pasokan senjata ke pelabuhan di Tartus yang dikendalikan Rusia di Suriah. Kapal-kapal yang dikirim setiap minggu ini membawa rudal, suku cadang, dan berbagai jenis amunisi untuk tentara Suriah.

Media Arab baru-baru ini menerbitkan laporan bahwa Suriah dan Rusia sedang mencari pelabuhan tambahan di pantai Suriah, yang akan melayani Rusia dalam misi mereka untuk mempercepat laju persenjataan di Suriah.

Sebuah video terlah dirilis oleh kelompok jihad Ahrar Syam. Video tersebut diupload hari selasa (1/9) pada akun youtube Jabhah Islamiyah. Terlihat bagaimana mujahidin melakukan serangan terhadap basis pertahanan tentara rezim di sebagaian wilayah Aleppo yang masih mereka kuasai.


Jangnan lupa sertakan doa kita untuk mujahidin di wilayah Syam agar kemenangan islam hadir dalam waktu dekat

Mujahidin Jaisyul Fath sukses menghajar kantong-kantong Syiah di sekitar kawasan Fuah dan Kafraya. Serangan gabungan faksi-faksi Mujahidin yang dikoordinasikan oleh Jabhah Nushrah, Ahrar Syam dan Faylaq Syam ini, mampu menjawab tantangan Syiah yang menolak membebaskan ribuan Muslimah yang mereka tawan di kawasan tersebut, sekaligus sebagai tindakan untuk menolong kaum muslimin di Zabadani yang hari ini di embargo dan di bombardir oleh Hizbusysyaithan Syiah dan Milisi Syiah Alawiyah. Berikut ini transkrip penjelasan Syaikh Al-Muhaisini seorang ulama Mujahid, langsung dari medan Jihad fi Sabilillaah.



Penjelasan Syaikh Abdullah Al Muhaisini Seputar Peperangan Melawan Rezim Assad di Kafraya dan Al-Fu’ah
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji milik Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah saw.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Perangilah mereka niscaya Allah akan mengadzab mereka melalui tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka, menolong kalian atas mereka, dan menyembuhkan dada kaum muslimin.” (At-Taubah: 14)

Pada hari ini telah ditembakkan 20 roket dan masih banyak lagi roket-roket yang akan ditembakkan dalam beberapa hari ke depan. Bertanyalah kepada penduduk di Al-Fou’ah dan Kafarya (wilayah-wilayah Syiah) agar mereka menjawab tentang kehancuran yang mereka lihat di wilayah mereka pada hari ini.

Akan tetapi, saya di sini ingin mengirimkan pesan kepada penduduk Al-Fou’ah dan Kafarya, sesungguhnya juru runding Iran dan Hizbusysyaithan berusaha menutupi pesan tersebut dari para penduduk.

Kami telah melakukan perundingan dengan mereka untuk membebaskan kalian dengan pertukaran tawanan, (kami menghendaki) seribu tawanan Muslimah saudari-saudari kami. Namun mereka menolaknya dan menantang kami dengan mengatakan “Kalau demikian serang saja (benteng kami) di al-Fou’ah!”

Oleh karena itu, agar kalian tahu bahwa kalian itu bagi mereka lebih murah dari berbagai sampah dunia.

Oleh karena itu, tanggunglah apa yang menimpa kalian karena sikap keras kepala saudara-saudara kalian yang kalian mengira bahwa mereka membela kalian.

Dan ketahuilah oleh kalian bahwa pada hari-hari yang akan datang, kalian akan menanggung beban berlipat-lipat ganda.

Demi Allah! Yang tiada Ilah melainkan Dia, kami tidak akan menelantarkan saudara-saudara kami di Zabadani dengan izin Allah Rabb Semesta Alam.

Ya, mungkin kalian sudah sampai di Zabadan atau Madhaya, tapi mereka akan membayar harga yang mahal.

Dan jawabannya adalah apa yang kalian lihat, dan bukan yang kalian dengar.

Dan dengan izin Allah Rabb semesta alam perkataanku ini akan menjumpai kalian pada hari-hari yang akan datang wahai penduduk al-Fu’ah.

Dentuman roket dan mortir di baris pertahanan militer Suriah, Senin (31/08), mengawali serangan mujahidin ke kota Al-Fu’ah di pedesaan Idlib. Menurut mujahidin, sedikitnya 700 mortir diluncurkan untuk mengawali pertempuran itu.

Seperti dilansir Al-Jazeera, gempuran itu mengejutkan tentara Suriah dan milisi Syiah yang berjaga di pos-pos yang melindungi kota Syiah itu. Hujan mortir yang disusul serbuan pasukan darat membuat pertahanan militer rezim kocar-kocar.



Abu Malik, komandan militer Ahrar Al-Syam yang tergabung dalam Jaisyul Fath mengatakan, pejuangnya mengguncang pertahanan militer Suriah di Al-Fu’ah dengan menembakkan sebanyak 700 mortir. Gempuran itu disusul pergerakan pasukan infantri mujahidin.

“Gempuran dan serbuan itu memaksa mereka melarikan diri ke dalam kota Al-Fu’ah,” ujar Abu Malik.

Akibatnya, mujahidin mengontrol daerah Farnud Dukhan dan Showaghiyah. Kedua daerah ini dikenal sebagai pertahanan pertama kota Al-Fu’ah dari sisi timur laut.

Selain itu, daerah Dier Az-Zaghab juga dibebaskan. Daerah tersebut dianggap memiliki peran penting bagi pertahanan rezim di kota Al-Fu’ah dari sisi barat.

Dengan demikian, mujahidin Jaisyul Fath saat ini berada di pinggiran kota yang sepenuhnya terisolasi itu.

Abu Malik menambahkan, pejuangnya juga menewaskan sedikitnya 12 tentara rezim di daerah Showaghiyah. Belasan tentara itu tewas dalam operasi penyergapan di daerah penting itu setelah dibebaskan.

Sementara itu, lanjutnya, jet-jet tempur rezim yang berupaya menargetkan posisi mujahidin terhalang oleh mendung dan guntur. Sehingga hal itu menghalangi penglihatan pilot.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget