Halloween Costume ideas 2015
08/07/15

Mujahidin Suriah yang tergabung dalam koalisi Jaisyul Fath, semakit dekat dengan pusat komando militer rezim dan milisi pendukung di pusat Suriah, seperti dilaporkan lembaga Pengawas HAM Suriah.


6/8/2015 - Mujahidin dari FSA berhasil tembak Tank Rezim di Sahl alGhab 

Direktur lembaga yang bermarkas di Inggris itu, Rami Abdurrahim, mengatakan kepada kantor berita AFP, faksi-faksi pejuang Suriah saat ini berada kurang dari dua kilometer dari pusat komando militer rezim dan milisi pendukungnya di kota Jurin.

Abdurrahim menunjukkan, pecahnya pertempuran sengit antara dua kekuatan tersebut di desa Bahsah, yang berjarak kurang dari dua kilometer dari desa Jurin. Berikut ini sebuah dokumentasi dari Jabhah Nushrah berhasil membebaskan desa Bahsah.



Desa Jurin terletak di atas bukit di provinsi Hama. Dari desa itu, militer rezim dan milisi pendukungnya mengatur pertempuran di wilayah Sahlu Al-Ghab dan sekitarnya.

Jurin dianggap sebagai front pertahanan rezim untuk melindungi provinsi Latakia. Jika desa itu jatuh, mujahidin dengan mudah menargetkan desa-desa Syiah di provinsi basis pendukung Bashar Assad itu.


Kemajuan itu diraih mujahidin setelah melancarkan serangan balasan terhadap militer dan milisi pendukungnya di wilayah tersebut. Mujahidin membalas serangan rezim setelah merebut sejumlah wilayah yang dibebaskan.

Al-Mughīrah Film: “Tale of the Knight That Did Not Dismount”
Film Al-Mughirah: Legenda Sang Kesatria Yang Tidak Pernah Hilang


Kisah seorang mujahid muda Harakah Ahrar Syam bernama Abu Al-Mughirah yang cacat permanen akibat terluka dalam sebuah pertempuran. Namun, kondisi fisiknya yang kini terbatas tidak menyurutkan langkahnya dari jihad fi sabilillah, ia terus melangkah maju menenteng senjatanya yang ia namakan “Ummu Mughirah”.

Beberapa hari terakhir sebuah video menyedihkan telah beredar secara viral di Internet dan media sosial. Dalam video yang berdurasi 3 menit tersebut, sorang tentara rezim Bashar Assad terekam sedang menyiksa sepasang suami istri yang lemah dan terikat tak berdaya. Tanpa perasaan dan dengan sangat pengecut ia terus mencambuk kedua suami istri ini. Momen yang paling manyakitkan adalah saat si tentara Assad terus mencambuk wanita muslimah yang lemah ini di hadapan suaminya yang tak berdaya dan tidak mampu menolongnya.



Berbagai reaksi bermunculan setelah video ini tersebar luas, mulai dari yang mengutuk hingga mencaci maki milisi syiah yang terekam dalam video tersebut. Namun mujahidin memiliki cara tersendiri untuk menyikapi aksi pengecut para banci syi’ah yang hanya berani menganiaya kaum yang lemah, namun sangat pengecut dalam perang nyata!

Syaikh Dr. Abdullah Al-Muhaisini melalui akun twitter resminya memberikan respon serius dan tidak main-main menanggapi aksi keji dalam video ini. Doktor peraih gelar Phd dalam Ilmu Syariat dengan predikat Summa Cum laude (Mumtaz) ini menjanjikan hadiah sebesar US$ 20.000 (Baca: dua puluh ribu dollar Amerika, atau sekitar 260 juta Rupiah) bagi siapa saja yang bisa menebas kepala si penyiksa suami istri dalam video viral tersebut.

basil-assad-kejam

Sumber media mengabarkan bahwa pria yang menjadi pelaku penyiksaan dalam video itu bernama “Basil Baridi” berasal dari desa Ayn Sahn, wilayah Safita. Sedangkan kedua pasangan suami istri renta yang mengalami penyiksaan berasal dari desa Al-Mataras di lembah Nashara, Homs Suriah.

Sepasang pengantin Turki yang menikah pekan lalu mengundang 4.000 pengungsi Suriah untuk merayakan acara pernikahan bersama mereka.

pesta_nikah_pengungsi_suriah
Fethullah Üzümcüoğlu dan Esra Polat mengikat janji di provinsi Kilis di perbatasan Suriah, yang saat ini menjadi tempat bagi ribuan pengungsi yang melarikan diri dari konflik di negara tetangga Turki itu.

Acara pernikahan tradisional ala Turki itu berlangsung dari hari Selasa hingga Kamis. Hatice Avci, juru bicara organisasi bantuan Kimse Yok Mu, mengatakan kepada i100.co.uk bahwa badan amal itu bertanggung jawab untuk memberi makan 4.000 pengungsi yang tinggal di dalam dan sekitar kota Kilis, namun pada Kamis lalu pengantin baru itu menyumbangkan tabungan keluarga mereka dan telah memilih untuk bersama-sama merayakan pesta pernikahan dengan berbagi bersama  para pengungsi yang tinggal di dekat tempat acara.

“Saya kira kami tidak perlu makan malam besar yang lezat bersama keluarga dan teman-teman, ada begitu banyak orang yang tinggal di sekitar kami yang membutuhkan.

Para tamu pada acara pernikahan itu saling membantu untuk mengoperasikan truk-truk penuh berisi makanan dan berbagi jamuan dengan keluarga pengungsi Suriah. (www.telegraph.co.uk)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget