Halloween Costume ideas 2015
08/03/15

Mujahidin Suriah melanjutkan gempuran terhadap kota Qardahah di pedesaan Latakia. Kota yang dihuni pengikut sekte Alawi pendukung Bashar Assad itu dihujani dengan mortir dan rudal Grad.

Koalisi mujahidin Jaisyul Fath dan brigade Liwa An-Nashr saling bahu menargetkan kota tersebut. Operasi itu dilancarkan pada Sabtu (01/08), seperti dilaporkan Al-Jazeera, Ahad (02/08).


Rezim Suriah telah menutup pasar dan pintu masuk ke kota tersebut sejak menjadi target mujahidin. Sementara milisi Komite Pertahanan Nasional dan Shabihah melarang warga masuk dan keluar dari kota tersebut.

Melalui situs jejaring sosial, para pendukung rezim Suriah di Latakia mengonfirmasi sedikitnya 14 mortir jatuh di kota Qardahah pada Sabtu itu. Serangan itu juga mengenai desa-desa sekitarnya dan menimbulkan kerusakan bangunan. Tidak disebutkan adanya korban.

Dokumentasi Para Pendukung Bashar Assad di Qardahah, Lattakia

Sementara itu komandan Liwa An-Nashr, Uqail Jum’ah menegaskan pejuangnya menembakkan 15 mortir ke kota Qardahah pada Sabtu malam. Serangan itu sebagai balasana atas pembantaian rezim di kota Zabadani, pedesaan Damaskus.

Dia mengaku pasukannya memiliki bank informasi mengenai posisi milisi Shabihah pro rezim di kota tersebut. Sehingga, mortir dan roket yang ditembakkan tepat mengenai sasaran. Hal itu menimbulkan ketakutan di barisan mereka.

Jum’ah memastikan jatuh banyak korban tewas akibat gempuran itu. Buktinya, tambah Jum’ah, rezim menutup kota tersebut untuk menghindari korban lebih banyak.

Mujahidin yang saat ini mendekati wilayah sumber milisi pendukung Bashar Assad beberapa hari terakhir gencar menargetkan desa-desa Syiah di wilayah tersebut. Serangan itu sebagai balasan operasi militer rezim di kota Zabadani, pedesaan Damaskus.

Setahun pasca deklarasi khilafah, ulama mujahid asal Yordania, Syaikh Abu Qatadah Al-Falistini melayangkan surat terbuka kepada Syaikh Al-Baghdadi sebagai khalifahnya. Abu Qatadah mengajak Al-Baghdadi untuk mengevaluasi dan merenungkan hasil dari deklarasi khilafah itu, yang diumumkan awal Ramadhan tahun lalu.

Masalah pertama yang perlu direnungkan kembali adalah pengafiran terhadap kaum muslimin yang dasarnya tidak kuat. “Kalau engkau mau merenungkan niscaya engkau menyadari agamaku (Al-Baghdadi) adalah agama kaum muslimin yang tidak mengafirkan manusia berdasarkan prasangka, syubhat, dan pembelaan pribadi.” Yang itu kemudian berlanjut dalam penghalalan darah kaum muslimin. “Inilah pokok perbedaan saya denganmu,” kata Al-Falistini.

Selain masalah takfir, Abu Qatadah juga mempertanyakan masalah deklarasi khilafah. Klaim Al-Baghdadi sebagai khalifah untuk seluruh kaum muslimin dan memosisikan kelompoknya sebagai jamaah kaum muslimin perlu dikaji ulang. Sebab itu dilanjutkan dengan pembatalan seluruh perkumpulan dan organisasi jihad di jalan Allah bila enggan taat dan bergabung ke dalam khilafahnya. Itu tidak tepat karena kelompok-kelompok jihad itu tidak diajak musyawarah dan Al-Baghdadi tidak mampu memberikan hak kaum muslimin.

Setelah setahun deklarasi khilafah itu, Abu Qatadah mengajak Al-Baghdadi untuk bersimpuh sejenak di hadapan Allah Ta’ala untuk mengevaluasi apa yang telah terjadi setelah deklarasi itu; baik atau buruk.

Salah satu poin yang perlu direnungkan, apakah khilafah yang dibangga-banggakan itu menjadi rahmat bagi kaum muslimin atau justru menjadi keburukan dan musibah bagi Islam dan kaum muslimin, lebih khusus lagi bagi mujahidin.

Abu Qatadah tidak menampik bahwa Al-Baghdadi telah berjihad memerangi orang-orang zindiq dan murtad di Irak. Pertanyaan Abu Qatadah, “Apakah jihad itu dimulai sejak engkau mendeklarasikan khilafah itu atau itu merupakan warisan dari kelompok-kelompok (jihad) yang membawa rahmat dan berkah bagi manusia?”

Al-Baghdadi hanya menjadi salah satu di antara sekian orang yang berperan dalam jihad itu, bukan pemrakarsanya, juga bukan khilafah yang dideklarasikannya. Dengan deklarasi khilafah itu, Al-Baghdadi dinilai telah memecah belah para mujahidin yang dahulu berada dalam satu kata. Al-Baghdadi telah membuat keburukan di antara mereka yang tidak ada yang gembira oleh peristiwa itu kecuali setan dan para loyalisnya.

Khilafah Al-Baghdadi, tidaklah menambah tokoh yang menguatkan kaum muslimin. Dan tidak pula menambah wilayah baru karena para komandan khilafah hanyalah membebaskan wilayah yang telah dikuasai oleh kelompok mujahidin lain.

Abu Qatadah juga meminta Al-Baghdadi tidak gembira dengan pernyataan baiat satu dua orang dari sana-sini karena itu tidaklah menambah amunisi baru bagi jihad, tetapi justru melemahkan. Bahkan musibah, sebab faktanya menjadi penyebab perang internal antara mujahidin.

Wilayah baru yang diklaim, baik di Dua Tanah Suci, Yaman, Libya maupun Khurasan, perlu diteliti kembali, apakah itu bisa disebut sebagai wilayah, menurut bahasa, syariat dan akal. Dalam pandangan Abu Qatadah, itu bukanlah wilayah, melainkan sel bawah tanah, yang kesibukan utamanya adalah membunuhi mujahidin dan membuat makar untuk menghancurkan mereka.

“Sudah setahun berlalu, wahai Al-Baghdadi, orang yang berakal akan mengintrospeksi diri dan mengevaluasi pekerjaannya,” kata Al-Falistini di bagian akhir surat terbukanya, “Ada ungkapan: Dari buah yang mereka hasilkan, kalian akan mengenal siapa mereka.”

Sumber: http://justpaste.it/mo36

Ucapan bela sungkawa atas gugurnya pemimpin Taliban Mullah Umar terus mengalir. Salah satunya dari kelompok mujahidin terbesar di Suriah, Ahrar Sham.

Ahrar Sham adalah salah satu kelompok mujahidin yang tergabung dalam koalisi Jaisyul Fath bersama Jabhah Nusrah, dan telah menguasai seluruh provinsi Idlib.


Allah berfirman:

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” (Q.S. Al-Ahzab: 23)

Dengan hati yang penuh dengan keridhaan dengan keputusan dan takdir Allah dan dengan hati penuh dengan harapan untuk melihat fajar kemenangan yang semakin dekat, kami mengirimkan ucapan belasungkawa kami kepada masyarakat Afghanistan atas wafatnya pemimpin Imarah Islam Afghanistan Mullah Muhammad Omar ‘Mujahid’-semoga Allah merahmatinya dan menerima beliau di syurganya yang tinggi.

Wafatnya Mullah Omar meninggalkan bagi kami sebuah contoh seorang Mukmin yang memiliki kepercayaan (bertawakkal) kepada Allah SWT. Dia meninggalkan dunia ini setelah mengingatkan kita arti sebenarnya dari Jihad dan Ikhlas dan dia meninggalkan kami setelah mengajarkan bagaimana membangun Imarah di hati orang-orang sebelum menerapkannya di lapangan. Dia meninggalkan dunia ini setelah Taliban siap untuk kembali menegakkannya (Imarah) dan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bangsanya, dan menjadi nadi yang berdenyut bagi bangsa yang besar ini. Telah meninggalkan kita orang yang zuhud dalam pemerintahannya semata-mata mencari keridhaan Allah. Pria sejati umat ini telah meninggalkan kami.

Komandan (Mullah Umar) dan gerakannya yang diberkati telah menunjukkan keputusan yang bijaksana dalam usaha mereka membela Islam beberapa yang harus diperhatikan adalah:

-Ketabahan dalam memegang teguh prinsip-prinsip dasar. Imarah Islam berdiri teguh selama 14 tahun tidak terguncang oleh badai atau topan. Tentara penjajah dan tentara pengkhianat tidak menakut-nakuti mereka. Juga tidak mengejar posisi atau istirahat dari Jihad.

-Berkolaborasi Dengan masyarakat Afghanistan dan Umat Islam dan menjadi perwujudan dari keinginan dan tuntutan mereka.

-Melanjutkan kemenangan militer bersama dengan upaya politik, memfokuskan pandangan mereka pada prinsip-prinsip murni Syariah (hukum) dan penderitaan bangsa mereka, mencoba yang terbaik untuk menghindari perpecahan untuk mencapai tujuan yang jelas. Panutan mereka dalam melakukannya adalah yang Terpilih (Nabi Muhammad SAW).

-Dan yang terpenting, bersatunya mereka untuk melawan dua tipe ekstremisme, ifrath (berlebih-lebihan/ghuluw) dan tafrith (mempermudah) pada waktu yang sama. Reaksi dari gerakan ini tidak berlebihan, karena mendiamkannya akan menyebabkan penyimpangan dari Manhaj dan suluk yang benar.

Kami juga memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kemampuan kepada saudara kami Mujahid Mullah Akhtar Mansoor untuk mengikuti jejak pendahulunya, yaitu mengembalikan Afghanistan kepada kejayaannya sepenuhnya dan untuk mengamankan masa depan yang mulia dan merdeka bagi  rakyat Afghanistan di bawah Syariah (hukum) Allah.

Harakah Ahrarus Syam  Al-Islamiyyah – Divisi Politik

15 Syawal 1436

1 Agustus 2015

Sebuah video wawancara langsung dari kantor Brigade Anshar alKhilafah yang dirilis pada 21 juli 2015. Kelompok mujahidin yang terbentuk hampir 3 tahun yang lalu ini, merupakan gabungan dari beberapa brigade yang sepakat menolak demokrasi dan mengarahkan perjuangan hanya untuk menegakan kembali Khilafah di Suriah. Kontribusi Brigade Anshar alKhilafah di beberapa wilayah dalam melawan kebengisan rezim Bashar Assad sudah cukup banyak. Aktivitas yang utama selain operasi militer bersama kelompok mujahidin lain, Brigade ini tetap melakukan konsolidasi antar faksi agar tidak terperangkap tawaran Barat melainkan tetap konsisten menjadikan perjuangan Khilafah di Suriah.



Sebagai pengingat, berikut ini kami suguhkan kembali video deklarasi pembentukan Brigade Anshar alKhilafah pada Desember 2012.



Bismillahi Al-Rahman Al-Raheem,

“Yang berhak menetapkan hukum adalah Allah swt. Dialah yg telah memerintahkan kalian untuk tidak beribadah kecuali kepada Nya. Inilah agama yg lurus, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya” (Terjemah Quran, Surat Yusuf 12:40)

Kami para pemimpin dari brigade-brigade sebagai berikut:

– Brigade Ansar Al Sharia
– Brigade Abdullah Ibn El-Zubeir
– Brigade Rijalullah
– Brigade As-Syahid Mustafa Abdul-Razzaq
– Brigade Syaifur Rahman

Dengan penuh keimanan kami memiliki kewajiban untuk melakukan aktivitas menegakkan hukum syariah islam dalam seluruh sendi kehidupan dan institusi pemerintahan, dan menuntut kami untuk meraih keridhoan Allah swt. Kami mendeklarasikan pembentukan brigade koalisi pendukung khilafah ( للواء انصار الخلافه) di daerah Aleppo bagian barat, dan kami bersumpah kepada Allah swt (tabaaraka wa ta’ala), bahwa kami akan mengupayakan secara dg sungguh-sungguh untuk menggulingkan rezim baath kafir pelaku kriminal. Kami juga menentang segala konspirasi persekongkolan baik dari dalam negeri maupun luar negeri suriah, dan menghancurkan rencana busuk mereka berupa rencana negara sipil demokrasi. Serta beraktivitas dengan orang-orang yg ikhlas untuk mendirikan kembali negara Khilafah Islam, yg dengan negara tersebut kami akan mengakhiri penjajahan dan perbudakan yg telah berlangsung puluhan tahun lamanya hingga mengembalikan kami sebagai kaum yg terhormat diantara Timur dan Barat.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget