Halloween Costume ideas 2015
08/01/15

Situs BBC, hari Ahad lalu (19/7) mempublikasikan pernyataan Perdana Menteri Inggris, David Cameron tentang kontribusi negaranya dalam perang melawan organisasi negara Islam (ISIS). Cameron menyatakan komitmen negaranya bekerjasama dengan Amerika Serikat guna menghancurkan “Khilafah” yang proklamirkan oleh para milisi organisasi negara Islam di Irak dan Suriah.

Sehubungan dengan peran Inggris dalam pertempuran, Cameron berkata pada NBC: “Saya ingin Inggris memberikan lebih lanjut, dan saya harus selalu mendapat dukungan parlemen.”
Ia menambahkan: “Kami sedang melakukan pembicaraan dan diskusi, termasuk dengan partai-partai oposisi, tentang apa yang dapat dilakukan oleh Inggris. Namun kami yakin bahwa mereka berkomitmen untuk bekerjasama dalam menghancurkan Khilafah di kedua negara itu.”

*** *** ***

ht-netherland
Tidak diragukan lagi bahwa negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat telah dan masih bekerja untuk mencitrakan bahwa organisasi negara (ISIS) sebagai kekuatan besar yang tak terkalahkan. Sehingga pembentukan koalisi internasional untuk menghadapi organisasi ini merupakan keharusan. Bahkan organisasi negara ini sel-selnya sudah ada di seluruh dunia, yang dapat mencapai lebih dari satu negara pada saat yang bersamaan. Karenanya, jangan terkejut jika mereka mengklaim bahwa organisasi ini punya kemampuan untuk menghancurkan bumi ini. Untuk itulah, tentara kaum kafir Salibis Barat tetap berada di negeri-negeri kaum Muslim, dan merobek-robeknya dengan dalih untuk melindunginya dari organisasi negara (ISIS)!

Dan untuk mencitrakan betapa besarnya kekuatan organisasi negara (ISIS), Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Raymond Odierno, beberapa hari lalu mengatakan: “Ia percaya bahwa untuk mengalahkan organisasi negara akan menghabiskan waktu sepuluh hingga dua puluh tahun, bahkan lebih jauh dari yang diperkirakan Gedung Putih.” Sedang Cameron mengatakan secara eksplisit bahwa ia akan bekerja untuk menghancurkan Khilafah yang diproklamirkan oleh organisasi negara (ISIS).

Perang yang dilakukan negara-negara Barat terhadap organisasi negara (ISIS) adalah kebohongan besar. Semua pergerakan organisasi ini, dan semua tindakan akrobatik serta film-film eksekusi yang dilakukannya didengar dan dilihat oleh pasukan koalisi, namun tidak ada tindakan sedikitpun. Juga kendaraannya bergerak bebas dan aman dari satu kota ke kota lainnya di Suriah, tanpa ada hambatan dari pesawat-pesawat koalisi.

Dan kebenaran yang tidak diragukan lagi adalah, bahwa Barat terutama Amerika adalah pihak yang paling pertama diuntungkan dari aksi-aksi organisasi siluman ini, yang sebagian besar kasus tidak tersentuh serangan Amerika, melainkan kaum Muslim yang tidak bersalah. Jadi, dalam hal ini, untuk apa Barat akan bekerja guna melenyapkannya?

Bukankah Barat, khususnya Amerika yang telah membantunya untuk tetap hidup dari waktu ke waktu, baik organisasi ini sadar atau tidak? Sudah berapa banyak pesawat-pesawat Amerika menjatuhkan senjata “dengan dalih keliru (sengaja)” untuk organisasi ISIS?

Tidakkah organisasi ISIS akan menjadi duri dalam tenggorokan kaum Mujahidin di Syam, yang akan menikamnya dari belakang, pada saat kaum Mujahidin berhasil meraih kemenangan?

Tidakkah Barat berhasil mewujudkan keinginannya, yaitu mendistorsi Khilafah sebagai sistem yang menumpahkan darah,memperbudak kaum perempuan, dan menjualnya di pasar budak?

Lebih dari itu, bahwa organisasi ISIS ini telah menjadi penyebab negeri-negeri kaum Muslim tetap dijajah oleh negara-negara kafir imperialis, serta penyebab kehancuran kemampuan umat, khususnya tentara, sebab perang yang direkayasanya itu adalah untuk menguras tenaga tentara umat Islam, sehingga ketika Khilafah Rasyidah yang sebenarnya telah tegak, maka sudah tidak ada lagi tentara umat Islam yang mendukung dan membelanya.

Adapun musuh Allah, Cameron, yang bersumpah untuk menghancurkan dan memusnahkan Khilafah yang telah didirikan oleh organisasi ISIS, maka kami katakan bahwa itu bukan Khilafah, bahkan negara pun bukan! Sedangkan Khilafah yang sebenarnya, maka itulah Khilafah yang akan mengguncang tahta Anda dan tahta mitra Anda di Washington, juga yang akan mengusir kalian dari negara kalian, sehingga kalian dan orang-orang seperti kalian tidak lagi menemukan tempat untuk berpijak di bumi ini. Mereka mengatakan kapan itu? Katakanlah, dalam waktu dekat.

[Okay Pala – Juru Bicara Hizbut Tahrir Belanda]
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 23/07/2015.

Koalisi mujahidin Idlib, Jaisyul Fath, Jumat (31/07), melaporkan berhasil menghadang serangan balasan militer rezim yang dibantu milisi Syiah Hizbullah di wilayah dataran Sahlu Al-Ghab, pedesaan Hama. Militer rezim dan milisi Syiah Hizbullah berupaya merebut kembali pembangkit listrik Zeyzoun yang direbut mujahidin beberapa hari lalu.

Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, militer Suriah dan milisi Syiah Hizbullah bergerak menuju pembangkit listrik Zeyzoun melalui desa Ziyadiyah. Desa itu terletak berdekatan dengan pembangkit listrik yang memasok sebagian besar wilayah di utara Suriah itu.

sahl-ghab-idlib-suriah

“Jaisy Fath yang merupakan bagian dari oposisi bersenjata Suriah berhasil menghadang pergerakan rezim melalui desa Ziyadiyah yang terletak dekat dengan pembangkit listrik Zeyzoun di pedesaan Hama,” lapor Al-Jazeera dalam situs onlinenya, Jumat.

Jabhah Nusrah yang termasuk bagian Jaisy Fath mengonfirmasi, pejuangnya berhasil mengagalkan serangan rezim ke desa Ziyadiyah di pedesaan Hama. Sedikitnya 50 pasukan penyerang tewas.

Pada bagiannya, Jabhah Syamiyah, koalisi mujahidin yang sebagian anggotanya juga ikut dalam koalisi Jaisy Fath, membicarakan lebih dari 30 tentara rezim tewas dalam pertempuran menghalau serangan di desa Ziyadiyah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jaisy Fath merebut pembangkit listrik Zeyzoun di pedesaan Hama dalam operasi serentak di dekat provinsi Latakia, basis utama pengikut Alawiyah yang mendukung Bashar Assad. Daerah yang menjadi target mujahidin itu dikenal daerah perbatahanan garis pertama yang melindungi Latakia.

Sementara itu perkembangan di lapangan, Jaisy Fath kembali mengontrol kota baru, kota Qurqur, di daerah tersebut. Kota itu terletak antara pedesaan Hama dan Idlib, dan termasuk bagian dari daerah Sahlu Al-Ghab.

Rezim membalas kemunduran itu dengan membombardir pedesaan Idlib barat dan sebagian wilayah di Sahlu Al-Ghab yang diduduki mujahidin dari udara. Sementara pasukan darat musuh melancarkan serangan dari darat.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget