Halloween Costume ideas 2015
07/09/15

Milisi Syiah Hizbullah, Rabu (08/07), mengintensifkan serangan ke sejumlah daerah di kota Zabadani, pedesaan Damaskus. Gempuran itu dilakukan setelah mengalami sejumlah kegagalan menyerbu kota penting bagi rezim itu.

Dilaporkan Al-Jazeera, milisi bentukan Iran itu menggempur sejumlah daerah di jalan Urthuz, Kurnisy dan Nabuk di barat Zabadani. Di sisi timur, jalan Sakkah menjadi target milisi Syiah tersebut. Belum diketahui kerugian yang diderita mujahidin akibat gempuran itu.

Gerakan ofensif Syiah Hizbullah ini terjadi setelah empat anggota mereka kembali tewas dalam pertempuran di kota tersebut. Di antara keempat yang tewas itu merupakan komandan lapangan.



Mujahidin juga dilaporkan sukses menggagalkan gerakan militer Suriah dan milisi Syiah di front Qal’ah Zahra di utara Zabadani. Pertempuran sengit meletus berlangsung antara kedua kekuatan sehingga mengakibatkan korban tewas dan luka-luka di dua kubu.

Jaringan berita langsung Suriah melaporkan, mujahidin menewaskan 13 tentara dan milisi Syiah Hizbullah dalam sejumlah pertempuran di sekitar kota Zabadani. Mujahidin juga sukses merebut pos militer yang sebelumnya dikendalikan militer.

Di sisi lain, senjata udara Suriah menjatuhkan sejumlah birmil ke Zabadani. Bom berbentuk tong itu menimbulkan kebakaran hebat di perkebunan warga.

Militer dan milisi Syiah memulai operasi militer merebut Zabadani pada Jumat lalu. Operasi itu dimulai dengan gempuran udara sengit selama dua hari yang disusul serangan darat.

Zabadani juga kota penting bagi rezim dan Syiah Hizbllah. Jalan internasional yang menghubungkan Damaskus dan Beirut melintas di kota itu.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama “terpeleset lidah” dalam sebuah konferensi pers yang membahas ISIS. Dalam pernyataannya, Obama mengatakan bahwa AS melatih tentara ISIS. Demikian CNN Indonesia melaporkan pada Kamis (9/7/2015).



Sebagaimana dilansir RT, Rabu (8/7), pernyataan Obama itu disampaikan setelah mendapatkan penjelasan dari para pejabat keamanan terkait strategi AS dalam mengalahkan ISIS. Salah satunya adalah memberikan pelatihan bagi kelompok “pemberontak moderat” di Suriah.

Namun dalam konferensi pers Senin kemarin (6/7), Obama mengatakan bahwa, “Kami meningkatkan pelatihan pasukan ISIL (nama lain ISIS), termasuk relawan dari suku Sunni di Provinsi Anbar (pemberontak moderat, red.).” ISIL adalah sebutan lain ISIS yang biasa digunakan pemerintah AS.

Obama tidak menyadari telah mengucapkan kalimat yang salah dan melanjutkan perkataannya. Namun, pihak Gedung Putih nampaknya menyadari kesalahan kalimat itu dan melakukan perbaikan dalam transkrip resmi di situs pemerintah.

Dalam transkrip tersebut, kalimat Obama ditambahi kata dalam kurung “Iraqi” atau warga Irak. Namun inisiatif Gedung Putih ini juga terasa aneh dan tidak memperbaiki keadaan. Kalimat “Pelatihan pasukan ISIL (warga Irak)” bermakna, seolah AS melatih pasukan ISIL yang berada di Irak.

Kesalahan Obama dan transkrip perbaikan yang janggal memicu kehebohan di media sosial. Beberapa mengatakan bahwa ini adalah Freudian slip, yaitu tidak sengaja mengatakan hal-hal yang terpendam di alam bawah sadar yang biasanya merupakan kejujuran. Artinya, Obama mengakui bahwa mereka telah melatih ISIS.

Sebelumnya teori konspirasi bertebaran di internet, mengatakan ISIS adalah bentukan Amerika. Alasan munculnya teori ini adalah karena AS tidak berani memerangi ISIS secara langsung, tapi melalui serangan udara, dan terus mendesak perubahan rezim di Suriah.

screenshot_as_civil_about_isis


“ISIL adalah aset Amerika yang merupakan kuda Troya bagi AS untuk mempertahankan keberadaan mereka di Irak dan untuk megubah rezim di Suriah,” ujar aktivis anti-perang Ken Stone.

mobil-komandan-jn-terbakarKoalisi internasional anti ISIS yang dibentuk AS kembali menargetkan mujahidin Jabhah Nusrah di Suriah. Sedikitnya enam pejuang Jabhah Nusrah, termasuk komandan, dilaporkan gugur setelah dihantam sejumlah roket jet koalisi AS.

Dilansir dari portal berita alsouria.net, Kamis (09/07), serangan itu terjadi pada Rabu malam. Jet tempur koalisi melancarkan dua serangan berbeda di desa Raksul Hasn, barat kota Sarmada, provinsi Idlib.

Wartawan alsouria.net melaporkan, serangan itu menargetkan sebuah markas Jabhah Nusrah di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki itu. Sementara serangan lainnya menargetkan mobil yang ditumpangi salah satu komandan Jabhah Nusrah.


Ibrahim Al-Yusuf, jurnalis di kota Idlib melaporkan, setengah jam setelah waktu buka puasa terdengar suara ledakan di sebuah jalan yang menghubungkan desa Kafr Darya dan kota Sarmada. Belakangan diketahui, ledakan itu bersumber dari roket jet koalisi yang menghantam sebuah mobil yang ditumpangi seorang komandan Jabhah Nusrah.

Dalam video yang diunggah aktivis di internet, sebuah mobil hancur dan hangus terbakar. Sisa-sisa api masih terlihat di tengah kegelapan malam. Sejumlah petugas terlihat kesulitan mengevakuasi korban akibat kondisi mobil yang hancur berantakan.



Di hari yang sama, jet koalisi juga dilaporkan menargetkan lokasi yang dikendalikan Ahrar Syam di kota Babasqa di dekat perbatasan Turki. Banyak korban luka-luka akibat serangan itu dan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Perlu diketahui, koalisi AS berulang kali menargetkan markas dan komandan Jabhah Nusrah di Suriah. Sehingga hal itu memaksa mujahidin memindahkan markas mereka jatuh dari lingkungan penduduk.

Amerika Serikat dan koalisinya melancarkan serangan di Suriah dengan dalih memerangi Daulah Islamiyah, yang memiliki hubungan tidak baik dengan mayoritas pejuang di Suriah. Namun di lapangan, sasaran mereka tidak hanya Daulah akan tetapi seluruh mujahidin yang mengusung penegakan syariat Islam.

- (alsouria.net, arabi21.com) -

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget