Lembaga pengawas HAM Suriah, Kamis (30/04), melaporkan pejuang mengepung puluhan tentara yang masih terjebak di sebuah bangunan di pinggiran kota Jisr Ash-Shughur, pedesaan Idlib. Mujahidin terus berusaha melumpuhkan sisa tentara Suriah di kota strategis itu.

Menurut laporan pengawas HAM, seperti dinukil Al-Jazeera dari kantor berita Prancis, jumlah mereka lebih dari 150 tentara. Mereka bersembunyi di dalam gedung bertingkat milik rumah sakit pemerintah di barat daya Jisr Ash-Shughur ketika mujahidin berhasil masuk ke kota itu.

Koalisi mujahidin Jaisy Fath mencoba beberapa kali memasuki gedung itu. Namun upaya itu belum mampu melumpuhkan puluhan tentara yang terpojok itu.



Pengawas HAM menunjukkan, pejuang Rabu lalu (29/04) kembali menyerbu gedung itu. Pertempuran sengit terjadi. Belum diketahui hasil akhir dari pertempuran tersebut.

Pejuang Suriah sebelumnya menawan puluhan tentara rezim di sejumlah gedung di sekitarnya dan tempat lain di Jisr Ash-Shughur. Menurut pengawas HAM, jumlah mereka mencapai seratus tentara.

Mujahidin merebut kota Jisr Ash-Shughur Sabtu lalu. Dibutuhkan waktu tiga hari untuk bisa melumpuhkan tentara rezim di kota strategis tersebut.

Para pengamat mengatakan, jatuhnya kota Jisr Ash-Shughur ke tangan pejuang menjadi pukulan besar bagi rezim. Pasalnya, kemenangan itu memungkinkan pejuang Suriah membuka serangan ke provinsi Latakia, basis utama pendukung Bashar Assad.

Sumber: Al-Jazeera