Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Pernyataan Resmi Ikatan Ulama Jaish al-Fath terkait Konferensi Wina

Para Ulama bersegera mengeluarkan pernyataan-pernyataan resmi dan nasihat bagi kaum Muslimin, Umat Islam Suriah dan para Mujahidin, sebagai bentuk penjagaan mereka terhadap hasil-hasil Jihad Suriah.

Selain pernyataan syaikh Al-Muhaisini yang membahas tentang bahaya yang mengancam di balik konferensi Wina, para ulama negeri Syam yang tergabung dalam Rabithah Ahlil Ilmi fisy Syam, sebuah Dewan Ulama dan Ahlul Ilmi yang terkait dengan Jaisyul Fath Juga menerbitkan pernyataan resmi.

Pada intinya pernyataan ini menolak segala bentuk proposal politik Internasional yang tidak disepakati oleh penduduk Suriah dan para Mujahidin, menolak untuk menerima berbagai bentuk hukum kecuali hukum Syariah, sekaligus menyerukan kepada segenap faksi-faksi tempur untuk bersatu dan tidak lupa memperingatkan kaum Muslimin agar tidak bersekutu dengan orang-orang kafir.



Rabithah Ahlil Ilmi di Negeri Syam
Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah ta’ala yang berfirman: “Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (Al-Maidah: 49).

Shalawat dan salam kepada Rasulullah yang bersabda, “Bagaimanakah dirimu wahai Tsauban saat bangsa-bangsa mengerumuni kalian sebagaimana kalian mengerumuni hidangan makanan?” Tsauban berkata, “Demi bapak dan ibuku wahai Rasulullah.. apakah karena jumlah kami sedikit?” Nabi SAW menjawab, “Tidak, jumlah kalian saat itu banyak akan tetapi ditanamkan dalam hati kalian wahn.” Para sahabat bertanya, “Apakah wahn itu wahai Rasulullah?”, Nabi SAW nenjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” riwayat imam Ahmad bin Hanbal di dalam musnadnya dari Abu Hurairah (2/359).

amma ba’du:

Dalam rangkaian kemenangan-kemenangan yang Allah karuniakan kepada hamba-hambanya mujahidin, bumi Syam melalui hari-harinya yang paling indah dan paling bahagia. Hal ini karena cahaya rembulan Syiah semakin redup dan pedang Islam semakin kuat.

“Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.” (Al-Anfal: 10).

Bangsa-bangsa kafir berusaha keras untuk kembali menegakkan rezim murtad dan mensuplainya dengan para pengkhianat dengan tujuan untuk menghentikan gerak laju Islam dan memadamkan cahaya Allah ta’ala dengan mulut-mulut mereka. Dan rencana buruk itu tidak akan menimpa kecuali pada orang yang membuatnya.

“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).

Telah dikeluarkan pernyataan bersama di dalam konferensi Wina (Austria) yang membahas solusi krisis Suriah yang ditandatangani oleh 17 negara.

Salah satu poin yang tertera di dalam pernyataan tersebut adalah:
(Menjaga Sekulerisme dan persatuan Suriah; dan menegakkan pemerintahan yang disetujui oleh PBB).

Atas dasar itu maka kami, Rabithah Ahlil Ilmi fisy Syam, menujukan pandangan kepada beberapa hal berikut:

Pertama: Kepada keluarga kami di Syam.

Sesungguhnya banyak dari negara-negara tersebut ikut serta dalam membunuh orang-orang yang tidak berdosa, anak-anak dan kaum wanita dari keluarga kita di Suriah. Mereka tidak memperhatikan kepentingan-kepentingan kaum Muslimin. sesungguhnya mereka berusaha untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan bersama mereka dengan tujuan untuk menjadikan kekufuran berkuasa dan menghancurkan syiar-syiar identitas kita sebagai kaum Muslimin.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120).

Maka ketahuilah oleh kalian bahwa kejayaan dan kemuliaan itu terwujud dengan melaksanakan perintah Allah ta’ala dan taat kepada Rasulullah saw.

“Jika kalian menolong Allah, niscaya Allah akan menolong kalian” (Muhammad: 7).

Kedua: Kepada seluruh negara-negara luar negeri

Sesungguhnya penduduk Syam telah bangkit melawan thaghutnya dan menghadang serangannya agar hanya Allah semata yang disembah di muka bumi ini. oleh karena itu solusi politik apapun yang akan diberlakukan kepada mereka tanpa merujuk kepada para pembuat keputusan di lapangan, yaitu para Mujahidin, maka nasibnya akan berada di bawah telapak kaki mereka. atas dasar tersebut terjadilah revolusi kaum Muslimin, kekuatan mereka semakin bertambah dan mereka tidak akan menerima kecuali hanya dengan hukum Allah saja.

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50).

Ketiga: Kepada Seluruh Kelompok Jihad.

Kini kalian telah melihat berkumpulnya para pembunuh dan bagaimana mereka berkolaborasi dalam menyerang kaum Muslimin dari berbagai negara yang berbeda. Hal itu mengharuskan kalian untuk menyatukan kata, menyatukan barisan dan membuang perselisihan.

Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah ta’ala mencintai orang-orang yang berpersang di jalannya dengan bershaf seolah mereka bangunan yang tersusun rapi” (Ash-Shaf: 4).

Maka bertakwalah kalian kepada Allah ta’ala, bersikap lembutlah kepada saudara-saudara kalian, janganlah kalian bertengkar sehingga kalian kalah dan kekuatan kalian lenyap, dan bersabarlah karena sesungguhnya Allah ta’ala bersama orang-orang yang sabar.

Dan yang terakhir.. wahai kaum Muslimin..

Sesungguhnya Allah ta’ala melarang kita berwali/loyal kepada orang-orang kafir dan bersegera untuk membuat mereka ridha/senang.

Allah ta’ala berfirman: “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: ‘Kami takut akan mendapat bencana’.” (Al-Maidah: 52).

Maka barangsiapa yang berwali/bersikap loyal kepada mereka dengan cara menolong dan cenderung kepada mereka, berarti ia telah mengkhianati Allah ta’ala, Rasulnya dan berkhianat kepada kaum mukminin. dan dia terjerembab ke dalam dosa dan kejahatan yang besar.

Kami memohon pada Allah ta’ala agar menguatkan kami di atas al-haq.

Wallahu waliyyuttaufiq..

Selasa, 21 Muharram 1437 H – 3/11/2015

(penterjemah : tim muqawamah)
Labels:
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget