Halloween Costume ideas 2015
November 2015

Rusia mendukung PYD, yang merupakan afiliasi organisasi teroris komunis PKK Suriah, yang mencoba mengambil kendali wilayah Azez di Suriah dekat perbatasan Turki, sumber-sumber lokal di Azez memberitahu Anadolu Agency, Jumat (27/11/2015).

Saat PYD menyerang pasukan oposisi di Azez, pesawat Rusia menggelar tiga serangan udara terhadap jalan yang menghubungkan kabupaten tersebut dengan gerbang perbatasan Bab al Salameh, sumber mengatakan.

Sumber mengatakan pesawat Rusia juga telah menyerang garis depan lokasi PYD bertempur melawan kekuatan koalisi pejuang Suriah di utara Aleppo. Pada hari Kamis (26/11/2015), Rusia menyerang kota Deyr Cemal di utara Aleppo, untuk menghentikan kemajuan pasukan oposisi.

Pada hari Rabu, Rusia menyerang kendaraan besar di kawasan yang sama, menewaskan tujuh orang dan melukai 10 orang lainnya; 20 kendaraan juga terbakar.

Secara terpisah, pesawat Rusia juga menyerang pasukan darat oposisi di kota Malikiye dan Ziyara, di utara Aleppo, dalam mendukung PYD, YPG dan Pasukan Demokratik Suriah selama dua hari terakhir.

Di satu sisi, koalisi mujahidin bersama dengan para pejuang FSA melakukan serangan balik terhadap mereka.


(28/11) - Pejuang FSA berusaha tembaki pasukan YPG


(28/11) - FSA targetkan posisi pasukan YPG di Seikh Maqsud, Utara Aleppo


(29/11) - FSA bakar bendera SDF (pasukan darat Suriah) setelah bentrok sengit dengan YPG


(30/11) - Mujahidin dari unit FSA berhasil rebut beberapa desa setelah pertempuran dengan Pasukan Demokratik Suriah.

(29/11/2015) - Setidaknya 45 orang gugur syahid dalam serangan rudal Rusia yang menargetkan pasar di kota Ariha di provinsi utara Idlib.



Di hari sebelumnya, Sabtu (28/11), pesawat tempur Rusia melancarkan serangan udara menargetkan kendaraan bantuan kemanusiaan di Suriah utara dekat perbatasan Turki. 

Pada hari Rabu (25/11), pesawat tempur Rusia melancarkan dua serangan udara di sebuah gudang bantuan di kota Azaz dekat Bab As-Salameh yang berbatasan dengan Turki, mengakibatkan 3 orang terbunuh. 

Kemudian pada Kamis (26/11), serangan udara Rusia menghantam kendaraan bantuan di kota Sarmada di Idlib.

(Zaman Al Wasl)

Pesawat tempur Rusia menggencarkan serangan ke daerah Baraj Al-Zahiyah di pedesaan Latakia setelah mujahidin berhasil merebut daerah tersebut Ahad pagi (27/11). Mujahidin berhasil memukul mundur tentara rezim dan milisi pendukungnya di daerah tersebut.

Wartawan Al-Jazeera, Amir Lavi, melaporkan dari perbatasan Turki-Suriah bahwa daerah Baraj Al-Zahiyah mengalami gempuran sengit dari jet tempur Rusia sepanjang Ahad kemarin. Di saat bersamaan, pasukan darat rezim menggempur dari darat.

Di sisi lain, mujahidin mendapat dua tank tempur selama pembebasan daerah tersebut. Kendaraan tempur lapis baja itu masih layak digunakan. Sementara banyak kendaraan militer rezim hancur oleh senjata mujahidin.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa suara baku tembak masih berlangsung di tengah gempuran sengit dari udara.

Mujahidin menegaskan mengontrol daerah Baraj Al-Zahiyah Ahad pagi. Kemenangan itu diraih setelah mujahidin meluncurkan serangan fajar sehingga mengejutkan tentara musuh.

Di waktu bersamaan, jet Rusia juga menggempur titik-titik Muhidin di wilayah pegunungan Akrad dan Turkiman di provinsi yang sama. Rusia mengintensifkan operasi di Latakia pasca jetnya Su-24 ditembak jatuh oleh angkatan udara Turki di wilayah perbatasan.

Perlu dicatat, Rusia selalu melegitimasi agresinya di Suriah untuk memerangi Daulah Islamiyah atau ISIS. Kenyataannya, tidak ada ISIS di banyak wilayah yang menjadi sasaran operasi mereka, seperti di Latakia.

Sebuah kantor berita Independen bernama ANA Press mengirimkan salah seorang reporternya untuk langsung terjun ke Suriah, khususnya ke kota Aleppo, salah satu kota yang paling sering diserang oleh Rusia. Untuk melihat, benarkah ada ISIS di kota tersebut, sebagaimana yang diketahui, kota Aleppo berada di dalam kontrol Mujahidin Suriah dari berbagai faksi, mereka menjaga dan merawat penduduknya.


Wawancara yang dilakukan delegasi wartawan tersebut secara acak kepada penduduk Aleppo dan perjalanannya menelusuri kota Aleppo menunjukkan bahwa ISIS sama sekali tidak eksis di kota tersebut. ISIS memang sempat hadir di kota tersebut pada tahun 2014, tapi setelah itu, ia diusir oleh penduduk kota karena aktivitasnya yang suka mengkafirkan kaum Muslimin dan membunuhi mujahidin.

Beberapa bulan terakhir ISIS memulai kampanye untuk merebut kembali kota Aleppo, tapi senantiasa dihadang oleh para Mujahidin, baik itu Jabhah Nushrah, Ahrar Syam, Jaisyul Fath, maupun kelompok-kelompok Mujahid mukhlis lainnya. Sampai detik ini, ISIS tidak pernah bisa menguasai kota Aleppo, mereka hanya sempat menginjakkan kaki di wilayah pedesaan pinggiran utara Aleppo/North Reef Aleppo.

Berikut ini video dari ANA PRESS yang menunjukkan bahwa serangan militer Rusia ke Suriah tidak lebih dari agenda koalisi kekuatan kafir dunia untuk menekan mujahidin agar tunduk dibawah kekuatan internasional.


Video yang kami tampilkan berikut ini menunjukkan bagaimana kelompok Khawarij di negeri Syam yang menamakan diri sebagai Daulah Islamiyah (ISIS) pimpinan Al-Baghdadi, melakukan pengkhianatan nyata terhadap Mujahidin.

Dimulai dengan kejahatan mereka yang menyerang punggung Mujahidin Liwa al Fatah (sekarang melebur ke dalam Ahrar Syam) ketika tengah bertempur melawan Tentara Assad, yang kemudian pengkhianatan tersebut dibalas dengan serangan balik oleh Mujahidin Liwa al Fatah, disusul upaya Jamaah Khawarij ini untuk melakukan gencatan senjata dan meminta damai.

Pada awalnya, mujahidin menyepakati permintaan damai tersebut, bahkan sangat bersemangat untuk menerima Jamaah Daulah pimpinan al-Baghdadi ini untuk berdamai. Namun, belum sampai berjalan satu bulan perjanjian damai tersebut, Jamaah Daulah melakukan pengkhianatan dengan melakukan aksi bom bunuh diri yang membunuh salah seorang pimpinan Liwa al Fatah, pengkhianatan ini disusul dengan serangan besar-besaran Jamaah Daulah di markas Liwa al Fatah.

Kejahatan Jamaah Daulah ini, berbuah dengan sikap Liwa al Fatah disertai faksi-faksi Mujahidin lainnya untuk bertempur bersama melawan Jamaah Daulah pimpinan al-Baghdadi hingga hari ini.

Berikut ini, video yang menampilkan rentetan kejadian yang kami ringkaskan di atas.



Perjalanan jihad di bumi jihad Syam yang berbarakah, merupakan bentuk jihad yang paling kompleks. Diawali dengan pertempuran melawan rezim Syiah Nushairiyah, bersatunya kekuatan kufar untuk menghancurkan jihad dan mujahidin, hingga munculnya pengkhianatan kaum Khawarij yang menyerang mujahidin dari belakang.

Demikianlah, pengkhianatan khawarij diyakini menjadi salah satu sebab utama rusaknya jihad di negeri Syam, peperangan melawan rezim Assad yang seharusnya jatuh dalam hitungan hari, akhirnya harus berlarut-larut hingga bertahun-tahun lamanya.

Hari Kamis (26/11/2015) Unit Divisi 1 FSA berhasil hancurkan Truck militer yang sedang mengangkut pasukan Assad di sebuah perbukitan, pinggiran Latakia.



Sementara itu mujahidin Ahrar Syam tembakan meriam kaliber 130 mm yang manargetkan pangkalan udara Jet Rusia di Hmymim, Latakia. Serangan ini atas respon hadirnya sejumlah senjata pertahanan rudal S-400 di pangkalan udara tersebut.

 

Intervensi Rusia dengan melakukan pemboman intensive sudah hampir dua bulan. Mereka beralasan untuk menumpas kelompok ISIS di Suriah. Apa yang terjadi di lapangan justru 180 derajat jauh dari klaim mereka. Mayoritas wilayah yang menjadi targetan ternyata kelompok oposisi baik itu FSA ataupun Islamic Front.

(24/11/2015) - Laporan Pertempuran kesuksesan pejuang hancurkan beberapa Tank dan kendaran milik pasukan Assad di Utara Hama dan Aleppo.


Pejuang berhasil hancurkan Tank sehingga menewaskan pasukan Assad yang ada di dekatnya, peristiwa ini terjadi di pinggiran kota Morek, utara Hama


Hancurnya kendaraan Pickup yang dikendarai milisi syiah di selatan Aleppo


Divisi 16 FSA hancurkan Tank di utara Aleppo

Sebuah helikopter Rusia diserang di provinsi pesisir Latakia oleh pejuang Suriah dengan misil anti-tank, ujar laporan kelompok pemantau perang Suriah.

(24/11/2015) - Aktivis Suriah dan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pejuang telah memukul helikopter Rusia dengan rudal TOW di Jabal Al-Krad, ketika helikopter tersebut sedang melakukan pendaratan darurat.


Koalisi Mujahidin terbesar di Suriah, Jaisyul Fath, dengan izin Allah mampu merebut kembali wilayah di pedesaan Aleppo selatan. Mujahidin juga berhasil menewaskan puluhan tentara rezim Nushairiyyah dan milisi Syiah pendukungnya, serta menghancurkan beberapa kendaraan tempur. Wilayah tersebut selama kurang dari dua minggu telah jatuh ke tangan pasukan Syiah Nushairiyyah dengan dukungan dari pesawat tempur Rusia.

Dilaporkan oleh sumber di Mujahid di lapangan, bahwa hanya dalam 3 jam Jaisyul Fath telah menguasai Tel Bajer, desa Al-Aziziyah, Tel Mamou, Banjeerah, desa Banes, Khirbat Al Haj Abdulmah, Khirbat Al Zawiyah, Khirbat Al-Mahal, Talet Al-Qaff, desa karnah and perbukitannya, Al-Taleh, Al-Wusta, Mukah, dan Tel Kashi dekat Mamou.


Komandan militer di Jaisyul Fath, Abu Abdul Latif mengatakan kepada aljazeera.net, mengungkapkan bahwa mereka menembakkan sejumlah besar rudal dan mortir terhadap semua pos pertahanan (hambatan) di daerah musuh, menewaskan banyak prajurit rezim, sedangkan hambatan runtuh akibat serangan intens Mujahidin.



Mayoritas korban tewas adalah dari milisi Syiah Irak dan Lebanon, ini ditandai dari slogan, bendera dan identitas yang ditemukan pada tubuh mereka. Membuktikan ketergantungan besar rezim Basyar Assad pada pasukan-pasukan ini dan Garda Revolusi Iran.



Saat ini mujahidin di lapangan, tengah mempersiapkan rudal untuk mengebom daerah strategis lainnya dan merebutnya. Hal ini untuk mengantisipasi resiko tentara rezim dan milisi Syiah yang menuju ke jalur utama, dan juga untuk merebut kembali semua daerah yang mana baru-baru ini sempat direbut oleh rezim Basyar Assad dengan dukungan Rusia.

Sebuah kesaksian yang berasal dari seorang Mujahid Chechnya yang berhasil lolos dari Daulah (ISIS) telah beredar di media sosial pro-Imarah Kaukasus.

Pernyataan saksi ini cocok dengan sejumlah kesaksian lainnya yang pernah ditulis oleh Mujahidin Kaukasia Utara di Suriah yang bertaubat dan berhasil kabur dari Daulah. Kesaksian ini menarik karena menimbulkan sejumlah isu spesifik bagi pejuang Daulah yang berbahasa Rusia serta keluhan lainnya yang umum terdengar tentang kehidupan di Daulah.

Kami telah menterjemahkan beberapa kutipan dari pernyataan yang datang melalui akun Osman Hanov di Facebook, kesaksian tersebut telah di-share di berbagai medsos dan telah menjadi subjek diskusi  di antara Mujahidin Imarah Kaukasus dan pendukungnya.

Kesaksian dimulai dengan Mujahid yang tak ingin namanya dipublikasikan, berbicara tentang beberapa kebohongan Daulah:


Pertama, setelah Anda masuk ke dalam (wilayah Daulah), kecil kemungkinan Anda bisa keluar. Mereka akan segera menyita paspor Anda, dan tidak memberikannya kembali. Perjalanan antara kota (wilayah kekuasaan) Daulah, Anda hanya bepergian menggunakan dokumen. Dan tanpa surat izin keluar, Anda tidak akan bisa pergi dari Raqqa ke Mosul, apalagi jika ingin meninggalkan (wilayah) Daulah. Pernah ketika aku masih di Dagestan, aku mendengar mereka berkata: "Ayo, jika tidak suka, kau bisa kembali," tapi itu bohong, kau tidak bisa.

Mujahid Dagestan itu juga memberikan kesaksian, yang juga telah keluar dari mulut sejumlah Mujahidin Kaukasus Utara lainnya tentang IS. Bahwa IS hanya menggunakan prajuritnya sebagai umpan meriam. Menariknya, keluhan tersebut berhubungan erat dengan komandan Daulah, Umar Shishani, yang merupakan salah satu alasan mengapa pejuang yang berbahasa Rusia yang non-Daulah atau mereka yang telah keluar dari Daulah bingung. Bahkan terkadang marah pada laporan media Barat yang menyebut Umar sebagai seorang yang jenius dalam militer. Apakah berpengaruh jika media Barat memiliki pemikiran yang salah tentang Umar? Mungkin tidak dari perspektif militer dan intel. Tapi berbicara kepada kebutuhan untuk penelitian yang benar-benar membutuhkan penggalian info yang lebih mendalam dan melihat apa yang benar-benar dikatakan oleh saksi tersebut, itu bukanlah propaganda atau tipuan, tapi benar-benar fakta lapangan. Dan silakan lihat apa yang dikatakan oleh Mujahid eks Daulah ini selanjutnya:

Kedua, mereka memperlakukan Anda sebagai umpan meriam. Amir dapat dengan mudah mengirim batalion ke tempat tertentu dan, yang paling penting, banyaknya kematian yang sia-sia. Kemudian Amir mengirim pasukan lainnya dan dengan hasil yang sama, dan lagi, dan lagi. Saya sendiri adalah saksi ini, dan banyak mereka yang berada di sana menegaskan hal itu.

Ingatlah di Kobane. Ketika situasinya menjadi jelas bahwa mereka tidak akan dapat menahan kota, komandan malah mengirim banyak Ikhwah di sana untuk waktu yang lama dan berakhir dengan kematian sia-sia demi pencitraan media, untuk menutupi kekalahannya.

Dia kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa pernyataan Daulah menyerukan para spesialis untuk datang ke Suriah/Irak adalah kebohongan:

Mereka hanya ingin pejuang untuk menjadi umpan meriam, ada ikhwah yang datang dari berbagai profesi dan tidak ada yang dapat digunakan kecuali dokter.

Dan ini adalah kesaksiannya mengenai pelatihan militer Daulah. Kesaksian ini juga sudah sering keluar dari mulut pejuang Daulah yang membelot. Dan juga sesuai dengan laporan, yang telah dibahas di sini, pejuang muda dan tidak berpengalaman Daulah telah dikirim ke kematian mereka di Kobane (Ayn al-Arab) dan Baiji.

Pelatihan militer tidak dilakukan dengan benar, memang banyak muaskar (kamp pelatihan) yang dijalankan di sana. Namun apa yang bisa diharapkan dari pelatihan hanya dalam tiga bulan? Akibatnya, sejumlah besar orang meninggal dalam pertempuran pertama mereka.

Kemudian beliau mengatakan tentang bagaimana Daulah memperlakukan keluarga mereka yang telah tewas dalam pertempuran:

Mereka akan memaksa istri Anda dan memintanya untuk menikah dengan pria lain, dan jika dia tidak melakukannya – maka dia akan dipindahka ke semacam hanggar, di mana wanita seperti dia tinggal bersama anak-anak mereka, berjumlah sekitar 15-20 orang, tanpa perlindungan dan dalam kondisi yang sangat sulit dalam kedinginan dan dengan makanan yang minim. Namun jika dia ingin pergi meninggalkan (Daulah), mereka tidak akan mengizinkannya.

Dan beliau berbicara mengenai pejuang asing di Daulah:

Kelima, saudara-saudara di sini. Mereka sangat bervariasi. Ada beberapa yang sangat menarik, dari negara-negara yang menakjubkan seperti Maladewa, Sri Lanka dan Australia, dari seluruh dunia.

Tapi di antara pejuang berbahasa Rusia ada banyak fitnah, banyak kebodohan. Kalian bisa pergi ke pengadilan Syariah dan memfitnah saudara demi ambisi pribadi. Para hakim sudah lelah dengan perkelahian kami.

Sebenarnya kesaksian Mujahid ini masih panjang, namun karena keterbatasan bahasa, kami hanya mengambil beberapa yang kami anggap penting dan kami pahami.

Pada poin kesembilan, Mujahid ini mengemukakan pertanyaan, mengapa intelijen dari berbagai negara termasuk Rusia tidak menghentikan orang-orang yang pergi bergabung Daulah? Bagaimana Nadir Abu Khalid bisa sampai ke Daulah?

Kenapa para ikhwah Muhajir yang berada di Istanbul diketahui oleh Unit Special Force Turki, namun mereka tidak ditangkap kecuali dalam kasus-kasus khusus seperti dalam kasus peledakan?

Apakah kalian tahu, Amir Al-Baghdadi pernah menjadi tahanan di penjara Amerika lalu tiba-tiba secara rahasia menjadi Amir?

Lihatlah Dagestan. Sebelum masjid kami penuh dengan orang dan pelajaran agama yang dilakukan oleh orang-orang seperti Nadir, Medinsky, Abu Umar, Abu Kamil Sultan dan saudara-saudara lainnya. Orang berbondong-bondong masuk ke Islam, terus belajar agama sehingga orang-orang kafir panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dan sekarang apa? Semuanya pergi, tidak ada pelajaran agama, hampir tidak ada dakwah, di mimbar-mimbar hanya ada tipe ulama seperti Abdullah Abu Amir dan mereka ditempatkan di bawah tekanan, orang tua bersedia memborgol anak-anak mereka agar menghalangi mereka untuk pergi ke masjid Salafi karena mereka tahu bahwa mereka akhirnya akan bepergian ke wilayah Daulah dan mati. SIapa yang menuai manfaat dari semua ini? Orang-orang kafir Rusia. Mereka menyombongkan kesuksesan rencana mereka, jika kalian tidak percaya bacalah media mereka.

Di akhir kesaksian, Mujahid ini mengatakan, lihatlah mereka yang mewakili Daulah dalam pesan dan seruan mereka kepada kaum Muslimin yang berada di negara-negara Kuffar, mereka menyerukan agar meledakkan dan membunuh dan menyembelih orang-orang kafir di sana dengan cara apapun dan tanpa membedakan mereka.

Lalu apa efeknya? Umat Islam di seluruh dunia semakin ditekan dan hak-hak mereka dibatasi, dan ini akan didukung oleh penduduk setempat pasca serangan serampangan seperti itu. Siapa yang mendapat keuntungan dari itu? Kuffar.

Saya bersyukur kepada Allah karena telah mendapat luka, sehingga bisa meninggalkan wilayah Daulah, dan kalian tahu berapa banyak saudara di sini yang ingin meninggalkan Daulah namun tidak bisa? Dan mereka mematuhi perintah mati karena sudah tidak punya pilihan. Oleh karena itu, tugas saya untuk memperingatkan karena saya tahu bahwa banyak yang terpesona dengan fitnah Daulah, oleh karena aku berharap (dengan kesaksian ini) mungkin mereka yang berpikir untuk bergabung Daulah akan berhenti dari mengulangi kesalahan orang lain.

( sumber : https://www.facebook.com/antihauaridj/posts/1497372310557896 )

Faksi mujahidin Jundul Aqsha dan militer Suriah melakukan pertukaran tahanan di kota Murik, pedesaan Hama, Ahad (22/11). Pertukaran ini dimediatori oleh lembaga kemanusiaan Hilal Ahmar Suriah.

Abu Abdullah, komandan militer Jundul Aqsha menuturkan kepada Al-Jazeera bahwa rezim melalui Hilal Ahmar Suriah menyampaikan ingin menukar enam pejuang yang ditawan dengan mayat tentara di tangan mujahidin. Tawaran itu pun dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Kemudian, lanjutnya, kami bermusyawarah dengan faksi Tajammuk Al-Izzah yang beroperasi di pedesaan Hama. Kami pun sepakat menyerahkan 28 mayat dengan imbalan dibebaskannya enam pejuang yang belakangan sudah diketahui nama-namanya.

Abu Al-Walid menjelaskan bahwa pertukaran itu dilakukan Ahad dengan mediasi Hilal Ahmar Suriah. Tidak terlihat tentara rezim selam proses penyerahan tawanan.

Ia menambahkan, petugas Hilal Ahmar mengangkut mayat-mayat yang digeletakkan mujahidin di lokasi yang disepakati. Sementara enam pejuang yang dibawa oleh petugas Hilal Ahmar dibebaskan.



Dalam konteks ini, faksi Tajammuk Al-Izzah mengatakan bahwa pihaknya menahan sebanyak 60 mayat tentara dalam sejumlah pertempuran terakhir. Di antaranya mereka berpangkat perwira dan anggota intelijen.

Juma'at (21/11/2015) - Pejuang dari unit FSA berhasil merebut wilayah yang dikuasai ISIS di utara Aleppo, tepatnya desa Dalhah dan Harjalah.


Tank FSA targetkan militan ISIS di desa Dalhah sebelum berhasil membebaskan wilayah tersebut



Pernyataan dari Liwa Sulthan Murad, salah satu Unit FSA setelah pembebasan desa Harjalah

fsa-dalhah-harjalah-isis-north-aleppo

Atas nama kemanusiaan, kita terhentak ketika lebih dari 150 orang roboh meregang nyawa di Paris, Prancis Jumat malam (13/11). Tujuh titik di kota mode itu dikoyak oleh serangan mematikan.

Atas nama kemanusiaan pula, Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan tegas menyatakan Rusia sangat mengecam pembunuhan tak berperikemanusiaan ini dan siap memberikan semua bantuan untuk menginvestigasinya. Ucapan “bijak” seperti itu dengan mudah keluar dari mulut Putin, semudah ribuan roket meluncur dan menyasar penduduk sipil di Suriah.

Peragaan sok bijak juga dilakukan oleh NATO dan Amerika Serikat. Untuk insiden Paris, sejuta karangan bunga mereka kirimkan, berlapis janji dan kecaman. Sementara, di Suriah mesin perang mereka terus menyalak, mencabut nyawa-nyawa sipil atas nama perang melawan terorisme. Padahal, justru rakyat Suriah itu adalah korban terorisme hasil persekongkolan Basar Asad dengan negara-negara pendukungnya.

Akal sehat mestinya membuat para pemimpin dunia itu mudah mengutuk tragedi kemanusiaan di Suriah dan Palestina, semudah mereka mengecam serangan Paris. Tinggal membubuhkan kata Suriah dan Palestina di belakang nama Paris. Namun entah mengapa lidah mereka kelu untuk mengucapkannya.

Terkait peristiwa memilukan ini, maka warga Suriah di Kafr Nabl, provinsi Idlib menyampaikan pesan kepada dunia pada aksi protes kemarin (21/11/2015)








Video dan gambar terbaru yang dibocorkan oleh pers Turki pada Jum’at (20/11/2015) telah mengungkapkan apa yang digambarkan sebagai “upaya angkatan laut Yunani untuk menenggelamkan perahu karet yang membawa 58 pengungsi Suriah, termasuk anak-anak, di Laut Aegea.”

Sebagaimana dilansir oleh MEMO, Sabtu (21/11), Surat Kabar Zaman mengatakan bahwa pihak berwenang Turki memberikan penjelasan kepada Presiden Yunani Alexis Tsipras, yang sedang mengunjungi Ankara pada Selasa lalu, dan menunjukkan rekaman tersebut.



Dalam rekaman tersebut terlihat pelaut Yunani yang sedang mencoba untuk menembus perahu yang membawa pengungsi dengan alat tajam.

Presiden Yunani menyatakan “keterkejutannya” ketika ia menonton video itu di hadapan komandan angkatan laut Turki Hakan Ustem dan komandan Ananasius Atanasopolos Yunani.

Surat kabar itu melaporkan bahwa ketika penjaga pantai Yunani menentukan lokasi perahu pengungsi, penjaga pantai itu kemudian mengirim sebuah kapal yang bertandakan nomer LS-060 ke lokasi itu. Setelah menusuk perahu pengungsi, kru Yunani kemudian meninggalkan pengungsi dengan perahu mereka yang mulai tenggelam. Untungnya beberapa jam kemudian sampai malam harinya, datang kapal penjaga pantai Turki menyelamatkan para pengungsi itu sebelum perahu itu tenggelam.

Dalam sebuah wawancara dengan Der Spiegel pada hari Kamis (19/11) kemarin, pembantu utama Presiden Obama, Ben Rhodes dengan nada angkuh menolak gagasan invasi “gaya-Afghanistan”, di mana Amerika mengerahkan pasukan darat secara masif untuk kemudian melakukan pendudukan secara terbuka di wilayah yang dikontrol oleh mujahidin di Suriah. Ia menjelaskan bahwa pengerahan pasukan darat seperti itu di Suriah akan sulit ke depannya untuk dipertahankan.

Sejumlah komentar Rhodes tersebut mengemuka saat harus menjawab pertanyaan. apakah serangan “Jumat Terkoordinasi” di Paris beberapa hari yang lalu akan mendorong dilakukannya invasi besar-besaran sebagaimana yang terjadi pasca serangan 11/9 di mana Amerika mengerahkan kekuatan penuh termasuk pasukan darat ke Afghanistan. Rhodes tetap bersikeras bahwa komunitas internasional tidak bisa “mengambil alih kepemilikan” atas negara Suriah.

Wawancara itu juga membahas kemungkinan NATO menggunakan pasal atau artikel ke-5 dalam piagam perjanjian mereka yang menyerukan pertahanan kolektif sebagai jalan untuk melibatkan seluruh negara anggotanya dalam perang melawan "terorisme" pasca serangan di Paris tersebut. Rhodes menjawab bahwa hal ini sepenuhnya tergantung pada Perancis untuk memutuskan apakah mereka ingin menempuh cara seperti itu.

Dalam kesempatan ini, Rhodes juga mengkonfirmasi terkait keputusan pemerintahan Obama sebelumnya yang memberikan otorisasi bagi pengerahan pasukan darat dalam jumlah kecil dan terbatas ke Suriah. Dengan bersikukuh, Rhodes menjelaskan bahwa pasukan tersebut tidak akan terlibat dalam pertempuran, dan pengerahan pasukan seperti itu bukan merupakan solusi jangka panjang terhadap perang melawan mujahidin. Anehnya, pejabat penting Gedung Putih itu juga tidak bisa menjelaskan secara spesifik misi apa sebetulnya yang diharapkan dari pengiriman “beberapa gelintir” pasukan darat Amerika ke Suriah.

Doktor Abdullah Al-Muhaisini, Ketua Dewan Syariah Operasi Jaisyul Fath, menyampaikan pidato singkat di hadapan kumpulan mayat milisi Iran, Lebanon dan Iraq. Milisi-milisi itu tewas dalam pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan beberapa hari terakhir.

Seperti dinukil arabi21.com, Rabu (18/11), salah satu unsur Jaisyul Fath menjelaskan bahwa mayat-mayat ini adalah militan Syiah Rafidhah. Mereka tewas dalam operasi penyergapan di daerah Ras Ash-Sharij. Mereka berupaya menyusup ke wilayah mujahidin dan berhasil dilumpuhkan.

Rekaman video yang dirilisi Markaz Du’at Jihad menayangkan puluhan mayat yang tergeletak di tanah. Sejumlah bendera milisi-milisi Syiah, seperti Hizbullah Lebanon, menempel di sebagian mereka.

Syaikh Al-Muhaisini berbicara yang ditujukan kepada ibu para milisi Syiah di Suriah, “lihatlah wahai ibu-ibu mereka (milisi Syiah), demi Allah kami tidak akan memulangkan anak-anak kalian kecuali dalam kondisi seperti ini. Jika anak kalian ingin selamat, cegalah bertempur ke Suriah. Jika tidak, kami tidak akan membiarkan anak-anak kalian pulang kecuali dalam kondisi tak bernyawa.”

Hari ini, lanjutnya, adalah pertempuran antara keimanan dan kekafiran serta pertempuran Islam dan Akidah. Mereka ini adalah penjajah dan ingin mengembalikan dinasti Persia. Adapun kami, tambahnya, akan mengembalikan dinasti Khalid bin Walid melalui tangan-tangan mujahidin yang jujur.

Ulama muda asal Saudi itu juga mengancam sekutu-sekutu rezim Bashar Assad, mulai dari Iran hingga Iraq. Dia menegaskan, mujahidin akan mengejar mereka meskipun sembunyi di balik bukit.

Dalam wasiat kepada para mujahidin yang berjaga di front, Syaikh Al-Muhaisini mengatakan, janganlah kalian tidur malam kecuali sudah mengkhatamkan satu juz atau beberapa juz dari Al-Quran. Bertaubatlah kalian dengan sebenarnya taubat kepada Allah. “Tidaklah kita kalah kecuali karena dosa, dan tidaklah kita menang kecuali karena ketaatan,” nasihatnya.

Ia juga menasihatkan untuk selalu qiyamul labil, menangis takut kepada Allah dan mempersiapkan untuk bertemu dengan Allah melalui malam-malam ini. Jika pertempuran datang, majulah dengan penuh keimanan. Kami tindak menginginkan penyerang kecuali bisa sampai membebaskan bumi Allah.

Sebagaimana diberitakan, front pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan beberapa hari terakhir berlangsung sengit. Mujahidin beberapa kali melaporkan berhasil membunuh milisi-milisi Syiah dari Iran, Iraq dan Lebanon. Media-media Iran juga mengonfirmasi sejumlah komandan dan tentaranya tewas dalam pertempuran di pedesaan Aleppo.


Sebuah karikatur dibuat aktivis untuk menyindir terkait serangan Rusia di Suriah dengan alasan menumpas ISIS. Fakta di lapangan, ratusan serangan udara Rusia setiap hari menargetkan wilayah yang dikuasai mayoritas mujahidin yang bertempur langsung melawan tentara Bashar Assad, sementara itu serangan di wilayah ISIS bisa dihitung dengan jari.

rusia_isis_suriah
   

Jalan-jalan dan angkutan umum di ibukota Damaskus, Rabu (18/11), sepi dari keberadaan laki-laki muda. Pemandangan ini terlihat setelah pemerintah menggulirkan kampanye penangkapan untuk memaksa para pemuda bergabung barisan militer, sebagaimana dilansir eldorar.com.

Wartawan Suriah, Faishal Qasim, melalui akun pribadinya di Facebook menggambarkan bahwa jalan-jalan dan angkutan umum di Damaskus hari ini hanya dipenuhi wanita. Tidak terlihat laki-laki muda lalu lalang sebagaimana biasanya.

“Jalan-jalan di Damaskus dan angkutan umum benar-benar tanpa laki-laki muda. Hanya para wanita yang terlihat. Ini karena dinas keamanan memburu warga lelaki muda untuk dibawa ke front pertempuran,” tulis Qasim.

Sejumlah informasi juga menyebutkan bahwa para pegawai negeri sipil juga dipaksa mengangkat senjata untuk berjaga di pos-pos militer. Mereka ditugaskan memeriksa setiap mobil dan identitas warga yang melintas. Sebagian di ditugaskan di front pertempuran.

Sementara itu, sumber di wilayah Al-Ghoutah Barat di pedesaan Damaskus menyebutkan kota-kota di Damaskus dan pinggirannya mengalami kelumpuhan parah. Hal itu terjadi setelah para laki-laki muda dipaksa bergabung ke barisan militer. Akibatnya, tak terlihat para pemuda di jalan-jalan ibukota.

Aktivis juga melaporkan, banyak pemuda dan mahasiswa ditangkap dan dipaksa bergabung ke barisan militer. Militer berdalih mereka harus mengikuti wajib militer tanpa terkecuali. Mereka ditempatkan di pos-pos militer yang tersebar di Damaskus dan sekitarnya.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan keputusan nomor 207 tahun 2015 yang mengharuskan pemuda atau laki-laki kelahiran 1998 hingga 1973 mengikuti wajib militer. Jika menolak, mereka ditangkap dan dipaksa mengikuti latihan militer.

Halaman Facebook Bilad Al Sham Media yang dikelola oleh Mujahidin Maladewa dengan Jabhah Nushrah telah mengumumkan gugurnya seorang Mujahid Maladewa yang begitu merindu syahid. Ia adalah Abu Yushau Maldifi, rahimahullah.

Abu Yushau Maldifi - jabhah nusrah

Dalam pertempuran Fouah, Idlib, saudara kita tercinta Abu Yushau Maldifi rahimahullah telah syahid.

Ia rahimahullah dikenal sangat ceria, bersemangat tinggi, tulus, baik, suka menolong dan perhatian dengan teman-temannya dan para muhajirin.

Setelah berita kesyahidannya sampai ke desa yang sering ia kunjungi, seorang wanita tua bertanya, “Katakan padaku, mujahid muhajirin mana yang telah meraih syahid? Apakah ia dari Maladewa? Yang kurus, pemuda jujur yang memiliki senyuman cerah di wajahnya? Yang setiap kali ia melihatku, ia memanggilku dan berkata ‘Wahai Ibu! Assalamu’alaikum’! Apakah itu dia?”

Meskipun dikatakan bahwa ia baru berada di sini selama beberapa hari, ia telah menyita rasa cinta dan hormat dari para Ansar dan Muhajirin di Negeri Syam.

Ia rahimahullah selalu berbicara tentang keinginan untuk mencapai kesyahidan sesegera mungkin. Jika ia mendengar tentang syuhada, ia akan merenung dan menegur dirinya sendiri serta mengatakan bahwa ia perlu memperbaiki dirinya sehingga ia bisa mencapai kesyahidan segera. Syahid adalah kata yang hampir ia sebut dalam setiap percakapannya.

Pada hari pertempuran, setelah shalat zuhur, Abu Yushau rahimahullah terlihat menangis tersedu setelah mendengarkan ceramah yang berkaitan dengan “Ikhlas”.

Setelah shalat ashar, Abu Yushau rahimahullah bergerak bersama dengan sekelompok tim Ighthiham (tim yang mengacaukan barisan musuh) ketika pertempuran dimulai.

Ketika tim Ighthiham terlibat dalam tembak menembak, beberapa mujahid terluka, dan Abu Yushau rahimahullah terlihat berlari untuk membantu membawa mereka ke sebuah tank. Dan saat itulah, ia terkena peluru penembak jitu [musuh] yang diarahkan kepada mereka. Innaalillahi wa innaa ilaihi raji’uun.

Ketika ikhwan-ikhwan lainnya menghampiri saudara kita tercinta rahimahullah ini, ia telah menghembuskan napas terakhirnya dan meninggalkan dunia ini. Ia rahimahullah terlihat mengangkat jari telunjuknya dan tersenyum. SubhanAllah!

Beberapa orang benar-benar memenuhi perjanjian mereka, saudara yang rendah hati ini (begitu kami mengenalnya) masuk ke arena Jihad ini tanpa membawa apa pun di tangannya selain pakaian yang ia kenakan dan ia rahimahullah meninggalkan dunia dengan keikhlasan dan kecintaan menggenggam dien Allah. Pada sepuluh hari Dzul Hijjah yang diberkahi, pada hari terbaik dalam seminggu dan selama waktu terbaik sebelum matahari terbenam pada hari Jum’at.

Ibnu Abbas (semoga Allah meridhai dia dan ayahnya) juga meriwayatkan bahwa Nabi (ﷺ) bersabda, “Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).“ Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi ﷺ menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun“. (HR Ad-Daarimi, 1/357; sanadnya hasan sebagaimana tercantum dalam Al-Irwaa’, 3/398).

Angkatan udara Rusia di Suriah, yang terdiri dari sekitar 50 pesawat tempur dan 37 helikopter, telah melancarkan sekitar 2.300 serangan di Suriah dalam 48 hari terakhir, pemimpin militer Rusia melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin menurut Reuters.

Sementara itu menurut klaim John Kerry, “gencatan senjata” Suriah mungkin akan dilaksanakan dalam beberapa minggu.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan saluran berita AS, CNN, Kerry mengatakan koalisi yang berkembang termasuk Rusia dan Iran "memberi kita kesempatan untuk bisa mendapatkan gencatan senjata di Suriah dalam tiga, empat atau lima minggu ke depan."

(zamnalwasl)

Jelas sudah, Serangan Rusia adalah Skenario Amerika agar menekan mujahidin untuk berunding dengan Rezim Bashar Assad di bawah perjanjian Internasional, baca juga Intervensi Rusia dan Konspirasi Amerika

Salah satu koalisi Mujahidin terbesar di Suriah, Jaisyul Fath, mengumumkan mobilisasi umum pada Selasa (17/11), menyerukan kepada semua faksi Mujahidin untuk meningkatkan koordinasi demi mencegah serangan rezim tentara Suriah dan sekutunya, Rusia dan Iran.

Jaisyul Fath mengatakan bahwa semua kelompok-kelompok jihad harus berjuang di bawah satu komando di saat serangan udara yang dipimpin Rusia terhadap utara dan barat Suriah semakin dahsyat dan brutal.

Aliansi yang terdiri dari Jabhah Nusrah, Ahrar Asy-Syam, Jundal Aqsa, Faylaq Asy-Syam dll mendesak Mujahidin untuk bergabung dengan Jaisyul Fath.


“Pusat Komando Jaisyul Fath dengan ini mengumumkan mobilisasi umum dan mengajak seluruh kelompok yang jujur di Suriah utara untuk berpegang erat, berkumpul, ikut serta, berkoordinasi dengannya untuk menghalau serangan keji terhadap Ahlussunnah, membalas persekongkolan kaum Ateis, Rusia dan Iran, dan membebaskan negeri dan manusia dari kejahatan mereka. Semua ini hanyalah menunggu waktu dan hari-hari yang terus berjalan.”

Jum’at (13/11/2015) waktu setempat, serangan telah terjadi di Paris. Tak tanggung-tanggung, serangan dilakukan di 6 titik, secara terpisah, pada waktu yang bersamaan. Korbannya 153 tewas, dan 300 luka-luka. Menariknya, pelaku bom bunuh diri meninggalkan jejak, paspor berkebangsaan Suriah. Tak lama setelah insiden ini, PM Perancis, Manuel Valls (13/11/2015) langsung mengeluarkan pernyataan, bahwa serangan ini diatur dari Suriah (BBC Indonesia, 17/11). Dikuatkan dengan klaim ISIS sabagai pihak yang melakukan serangan ini.

Peristiwa ini terjadi dua hari menjelang KTT G-20 di Antalya, Turki, Ahad (15/11). Di sela-sela KTT G-20, Presiden AS, Barack Obama bertemu PM Turki, Erdogan. Setelah pertemuan itu, Obama menyatakan, “Kedua pemimpin sepakat untuk menunjukkan solidaritas kepada Prancis dalam melacak pelaku serangan di Paris dan akan meningkatkan kekuatan untuk menumpas jaringan jihadis tersebut.” Hal yang sama dilakukan Obama dengan Raja Salman, KSA. Seorang pejabat AS, seperti dikutip dari AFP (15/11) menyatakan, pembicaraan dengan Raja Salman meliputi klaim ISIS di balik serangan di Paris.

Obama juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengenai masalah yang sama. Pihak Gedung Putih mengatakan, kedua pemimpin itu sepakat, bahwa konflik di Suriah mendesak dicarikan jalar keluar menyusul serangkaian Serangan Paris.

Disebutkan, dua pemimpin negara-negara besar itu setuju perlunya gencatan senjata dan transisi politik di Suriah. Obama menyambut segala usaha untuk menentang ISIS dan menyerukan kepada Rusia untuk memusatkan perhatian pada kelompok itu dalam operasinya di Suriah. Namun seorang pejabat Rusia mengatakan negaranya dan amerika masih mempunyai perbedaan tentang taktik yang seharusnya digunakan dalam memerangi ISIS (BBC, 16/11).

Setelah Serangan Paris ini, pesawat tempur Prancis menyerang Raqa, Suriah. Dikutip dari AFP, Senin (15/11/2015) ini merupakan serangan udara pertama Perancis melawan ISIS setelah aksi teror kelompok itu di Paris. Sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 pengebom, menjatuhkan 20 bom ke target. Obama dan Erdogan, setelah peristiwa ini, secara terbuka menyatakan akan meningkatkan kekuatan untuk menumpas jaringan jihadis tersebut (14/11).

Peta “Serangan Paris”

Jika ada yang mengatakan, bahwa Serangan Paris ini merupakan Operasi False Flag (Bendera Palsu) ada benarnya. Operasi False Flag adalah operasi rahasia yang dilakukan oleh pemerintah, perusahaan atau organisasi, yang dirancang untuk muncul seolah-olah ini dilakukan oleh entitas lain, untuk membenarkan menuju ke arah peperangan melawan orang-orang yang telah dituduh salah tersebut.

Pertama, terjadinya serangan di 6 titik, serentak dan waktu yang sama, dilakukan di negara sekaliber Perancis, dan intelijen negara itu tidak bisa mengendusnya, tentu aneh, bahkan aib. Kedua, pelaku bom bunuh diri, yang potongan jarinya ditemukan, diketahui bernama Omar Ismail Mostefai (29 tahun), telah diinformasikan oleh Kepolisian Turki kepada Kepolisian Perancis dua kali, pada Desember 2014 dan Juni 2015, tapi tak ditanggapi. Mostefai yang dilahirkan di kawasan miskin Paris, Courcouronnes, 21 November 1985, pernah didakwa atas delapan kejahatan ringan antara tahun 2004 dan 2010, namun tidak dipenjara  (AFP, 16/11). Ketiga, terjadi dua hari menjelang KTT G-20 di Antalya, Turki, juga bukan moment kebetulan. Keempat, Senin (16/11) sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 pengebom, menjatuhkan 20 bom ke target di Raqqa, Suriah. Kelima, Perancis pun langsung mengirim Kapal induk Charles de Gaulle dikerahkan ke Mediterania Timur untuk meningkatkan operasi di Suriah. “Kapal induk Charles de Gaulle akan berangkat ke Mediterania Timur pada hari Kamis. Dengan kapasitas lebih banyak, tiga kali lipat,” kata Francois Hollande di depan anggota parlemen di Versailles, Prancis seperti dilansir AFP, Selasa (17/11/2015).

Semuanya ini sudah cukup untuk membuktikan, apa, siapa dan motif Serangan Paris yang sesungguhnya. Siapapun pelakunya, Serangan Paris ini jelas telah menjadi justifikasi kebijakan Perancis untuk meningkatkan serangannya ke Suriah. Ini seperti cara AS ketika menginvasi Irak dan Afganistan, setelah Serangan WTC 9/11/2001. Serangan Paris ini juga digunakan untuk menggalang dukungan Eropa, dan negara-negara G-20, terhadap rencana AS dan sekutunya di Suriah. Bagi Perancis, ini merupakan momentum untuk meraih lebih banyak keuntungan di Suriah dan seluruh dunia, sebagaimana yang diraih AS di Irak dan Afganistan, pasca 9/11.

Arah dan Tujuan “Serangan Paris”  

Seperti sudah diketahui, Suriah yang menjadi sasaran serangan bersama AS, Rusia dan Perancis saat ini berpotensi menjadi ancaman besar bagi kepentingan Barat di dunia Islam. Bukan karena ISIS, tetapi karena Revolusi Syam yang diberkati, yang telah berlangsung 5 tahun dan belum berhasil mereka padamkan. Berbagai skenario untuk menggagalkan Revolusi ini telah gagal.

Seperti diketahui, kelompok Jihadis yang disebut Obama, yang hendak dihabisi, sesungguhnya bukan ISIS. ISIS baru diproklamirkan 1 Ramadhan 1435 H di Suriah. Jumlah mereka juga tidak banyak. Mereka hanya kelompok minoritas di Suriah. ISIS justru diciptakan untuk mengoyak front Jihadis yang melawan Bashar Asad, yang tak lain adalah agen AS. Bahkan, ISIS juga bekerjasama dengan Bashar Asad, dalam penjualan minyak Suriah. ISIS juga telah digunakan untuk melakukan pembusukan citra Khilafah yang juga dicita-citakan oleh front Jihadis dan yang lain. Kali ini, ISIS juga digunakan di Perancis untuk mematangkan rencana jahat Koalisi Setan negara-negara penjajah itu.

Semuanya ini dilakukan setelah berbagai rencana mereka gagal. Dengan ISIS yang diciptakan di Suriah pun ternyata tidak berhasil melemahkan kekuatan front Jihadis. Front Syiah, seperti Iran, Irak dan “Hizbullah” di Libanon yang secara terang-terangan mempertahkan Bashar Asad, juga tidak berhasil. Ditambah serangan brutal Rusia, atas restu AS, baik yang pertama maupun kedua, juga tidak berhasil. Berbagai proposal, mulai dari Khafi Anan dan Lakhdram Brahimi juga gagal. Yang terbaru, Proposal De Mistura juga belum berhasil. Begitu juga pembentukan berbagai koalisi untuk menjadi agen, pengganti Bashar, juga gagal, karena ditolak oleh rakyat Suriah.

Semuanya ini dilakukan setelah eksodus besar-besaran rakyat Suriah ke negara-negara Eropa akhir tahun 2014 lalu. Dilakukan setelah Rusia memprakarsai Koalis Turki-Saudi-Suriah-Yordania, setelah Vladimir Putin bertemu Pangeran Amir bin Muhammad Salman (Sky News ‘Arabiyyah, 18/06). Setelah pertemuan ini, Amir bin Muhammad Salman dipertemukan oleh Rusia dengan Ali Mamluk (Kabiro Keamanan Suriah), bahkan Ali Mamluk terbang ke Riyadh dengan pesawat Rusia (al-Akhbar, 31/07). Setelah itu, diikuti pertemuan tiga Menlu: John Kerry (AS), Sergey Lavrov (Rusia) dan ‘Adil Jabir (Saudi). Dalam pernyataan persnya, setelah pertemuan ini, Kerry menyatakan, bahwa ketiganya sepakat pentingnya solusi politik dan peranan kelompok oposisi hingga tercapainya solusi (Asy-Syarq al-Ausath, 1/8).

Iran, yang semula terus mempertahkankan Bashar, tetapi setelah melihat perkembangan, tidak mungkin lagi dipertahankan, bersama-sama KSA, yang nota bene sama-sama agen AS, akhirnya menjalankan Proposal De Mistura. Gencatan senjata di az-Zabadani (ibukota Provinsi Raif Damaskus), Fu’ah dan Kafarya, setelah adanya kesepakatan antara Jaisy al-Fath dengan delegasi Iran. Dengan kesepakatan ini, pasukan Mujahidin dan keluarganya dikeluarkan dari az-Zabadani dan seluruh Wadi Barda, Bukain dan Madhaya, yang merupakan urat nadi Rezim Bashar di Damaskus. Tidak hanya itu, senjata mereka juga dihancurkan. Ini berarti, Rezim Asad kembali bisa bernafas lega. Perlu diketahui, Jaisy al-Fath adalah faksi Mujahidin yang didukung KSA. Mujahidin az-Zabadani sendiri berulang kali meminta bantuan Jaisy al-Fath di Idlib, dan Jaisy al-Islam di Ghouta.

Turki sendiri, yang juga merupakan agen AS, selama ini tampak mendukung Mujahidin, termasuk menyediakan wilayahnya bagi mereka untuk membuka kantor, sebenarnya berperan besar mengontrol arah perjuangan mereka. Beberapa faksi ini kemudian disatukan dalam sebuah koalisi di bawah pengawasan Robert Ford (delegasi AS). Turki berusaha menghimpun sebanyak-banyaknya faksi, seperti Ahrar as-Syam, al-Jaisy al-Hurr, Fashail Islamiyyah, Fashail Turkmaniyyah, bahkan Jabhah Nushrah (al-Jazeerah.net, 21/8).
Peranan Turki dan Saudi, dalam skenario AS ini semakin jelas setelah Serangan Paris ini. Selain menjadi tempat memproduksi agen-agen AS, pasca Asad, peranan Turki sangat jelas setelah bergabung dalam Pakta Obama dalam memerangi terorisme. Peranan yang paling menonjol adalah pembukaan pangkalan Incirlik Air Base, milik Turki, untuk pesawat-pesawat AS, Rusia dan sekutunya pasca ledakan di Suruj. Terakhir, diamnya Turki atas serangan Rusia ke Suriah yang menggunakan wilayah udara Turki. Bahkan, telah mengganggu 8 pesawat Turki, tapi Turki tidak melakukan apapun.

Skenario AS vs Eropa

Proposal De Mistura adalah proposal AS. Rusia, KSA, Iran, Suriah, Irak dan terakhir Turki berada dalam satu front AS. Sedangkan Perancis, Jerman, Inggeris dan negara Eropa lainnya berada dalam satu front. Meski awalnya, mereka menginginkan Bashar Asad segera ditumbangkan, bukan untuk mendukung Revolusi Syam, tetapi untuk mengakhiri kekuasaan AS di Suriah. Namun, sebelum Serangan Perancis (Jum’at, 13/11), mereka terpaksa mengikuti rencana AS.

Meski front AS dan Eropa sepakat dalam satu hal, bahwa Revolusi Syam adalah ancaman bagi mereka. Karena keberhasilan Revolusi ini berarti kembalinya Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah, bukan Khilafah ‘ala ISIS. Ini tampak dari pernyataan Presiden Perancis, “Suriah saat ini bisa dipilah menjadi dua. Sebagian dikontrol oleh Rezim Bashar. Sebagian dikuasai oleh kekacauan dan oposisi, yang tujuan akhirnya adalah Khilafah. Ini akan menjadi masalah terburuk. Untuk itu, kami tidak akan pernah menerima kenyataan ini, dan hal-hal yang mengarah ke sana.” (al-Waie no 187 tahun XV, 1-30 November 2015).

Hanya saja, front Eropa ingin memanfaatkan momentum ini untuk melenyapkan dominasi AS dan antek-anteknya di Suriah. Pada saat yang sama, jika ini tidak berhasil, mereka tetap mempunyai musuh bersama, yaitu ancaman Revolusi Syam, dengan tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah. Karena itu, Serangan Perancis (Jum’at, 13/11) yang diikuti dengan invasi Perancis ke Suriah akan dijadikan sebagai amunisi bagi Perancis dan Eropa untuk: Pertama, menjalankan rencana mereka sendiri, dan keluar dari rencana AS. Kedua, jika ini tidak berhasil, maka momentum ini akan digunakan untuk mengaborsi Revolusi Suriah, melalui tekanan bertubi-tubi, hingga para Mujahidin itu menyerah.

Tekanan itu dilakukan melalui serangan Rusia dan Perancis ke wilayah Suriah. Tekanan itu juga dilakukan di Eropa terhadap para pengungsi Suriah, yang tak lain adalah keluarga Mujahidin. Ditambah tekanan yang akan terus-menerus dilakukan melalui agen-agen AS, baik Iran, Saudi maupun Turki, hingga akhirnya Mujahidin itu menyerah, dan Proposal AS atau Eropa berhasil diwujudkan, dan Revolusi Syam yang diberkati itu gagal mewujudkan tujuannya, tegaknya kembali Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah.

Mana yang akan berhasil, semuanya sampai saat ini dalam genggaman Allah. Tetapi, jika Mujahidin di Suriah tetap berpegang teguh pada tujuan mulianya, dan menolak semua proposal AS dan Eropa, termasuk pengkhianatan agen-agen mereka, serta hanya bersandar kepada Allah SWT, dengan izin dan pertolongan Allah, mereka akan berhasil. Tetapi, jika tidak, sejarah akan mencatat, Revolusi Syam yang penuh berkah itu akan berhasil dikubur setelah 5 tahun bergolak.

Hasbuna-Llahu wa Ni’ma al-Wakil, Ni’ma al-Maula wa Ni’ma an-Nashir (Cukuplah Allah bagi kita. Dialah sebaik-baik Wakil, Pelindung dan Penolong kita). Semoga Allah segera memberikan pertolongan kepada umat Nabi-Nya, yang tengah dikelilingi Koalisi Iblis untuk menggagalkan tujuan mulia mereka, menjunjung tinggi kalimah-Nya, dengan tegaknya Khilafah ‘ala Minhaj Nubuwwah.

( Penulis :  KH Hafidz Abdurrahman / DPP Hizbut Tahrir Indonesia )

Menurut sumber-sumber swasta untuk ElDorar AlShamia, bahwa pasukan Asad pada Kamis pagi (12/11/2015) meluncurkan kampanye penangkapan masal di kalangan anak muda di lingkungan Damaskus, untuk perekrutan wajib militer.

Menurut Syrian Observer, Rabu (11/11), pemuda di ibukota Suriah, Damaskus, hidup dalam suasana teror dan kecemasan setelah penangkapan untuk wajib militer mengalami peningkatan yang signifikan di pos pemeriksaan rezim Suriah.

Para pemuda di Damaskus lebih memilih untuk tidak keluar rumah, karena mereka tahu hidup mereka akan berakhir atau terluka, menurut juru bicara Kantor Media Damaskus.

“Rezim Asad meluncurkan kampanye penangkapan terbaru yang menargetkan orang-orang yang diincar sebagai tentara cadangan. Selama pekan lalu, banyak bus yang mengangkut pemuda terlihat di setiap area al-Mujtahed, Bab Musalla, Bab Sriejah, Salihiyah, Shalaan , Mazzeh dan Kafr Souseh,” tambah juru bicara tersebut.

Pasukan rezim pada Senin (9/11) menangkap sedikitnya 80 pemuda di pos pemeriksaan di bawah Jembatan az-Zahira, kebanyakan dari mereka pemuda kelahiran antara tahun 1981 dan 1987. Para pemuda yang ditahan itu diizinkan untuk menghubungi keluarga mereka dan menginformasikan kepada keluarganya tentang perekrutan mereka sebagai tentara rezim.

pemuda_tentara_suriah
“Selain itu, pemuda kaya yang ditangkap di pos pemeriksaan rezim akan membayar hingga 20.000 pound agar bisa dibebaskan. Dengan demikian, kampanye itu telah membuka pintu baru praktek suap untuk pejabat rezim,” tambah kantor media.

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa rezim Suriah mengirimkan para pemuda itu ke medan tempur, sehingga dalam banyak kasus terjadi banyak korban tewas di pihak tentara rezim.

Saksi mata mengatakan bahwa pasukan rezim juga meluncurkan kampanye penangkapan saat jama’ah shalat Jum’at meninggalkan masjid Zaid Bin Tsabit di jalan Khalid Bin Waleed. Banyak pemuda yang lain ditangkap di pintu masuk Dweilaa, Jarmana dan pinggiran kota Kashkoul.

Rezim Asad menerapkan pendekatan baru dalam penangkapan masal itu, di mana nama-nama pemuda yang diincar secara langsung dikirim ke pos-pos pemeriksaan untuk mencegah mereka melarikan diri dari Suriah.

Para pemuda yang baru ditangkap itu dipaksa untuk melakukan pelatihan yang berlangsung hanya seminggu di Dimas dan ad-Direj sebelum kemudian dikirim ke medan perang.

Kamis (12/11) tidak kurang dari 5000 mujahidin dari Jaish al-Fath datang untuk membantu pertempuran di Selatan Aleppo. Serangan balik telah disiapkan untuk memukul mundur pasukan Assad. Di wilayah Hadhir, hanya dalam kurun waktu beberapa jam pertempuran, tercatat 18 pasukan Assad tertangkap dan 50 lainnya terbunuh.
  
Adapun beberapa video menunjukan kerugian yang dialami pasukan Assad di wilayah penjagaan mereka, utara Hama dan Selatan Aleppo.


Unit FSA Liwa Farsanu al-Haq berhasil hancurkan kendaraan pasukan Assad dengan rudal TOW di dekat kota Morek, utara Hama


Pejuang dari Jaish an-Nashr berhasil hancurkan kendaraan tanker bersisi beberapa pasukan Assad di wilayah Hamamiyat, utara Hama


Sniper dari Ahrar Syam tembak mati tentara Assad yang berjaga sekitar bunker di desa Bashkuy, Selatan Aleppo 

Video yang disajikan oleh Tim Wartawan Independen dari Vice News. Upaya Vice News untuk mencari-cari kelemahan Jabhah Nushrah dalam mengelola masyarakat Idlib dan provinsi tersebut terbantahkan oleh berbagai kenyataan menarik dalam video ini.

Dalam video ini juga ditunjukkan bagaimana Jabhah Nushrah membebaskan suatu wilayah dan mengijinkan penduduknya untuk kembali ke rumah-rumah mereka yang sebelumnya mereka tinggal pergi untuk mengungsi. Tidak sebagaimana Jamaah Daulah (ISIS)yang menguasai sebuah wilayah, kemudian merampas rumah-rumah penduduknya demi kepentingan pasukannya. Hal ini akan bisa Anda temukan dalam cuplikan pembebasan bandara Abu Dzuhur dan pedesaan di sekitar bandara tersebut.



Bahkan, video ini juga menunjukkan bagaimana Jabhah Nushrah memperlakukan para tawanan, merawat mereka dan adab-adab para Mujahidin dalam menginterogasi tawanan. Meskipun masih disajikan dalam subtitle berbahasa Inggris, video ini cukup mampu menggambarkan kemampuan Jabhah Nushrah dalam mengelola sebuah negara dan mengatur rakyatnya.

Milisi Syiah Iraq, Hizbullah Nujaba, baru-baru ini membakar seorang warga Suriah di Aleppo. Aksi keji itu direkam dan disebarkan di internet.



al-nujaba_aleppo_bakar_warga_sipil

Dilansir dari halaman on-line koran Lebanon, Al-Mustaqbal, Rabu (11/11), terlihat sejumlah milisi bayaran asal Iraq bergembira dan bercanda di sekitar jasad yang terbakar itu. Salah satu dari mereka bahkan menjelek-jelekkan rakyat Suriah. Di seragam militer mereka tertempel logo milisi Syiah Hizbullah Nujaba.

Hizbullah Nujaba adalah milisi Syiah asal Iraq yang mendapatkan pendanaan langsung dari Iran. Di negara asalnya, mereka tergabung dalam koalisi milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi.

Milisi tersebut datang ke Suriah untuk bertempur di barisan Bashar Assad. Mereka berada di front Aleppo, pedesaan Idlib, Daraa, Qunaithirah, Damaskus dan pedesaannya. Mereka juga termasuk dalam jajaran milisi Syiah asing terkuat yang bertempur di barisan rezim.

Anggota mereka dikenal kejam dan sadis. Dalam membunuh lawan, mereka kerap memutilasi dan mempraktekkan pembunuhan kejam lainnya.

Dilansir dari koran Online Al-Araby Al-Jadid, di antaranya milisi itu adalah Hizbullah, Liwa Abu Al-Fadl Al-Abbas, Liwa Fathimiyun, Liwa Zainabiyun dan lainnya. Semua organisasi bersenjata itu merupakan milisi Syiah.

Media rezim Suriah dan aktivis di lapangan mengatakan pada Ahad (8/11/2015) bahwa seorang komandan militer rezim telah tewas dalam pertempuran yang berlangsung di pedesaan utara provinsi Hama.

Mayor Jenderal Taleb Salameh adalah komandan Brigade 47 yang aktif di provinsi Homs dan Hama dan ia telah tewas dalam pertempuran melawan Mujahidin di Hama utara, lansir Zaman Alwasl.


(9/11) - Mujahidin juga mengalami serangkaian kemenangan di timur laut Hama, merebut beberapa desa dan bukit strategis di sana.


Terkait kemenangan tersebut, aktivis Suriah mengejek Rusia di media sosial yang mengatakan bahwa serangan udara Rusia telah gagal untuk melumpuhkan perlawanan pejuang Suriah meskipun pengeboman telah berlangsung selama hampir 40 hari.

Jabhah Nusrah (JN) mengumumkan menewaskan sebanyak 40 lebih tentara Iran dalam pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan. Hasil ini diraih dalam pertempuran beberapa hari terakhir.




Dilansir dari sejumlah media Timur Tengah, Ahad (08/11), cabang Al-Qaidah itu menjelaskan di akun resminya bahwa tiga di antara korban tentara Iran itu berpangkat perwira. JN menambahkan, pertempuran itu terjadi 13 kilometer tenggara kota Aleppo.

Kelompok Jihad yang didominasi Mujahidin Chechnya dan berbasis di Latakia, Ajnad Al-Kavkaz telah merilis video pendek yang memperlihatkan ghanimah (rampasan perang) yang berhasil direbut dari pasukan darat Rusia. Rampasan perang didapat setelah pasukan Salibis Rusia melarikan diri dari puncak bukit di Latakia yang berhasil direbut Mujahidin Ajnad Al-Kavkaz.

Rampasan perang terdiri dari rompi anti peluru dan senapan mesin. Ajnad Al-Kavkaz mengatakan bahwa pasukan Salibis Rusia mencoba untuk menguasai puncak bukit di Latakia tapi berhasil dipukul mundur oleh Mujahidin dan melarikan diri, dan saat itulah mereka meninggalkan rompi dan senapan mesin.

Komandan militer kelompok, Khamza Shishani, berbicara dalam Bahasa Chechnya dan video dilengkapi dengan subtitle bahasa Rusia.



Berikut transkripnya:

Kami sedang berada di dataran (Sahl Al-Ghab) ketika kami mengetahui bahwa ada operasi di sini, di Latakia.

Ketika kami mengetahui bahwa Rusia menyerang daerah ini, mereka telah merebut puncak bukit ketika kami datang ke sini.

Alhamdulillah, puncak bukit itu telah direbut kembali dari mereka.

Rusia melarikan diri, meninggalkan rompi anti peluru dan senapan mesin. Mereka menghilang tanpa jejak dan kami tidak bisa menemukan mereka.

Alhamdulillah, yang menimbulkan ketakutan dalam hati mereka. Tanpa kehilangan apapun, Allah memberi kami wilayah mereka.

Mungkin mereka akan mengenali senapan mesin dan rompi anti peluru mereka (nama "Sulimov" tertulis di rompi), rampasan perang yang telah kami peroleh.

Mereka mengatakan bahwa mereka telah membunuh dan menghancurkan kami semua. Tapi Alhamdulillah, sejauh ini tidak satu pun dari kita telah menjadi syahid. Dan belum ada yang terluka.

Rusia melarikan diri, Allah menempatkan ketakutan dalam hati mereka.

Dan kami mendapat kemenangan, Alhamdulillah!

(checheninsyria)

Mujahidin Jabhah Nusrah pada Sabtu (7/11) melancarkan serangan untuk merebut daerah basis Brigade Syuhada Al-Baydha.

Brigade Syuhada Al-Baydha yang dipimpin oleh Abdul Basit Sarout adalah afiliasi ISIS yang berbasis di pedesaan utara Homs, Suriah.

Anggotanya banyak membunuh orang di daerah tersebut dan berencana untuk melakukan serangan tambahan menggunakan alat peledak improvisasi. Sebelumnya Abdul Basit Sarout ditawari untuk diadili di pengadilan syariah, namun dia menolak. Akhirnya, Jabhah Nusrah menyerbu desa yang dikuasai oleh kelompok ini dan menyita persenjataan mereka.

Sebelumnya hari ini, pada akun Twitter resmi untuk provinsi Homs, Jabhah Nusrah memposting beberapa foto senjata ringan dan menengah serta amunisi yang disita selama serangan. Foto-foto dapat dilihat di bawah ini.





Akun Twitter tersebut menyatakan, “Mujahidin Jabhah Nusrah berhasil mengambil alih Desa Az-Zaituniyyah dan Tal Al-Hamr, Aidun, Dalak dan Tal Ujub setelah mengusir Brigade Syuhada Al-Baydha yang berbaiat kepada Jamaah Daulah (ISIS).”

Para Ulama bersegera mengeluarkan pernyataan-pernyataan resmi dan nasihat bagi kaum Muslimin, Umat Islam Suriah dan para Mujahidin, sebagai bentuk penjagaan mereka terhadap hasil-hasil Jihad Suriah.

Selain pernyataan syaikh Al-Muhaisini yang membahas tentang bahaya yang mengancam di balik konferensi Wina, para ulama negeri Syam yang tergabung dalam Rabithah Ahlil Ilmi fisy Syam, sebuah Dewan Ulama dan Ahlul Ilmi yang terkait dengan Jaisyul Fath Juga menerbitkan pernyataan resmi.

Pada intinya pernyataan ini menolak segala bentuk proposal politik Internasional yang tidak disepakati oleh penduduk Suriah dan para Mujahidin, menolak untuk menerima berbagai bentuk hukum kecuali hukum Syariah, sekaligus menyerukan kepada segenap faksi-faksi tempur untuk bersatu dan tidak lupa memperingatkan kaum Muslimin agar tidak bersekutu dengan orang-orang kafir.



Rabithah Ahlil Ilmi di Negeri Syam
Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah ta’ala yang berfirman: “Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (Al-Maidah: 49).

Shalawat dan salam kepada Rasulullah yang bersabda, “Bagaimanakah dirimu wahai Tsauban saat bangsa-bangsa mengerumuni kalian sebagaimana kalian mengerumuni hidangan makanan?” Tsauban berkata, “Demi bapak dan ibuku wahai Rasulullah.. apakah karena jumlah kami sedikit?” Nabi SAW menjawab, “Tidak, jumlah kalian saat itu banyak akan tetapi ditanamkan dalam hati kalian wahn.” Para sahabat bertanya, “Apakah wahn itu wahai Rasulullah?”, Nabi SAW nenjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” riwayat imam Ahmad bin Hanbal di dalam musnadnya dari Abu Hurairah (2/359).

amma ba’du:

Dalam rangkaian kemenangan-kemenangan yang Allah karuniakan kepada hamba-hambanya mujahidin, bumi Syam melalui hari-harinya yang paling indah dan paling bahagia. Hal ini karena cahaya rembulan Syiah semakin redup dan pedang Islam semakin kuat.

“Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.” (Al-Anfal: 10).

Bangsa-bangsa kafir berusaha keras untuk kembali menegakkan rezim murtad dan mensuplainya dengan para pengkhianat dengan tujuan untuk menghentikan gerak laju Islam dan memadamkan cahaya Allah ta’ala dengan mulut-mulut mereka. Dan rencana buruk itu tidak akan menimpa kecuali pada orang yang membuatnya.

“Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).

Telah dikeluarkan pernyataan bersama di dalam konferensi Wina (Austria) yang membahas solusi krisis Suriah yang ditandatangani oleh 17 negara.

Salah satu poin yang tertera di dalam pernyataan tersebut adalah:
(Menjaga Sekulerisme dan persatuan Suriah; dan menegakkan pemerintahan yang disetujui oleh PBB).

Atas dasar itu maka kami, Rabithah Ahlil Ilmi fisy Syam, menujukan pandangan kepada beberapa hal berikut:

Pertama: Kepada keluarga kami di Syam.

Sesungguhnya banyak dari negara-negara tersebut ikut serta dalam membunuh orang-orang yang tidak berdosa, anak-anak dan kaum wanita dari keluarga kita di Suriah. Mereka tidak memperhatikan kepentingan-kepentingan kaum Muslimin. sesungguhnya mereka berusaha untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan bersama mereka dengan tujuan untuk menjadikan kekufuran berkuasa dan menghancurkan syiar-syiar identitas kita sebagai kaum Muslimin.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120).

Maka ketahuilah oleh kalian bahwa kejayaan dan kemuliaan itu terwujud dengan melaksanakan perintah Allah ta’ala dan taat kepada Rasulullah saw.

“Jika kalian menolong Allah, niscaya Allah akan menolong kalian” (Muhammad: 7).

Kedua: Kepada seluruh negara-negara luar negeri

Sesungguhnya penduduk Syam telah bangkit melawan thaghutnya dan menghadang serangannya agar hanya Allah semata yang disembah di muka bumi ini. oleh karena itu solusi politik apapun yang akan diberlakukan kepada mereka tanpa merujuk kepada para pembuat keputusan di lapangan, yaitu para Mujahidin, maka nasibnya akan berada di bawah telapak kaki mereka. atas dasar tersebut terjadilah revolusi kaum Muslimin, kekuatan mereka semakin bertambah dan mereka tidak akan menerima kecuali hanya dengan hukum Allah saja.

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50).

Ketiga: Kepada Seluruh Kelompok Jihad.

Kini kalian telah melihat berkumpulnya para pembunuh dan bagaimana mereka berkolaborasi dalam menyerang kaum Muslimin dari berbagai negara yang berbeda. Hal itu mengharuskan kalian untuk menyatukan kata, menyatukan barisan dan membuang perselisihan.

Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Allah ta’ala mencintai orang-orang yang berpersang di jalannya dengan bershaf seolah mereka bangunan yang tersusun rapi” (Ash-Shaf: 4).

Maka bertakwalah kalian kepada Allah ta’ala, bersikap lembutlah kepada saudara-saudara kalian, janganlah kalian bertengkar sehingga kalian kalah dan kekuatan kalian lenyap, dan bersabarlah karena sesungguhnya Allah ta’ala bersama orang-orang yang sabar.

Dan yang terakhir.. wahai kaum Muslimin..

Sesungguhnya Allah ta’ala melarang kita berwali/loyal kepada orang-orang kafir dan bersegera untuk membuat mereka ridha/senang.

Allah ta’ala berfirman: “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: ‘Kami takut akan mendapat bencana’.” (Al-Maidah: 52).

Maka barangsiapa yang berwali/bersikap loyal kepada mereka dengan cara menolong dan cenderung kepada mereka, berarti ia telah mengkhianati Allah ta’ala, Rasulnya dan berkhianat kepada kaum mukminin. dan dia terjerembab ke dalam dosa dan kejahatan yang besar.

Kami memohon pada Allah ta’ala agar menguatkan kami di atas al-haq.

Wallahu waliyyuttaufiq..

Selasa, 21 Muharram 1437 H – 3/11/2015

(penterjemah : tim muqawamah)

Situasi Militer Terbaru di Utara Hama, Suriah - 6 November 2015

mujahidin-hama-utara-november

Di beberapa hari terakhir serangan ofensive, koalisi mujahidin Jaish al-Fath berhasil menguasai tiga desa dan sebuah bukit. kemudian Rezim Suriah kehilangan wilayah strategis, kota Morek dan akhirnya dua desa dan tiga bukit lainnya dikuasai.

Wilayah yang dikuasai mujahidin terbentang 105 km dalam kurun waktu pertempuran 1 minggu :
  • Kota Morek dan Markas Batalion Tank sekitar kota
  • Desa Atshan, Sukayk, Janabirah, Umm Hartein, dan Qubaibat
  • (Bukit) Tall Uthman, Tall Sukayk, Tall Suwan, Tall At-Taweel 

morek-hama-syria-mujahidin

Lihat juga peta situasi militer di utara Hama dari sumber lain dan dalam ukuran lebih besar, https://t.co/cVtGo6RwRe

Abu Hamzah atau juga dikenal dengan nama Abdus Salam Mahmud adalah sosok mujahid yang mengagumkan. Ketahanan tubuhnya sangat kuat dan tidak terlihat lelah di saat mujahid lainnya sudah kehabisan tenaga. Agar lebih intensif dalam inspeksi wilayah, kelompok mujahid dibagi menjadi dua dan Abu Hamzah termasuk dalam salah satu dari dua kelompok itu.

Momen penting itu pun terjadi. Ketika dua kelompok mujahid mulai bergerak, tiba-tiba ada serangan membabi buta dari musuh dan membuat barisan pertahanan mujahidin buyar. Mereka terpisah-pisah dan masing-masing mempertahankan diri dengan senjata yang dibawanya.

Dari anggota mujahidin tadi, ada dua mujahidin yang terjebak dalam terjangan peluru musuh. Kebetulan magasin kalashnikov dari  salah satu mujahid ini kosong sedangkan desingan peluru musuh begitu memekakkan telinga. Mujahid ini kemudian memberikan peringatan bagi anggota lain di belakangnya untuk berhati-hati dari terjangan peluru musuh. Dia mengira semua anggota ada di belakangnya, ternyata tidak ada satu pun mujahid yang tersisa kecuali Abu Hamzah.

Keduanya hanya bisa pasrah kepada Allah saat itu. Mereka menggunakan cover untuk berlindung dari serangan musuh yang membabi buta. Mujahid ini kemudian memberikan magasin yang kosong pada Abu Hamzah agar diisi ulang. Selang beberapa menit, ia meminta magasin dari Abu Hamzah dan sekilas ia melihat ke arah Abu Hamzah.

Ia terkejut magasin kosong tadi terkena bercak darah segar dan mendapati Abu Hamzah telah limbung tidak sadarkan diri. Rupanya Abu Hamzah telah menjemput apa yang selama ini ia rindukan, mati syahid. Allah telah memberikan anugerah terindah kepada mujahid mulia ini.

Itulah salah satu kisah dari ribuah kisah menjemput syahid yang ada. Dialah Abu Hamzah Sudani, seorang mujahid sekaligus bapak dari Hamzah kecil yang lahir setelah kesyahidannya. Dia ibarat Lukman Al-Hakim yang memberikan wasiat ketakwaan kepada anaknya.

Abu Hamzah bersama anak-anak Suriah

Surat dari Abu Hamza rahimahullah untuk anaknya yang lahir setelah kesyahidannya.

Assalamualaikum Hamzah, Ayah menulis ini ketika dirimu masih berukuran sebesar arbei. Beberapa minggu silam dirimu hanyalah sebuah cairan hina, kemudian Allah membentukmu menjadi segumpal darah dan sekarang dirimu berbentuk janin di rahim ibumu.

Ayah menulis ini untuk mengingatkanmu bagaimana kita diciptakan dan betapa kecil serta lemahnya kita jika Allah tidak memberikan kekuatan dan kemampuan. Kemudian Dia akan melihat kekuatan yang diberikan pada kita dipergunakan untuk apa. Seketika itu juga kita akan lupa bahwa pada asalnya kita berasal dari setetes air hina.

Ayah ragu mempunyai waktu yang cukup untuk melihatmu tumbuh dewasa hingga mampu membaca tulisan ini dan paham maknanya. Ayah memberimu nama Hamzah karena Hamzah Radhiyallahu ‘Anhu adalah seorang pemimpin para syuhada di Jannah dan Ayah juga mengharapkan kesyahidan untukmu. Kesyahidan datang jika menapaki jihad dan jihad adalah jalan yang kuharapkan untukmu.

Hiduplah dengan kemuliaan, putraku dan tunduklah hanya kepada Allah. Jangan sampai memusuhi orang beriman dan berteman dengan orang kafir. Jangan sampai terlepas dari kawalan Al-Quran dan Sunnah. Selalu sertakan ibumu di hatimu. Selalulah meminta petunjuk dari Rabbmu atas semua yang kamu kerjakan dan jangan pernah takut celaan dari pencela. Jadilah peluru untuk Islam, dan biarlah kamu ditembakkan ke mana saja sesuai kebutuhan Islam. Terakhir, selalu ingatlah ayahmu di dalam doa-doamu.


Betobat dan Menjemput Hidayah

Sebelum seorang Abu Hamzah berubah menjadi mujahid, ia pernah menjalani masa kelam yang begitu gelap di Australia. Tidak disebutkan bagaimana awalnya Abu Hamzah bisa menetap di benua kanguru ini.

Saat itu, remah-remah kebaikan seolah tak bersisa di dalam dirinya. Dia dikenal sebagai seorang petarung jalanan, buronan polisi, pecandu narkotika dan terlihat seperti manusia yang tidak punya cita-cita.

 “Meskipun saat itu saya telah melakukan semua perbuatan setan, tetapi masih tersisa sisa-sisa kebenaran di lubuk hati yang terdalam.” ujar Abu Hamzah.

Allah adalah Sang Penguasa Segala Sesuatu, sungguh suatu hal yang sangat mudah bagi-Nya untuk membolak-balikkan hati seseorang. Jiwa dan hati Abu Hamzah yang telah larut dengan kemaksiatan, Dia angkat derajat Abu Hamzah dengan keimanan. Hidayah itu datang. Abu Hamzah serta merta menjadi seorang aktivis dakwah yang tidak mengenal lelah.

Abu Hamzah mulai meninggalkan lubang kemaksiatan dan mencoba memanjat terjalnya jalan dakwah. Bahkan berkat dakwahnya mampu mendatangkan hidayah bagi orang-orang kafir di sana. Tidak sedikit penduduk Australia yang akhirnya masuk Islam lantaran dakwah Abu Hamzah dan tentunya atas kehendak Allah semata.

Tentu jalan dakwah tidak akan pernah sepi dari godaan dan cobaan. Abu Hamzah mendapat gangguan dan intimidasi dari orang-orang yang tidak suka padanya. Hal ini membuatnya untuk berhijrah ke Mesir dan berharap di sana dapat memperdalam ulumuddien.

Abu Hamzah Sudani


Perjalanan ke Mesir

Banyak pengalaman menarik yang Abu Hamzah dapatkan di negeri laut merah ini. “Setiap malam di bulan Ramadhan, kami pergi ke masjid-masjid yang berbeda untuk shalat, sebagian besar imam yang ada mempunyai Qiraah yang menakjubkan.” ungkap Abu Hamzah.

Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana. Niat awal Abu Hamzah untuk belajar di Mesir terganjal karena adanya kudeta militer Al-Sisi. Justru, hal ini membuka mata hatinya untuk benar-benar memperjuangkan Islam seutuhnya. Dia secara aktif membela kaum muslimin dari penindasan yang dilakukan rezim Al-Sisi. Kesadaran inilah yang membuat dirinya semangat untuk berjihad membela dien Allah.

Perjalanan ke Syam

Abu Hamzah mengalihkan pandangannya ke arah Syam dimana amalan jihad terbuka lebar di sana. Kecintaan pada jihad menuntunnya untuk melangkah kaki ke bumi Syam. Namun, perjalanan awal ke Syam ini tidak semanis yang ia bayangkan. Saat itu, bentuk perlawanan oposisi belum tertata rapi. Semangat perjuangan mereka bukan untuk menegakkan syariat Allah melainkan demi demokrasi.

Kondisi Abu Hamzah semakin berat ketika sang ibu tidak menyetujuinya bergabung dengan mujahidin Syam. Hal ini semakin mengecilkan hati Abu Hamzah dan hampir membuyarkan mimpinya. Bahkan ia sempat keluar dari Syam karena kondisi yang jauh dari harapan.

Alhamdulillah, setelah penantian selama setahun, harapan itu muncul kembali. Abu Hamzah kembali berhijrah ke Suriah dan ingin bergabung dengan salah satu kelompok di sana, yaitu ISIS (saat itu belum bernama IS). Karena dia melihat banyak dari kawan-kawan lamanya bergabung dengan jamaah pimpinan Al-Baghdadi ini.

Setelah mempersiapkan segala hal, Abu Hamzah mencoba melakukan hubungan dengan temannya yang bergabung dengan ISIS. Namun, usahanya sia-sia. Panggilan telepon atau usaha lainnya tidak mendapatkan respon dan tidak aktif. Mungkin Allah berencana menggabungkan Abu Hamzah dengan kelompok lain yang lebih baik.

“Subhanallah, sahabatku yang bergabung dengan IS menonaktifkan handphone-nya dan tidak membalas. Saya pun mencoba nomor kontak lainnya dan si pemilik kontak itu bilang, ‘Jangan datang!!!’. Alhamdulilah sekarang saya bisa memutuskan setelah shalat istikharah, Allah membukakan jalan benderang untukku.” ungkap Abu Hamzah.

Dengan cepat Allah mengarahkan pelabuhan yang dikunjungi Abu Hamzah adalah Lattakia, dimana ia bergabung dengan Jabhah Nusrah. Setelah secara resmi dirinya bergabung dalam JN, ia pun segera turun ke lapangan bergabung dengan berbagai operasi yang digelar. Ia mendonasikan semua apa yang dipunyai untuk perjuangan ini.

Dentuman tank dan serangan birmil tidak menyurutkan semangatnya untuk berjuang. Satu hal yang tidak pernah ia lewatkan adalah ribat (berjaga di perbatasan musuh). Abu Hamzah tidak pernah sekalipun terlambat dari jadwalnya untuk ribat.

Di sela-sela waktu yang ia punya, Abu Hamzah sering berbagi cerita tentang pengalamannya mengarungi dunia dan membicarakan fitnah IS. Ia terkadang menceritakan apa yang dilakukan sahabatnya yang bergabung dalam IS, dari raut wajahnya terlihat ia tidak menyetujui sikap sahabatnya tersebut.

Terkadang juga saat waktu-waktu luang, Abu Hamzah menyempatkan diri menelpon ibunya. Tetapi ia tidak pernah mengaku bahwa telah bergabung dengan Jabhah Nusrah di Syam. Namun, ketika menelepon kadang terdengar suara bom atau birmil yang jatuh sehingga menimbulkan kecurigaan ibunya. Subhanallah, suara bom itu tidak pernah terdengar ketika Abu Hamzah menelepon, justru bom-bom itu berjatuhan setelah ia menelepon ibunya.

Di samping sebagai seorang mujahid, Abu Hamzah juga dikenal sebagai ahlu ibadah. Ia tidak pernah meninggalkan shalat sunnah. Selalu melaksanakan shalat tahajud di malam-malamnya dan ketika siang diisi dengan shaum sunnah Senin-Kamis. Cuaca yang dingin tidak penah menghentikannya untuk beribadah pada Allah.

Abu Hamzah berkata pada salah seorang mujahid, “Allah mengabulkan semua doaku.”

Mujahid ini menjawab,” Apakah kamu tidak meminta pada Allah untuk menjadi syuhada.”

Abu Hamzah menjawab,”Tentu, saya memintanya.”

Ucapan do'a atas syahidnya Abu Hamzah Sudani

Kepribadian Abu Hamzah

Setiap orang yang bertemu dengannya pasti akan merasa nyaman. Abu Hamzah adalah orang yang pemurah dan rendah hati. Sangat menyenangkan menghabiskan waktu dengan mengobrol dengannya. Ia adalah seseorang yang tidak penah mementingkan diri sendiri, suatu saat ia mengalami krisis keuangan dan ada mujahid yang menawarkan uang padanya.

Ia menjawab, “Jika kamu ingin mendonasikan uangmu, di sana ada anak kecil yang membutuhkan uang untuk ke perawatan kesehatan, berikan uangmu padaku akan aku bawa anak itu ke dokter.”

Akhir Penantian

Dalam setiap operasi yang dilakukan, apapun posisi yang dipercayakan pada Abu Hamzah, maka ia akan melaksanakannya dengan sepenuh hati. Ia tidak pernah merasa malu atau iri hati dengan berbagai posisi yang diberikan kepada para mujahid, baginya adalah semua posisi itu baik, dan hendaknya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Allah pun benar-benar mengabulkan doanya. Impiannya menjadi syuhada terkabulkan ketika sedang menjalani sebuah operasi. Kisahnya telah kami tuturkan di awal tulisan ditambah dengan surat wasiat kepada anaknya, Hamzah yang saat itu belum lahir.

Ketika hari kesyahidannya, banyak sahabat-sahabatnya mengucapkan selamat di jejaring sosial atas raihannya memperoleh nikmat sebagai syuhada. Bahkan istrinya, Zaheeda Tshankie yang saat itu hamil membuat status untuk mengenang suaminya tercinta.

“Tiap malam dia selalu ingin menjauhi tempat tidurnya, pinggangnya tidak bisa merasa nyaman berada di tempat tidur.” tulis Zaheeda di jejaring FB.

Setidaknya, kisah Abu Hamzah dapat diambil beberapa pelajaran. Di antaranya adalah bentuk bakti kepada orang tua, penjagaan terhadap ibadah-ibadah sunnah, serta harapan untuk menjemput jalan mulia atau mati syahid. Selamat jalan pahlawan Islam. Semangat dan kesungguhanmu semoga terwariskan pada anakmu dan kaum muslimin seluruhnya.

Penulis: Dhani El_Ashim
Sumber : kiblat-net

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget