Halloween Costume ideas 2015
October 2015

Situs resmi untuk Jaisyul Islam menyiarkan rekaman video, di mana sejumlah elemen pasukan Asad menyerahkan diri kepada pejuang Jaisyul Islam setelah upayanya untuk menembus Ghouta Timur gagal, sebagaimana dilansir oleh ElDorar AlShamia, Rabu (28/10/2015).



Kantor Informasi Jaisyul Islam mengkonfirmasikan di situsnya bahwa tentara rezim Asad itu terpaksa menyerah setelah tewasnya sejumlah besar rekan-rekan mereka ketika mencoba bergerak maju ke pegunungan di Ghouta Timur.

Layaknya Khansa yang bangga dengan kesyahidan empat putranya, seorang ibu melakukan hal yang tak jauh beda. Lewat “surat rindu”nya, ia memberikan motivasi bagi anaknya yang tengah berjihad di Suriah. Surat ini diposting dalam channel Telegram Syaikh Muhaisini, Rabu (28/10).

Ibu itu mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya sementara, pertemuan abadi adalah di kahirat kelak. Ia juga berharap agar anaknya menjadi seorang komandan yang dapat membebaskan Masjidil Aqsa di Palestina.

Setelah agresi Rusia di Suriah, pertempuran antara mujahidin dan pasukan rezim di beberapa kota terlihat semakin meningkat. Perebutan wilayah pun silih berganti. Di mana pada Rabu, mujahidin kembali merebut sebuah desa di Idlib yang berdekatan dengan Hama utara.

Tidak diketahui putra ibu itu bertempur bersama kelompok mujahidin mana. Yang jelas, di akhir surat sang ibu menitipkan salam untuk Syaikh Abdullah Al-Muhaisini sebagai penanggung jawab syar’i koalisi mujahidin Suriah  yang ada di Aleppo. Adapun terjemahan lengkap surat tersebut adalah sebagai berikut:

Wahai anakku, beramallah! Karena sesungguhnya hasil akhir di tangan Allah Azza wa jalla.

Janganlah Engkau lupa akan firman Allah SWT:

إن لله و إن إليه راجعون

“Sesungguhnya kita semua milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah.” (QS. Al Baqarah: 156)

Saya berharap kita bisa bertemu di dunia dan saya senantiasa berdoa agar kamu menjadi salah satu dari komandan yang membebaskan Masjidil Aqsa, Insya Allah. Kamu dan saudara-saudaramu walaupun tidak bertemu di dunia, ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah hari-hari yang sebentar. Mudah-mudahan kita semua bertemu di Jannah.

Maka dari itu, janganlah dirimu tunduk dan lemah. Berjuanglah dengan penuh kekuatan, tekad yang kuat dan ketangguhan karena dirimu berada di atas kebenaran. Saya menulis surat ini untukmu karena saya adalah ibumu dan saya begitu rindu kepadamu.

Ibu titipkan salam untukmu dan untuk teman-temanmu terkhusus untuk syaikh Al Muhaisini.

Semoga kalian diberi taufik oleh Allah.

Dari Ibu yang Merindu

Jet tempur Rusia meluaskan operasi serangan di Suriah. Untuk pertama kalinya, Rusia menyerang wilayah yang dikontrol mujahidin Suriah di Provinsi Daraa dan Aleppo kota.

Sumber media di kota Daraa, Kamis (29/10), mengatakan bahwa jet Rusia menargetkan posisi mujahidin di bukit Al-Harrah dan sekitar kota Al-harrah serta kota Inkhal di pedesaan Daraa Utara. Ini pertama kalinya Rusia menyerang wilayah itu sejak mengintervensi Suriah.



Lembaga Observatorium for Humanity Syria, lembaga pengawas HAM, sebelumnya melaporkan jet tempur yang diyakini milik Rusia melepaskan tembakan ke bukit Al-Harrah di Provinsi Daraa. Daerah di Suriah Selatan itu terletak dua puluh kilometer dari Dataran Tinggi Golan, yang dijajah Israel.

Perlu diketahui, ini merupakan titik terdalam yang dijangkau jet Rusia dalam operasi di Suriah Selatan sejak memulai kampanye militer di Suriah akhir bulan kemarin.

Sumber: assabeel.net

Sebuah video yang menyebar sejak hari Jumat (23/10) di YouTube, menunjukkan nelayan Turki yang mencoba menyelamatkan para pengungsi Suriah di Laut Aegea yang terletak antara Yunani dan Anatolia. Mereka diduga tenggelam ketika perjalanan menuju pantai Yunani.

Lihat video : http://vid.alarabiya.net/2015/10/23/sea231015/sea231015___sea231015_video.mp4

pengungsi-suriah

Dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (23/10), surat kabar Hurriyet Turki secara rinci menyebutkan bahwa sekelompok nelayan yang sedang memancing terkejut melihat anak yang berusia sekitar 18 bulan mengapung di atas laut.

Saat mereka bergegas menyelamatkan anak itu, terfikir bahwa ia telah meninggal dunia. Terutama setelah mereka merasakan tubuhnya dingin, dan wajahnya terlihat pucat, serta tangan dan kakinya berubah menyerupai warna salju.

Kapten kapal segera memberikan isyarat ketika mereka sampai di darat untuk menghubungi ambulans. Akhirnya, dapat diketahui bahwa anak itu bernama Mohamed Hassan yang kemungkinan besar berkebangsaan Suriah. Kemudian, ia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan dan pengobatan. Beberapa waktu kemudian, pihak Rumah Sakit Izmir Turki mengumumkan bahwa kesehatan anak itu mulai pulih dan membaik.

Sumber lapangan melaporkan bahwa pasukan koalisi Mujahidin Suriah pada Jum’at (23/10) berhasil menguasai dua desa Markabah dan Lahaya di Hama utara.

Koalisi Mujahidin melanjutkan operasi militernya di Hama, dan mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membunuh sejumlah besar tentara rezim, dan merebut tank, senjata ringan dan depot amunisi.

Salah seorang komandan di dalam ruang operasi Mujahidin, Abu Umar mengatakan kepada koresponden Al-Jazeera, bahwa koalisi Jaisyul Fath bersama dengan Jaisyun Nasr mampu merebut dua desa dan menghancurkan meriam kaliber 23mm (Giant Bow) dan membunuh dua perwira di kota Lahaya, menambahkan bahwa sejumlah tentara rezim Nushairiyyah melarikan diri.


Laporan dari desa Lahaya 


Sebuah Tank yang ditinggal Pasukan Assad di Markabah, menjadi Ghanimah bagi mujahidin dari Jaisyun Nasr

Abu Umar menjelaskan bahwa Mujahidin melakukan serangan setelah melancarkan penembakan artileri intensif terhadap markas rezim Nushairiyyah, beliau juga mengkonfirmasi kemajuan Mujahidin walaupun Rusia melancarkan serangan udara intensif terhadap posisi koalisi Mujahidin.
Pengambilan kendali terhadap dua desa tersebut adalah untuk memudahkan tugas oposisi untuk terus maju menuju desa-desa lain di wilayah Hama utara.

hama-utara
dua desa Markabah dan Lahaya di Hama utara, yang berhasil direbut Mujahidin

Pilot Rusia menolak berfoto sebelum lepas landas untuk melaksanakan serangan udara di Suriah, di tengah kondisi ketakutan dan teror bahwa itu akan menjadi foto mereka yang terakhir, sebagaimana dilansir oleh El-Dorar Al-Shamia, Kamis (22/10/2015).

Kantor berita Rusia Sputnik melaporkan bahwa semua pilot Rusia mengatakan bahwa mereka memiliki tradisi sebelum lepas landas mereka tidak akan berfoto.

pilot-russia


Dan salah satu pilot mengatakan: “Jangan mengambil gambar sebelum lepas landas agar tidak menempatkannya sebagai gambar terakhir di batu nisan,”

Pengamat menganggap bahwa keadaan teror dan ketakutan mulai menghantui pilot Rusia di Suriah.

Dua anggota dari unit elit Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah tewas di Suriah, termasuk seorang mantan pengawal pribadi mantan presiden Iran, media Iran melaporkan pada Jum’at (23/10/2015).

Naraki tewas di suriah hari kamis (22/10), sebelumnya pengawal presiden iran Mahmud ahmadinejad 

“Hari ini, dua pasukan IRGC tewas di Suriah. Laporan yang mengatakan 15 orang telah tewas adalah salah,” ungkap Ramezan Sharif, juru bicara IRGC, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Niaraki, yang sebelumnya merupakan pengawal mantan presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, tewas pada Kamis (22/10), kantor berita Fars melaporkan.

Iran adalah sekutu regional utama Presiden Suriah Bashar al-Asad dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi selama perang Suriah..

Menurut beberapa sumber yang diperoleh oleh Reuters mengungkapkan bahwa ratusan tentara Iran telah tiba di Suriah sejak akhir September untuk ambil bagian dalam serangan darat besar-besaran. Selama bulan ini, empat komandan Iran telah tewas dalam pertempuran di Suriah.

26 mayat tentara Rusia yang tewas dalam operasi militer Rusia di Suriah dikirim ke pangkalan angkatan laut Rusia di Sevastopol, Crimea, seperti dilansir layanan pers Direktorat Utama Departemen Pertahanan Intelijen Ukraina.

"26 mayat tentara yang tewas dari Brigade Marinir 810 Black Fleet Rusia yang berasal dari pasukan pesisir (Sevastopol) dikirimkan dari Suriah ke Sevastopol," ungkap pernyataan itu.

russian_force

Menurut Intelijen Ukraina, militer Rusia tidak bisa menjaga kondisi sanitasi yang aman bagi tentara mereka, dan sejumlah kasus penyakit menular dilaporkan menjangkiti pasukan di wilayah Suriah. [unian]

Jabhah Nusrah, Harakah Islam Ahrarusy Syam, Ittihadul Islam Li Ajnadiy Syam, pada hari Rabu (21/10) mengumumkan pembentukan ruang operasi bersama di bawah nama “Jundul Malahim” di Timur Ghouta Pedesaan Damaskus.

Faksi-faksi Mujahidin itu mengatakan dalam pernyataan pembentukannya, yang menjadi alasan pembentukan Jundul Malahim adalah disebabkan “serangan brutal terhadap kaum Muslimin pada umumnya dan bumi Syam pada khususnya, serta intervensi Rusia secara langsung ke bumi Syam setelah masuknya Syiah Rafidhah Iran, Salibis dan sekutu mereka.”

Di dalam pernyataannya, faksi-faksi tersebut mempertimbangkan untuk membentuk sebuah ruang operasi bersama dikarenakan “pengepungan mencekik yang diderita oleh Ghouta Timur yang diberkati di pedesaan Damaskus, yang mana rezim kriminal telah berupaya untuk memecah para pengungsi dan memusnahkan mereka, dalam rangka untuk mengubah identitas ibukota Damaskus, dan memisahkannya dari penduduknya yang Muslim, sehingga sudah menjadi keharusan bagi orang-orang yang memiliki ketulusan dan loyalitas untuk berkumpul bersama, dan menggabungkan upaya mereka dan mengkombinasikan pasukan mereka agar dapat menangkis serangan brutal ini.”

ruang-ghouta-timur

Kota-kota di Ghouta Timur, sejak dua tahun sembilan bulan lalu berada di bawah pengepungan yang mencekik. Sehingga membuat para penduduk yang terpaksa menggali terowongan untuk menggunakannya sebagai jalan untuk menyeludupkan sebagian kecil makanan ke daerah mereka.

Ruang Operasi bersama ini jelas akan sangat membantu koalisi mujahidin Jaish al-Isam dalam menghadapi serangan pasukan Assad dibantu pesawt tempur Rusia menggempur Ghouta Timur.

Mujahidin berhasil menewaskan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Pesisir, Kolonel Maher Ali Zayoud, dalam pertempuran yang berkecamuk di pedesaan Latakia. Pasukan Pertahanan Pesisir dibentuk rezim Suriah untuk melindungi provinsi pesisir yang menjadi basis pendukung Bashar Assad dari ancaman mujahidin.

Media pro rezim, Syabkah Akhbar Jaballah, Rabu (21/10), mengumumkan bahwa Zayoud tewas dalam pertempuran hari Selasa (20/10) di pedesaan Latakia. Media itu menegaskan bahwa Zayaoud menjabat Kepala Staf Pasukan Pertahanan Pesisir dan berasal dari desa Duwair di distrik Abdah.


Portal Kulluna Syurakat, juga menyebutkan bahwa Zayaoud tewas bersama puluhan anak buahnya dalam pertempuran di pedesaan Latakia.

Jet Rusia kembali menargetkan daerah pejuang Suriah. Kali ini, misil Rusia menghantam rumah sakit darurat di Provinsi Idlib pada Rabu (21/10). Akibatnya, 13 tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

“Jet Rusia menargetkan rumah sakit darurat di kota Sarmin, Provinsi Idlib. Korban tewas dari pasien, penjaga rumah sakit dan anggota pertahanan sipil,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti dilansir Al-Jazeera.

jet-rusia-attack-idlib-hospital

Departemen Pertahanan Rusia mengaku menyerang perkumpulan di dekat kota Sarmin, tanpa menunjukkan sasarannya rumah sakit.

Presiden Suriah Bashar Assad melakukan kunjungan kejutan ke Moskow pada Selasa malam di mana ia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagaimana dilansir Middle East Eye, Rabu (21/10/2015).

Menurut pernyataan yang dikeluarkan kepada pers, Assad melakukan perjalanan ke Mokow untuk berterima kasih kepada Putin atas dukungannya dan atas peluncuran serangan udara atas Suriah.

Perjalanan Assad itu diyakini merupakan yang pertama kalinya sejak pecahnya perang di Suriah pada tahun 2011, menurut laporan Reuters

Rincian kunjungan itu diumumkan pada Rabu (21/10), dimana juru bicara Kremlin mengatakan bahwa Assad kini telah kembali ke Suriah.

Rusia memulai kampanye udara di Suriah pada akhir September setelah Assad meminta kepada sekutunya itu untuk campur tangan.

Dukungan udara Rusia untuk kampanye serangan darat rezim Suriah di pinggiran kota Timur Ghouta dari Damaskus terus berlanjut pada hari Senin (19/10), pada hari yang sama serangan udara ganda dilaporkan telah menewaskan seorang komandan Mujahidin FSA dan puluhan warga sipil di sebuah desa yang dikuasai Mujahidin di provinsi pesisir Latakia.

Beberapa serangan udara pada Senin beserta dengan pengeboman roket oleh pasukan rezim Nushairiyyah menghantam Marj Sultan, 20 kilometer sebelah timur dari Damaskus, Syria News Time melaporkan. Marj Sultan terletak di daerah pertanian enam kilometer timur laut dari Bandara Internasional Damaskus yang dikuasai rezim, dan dianggap sebagai pintu gerbang ke Timur Ghouta.

Serangan udara dan darat dalam beberapa hari terakhir telah dilaporkan mengakibatkan 900 keluarga dari kota ke desa terdekat mengungsi dan telah melukai ratusan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, Senin mengklaim bahwa serangan udara Rusia telah mentargetkan IS (ISIS) di Timur Ghouta.

Sumber sipil dan Mujahidin di Timur Ghouta membantah laporan Rusia bahwa IS yang menjadi target serangan udara tersebut.

"Tidak ada IS (ISIS) di sini," Amer As-Syami, seorang wartawan yang berbasis di Timur Ghouta mengatakan kepada Syria Direct pada Selasa (21/10), mengingatkan soal kampanye 2014 oleh Jaisyul Islam dan kelompok pemberontak lain yang telah mengusir dan membunuh sejumlah besar pejuang IS.

“IS benar-benar telah diusir dari seluruh Ghouta," kata As-Syami, penuturannya diperkuat oleh sumber lain yang diwawancarai dalam beberapa pekan terakhir oleh Syria Direct.

Kelompok Mujahidin yang paling menonjol di pinggiran kota Timur Ghouta, Jaisyul Islam, adalah "musuh nomor satu IS," kata As-Syami, menggarisbawahi mustahil ada kemungkinan bahwa serangan udara di Timur Ghouta mentargetkan sekelompok besar tentara Daulah.

Pasukan rezim Syiah Nushairiyyah yang didukung penuh oleh pasukan udara Rusia telah mencoba untuk menekan kearah Marj Sultan dari posisi terdekat sejak Jumat lalu, Syria Reporter melaporkan Selasa (20/10), menambahkan bahwa Mujahidin mampu menangkis serangan darat rezim meskipun menghadapi serangan udara Rusia.

Lucunya, juru bicara Moskow juga mengklaim bahwa pasukan IS telah dihalau ke arah Marj Sultan dengan serangan udara Rusia, menurut kantor berita yang dikelola negara, TASS. Media rezim Suriah memberitakan kebohongan yang sama pada hari itu.

Harakah Tahrir Homs, faksi terbesar mujahidin di provinsi Homs, Suriah Tengah, Selasa (20/10), mengumumkan membentuk koalisi dengan nama “Majmu’ah Tansiq fi Homs”. Koalisi ini bertujuan menyatukan barisan mujahidin untuk meruntuhkan rezim Bashar Assad dan melawan serangan Iran dan Rusia.

Dalam pernyataan yang dilansir Al-Jazeera, faksi-faksi itu menegaskan menyatukan barisan dan pandangan politik serta militer untuk menjaga berbagai pencapaian yang diraih mujahidin. Dan juga, untuk menolak segala jenis ekstremisme dan pemikirannya serta menolak segala upaya pengkotak-kotakan Homs pada khususnya dan Suriah pada umumnya.



Juru bicara Harakah Tahrir Homs, Shuhaib Al-Ali mengatakan bahwa koalisi ini dibentuk dalam rangka mengoordinasikan antara komandan tinggi serta faksi-faksi di Homs. Di dalamnya termasuk kekuatan militer besar. Sejumlah mantan perwira militer Suriah yang berpengalaman juga ikut dalam koalisi itu. Ia menambahkan, sebanyak 100 perwira yang membelot dari militer Bashar Assad bergabung dalam koalisi ini. Mereka sudah lama turun ke front pertempuran.

Yang bertanda tangan dalam pernyataan itu, Harakah Tahrir Homs, Faliq Al-Syam dan sejumlah brigade Free Syrian Army (FSA) serta faksi-faksi lokal di provinsi Homs. Pernyataan itu juga menyeru faksi-faksi lain bersama-sama dalam revolusi kebebasan dan kemuliaan.

Pertempuran berlanjut hari senin (19/10) di pinggiran pedesaan Al-Wadihi, Selatan Aleppo, Mujahidin berusaha merebut kembali desa al-Wadihi tersebut setelah empat hari yang lalu Pasukan Assad menguasainya.





Dalam pertempuran ini, Brigade Tsuwaru al-Sham berhasil hancurkan 3 Tank, termasuk kendaraan BMP. Serangan atas pedesaan selatan Aleppo beberapa hari yang lalu oleh pasukan Assad dibantu juga gempuran dari pesawat militer Rusia. Dan kali ini mujahidin kembali untuk melakukan serangan balik.

Komandan Iran tewas dalam pertempuran di Suriah. Kali ini, komandan dari milisi Basij, milisi Iran di bawah kendali Garda Revolusi Iran, tewas dalam pertempuran di bumi Syam.

Nader Hamedi
“Komandan milisi Iran Basij, Nadir Humaid, tewas dalam pertempuran di Suriah,” lansir Al-Jazeera, Senin (19/10). Tidak dijelaskan lebih rinci lokasi tewasnya komandan Iran itu.

Berita ini semakin menambah panjang komandan Iran yang tewas di Suriah, di saat negara itu enggan mengakui terlibat langsung dalam pertempuran praktis di Suriah. Bahkan, negara Syiah itu berkilah siap menerjunkan tentara resmi ke Suriah jika Damaskus meminta.

Sebelumnya, komandan Iran Husain Hamdani juga tewas dalam pertempuran di Aleppo. Ia bertanggung jawab operasi milisi Syiah Liwa Fhatimiyun dan Zainabiyyin, milisi bentukan Iran. Dia juga dikabarkan membantu operasi milisi Syiah Hizbullah Lebanon di Suriah.

Menurut data yang dikumpulkan Al-Jazeera berdasarkan pengakuan media-media Iran, sedikitnya delapan komandan dan jenderal tinggi Iran yang tewas di Suriah.

Drone atau pesawat pengintai Rusia berhasil dijatuhkan mujahidin Suriah di desa Alqrasi, Aleppo selatan, Senin (19/10), sebagaimana dilansir Al-Jazera. Gambar pesawat yang jatuh juga diunggah mujahidin dalam rekaman video.





Mujahidin Suriah terus mengalami kemajuan di Aleppo selatan saat bertempur dengan rezim yang dibantu oleh pasukan Rusia. Beberapa sumber mengatakan, bahwa mereka berhasil menewaskan puluhan pasukan rezim selama penyerangan di dekat desa Abtin, Aleppo selatan.

Berikut ini adalah foto beberapa pasukan Assad yang terbunuh dalam di utara Hama. Mereka terbunuh dalam pertempuran pada hari senin kemarin (19/10) menghadapi pertahanan koalisi mujahidin "Jaish al-Fath".
Dokumentasi foto mayat pasukan Assad ini dikeluarkan resmi oleh media pendukung rezim Suriah.

Muslimah Hizbut Tahrir wilayah Suriah mengadakan seminar pada hari kamis yang lalu (15/10) bertempat di desa Tal Karamah, utara provinsi Idlib. Seminar ini menjelaskan terkait Intervensi Rusia di Suriah, bahwa Rusia adalah alat Amerika untuk menekan mujahidin agar masuk perangkap meja perundingan internasional sehingga tujuan tegaknya Khilafah Islam diganti dengan pendirian Negara Sekular.



Sungguh Amerika dan Rusia adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Mereka berusaha memadamkan cahaya islam di bumi syam. Untuk lebih jelas, simak juga penjelasan lengkap dari media Hizbut Tahrir terkait Intervensi Rusia ini.

Jabhah Nusrah telah merilis sebuah video terbaru yang diberi judul "Thalab Al Ridhwaan". Dalam video tersebut menjelaskan aktivitas para mujahidin Jabhah Nusrah di garis depan pertempuran provinsi Lattakia.



Kesabaran dan pertolongan Allah adalah senjata utama bagi mujahidin. Medan pertempuran yang cukup sulit dan keterbatasan senjata memaksa mujahidin untuk perang secara gerilya di sela-sela perbukitan. 

hasan_hizbullah
Pemimpin Syiah Hizbullah Lebanon Hasan Nasrallah menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan pasukan yang jumlahnya lebih besar dari sebelumnya ke Suriah. Hal itu dilakukan dalam menghadapi pertempuran yang kritis dan menentukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan Nasrallah saat acara peringatan kematian Hasan Husein Al-Hajj atau Abu Muhammad. Tokoh Hizbullah itu tewas 10 Oktober lalu dalam pertempuran di Sahl Al-Ghab. Wilayah di barat laut Suriah tersebut merupakan lokasi diterjunkannya pasukan Hizbullah untuk membantu rezim Bashar Assad.

“Sekarang Hizbullah telah terjun ke Sahl Al-Ghab, tempat kematian Abu Muhammad, yang berbatasan dengan Hama, Idlib, Latakia dan Aleppo,” kata Hasan Nasrallah, Ahad (18/10).

Nasrallah mengatakan bahwa pasukan yang terjun membantu Suriah saat ini lebih besar. “Lebih besar dari sebelumnya, secara kualitas, jumlah dan dari segi peralatan, karena kita berada dalam pertempuran yang kritis dan menentukan,” ujarnya.

Kelompok Syiah Hizbullah merupakan sekutu utama rezim Bashar Assad bersama Iran. Gerakan yang dipimpin Hasan Nasrallah itu telah mengirimkan ribuan pasukan untuk mendukung rezim Suriah itu.

Pertempuran sengit meletus di selatan Aleppo. Tentara Rezim Suriah dibantu Hizbulah melakukan serangan ofensive pada hari sabtu (17/10) atas wilayah yang dikuasai mujahidin. Mereka berhasil merebut desa Al-Wadihi, desa kecil pinggiran selatan Aleppo.




Video dari media pendukung rezim, memberitakan serangan oleh tentara rezim dan Hizbullah

Di sisi yang lain, aktivis lapangan melaporkan bahwa mujahidin melakukan perlawanan sengit, sehingga berhasil hancurkan 8 tank dan sdikitnya menewaskan 32 tentara rezim.


video dari unit mujahidin, Liwa sultan murad berhasil hancurkan Tank



video dari unit FSA, Brigade Tsuwar Sham berhasil hancurkan Tank dan tewaskan sejumlah pasukan Assad di garis depan perbukitan Azzan, Aleppo

Serangan udara Rusia terhadap daerah yang dikuasai mujahidin telah membunuh 56 warga sipil di provinsi Homs pada Kamis (15/10/2015), sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sumber tersebut mengatakan bahwa 35 orang tewas di kota Al-Ghanto, 15 orang di Teir Maalah dan enam orang lainnya di kota Talbiseh.



Sumber tersebut menambahkan bahwa mujahidin berhasil mengusir pasukan rezim Suriah di pedesaan bagian utara provinsi Homs dan menewaskan seorang perwira senior, yang memimpin serangan darat, dekat kota Teir Maalah.

Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah yang dilanda perang pada 30 September. Menurut Kremlin, serangan tersebut ditujukan untuk mendukung rezim Bashar Asad dan menargetkan kelompok ISIS. Fakta di lapangan justru wilayah mujahidin yang terus menerus mendapat gempuran, sementara wilayah yang dikuasai ISIS aman dari serangan udara Rusia.

Komandan Operasi Umum angkatan udara Rusia “Boris Dasaev” di Suriah mengakui bahwa operasi udara yang dilakukan oleh angkatan udara Rusia dalam wilayah Suriah berada di bawah ekspektasi karena beberapa alasan terkait kelakuan liar dan cerobohnya milisi Assad.

“Dasaev” mengatakan bahwa milisi rezim pro-Assad tidak memiliki pengalaman tempur yang baik, mereka juga tidak memiliki keberanian untuk maju dan sampai saat ini belum mendapatkan kemajuan, ditambah lagi bahwa perbedaan elemen tempur serta dari kebangsaan yang berbeda telah menyebabkan ketidakseimbangan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, dan karena mereka juga pada dasarnya tidak memiliki tujuan strategis yang sama. [eldorar]

Pasukan rezim dan sekutunya Iran, serta didukung oleh jet Rusia meluncurkan serangan besar-besaran di daerah strategis yang telah lama di bawah kendali Mujahidin di utara Homs

Menurut laporan dari medan pertempuran di wilayah Homs pada Jum’at (16/10), Korban tewas 48 jam terakhir atas serangan udara di utara Homs telah meningkat menjadi 70 orang, termasuk 30 wanita dan anak-anak, menurut angka yang dikeluarkan kelompok monitoring.

9 warga sipil kehilangan nyawa mereka pada hari Jum’at di kota Teir Malla, sekitar 3 mil (5 km) utara dari Homs, menurut Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR). Serangan tersebut terjadi kurang dari 24 jam serangan mematikan di sebuah toko roti di Teir Malla yang menewaskan 25 orang termasuk, Rawad Al-Aksah, seorang komandan Liwaa al-Tauhid.


Gempuran serangan udara Rusia menghantam toko roti di Teir Malla

Di pihak lain, sekitar 20 pasukan Rezim tewas dalam bentrokan yang sedang berlangsung di pedesaan utara dan timur Homs serta 15 lainnya terluka dan ditawan dalam penyergapan.

Beberapa tentara Rezim tewas akibat penyergapan mujahidin atas mereka yang mencoba masuk ke wilayah Salamiyah, utara Homs 


Mujahidin dari unit Failaq Sham berhasil hancurkan sebuah Tank milik pasukan Assad di dekat wilayah Talbisa, Homs

Mujahidin Suriah pada hari Jum’at (16/10) telah berhasil merebut kembali daerah dalam pertempuran yang berlangsung di pedesaan Aleppo selatan di saat tentara rezim Nushairiyyah dan milisi Iran, yang didukung oleh jet Rusia melancarkan serangan balik dengan dukungan dari kampanye serangan udara Rusia yang telah berlangsung selama dua minggu.

Koordinasi Revolusi Suriah mengatakan Mujahidin telah merebut kembali markas batalion tank dan desa Abtin, Al-Muhaira, Al-Sabiqiya dan Al-Kassarat yang direbut oleh pasukan rezim Nushairiyyah pada Jum’at pagi.

Selain itu, Mujahidin telah menghancurkan satu tank tentara Nushairiyyah dengan rudal TOW (rudal anti-tank) di Jebel Azan, sekitar 12 km (8 mil) selatan kota Aleppo.



Rami Abdulrahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa ada bentrokan hebat di dekat wilayah Jebel Azan, daerah yang dikontrol oleh pasukan pemerintah dan juga Mujahidin.

Delapan petinggi militer senior Iran telah tewas di Suriah-di mana Iran memberikan dukungan penuh untuk rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad-sejak 2013, termasuk tiga jenderal yang tewas baru-baru ini, seperti dilansir Zaman Alwasl pada Kamis (15/10/2015).

Pada 9 Oktober, Hussein Hamadani, komandan senior Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas dalam pertempuran di Aleppo.

Tiga hari kemudian, Mayjen Farshad Hasunizade dan Brigjen Hamid Mohtarband juga dari Garda Revolusi Iran, telah tewas di Suria.

Sementara itu, milisi Syiah asal Libanon yang menamai diri mereka “Hizbullah”, juga kehilangan dua komandan senior di provinsi Hama, Suriah pada pekan lalu.

iran-komandan-tewas-di-suriah

Iran telah mengirimkan ribuan pasukan tambahan ke Suriah dalam beberapa hari terakhir untuk mendukung salah satu ofensif yang sedang berlangsung di provinsi Hama dan dalam persiapan untuk ofensif lainnya di Aleppo, dua pejabat senior rezim mengatakan kepada Reuters.

Bukti lain dari peran sentral Iran dalam mendukung rezim Bashar Al-Assad, tim anggota parlemen Iran tiba di Damaskus pada hari Rabu, dan gambar yang beredar di media sosial menunjukkan Komandan Tertinggi Garda Revolusi Pasukan Quds, Qassem Soleimani, di Suriah barat.



Qassim Soleimani berbicara di depan milisi Hizbullat dan tentara Iran di Suriah. Soleimani digambarkan di daerah berhutan di provinsi Latakia utara berbicara kepada perwira Iran dan milisi Hizbullat dengan mikrofon, mengenakan pakaian gelap dan berbicara kepada pasukan.

Koalisi faksi mujahidin Suriah, Jaisyul Fath, di kota Hama mengumumkan, Selasa (13/10), memulai pertempuran pembebasan Provinsi Hama setelah intervensi Rusia di Suriah. Pertempuran ini diluncurkan enam hari setelah militer rezim yang didukung milisi Rusia dan Iran meluncurkan kampanye militer sengit menargetkan wilayah-wilayah pedesaan Hama.

Anggota Kantor Media Faksi Ajnad Al-Syam (salah satu faksi yang tergabung Jaisyul Fath), Abu Khalid, mengatakan bahwa Jaisyul Fath merilis pernyataan memulai pertempuran pembebasan Hama serta melawan agresi Rusia di Suriah.

Abu Khalid menambahkan, operasi itu mencakup seluruh wilayah di Provinsi Hama yang masih dikontrol rezim Suriah dan pendukungnya. Operasi ini untuk menjawab intervensi Rusia secara terang-terangan di Suriah.

Dia menunjukkan, para mujahidin berhasil menggagalkan serangan rezim dari berbagai arah di pedesaan Hama dalam beberapa hari terakhir. Militer rezim dan pendukung tak meraih hasil apapun dalam serangan di pedesaan Hama.

Abu Khalid menjelaskan bahwa intervensi Rusia semakin menambah semangat tempur pejuang untuk membebaskan seluruh wilayah Suriah dari cengkeraman rezim.

Pada bagiannya, penanggung jawab Kantor Media Ajnad Al-Syam Abu Al-Majid mengatakan bahwa operasi militer yang digulirkan pejuang ini dimulai dari wilayah pedesaan hingga pusat kota Hama, secara keseluruhan.


Penjelasan Syeikh Muhaisini terkait Serangan Besar yang akan dilakukan mujahidin di provinsi Hama

Sedikitnya 400 pasukan di barisan rezim Suriah dilaporkan tewas dalam pertempuran sepekan terakhir di pedesaan Hama. Pertempuran di wilayah itu kembali memanas setelah Rusia mengerahkan jet tempur untuk mendukung militer Suriah.

Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, Selasa (13/10), melansir dari sumber di kalangan rezim Suriah, jumlah itu berdasarkan mayat-mayat yang tiba di Rumah Sakit Nasional Hama. Mayat-mayat itu dievakuasi ke rumah sakit pemerintah sejak pertempuran di pedesaan Hama meletus.

Seorang komandan militer Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) di pedesaan Hama, Abu Khalid, mengatakan bahwa dokter-dokter yang bertugas di lapangan mengonfirmasi kedatangan puluhan mobil ambulans tiba di Rumah Sakit Hama. Ambulans-ambulans itu mengangkut puluhan mayat dan korban luka tentara rezim dari front Hama sejak 7 Oktober lalu.

Para staf medis di Rumah Sakit Nasional Hama, yang meminta tidak disebutkan namanya demi alasan keamanan mengatakan bahwa enam hari terakhir pertempuran di Hama mengakibatkan 400 tentara tewas. Mayat-mayat itu sampai saat ini masih berada di rumah Sakit Nasional Hama.

Mereka menunjukkan bahwa dinas intelijen Suriah di Hama mengeluarkan keputusan terhadap RS Hama untuk tidak mendata para korban yang dievakuasi ke rumah sakit itu. Larangan itu berlaku beberapa hari ke depan bagi korban yang datang dari front pertempuran di pedesaan Hama.

Dalam konteks terkait, aktivis lapangan di kota Hama Muhammad mengatakan bahwa milisi Pertahanan Nasional, milisi pendukung Bashar Assad, mengevakuasi banyak anggota yang tewas dalam pertempuran Kamis lalu. Milisi Pertahanan Nasional sengaja diminta untuk membantu pertempuran di pedesaan Hama.

Kelompok “Daulah Islamiyah”, atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, dilaporkan menduduki daerah-daerah pejuang Suriah yang terkena serangan udara Rusia, merebut setidaknya lima desa di provinsi Aleppo selama akhir pekan, lansir MEE pada Senin (12/10/2015).

Serangan udara Rusia, yang dimulai pada 30 September lalu, sejauh ini tidak terfokus pada area yang diduduki IS, melainkan pada sejumlah posisi kelompok pejuang Suriah yang melawan pemerintah diktator Presiden Bashar Asad.


IS telah mengambil keuntungan dari hal ini, dan sekarang mendapatkan wilayah di utara Aleppo – membuat kelompok pimpinan Abu Bakar Baghdadi itu berada di posisi paling dekat dengan bekas ibukota negara dalam dua tahun ini, lapor Guardian.

“Pesawat-pesawat Rusia menyerang Tentara Pembebasan Suriah [atau Free Syrian Army (FSA)] dan menjatuhkan wilayah itu hingga membuat Daulah [IS] mengontrol area-area strategis di Aleppo,” ungkap sumber dari Tajammu Al-Izzah, salah satu kelompok oposisi yang juga menjadi target dalam serangan udara Rusia , kepada Guardian.

“Kebenarannya ialah, Rusia mendukung ISIS,” tambahnya, dengan menggunakan singkatan alternatif untuk IS.

Pada pekan sejak serangan udara Moskow dimulai, serangan udara mereka sebagian besar telah difokuskan pada Hama, di mana kelompok-kelompok pejuang perlawanan Suriah berhasil menguasai sejumlah wilayah selama melawan pasukan pemerintah Nushairiyah Suriah, dan Aleppo barat, wilayah yang dikuasai kelompok-kelompok oposisi lainnya.

Pada Jum’at (9/10), IS mengambil keuntungan dari pengeboman Rusia di Aleppo barat dan bergerak ke selatan, menduduki sejumlah desa di sebelah utara kota Aleppo.

Moskow mengklaim bahwa serangan udara mereka utamanya menargetkan pejuang IS, namun para pejuang Suriah telah menegaskan bahwa serangan-serangan mereka sebagian besar justru telah menargetkan pasukan perlawanan yang berjuang melawan pasukan diktator Asad.

Banyak dari kelompok-kelompok perlawanan yang terkena serangan udara Rusia itu juga merupakan kelompok jihad yang melawan IS.

“Setiap pihak yang ingin melawan pemberontak (mujahidin-red) mengatakan bahwa mereka datang untuk melawan Daulah [IS] padahal faktanya mereka ingin melawan pemberontak (mujahidin-red),” ujar Bahaa Al-Halaby, seorang aktivis yang berbasis di kota Aleppo.

Video berikut ini menunjukan serangan brutal yang dilakukan helikopter Rusia menargetkan posisi mujahidin di utara Hama. Sayangnya mujahidin tidak memiliki senjata canggih anti pesawat, sehingga belum mampu melakukan serangan balasan.



“Wahai kaum mukmin, jika Allah menolong kalian dalam mengalahkan musuh, maka tidak akan ada yang dapat mengalahkan kalian. Jika Allah melemahkan kalian dalam menghadapi musuh, maka siapakah yang dapat memberi pertolongan kepada kalian selain Allah? Hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin seharusnya bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran, 3:160)

بسم الله الرحمن الرحيم

Yayasan Al-Minara Al-Baydha’ Mempersembahkan

Video: Tahun Penuh Tipu Daya “Siapa Yang Telah Memecah Belah Barisan?”


Pengumuman Khilafah oleh IS telah mentransfer "pertikaian dan konflik ke daerah lain" karena mereka menuntut agar semua umat Islam sekarang membungkuk dan taat kepada “khilafah” versi Al-Baghdadi. Kaum Muslimin yang tidak mau melakukannya maka dianggap berdosa (bahkan murtad) oleh IS, Perpecahan pun terjadi, dan yang paling diuntungkan adalah Penjajah Barat dan bertahan-nya Rezim Suriah.

Mujahidin melancarkan serangan balasan di pedesaan Hama Utara dan memastikan mengontrol kembali sejumlah wilayah penting di daerah itu. Banyak tentara Suriah dan milisi-milisi pendukungnya tewas. Sementara banyak kendaraan musuh hancur.

Komandan militer di koalisi pejuang Jaisyun Nashr, Abu Hammam, menjelaskan militer Suriah pada malam harinya (Sabtu malam Ahad) menghujani pedesaan Hama Utara dengan ratusan mortir dan bom curah yang dilarang internasional. Serangan sengit yang dibantu jet Rusia itu untuk mempermudah pasukan darat menembus desa-desa di wilayah tersebut. Sejumlah desa sempat terlepas akibat serangan tersebut. Pertempuran berlangsung sepanjang malam.

Abu Hammam menambahkan, menjelang subuh, mujahidin meluncurkan serangan terorganisir. Hasilnya, sejumlah desa direbut kembali. Desa-desa itu Atsyan dan Tel Sakik yang terletak sangat strategis. Sejumlah tentara dan milisi pendukunnya berhasil dilumpuhkan.

Mujahidin juga menyerang desa Ma’an pro rezim di Hama Timur. Pinggiran desa yang dianggap sebagai basis perkumpulan militer Suriah ini berhasil dibebaskan.

Sementara itu, aktivis media Khalid Al-Umar melaporkan bahwa pejuang mengontrol daerah Ash-Shawamik di dekat kota Kafr Dabudzah, pedesaan Hama. Sebuah tank musuh hancur dan sejumlah tentara tewas akibat serangan itu.

Umar menjelaskan bahwa faksi-faksi pejuang menggelar operasi bersama untuk menghadapi serangan militer Suriah yang didukung Rusia itu. Kerjasama itu guna untuk mengoordinasikan serangan dan pertempuran.

Situasi militer (11/10) serangan Tentara Assad di utara Hama


(12/10) - Mujahidin berhasil hancurkan Tank milik tentara Assad di desa Kafranbouda, Hama.


(12/10) - Mujahidin kuasai sebuah Tank beserta amunisinya yang ditinggal kabur Tentara Assad

Human Rights Watch (HRW) mengatakan amunisi bom cluster Rusia dari jenis paling mutakhir digunakan dalam serangan udara di Suriah utara.

Rusia ataupun rezim Suriah telah menggunakan senjata mematikan jenis SPBE, dalam serangan di kota Kafr Halab, terletak di sebelah selatan-barat dari Aleppo, dalam laporan 4 Oktober.

Menurut HRW, amunisi yang kemungkinan besar digunakan pada bom cluster adalah RBK-500 SPBE. Amunisi itu merupakan satu-satunya jenis bom yang mampu dijatuhkan dari udara oleh senjata ini.

“Ini meresahkan, amunisi bom cluster sedang digunakan di Suriah mengingat bahaya yang ditimbulkan terhadap warga sipil untuk tahun-tahun ke depan,” kata Nadim Houry, wakil direktur HRW untuk Timur Tengah.

“Baik Rusia maupun Suriah harus menghentikan penggunakan bom cluster, dan keduanya harus bergabung dengan larangan internasional tanpa menunda,” tambahnya.

Bom cluster dapat menyimpan ratusan amunisi kecil termasuk granat, bom-bom dan ranjau. Bom cluster bisa ditembakkan melalui oleh sistem artileri atau dijatuhkan oleh pesawat, dan tersebar di wilayah yang luas.

Seperti ranjau darat tradisional, amunisi kecil bom cluster menimbulkan ancaman untuk jangka waktu bertahun-tahun meski konflik bersenjata selesai. Karena amunisi bom cluster sering gagal meledak ketika disebar oleh tembakan.

“Serangan di Kafr Halab bertepatan dengan gelombang laporan video dan fotografi dari udara turun dan serangan bom cluster di Aleppo, Hama, dan Idlib sejak Rusia memulai kampanye udara di Suriah pada 30 September,” kata pengawas HAM itu dalam sebuah pernyataan.


(4/10) Serangan Udara Rusia menargetkan Markas Jabhah Nusrah di Kafr Halab, Aleppo.


(4/10) - Video yang memperlihatkan bom cluster digunakan dalam serangan udara Rusia

Pemimpin tertinggi Jabhah Nusrah, Abu Muhammad Al-Jaulani, menyeru faksi-faksi oposisi Suriah menyatukan barisan dalam rangka menghadapi apa yang ia sebut Perang Salib Rusia.

rusia_iran

Dalam pidatonya yang diunggah di internet, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (12/10), Jaulani mendesak melancarkan serangan menargetkan basis-basis minoritas Alawi pendukung utama Bashar Assad. Serangan itu sebagai balasan pembunuhan brutal Rusia terhadap warga Ahlussunnah tanpa membeda-bedakan.

Jaulani berpendapat dalam rekaman itu bahwa invasi Rusia terhadap wilayah Suriah baru-baru ini menunjukkan kegagalan Iran dan Syiah Hizbullah serta milisi pendukung Bashar Assad.

Sebagaimana diketahui, Rusia mengumumkan memulai operasi di Suriah sejak 30 September lalu. Rusia mengklaim serangan-serangan itu menargetkan Daulah Islamiyah (ISIS), sementara faktanya serangan itu mayoritas menargetkan wilayah-wilayah yang dikontrol koalisi mujahidin di hama, idlib, aleppo, dll.

Koresponden Ad-Durar Asy-Syamiyah yang ikut turun langsung ke medan pertempuran melaporkan Rezim Assad yang didukung oleh Rusia dan milisi Iran meluncurkan kampanye sengit yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut diselingi oleh bentrokan dengan Mujahidin di front dari Tal Osman di barat ke Attshan di timur dan utara pedesaan Hama.



Seluruh faksi FSA di pedesaan Hama bersatu dalam satu ruang operasi umum dengan 11 petugas yang mengelolanya.

Pada hari pertama Mujahidin mampu menghancurkan 24 tank, sebuah meriam Kaliber 57 dan senapan mesin Kaliber 23 dan merebut dua tank serta menewaskan 200 tentara rezim Assad dan elemen Rusia termasuk seorang Jenderal Rusia – komandan operasi di Morek.

Pada hari kedua Mujahidin berhasil menghancurkan tujuh kendaraan tempur dan merebut senapan mesin, dan pada hari ketiga Mujahidin menghancurkan  5 kendaraan tempur.

Hari Sabtu (10/10), Mujahidin berhasil menarik pasukan rezim ke dalam area penyergapan. Seluruh tentara tewas atau terluka, sampai saat ini rezim tidak dapat mengevakuasi baik mereka yang tewas maupun terluka.

Dalam penyergapan yang sukses itu Mujahidin berhasil menghancurkan sebuah kendaraan pengangkut dan tank buatan Rusia, Shilka (ZSU-23-4).

Pada hari kedua pertempuran Mujahidin juga berhasil menembak jatuh dua helikopter tempur di timur Karnaz.

Sementara itu, koresponden jaringan Ad-Durar juga melaporkan, pada hari ahad (11/10), bahwa pesawat tempur Rusia biidznillah membombardir pos pasukan rezim Assad di Sahl al-Ghab di pedesaan barat Hama dikarenakan kesalahan koordinasi.

Koresponden mengatakan bahwa rudal Rusia jatuh pada posisi pasukan Assad yang bermarkas di dekat desa Hakoura di Sahl al-Ghab.

Dalam konteks yang sama, sumber lapangan melaporkan bahwa peluncur roket di Kamp Juerin milik pasukan Assad meledak saat melakukan pemboman terhadap daerah-daerah kekuasan Mujahidin dan kota-kota di dataran al-Ghab, yang mengakibatkan jatuhnya korban di barisan mereka sendiri.

Bersamaan dengan dimulainya kampanye serangan Rusia ke kota-kota di Suriah, sebuah fakta mengejutkan kembali terjadi di bumi Suriah. Berbagai kenyataan dan fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa koalisi Rusia & Assad benar-benar berperan membuka jalan bagi kemenangan terbesar Daulah Baghdadiyah terhadap Mujahidin setelah sebelumnya ISIS gagal menguasai Aleppo setelah sebelumnya gagal menguasai wilayah itu selama 2 tahun, meskipun telah berusaha sekuat tenaga.

Sebelum ini, Rusia menggunakan isu “Perang Melawan ISIS” untuk mendapatkan simpati dari rezim-rezim thaghut di muka bumi. Namun hanya dalam hitungan hari, fakta-fakta yang ada semakin menunjukkan bahwa Rusia tidak menyerang ISIS. Hal ini tampak dengan wilayah Raqqah, Hasakah dan wilayah-wilayah kekuasaan ISIS lainnya yang benar-benar selamat dari serangan pasukan Vladimir Putin ini.

Serangan demi serangan yang muncul justru menghantam wilayah-wilayah Mujahidin Jabhah Nushrah, wilayah Ahrar Syam, wilayah kekuasaan Mujahidin Jaisyul Fath. Kenyataan menyedihkan ini menyebabkan Rakyat Suriah menyimpulkan adanya koalisi persekutuan “tidak resmi” antara pasukan Rusia dan ISIS, sebagaimana yang tampak dalam seruan-seruan demonstrasi menentang invasi Rusia akhir-akhir ini,


Pasukan darat ISIS telah memanfaatkan periode serangan udara dan gempuran rudal jarak jauh Rusia yang menghantam basis-basis Mujahidin anti Assad ini, untuk menghancurkan pos-pos Ribath dan benteng Mujahidin di Aleppo utara. Hasilnya, gerak laju pasukan ISIS di Aleppo semakin tak terbendung saat Mujahidin bersusah payah menyelamatkan penduduk sipil dari serangan udara dan rudal Rusia.

Berkat serangan Rusia ini, ISIS dapat menguasai sekolah Lamasha, Tel Farah, Fafin, Tel Sousin, Ma’arata, Kafr Qars, Al Mantaga Al Hurra & Kompleks Penjara Al Ahdath.

Selain berkolaborasi dalam kemenangan ISIS di Aleppo, fakta-fakta lainnya juga menunjukkan bahwa Rusia memainkan strategi untuk mendukung rezim Assad secara terang terangan dalam penyerbuan kota Hama dan pesisir Lattakia.

Amerika Serikat dan Rusia sepakat menggelar pertemuan membahas koordinasi operasi udara di Suriah. Seperti diketahui, dua negara itu menggerahkan jet tempur di wilayah udara Suriah untuk menargetkan kawasan-kawasan yang tak lagi dikontrol rezim Suriah.

Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mengatakan dalam penyataan yang dilansir BBC, Sabtu (10/10), negaranya sepakan bertemu dengan Rusia membahas keamanan saat pengeboman di Suriah. Pertemuan itu dijadwalkan beberapa hari ke depan.

“Pertemuan itu sangat mungkin terjadi akhir pekan ini,” kata juru bicara Pentagon, Peter Cook.

Koordinasi ini sangat penting karena muncul kekhawatiran akan kecelakaan tabrakan antara jet tempur. Karena, Amerika Serikat dan Rusia sama-sama melakukan serangan bom di Suriah meski secara terpisah.

Awal pekan ini, pejabat Pentagon mengatakan bahwa mereka harus melakukan setidaknya satu manuver “pemisahan yang aman” agar jet tempur Amerika Serikat tidak berada terlalu dekat dengan pesawat Rusia di atas Suriah.

Pertemuan ini diperkirakan akan membahas tentang seberapa besar jarak pemisahan antara pesawat jet Amerika Serikat dan Rusia dan bahasa apa yang menjadi standar komunikasi para kru.

Rusia juga meluncurkan operasi dari laut. Seperti diumumkan Dephan Rusia, empat kapal tempurnya di laut Kaspia telah menembakkan 26 rudal jelajah ke wilayah Suriah. Rudal-rudal itu melintas di atas Iraq dan Iran sebelum jatuh di Suriah.

Pada hari Rabu pagi kemarin (7/10) pasukan Iran, Rusia dan Rezim Suriah mengerahkan pasukan dan berbagai macam persenjataanya untuk kembali menguasai daerah daerah pinggiran kota Hama dan sebagian besar provinsi Idlib yang telah berhasil dibebaskan oleh mujahidin.

Setelah mendapat kekuatan tambahan dari pasukan syiah Iran dan Rusia maka pasukan Assad merasa lebih percaya diri menghadapi mujahidin sehingga mereka berani memulai serangan besar besaran terhadap posisi mujahidin terutama di pinggiran kota Hama dan Provinsi Idlib tepatnya di kota Lothominah dan Kufur zeta dan jalan menuju ke kota Kufur Nabudza.

Serangan dimulai dengan persenjataan berat, baik dengan tembakan roket darat ke darat, tembakan meriam, mortar kemudian disusul serangan pesawat tempur Rusia ke posisi yang diduga menjadi markas mujahidin, setelah itu pasukan darat maju kedepan dari arah kota Murik, kota perbatasan antara Provinsi Hama dan Idlib menuju desa Lathmi dan Shoyyad maka para mujahidin dengan penuh kegigihan dan keberanian menghadapi serangan tersebut dan berhasil mematahkannya dan membunuh banyak pasukan penyerang serta menghancurkan sedikitnya 24 Tank milik Rusia dan pasukan Assad.


Dokumentasi dari beberapa unit mujahidin yang berhasil menghancurkan 24 kendaraan Tank musuh pada pertempuran rabu (7/10) di utara Hama.

Tentara Assad (SAA) mulai melaksanakan operasi besar serangan darat kedua pekan ini, Kamis (8/10), menargetkan posisi Mujahidin di dataran wilayah barat laut Hama dan provinsi Latakia yang berdekatan dalam upaya untuk menekan Mujahidin dari pantai.

“Pasukan Assad menggunakan kamp dekat Jourin di Sahl al-Ghab sebagai titik peluncuran," Mayor Ahmed al-Masud dari Divisi 13 afiliasi FSA, yang aktif melawan rezim di Sahl al-Ghab, mengatakan kepada Syria Direct Kamis (8/10). Selain menargetkan posisi Mujahidin di Sahl al-Ghab, tentara rezim Suriah juga melancarkan operasi terhadap daerah Selma di tenggara pedesaan Latakia yang dikuasai Mujahidin, ujar al-Masud.

sahl-alghab-offensive

Pesawat-pesawat tempur Rusia juga membom posisi-posisi Mujahidin di wilayah Sahl al-Ghab pada Kamis bersamaan dengan dimulainya operasi ofensif tentara Suriah dari darat, menurut media Lebanon pro-rezim al-Mayadeen.

Warga dua daerah yang dikuasai Mujahidin di barat Aleppo berdemonstrasi menentang pendudukan Rusia di Suriah, Rabu (7/10), sumber di kota terbesar Suriah melaporkan.

Demonstran di lingkungan As-Sukri, kota Aleppo mengangkat plakat dan tulisan-tulisan mengutuk pendudukan Rusia di Suriah dan mengecam kebisuan negara-negara Arab, menurut serangkaian foto yang diposting oleh pro-oposisi Halab Today di Facebook.


"Hei kamu, berdiri di samping jalan: rudal Rusia tidak akan mengecualikanmu (tidak pandang bulu)," di antara plakat yang dibawa oleh demonstran.

Plakat lain, yang dibawa oleh seorang anak muda yang berdiri di antara puing-puing, bertuliskan "rudal Rusia membunuh kami."

"Dewan Keamanan PBB hanya melindungi kepentingan negara-negara besar," bunyi plakat lain yang diusung oleh demonstran di dekat daerah Jisr Al-Hajj, seperti yang terlihat dalam seri foto lainnya diposting ke Facebook oleh Aleppo Media Center (AMC) pada Rabu.

Pesawat-pesawat tempur Rusia laknatullah melancarkan tiga serangan udara di kota yang dikuasai Mujahidin dari Darat Izza di pedesaan Aleppo Barat pada Rabu, menghantam daerah perumahan di tengah kota dan menewaskan lima warga sipil termasuk dua wanita dan seorang anak, sebagaimana yang dilaporkan oleh Aleppo Media Center.

Dalam salah satu foto AMC, seorang anak berdiri di atas puing-puing memegang plakat: "Dengan dalih memerangi terorisme, Rusia membunuh anak-anak."

Para pejuang ISIS maju mendekati kota kedua terbesar di Suriah, Aleppo. ISIS diuntungkan ketika pasukan pemerintah yang didukung serangan udara Rusia dan para pejuang syiah Hizbullah Lebanon, menggempur posisi mujahidin di barat laut Suriah di mana tidak ada ISIS di sini.

Mayoritas serangan Rusia menyasar wilayah mujahidin, bukan ISIS, demi mempertahankan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad.

Militan-militan ISIS mencapai posisi terdekatnya ke Aleppo di Suriah utara Jumat pagi setelah berjam-jam bertempur sengit dengan koalisi mujahidin, Fath al-Halb, kata Observatorium HAM Suriah seperti dikutip AFP.

isis_aleppo

"Lusinan kombatan terbunuh di kedua belah pihak," kata Rami Abdel Rahman dari Observatorium HAM Suriah.

Dia mengatakan ISIS mengusir para pejuang penentang Assad dari Tall Qrah, Tall Soussin, Kafar Qares dan basisnya di Madrasat al-Mushat.

Pendudukan oleh ISIS itu membuat ISIS sudah 20 km dari garis depan zona industri Sheikh Najjar.

"ISIS tidak pernah sedekat ini ke kota Aleppo, dan ini adalah kemajuan terbesar ke ibu kota perdagangan Suriah ini," kata Abdel Rahman.

Mujahidin Suriah dilaporkan menembak helikopter rezim di langit kawan Kafr Nabudah di pedesaan Hama pada Kamis (08/10). Para aktivis lembaga pengawas HAM Suriah mengonfirmasi helikopter itu jatuh, tanpa diketahui nasib pilot dan tentara yang ada di dalamnya.



Sementara itu, kantor media koalisi mujahidin Jaisyun Nashr, Muhammad Rasyid, melaporkan dalam pernyataan resmi kepada portal eldorar.com bahwa pejuangnya menembak jatuh helikopter Rusia di pedesaan Hama Utara.

Rasyid menjelaskan, helikopter tersebut berusaha menurunkan sesuatu di kawasan Al-Mughayyar. Mujahidin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membidik dari jarak jauh dengan senjata anti pesawat.

Tembakan mujahidin tepat mengenai sasaran. Helikopter itu pun bergerak dengan asap yang keluar dari badannya. Beberapa saat kemudian, pesawat itu jatuh di daerah Karnaz yang dikontrol rezim Suriah.

Jenderal Andrei Kartapolov, pejabat tinggi militer Rusia mengatakan pada Sabtu malam (3/10) bahwa daerah-daerah yang ditargetkan oleh Angkatan Udara Rusia di Suriah telah diberitahukan terlebih dahulu ke Moskow, yaitu daerah-daerah yang hanya menjadi basis para "teroris" saja, melalui komando militer AS (arabic.cnn.com, 4/10/2015).

rusia attack mujahidin

Pernyataan pejabat militer Rusia tersebut mengungkap besarnya permusuhan yang tengah diemban oleh pemerintah Amerika terhadap kaum Muslim di Syam. Amerika tidak berbeda dari rezim Assad yang dengan telanjang memerangi kaum Muslim, para pejuang revolusi. Perang yang mereka lakukan itu dengan sengaja menargetkan warga sipil untuk mematahkan keinginan masyarakat di tanah Syam yang suci.

Bahkan mereka menggunakan metode perang proxy, yaitu menggunakan tangan Rusia dan membuat berbagai insiden sebagai dalih untuk memukul warga sipil yang tidak bersenjata, membunuh wanita, anak-anak dan para manula, serta melakukan lebih banyak tekanan terhadap para pejuang revolusi Syam sebagai upaya memaksa mereka agar tunduk pada solusi politik, dan agar mereka mau duduk di meja perundingan dengan rezim kriminal di Damaskus.

Amerika adalah musuh pertama Islam dan kaum Muslim di dunia. Amerika gudang kejahatan yang basah dengan darah kaum Muslim, baik darah itu mereka tumpahkan sendiri, oleh para anteknya atau oleh teman-temannya, dimana perang ini dimaksudkan untuk menundukkan umat Islam, dan untuk membuatnya berlutut di depan tuannya, Amerika.

Kaum Muslim di Syam, bersama dengan kaum Muslim di seluruh dunia telah menyatakan bahwa perbudakan bagi kaum kafir telah berakhir dan tidak akan pernah kembali. Mereka telah bertekad untuk menjadikan tanah Syam sebagai titik awal bagi negara Khilafah yang sesuai metode kenabian (‘ala minhājin nubuwah), dalam waktu dekat atas pertolongan Allah. Dan negara Khilafah inilah yang akan mengembalikan Amerika pada keterisolasiannya, seperti yang dialaminya sebelum Perang Dunia II, serta mengembalikan beruang Rusia pada hibernasi musim dinginnya di Siberia yang beku, dan mengembalikan umat Islam menjadi pemimpin dunia, dimana Khalifahnya akan menyebarkan keadilan ke seluruh penjuru dunia, sedang tentaranya akan meratakan dinding Washington dan dinding Moskow untuk menyebarkan Islam dan menyeru padanya, sehingga tidak ada satu rumah pun atau satu tempat pun di bumi ini melainkan Allah telah memasukkan Islam padanya dengan kemuliaan orang yang mulia, dan terhinanya orang yang hina, yakni Allah memuliakannya dengan Islam dan pemeluknya, sebaliknya Allah akan menghinakannya dengan kekufuran dan para penganutnya.

Ahmad al-Shurani / hizb-uttahrir.info, 7/10/2015.

Pada Rabu pagi kemarin (7/10/2015) aliansi Suriah, Iran, Rusia mengerahkan pasukannya yang dilengkapi dengan berbagai macam persenjataanya untuk kembali menguasai daerah-daerah pinggiran kota Hama dan sebagian besar provinsi Idlib yang telah berhasil dibebaskan oleh para mujahidin Suriah.

Setelah mendapat kekuatan tambahan dari pasukan Iran dan Rusia, pasukan rezim Suriah merasa lebih memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi koalisi mujahidin Suriah.

Dengan mendapat dukungan yang luar biasa dari Iran dan Rusia, pasukan rezim Suriah memulai serangan besar-besaran terhadap posisi mujahidin Suriah, terutama yang berada di pinggiran kota Hama dan Provinsi Idlib. Tepatnya di kota Lothominah dan Kufur Zeta dan jalan menuju ke kota Kufur Nabudzah.

Serangan dahsyat itu dimulai dengan persenjataan berat, baik dengan tembakan roket darat, tembakan meriam, mortar kemudian disusul dengan serangan pesawat tempur Rusia ke posisi yang diduga menjadi markas mujahidin suriah. Setelah itu pasukan darat rezim Suriah dan sekutunya maju kedepan dari arah kota Murik, kota perbatasan antara Provinsi Hama dan Idlib menuju desa Lathmi dan Shoyyad.

Menghadapi serangan besar-besaran, mujahidin Suriah dengan penuh kegigihan dan keberanian menghadapi serangan tersebut. Setelah melalui pertempura sengit, mujahidin Suriah berhasil mengalahkan pasukan aliansi rezim Suriah dan sekutunya, dan membunuh banyak pasukan penyerang serta menghancurkan banyak sekali tank tank Rusia.

Untuk sementara kerugian yang dialami oleh pasukan rezim Suriah dan sekutunya, sebagaimana dirilis kelompok mujahidin Ahrar Syam.



Serangan darat dan udara di utara Hama oleh tentara Rezim Suriah dibantu pesawat tempur Rusia 

Intervensi Militer Rusia Maupun Amerika Tidak Akan Bisa Mencegah Jatuhnya Tiran dari Syam dan Tegaknya Hukum Allah di Atas Bumi-Nya

intervensi_rusia_di_suriah

Dalam suasana kekalahan (yang akan terjadi) bagi sang pembunuh Bashar Assad, berkurangnya kemampuan pasukannya untuk melindungi rezimnya, datangnya ancaman militer ke wilayah-wilayah sektarian dan kegelisahan akut yang mereka alami, dan dalam suasana efektifnya intervensi Iran untuk menyelamatkannya, selain kegagalan Amerika untuk membentuk kekuatan inti para pejuang dari dalam negeri Suriah, dan ketakutan yang nyata dari rezim untuk tiba-tiba jatuh yang telah dinyatakan sendiri oleh Obama…

Dalam suasana ini, posisi Rusia yang mengancam baru-baru ini dilakukan untuk mengarahkan intervensi militer dengan memanfaatkan persenjataan canggih yang tidak dapat digunakan selain oleh para ahli Rusia. Hal ini juga terjadi di tengah suasana ketakutan media atas meluasnya intimidasi, suatu kejahatan yang digagas oleh Amerika yang mengumumkannya lewat audio, juga adanya gambar-gambar yang diikuti oleh pernyataan-pernyataan dan analisis tentang intervensi ini.
Semua ini merupakan langkah baik yang dilakukan oleh Amerika maupun Rusia yang putus asa untuk menindas kaum Muslim sehingga mereka terus melanjutkan rencananya sesuai dengan solusi Amerika yang berdasarkan pada pelaksanaan apa yang telah diputuskan di Jenewa. Pada awalnya ini merupakan tahap transisi yang sekarang sedang dibicarakan secara luas karena Amerika menerima Bashar sebagai bagian dari penyelesaian konflik.

Penipuan gambar-gambar bergaya Hollywood ini tidak mewakili apapun selain kegagalan demi kegagalan Amerika melalui agen kriminalnya ketika menangani suatu keadaan sesuai dengan kepentingannya, seperti apakah saat Rusia terputus untuk memasok Rezim Suriah dengan berbagai jenis senjata untuk membunuh umat Islam? Memang benar-benar hanya ada satu hal baru yang telah terjadi dan hal itu adalah bahwa Assad tidak lagi memiliki cukup pasukan untuk tetap menopangnya agar tetap berkuasa.

Ini adalah apa yang dia nyatakan dalam pidatonya baru-baru ini dan artinya adalah bahwa dia di ambang kekalahan dan sehingga Amerika juga di ambang kekalahan. Dalam konteks ini, langkah (terbaru) telah dilakukan dan yang sebenarnya terjadi adalah bertujuan untuk mengkompensasi Assad dan menyelamatkannya.

Namun, Amerika yang bersikap munafik dan kurang ajar terutama berkaitan dengan Suriah ingin membalikkan fakta sehingga untuk alasan itulah kita telah mengatakan bahwa langkah ini tidak lebih dari sebuah penipuan gaya Hollywood. Hal ini terjadi karena Assad telah gagal meskipun telah mendapatkan semua dukungan Amerika dan terutama dukungan dari Iran yang telah sia-sia dan masih demikian walaupun terdapat sumber daya yang cukup yang mungkin ada. Ini dilakukan sementara negara itu telah memasok dengan uang, para ahli, agen-agen intelijen dan para perwira dari tentara pengawal revolusi. Mereka juga telah menyediakan tentara bayaran dan milisi sektarian yang diambil dari Lebanon, Irak, Yaman dan Afghanistan. Dalam konteks ini langkah ini telah dilakukan dalam sebuah rencana darurat untuk menyelamatkannya (Bashar) dan karena itu mencerminkan situasi kegagalan Amerika.

Jika kebijakan Amerika digambarkan sebagaimana Bush yang digambarkan melakukan tindakan kriminal terhadap kaum Muslim, maka kebijakan ini Obama, selain digambarkan sebagai tindakan kriminal, memiliki ciri dengan melakukan persekongkolan, penipuan dan bermain sandiwara yang juga menyertakan Rusia sendiri (baik sebagai korban maupun alat ).

Hal ini dilakukan karena Rusia bertindak sesuai dengan rencana Amerika sementara Amerika tidak memiliki jalan lain yang bisa dilakukannya sendiri. Sikap dan posisi yang telah dilakukannya adalah persis apa yang diinginkan Amerika, yakni perubahan dan bergerak merubah arah kompas dari konflik menuju perang melawan Islam dengan dalih memerangi terorisme sementara solusinya tetap berada pada keputusan Jenewa.

Amerika memberi restu untuk intervensi Rusia sebagaimana dikatakan: “Amerika Serikat menyambut setiap kontribusi Rusia untuk menghadapi organisasi ISIS”.  Sementara para diplomat Eropa memperjelas pernyataan kepada kantor berita (Italia) AKI bahwa, “Tindakan Rusia ini dilakukan sebagai hasil dari otorisasi Amerika”.

Wahai kaum muslim yang tulus dan sabar di As-Syam Suriah: Kita semua merasakan bahwa Allah adalah beserta kita dan bahwa Dia adalah Pelindung kita. Jadi Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mampu telah membuat Amerika merencanakan kembali untuk mengepung rakyatnya sementara tindakan kriminalitas yang mengerikan dilakukan terhadap negara adalah juga menimpa mereka sebagaimana hal ini menimpa kita. Namun, para korban di pihak kita berada dalam Jannah Insya Allah sementara korban di pihak mereka berada dalam api nereka. Allah (Swt) berfirman:

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِن تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّـهِ مَا لَا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [An-Nisaa ‘ : 104].

Revolusi ini telah memberikan nilai yang paling berharga yang dimilikinya yang tidak akan menghasilkan kecuali pahala dengan menikmati kesenangan dari Allah (Swt) sehingga Dia memberikan pahala itu dengan berdirinya Khilafah yang mendapat petunjuk dari Rasulullah (Saw) yang memberi kabar gembira akan datangnya khilafah yang berjalan pada metode kenabian itu.
Memang itu adalah kehormatan besar bahwa khilafah didirikan di As-Syam  dan tidak di tempat lain karena As-Syam adalah pusat negaranya. Pidato yang paling benar ​​dan terpercaya saat berbicara mengenai akhir zaman dikatakan bahwa setelah zaman penguasa yang menindas dimana kita sekarang hidup di bawahnya:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَة»
“Kemudian akan ada Khilafah yang berjalan pada metode kenabian” yakni yang mendapat petunjuk.
Dan beliau (Nabi Saw) bersabda:

« عُقْرَ دَارِ الإسْلامِ فِي الشَّام »
“Pusat negeri Islam adalah di Syam”.


6 Dzulhijjah 1436 H; 20/9/2015
Sumber : http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/english.php/contents_en/entry_51586

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget