Halloween Costume ideas 2015
July 2015

Markaz Du’atul Jihad baru saja merilis video pernyataan dari amir mereka Syaikh Dr. Abdullah Al-Muhaisini Hafidhahullahu. Dalam video tersebut Syaikh Al-Muhaisini berbicara langsung dari dalam terminal pembangkit listrik “Zayzoun” Idlib. Terminal pembangkit listrik ini merupakan terminal pembangkit listrik terbesar di seluruh Suriah, yang mana para mujahidin yang tergabung dalam Jaisyul Fath berhasil membebaskan area ini dari tentara rezim pada selasa kemarin.



Dalam video ini Syaikh Al-Muhaisini menyindir Bashar Al-Asad atas kemenangan-kemenangan beruntun yang diraih Jaisyul Fath di Idlib. Kemudian ia menambahkan: “Kami serukan kepada Bashar, sesungguhnya kau ini adalah pembawa sial bagi tentaramu! Sungguh tentaramu telah terperangkap, mati tercabik-cabik di lereng-lereng gunung dan bukit-bukit bumi Syam setelah kemunculanmu itu!”

Kemudian beliau menambahkan: “Dari terminal pembangkit listrik yang dahulu dijaga sangat ketat ini, kini terpancarkan kabar gembira bagi kaum ibu para syuhada’, janda-janda mereka, serta kepada para pengungsi. Hari ini Allah menjadikan bumi Syam kembali ke pangkuan penduduknya yang didhalimi, para penduduk yang telah bersabar dan meneguhkan pendirian mereka.”

Syaikh Al-Muhaisini juga menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda Suriah yang bermigrasi ke Turki dan Eropa: “Wahai para pemuda yang aku cintai, kembalilah ke negeri kalian, belalah ia dengan serpihan daging dan darah kalian, demi Allah disitulah harga diri dan kebanggan kalian!”

Beliau melanjutkan: “Untuk saudara-saudara kami yang bermigrasi ke Swedia dan negara lainnya, kami katakan kepada anda, lihatlah saudara-saudara anda telah datang dari ujung dunia ke negeri anda ini untuk membela orang tua anda. Janganlah kalian pesimis dan frustasi, kembalilah ke negara anda!”

Lalu Syaikh Al-Muhaisini memberikan pesan khusus kepada Amir Hizbullat ‘Hasan Nasrullah’: “Kami katakan kepada engkau wahai Hasan ‘Nasrus Syaithan’, terimakasih untukmu. Sungguh semangat mujahidin telah berkobar dan bangkit karena kedunguanmu!”

Beliau menutup pesannya kepada Hasan Nasrullah dengan: “Yang akan menimpamu setelah ini adalah lebih dahsyat dan lebih pahit lagi! Buktinya adalah apa yang akan kau lihat, bukan apa yang kau dengar. Inilah pesan dari Jaisyul Fath untukmu!”

Di akhir video, setelah Syaikh Al-Muhaisini keluar dari dalam teminal pembangkit listrik, beliau berhenti di samping mayat-mayat yang hangus dari unsur pasukan Assad yang tewas di tangan mujahidin. Beliau mengatakan bahwa “Mayat-mayat ini adalah hadiah dan karunia Allah untuk para ibu syuhada’dan mereka yang terluka. Dan hendaknya para ibu mengingat bahwa putra-putra Islam telah bangkit berjuang untuk membela mereka yang terusir dan mengungsi.”

Jaisyul Fath mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa hari terakhir di Idlib. Mereka telah berhasil membebaskan lebih dari 15 desa hanya dalam hitungan hari di wilayah Idlib Barat.

Koalisi mujahidin Jaisy Fath sampai saat ini berhasil membebaskan seluruh wilayah pedesaan Idlib barat dari rezim Suriah. Pertempuran kini masih berlanjut untuk membebaskan daerah sekitar kota Jurid di daerah Sahlu Al-Ghab, pedesaan Hama.

Dalam pernyataannya yang dilansir Al-Jazeera, Rabu (29/07), Jaisy Fath mengatakan pejuangnya membebaskan sebanyak 23 desa dan pos militer rezim di pedesaan Idlib dan Sahlu Al-Ghab. Kedua daerah itu terletak di perbatasan antara Idlib, Latakia dan Hama.

peta-idlib-sahl-ghab

Penanganggung jawab hubunga luar faksi Faliq Al-Sham yang tergabung dalam Jaisy Fath, Ahmad Al-Ahmad, menjelaskan mujahidin merebut desa Tel Khitab, Tel Aur, Tel Himi, Farikah, Musyairifah, Tel Himah, Sillatu Zuhur, Kafir, Mahaththah Zairun di utara Sahlu Al-Ghab.

Dia menambahkan, mujahidin juga mendapat banyak ghanimah mulai dari amunisi hingga persenjataan. Faksi-faksi lain yang bertempur di front berbeda di wilayah itu juga meraih kemajuan yang sama.

ghanimah-mujahidin-idlib

Ahmad menunjukkan, kemajuan signifikan yang diraih mujahidin di Sahlu Al-Ghab membuka jalan menuju wilayah pesisir yang menjadi basis utama pendukung rezim Suriah.

Faksi-faksi mujahidin Suriah berhasil memperluas wilayah di Idlib hingga ke perbatasan provinsi Latakia di sisi barat serta Hama di sisi selatan. Kemajuan dari tiga front itu diraih setelah mujahidin menggulirkan operasi serentak sejak Senin lalu.

Saat ini, seluruh wilayah di provinsi Idlib hampir sepenuhnya dikuasai mujahidin. Rezim hanya menduduki bandara militer Abu Dhuhur, kota Fu’ah dan Kefriya. Kota-kota itu kini di bawah gempuran mujahidin.

Damaskus – Presiden Suriah Bashar Assad mengakui pasukannya terdesak dan terpaksa menyerah di beberapa wilayah, empat tahun setelah meletus konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Assad dalam sebuah pidato yang ditayangkan televisi pada Ahad (26/07), dihadapan para pejabat Suriah di Damaskus.


“Kadang-kadang, dalam beberapa kondisi, kita terpaksa menyerahkan sejumlah wilayah untuk memindahkan pasukan ke daerah-daerah yang ingin kita kuasai,” kata Assad sebagaimana dikutip BBC.

“Kita harus menetapkan wilayah-wilayah penting yang dikuasai pasukan bersenjata, sehingga tidak terjadi jatuhnya wilayah yang tersisa,” imbuhnya.

Pada bulan April lalu pejuang Jabhah Nusrah berhasil menguasai Jisr Shughur, benteng terakhir militer rezim di provinsi Idlib. Sejak awal konflik, wilayah itu dikuasai oleh pasukan rezim Suriah, kemudian jatuh ke tangan mujahidin pada bulan Maret.

Pasukan rezim juga kehilangan kendali di kota Palmyra pada bulan Mei, yang berhasil direbut oleh pejuang Daulah Islamiyah (ISIS). Kota kuno bersejarah itu terletak diantara propinsi Deir Zour, Homs dan ibukota Suriah, Damaskus.

Meskipun pasukannya terus terdesak dan telah kehilangan banyak wilayah, Assad menyatakan kepada para pendukungnya bahwa kata kekalahan tidak ada dalam kamus tentara Suriah. “Kita akan bertahan dan kita akan menang,” ujarnya.Damaskus – Presiden Suriah Bashar Assad mengakui pasukannya terdesak dan terpaksa menyerah di beberapa wilayah, empat tahun setelah meletus konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Assad dalam sebuah pidato yang ditayangkan televisi pada Ahad (26/07), dihadapan para pejabat Suriah di Damaskus.

“Kadang-kadang, dalam beberapa kondisi, kita terpaksa menyerahkan sejumlah wilayah untuk memindahkan pasukan ke daerah-daerah yang ingin kita kuasai,” kata Assad sebagaimana dikutip BBC.

“Kita harus menetapkan wilayah-wilayah penting yang dikuasai pasukan bersenjata, sehingga tidak terjadi jatuhnya wilayah yang tersisa,” imbuhnya.

Pada bulan April lalu pejuang Jabhah Nusrah berhasil menguasai Jisr Shughur, benteng terakhir militer rezim di provinsi Idlib. Sejak awal konflik, wilayah itu dikuasai oleh pasukan rezim Suriah, kemudian jatuh ke tangan mujahidin pada bulan Maret.

Meskipun pasukannya terus terdesak dan telah kehilangan banyak wilayah, Assad menyatakan kepada para pendukungnya bahwa kata kekalahan tidak ada dalam kamus tentara Suriah. “Kita akan bertahan dan kita akan menang,” ujarnya.

Dari Suriah dikabarkan bahwa pesawat-pesawat koalisi Amerika kembali membombardir markas Jabhah Nushrah pada Jumat 24/07. Serangan yang memargetkan markas Jabhah Nusrah di daerah Baraghedeh, Aleppo utara, yang hanya berjarak beberapa kilo meter dari garis perbatasan wilayah yang diduduki oleh Jamaah Daulah / ISIS.


Dalam pemboman pesawat Amerika ke markas Jabhah Nushrah tersebut, sejumlah bangunan penting hancur berantakan, sejumlah mujahidin Jabhah Nusrah diperkirakan syahid dalam serangan tersebut. (ww/dz)

Juara dunia dua kali di kickboxing Thailand, Valdet Gashi, yang telah meninggalkan keluarganya di Jerman untuk bergabung dengan Jama’ah Daulah Baghdadiyah, akhirnya tewas dibunuh oleh pasukan Daulah sendiri karena ia mulai menyadari kesesatan dan kebejatan Daulah dan mencoba untuk melarikan diri dari Suriah.

isis-eksekusi-valdet-geshi

Laporan kematian Gashi telah muncul beberapa minggu yang lalu, setelah keluarganya mengatakan pada saluran TV Swiss bahwa ia telah meninggal di Suriah, meskipun sampai saat itu, keluarganya menyatakan belum menerima informasi alasan kematiannya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok pemantau yang menyoroti sepak terjang ISIS di Suriah, mengatakan bahwa Valdet Gashi ditangkap ketika mencoba melarikan diri dari Aleppo Suriah untuk bergabung dengan ‘kelompok perlawanan lainnya’.

Kelompok monitoring tersebut juga mengatakan, berdasarkan informasi dari “sumber terpercaya”, Juara Thaiboxing tersebut sebelumnya telah dipenjara di kota Manbej di Suriah setelah itu kemudian ia dieksekusi oleh Jama’ah Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Meskipun masih saja ada pihak yang meragukan kematiannya adalah tanggung jawab ISIS. Namun, SOHR juga mengatakan bahwa mereka menerima berita dari sumber lain yang mempertegas kenyataan bahwa Gashi telah berusaha untuk melarikan diri dari wilayah Daulah Baghdadiyah.

Gashi, pria berusia 29-tahun keturunan Albania, sebelumnya dilaporkan meninggalkan Jerman untuk melakukan perjalanan ke Suriah pada bulan Januari tahun ini, meninggalkan keluarganya, termasuk kedua anak perempuannya.

Setelah bergabung dengan Daulah Baghdadiyah/ISIS, Gashi seringkali mengupload gambar-gambar dirinya berlatar bendera Daulah Baghdadiyah, berita bergabungnya ia ke Daulah Baghdadiyah pun seringkali mendapat porsi di situs-situs para pendukung Daulah Baghdadiyah/ISIS.

“Jika aku mati saat melakukan yang baik, saya tentu akan senang,” kata Gashi sang mantan atlit Mixed Martial Arts (MMA) tersebut dalam sebuah wawancara sebelumnya, ketika membenarkan keputusannya bergabung dengan Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Namun, SOHR kini melaporkan bahwa Gashi sempat mengirimkan sebuah pesan bahwa ia sangat merasa terkejut dan kecewa dengan kenyataan sikap, perilaku dan kebijakan-kebijakan mengerikan yang dipertontonkan oleh ISIS setelah sebelumnya ia telah berusaha untuk tetap bertahan di jajaran Jama’ah Daulah Baghdadiyah/ISIS.
(ww/ibtimes/muqawamah.net)Juara dunia dua kali di kickboxing Thailand, Valdet Gashi, yang telah meninggalkan keluarganya di Jerman untuk bergabung dengan Jama’ah Daulah Baghdadiyah, akhirnya tewas dibunuh oleh pasukan Daulah sendiri karena ia mulai menyadari kesesatan dan kebejatan Daulah dan mencoba untuk melarikan diri dari Suriah.

Laporan kematian Gashi telah muncul beberapa minggu yang lalu, setelah keluarganya mengatakan pada saluran TV Swiss bahwa ia telah meninggal di Suriah, meskipun sampai saat itu, keluarganya menyatakan belum menerima informasi alasan kematiannya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok pemantau yang menyoroti sepak terjang ISIS di Suriah, mengatakan bahwa Valdet Gashi ditangkap ketika mencoba melarikan diri dari Aleppo Suriah untuk bergabung dengan ‘kelompok perlawanan lainnya’.

Kelompok monitoring tersebut juga mengatakan, berdasarkan informasi dari “sumber terpercaya”, Juara Thaiboxing tersebut sebelumnya telah dipenjara di kota Manbej di Suriah setelah itu kemudian ia dieksekusi oleh Jama’ah Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Meskipun masih saja ada pihak yang meragukan kematiannya adalah tanggung jawab ISIS. Namun, SOHR juga mengatakan bahwa mereka menerima berita dari sumber lain yang mempertegas kenyataan bahwa Gashi telah berusaha untuk melarikan diri dari wilayah Daulah Baghdadiyah.

Gashi, pria berusia 29-tahun keturunan Albania, sebelumnya dilaporkan meninggalkan Jerman untuk melakukan perjalanan ke Suriah pada bulan Januari tahun ini, meninggalkan keluarganya, termasuk kedua anak perempuannya.

Setelah bergabung dengan Daulah Baghdadiyah/ISIS, Gashi seringkali mengupload gambar-gambar dirinya berlatar bendera Daulah Baghdadiyah, berita bergabungnya ia ke Daulah Baghdadiyah pun seringkali mendapat porsi di situs-situs para pendukung Daulah Baghdadiyah/ISIS.

“Jika aku mati saat melakukan yang baik, saya tentu akan senang,” kata Gashi sang mantan atlit Mixed Martial Arts (MMA) tersebut dalam sebuah wawancara sebelumnya, ketika membenarkan keputusannya bergabung dengan Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Namun, SOHR kini melaporkan bahwa Gashi sempat mengirimkan sebuah pesan bahwa ia sangat merasa terkejut dan kecewa dengan kenyataan sikap, perilaku dan kebijakan-kebijakan mengerikan yang dipertontonkan oleh ISIS setelah sebelumnya ia telah berusaha untuk tetap bertahan di jajaran Jama’ah Daulah Baghdadiyah/ISIS.

Siapa bilang Zabadani telah jatuh ke tangan Rezim dan pasukan Hizbullah? Mereka tidak mampu menembus pertahanan mujahidin; mereka hanya berjuang di sekitarnya! 

Pertempuran di kota Zabadani, dimana wlayah ini menghubungkan Beirut ke Damaskus hanya 12 kilometer jauhnya dari perbatasan Masnaa. Terhitung sejak 4 Juli 2015. Pasukan Hizbullah dan pasukan Angkatan Darat Suriah melancarkan serangan terhadap sekitar 1.500 sampai 2.000 mujahidin yang berafiliasi dengan Jabhah Nusra dan unit Ahrar al-Sham serta bberapa kelompok mujahidin dari penduduk setempat.

zabadani-maps-syria

Mereka menggunakan semua kekuatan untuk menerobos. Hizbullah dilaporkan menggunakan pesawat drone, tank, mortir, roket, dan peluncur granat. Sementara rezim Suriah telah menggunakan rudal, puluhan bom barel dengan serangan udara yang intensif. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menghitung sebanyak 520 bom barel telah dijatuhkan ke wilayah ini sejak 4 juli lalu.

Al-Amine, reporter dari now.mmedia meyakini bahwa hanya kekalahan yang akan dialami. "Hizbullah kehilangan lebih banyak pasukan di lapangan dan ada banyak tekanan secara internal pada tubuh parti," 

Pertempuran ini belum berakhir. Tentara Suriah dan Hizbullah bertekad untuk mengambil alih Zabadani untuk kepentingan strategis. Tapi kekuatan mujahidin tidak akan menyerahkan kota dengan mudah. Bahwa setelah Idul Fitri kita akan menyaksikan pertempuran lebih keras.

Di tanah jihad Suriah tentu berbeda dengan beberapa tempat lainnya, suasana Idul Fitri disana adalah perkara yang tidak biasa dirasakan kaum muslim pada umumnya.

Jabal Jawi, propinsi Idlib pada malam hari sebelum hari Idul Fitri, rezim Suriah menjatuhkan bom birmil dengan sasaran masjid, Namun akhirnya meleset dan hanya mengakibatkan 6 orang gugur syahid serta sejumlah orang terluka.

Reruntuhan bangunan akibat pengeboman malam sebelum idul fitri

Shalat Idul Fitri di Jabal Jawi, Idlib

Sementara itu mujahidin Jabhah Nusra melalui akun twitter-nya mendokumentasikan juga sejumlah aktivitasnya menyambut idul fitri 1436 H.


Suasana Shalat Ied di salah satu Masjid perbukitan wilayah Lattakia

Sehari sebelum Idul Fitri, Jabhah Nusra di wilayah Hama sebarkan leaflet terkait aturan zakat fitrah dalam islam



Serangan Ofensif mulai dilancarkan mujahidin yang tergabung dalam koalisi Jaish al Fath pada siang hari ini, kamis 16/07/2015. Target serangan adalah pedesaan Kafraya dan Fuah yang menjadi markas komando Hizbullah di wilayah Idlib.

idlib_control_mujahidin

Selain untuk memperluas kontrol atas wilayah Idlib, serangan ini juga adalah respon atas pengepungan rezim atas wilayah Zabadani, Qalamoun.

(dailystar/kabarsuriah)

Pasukan rezim melakukan serangan intensif ke area yang dikuasai mujahidin. Tercatat wilayah Tariq al-Sadd dan Mokhayam Dar'aa diserang dengan bom barel yang dijatuhkan dari helikopter dan pesawat tempur rezim, akibatnya beberapa orang ditemukan tewas dan terluka.

Sementara disatu sisi mujahidin melakukan serangan balik dengan meluncurkan beberapa roket ke area yang dikuasai rezim.


Tembakan roket mujahidin tepat mengenai sasaran, sebuah bangunan ditempatkannya para sniper  rezim.


Di hari berikutnya mujahidin melanjutkan serangan peluncuran roket ke sasaran yang sama.



Serangan balasan mujahidin ke area bandara tempat helikopter dan pesawat tempur rezim berasal.

Komandan ISIS beserta 6 anggota lainnya wilayah Bir AlQaasab, Qalamoun memutuskan bergabung dengan Jaish al Islam dan meninggalkan kelompoknya. Mereka tergabung dalam group Shadi Diyaab dibawah ISIS.


Mereka mengatakan bahwa keputusannya meninggalkan ISIS setelah menyaksikan banyak penyimpangan dari syariat Islam. Dia menambahkan bahwa puluhan anggota lain menunggu kesempatan yang tepat untuk melarikan diri setelah mengetahui kebenaran dan metode yang jelas dari Mujahidin Jaish al Islam.

Perlu disebutkan bahwa "Shadi Diyaab" adalah seorang komandan yang dianggap penting dan memiliki hubungan yang kuat dengan "Dewan Khilafah" ISIS. Hal ini menjelaskan mengapa pembelotannya merupakan pukulan telak untuk ISIS. Sekarang dia mendapat ancaman untuk ditangkap hidup atau mati dimana ISIS menawarkan 25.000 Dolar sebagai hadiahnya.

(js/kabarsuriah)

(13/07/2015) - Operasi mujahidin  Jaishulislam di Ghoutah Timur, melakukan serangan terhadap bangunan yang dijadikan kamp militer Wafidin oleh Tentara Assad.



Posisi meriam 23 mm ini sedang menghadang mujahidin dan melakukan tembakan beberapa kali. Namun dengan pertolongan Allah semata, tembakan mujahidin berhasil jatuh tepat pada bagian sekitar tempat meriam 23 mm itu ditempatkan.

Seorang tokoh Ahrar Syam tewas akibat serangan bom bunuh diri di markas lokal di provinsi Idlib, ujar sumber Ahrar Syam dan kelompok pemantau pada Senin (13/7/2015) seperti dilaporkan Zaman Alwasl.

sheikh_abdurrahman_ahrar_syam

Mereka mengatakan Syaikh Abu Abdul Rahman Al-Salqeeni gugur bersama enam orang lainnya termasuk dua penyerang di sebuah desa dekat kota Salqeen yang berlokasi di dekat perbatasan Turki. Syeikh Abu Abdul Rahman merupakan salah seorang pemimpin senior Ahrar Syam.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan beberapa korban yang terluka berada dalam kondisi kritis.

Belum jelas siapa yang berada di balik serangan, namun salah seorang sumber Ahrar Syam memperkirakan pejuang ISIS yang melakukannya, lansir Zaman Alwasl.

Ahrar Syam merupakan bagian dari koalisi Mujahidin yang menamai diri mereka Jaisyul Fath yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami kemajuan di provinsi Idlib.

Kantor berita Iran, Rayhab News, Senin (13/07), menurunkan laporan kematian komandan senior Garda Revolusi Iran dalam pertempuran di kota Zabadani, pedesaan Damaskus. Kota yang sangat penting bagi rezim Suriah dan Syiah Hizbullah itu menyaksikan pertempuran sengit dalam sepakan terakhir.

Komandan Iran yang tewas itu bernama Mayor Jenderal Abdul Karim Goabash. Dia termasuk dalam jajaran komandan senior Iran yang terlibat dalam pertempuran di Suriah di barisan Bashar Assad. Dia juga termasuk komandan yang memimpin pertempuran antara Iran dan Iraq pada era 80-an.

abdul_karim_jenderal_iran

Rayhab News menyebut komandannya itu bertempur di Suriah untuk melindungi tempat-tempat suci Syiah setelah oposisi meraih kemajuan. Alasan serupa selalu menjadi dalih milisi Syiah bertempur melindungi rezim Bashar Assad.

Media-media Iran lainnya tidak mempublikasikan rincian tewasnya Mayor Jenderal Abdul Karim Goabash di Suriah. Mereka hanya sekedar mengumumkan komandan senior itu tewas di Suriah, setelah kesulitan menutupi berita kematian itu.

Sementara itu, portal arabi21.com mencoba menggali lebih dalam sosok komandan senior tersebut. Menurut sumber terpercaya yang ditemui, Abdul Karim Goabash dikenal dekat dengan komandan satuan khusus operasi luar negeri Iran Faliq Al-Quds, Jenderal Qasim Sulaimani.

Sumber itu menambahkan, Goabash berada di Suriah bersama sejumlah komandan senior Iran untuk memimpin dan mengendalikan pertempuran melawan pejuang Suriah. Salah satu rekannya tewas di Suriah adalah Brigadir Jabbar Drisawi. Dia tewas pada bulan Oktober 2014 di Aleppo. Kedua komandan Iran itu sempat menggelar operasi gabungan di Suriah.

Militer rezim yang didukung milisi Syiah Hizbullah sejak pekan lalu menggelar operasi militer merebut kota Zabadani di pedesaan Damaskus. Akan tetapi, mujahidin yang mengontrol kota tersebut memberikan perlawanan sengit sehingga operasi itu belum masih berlangsung.

Militer Rezim dan milisi Syiah Hizbullah belum berhenti menggempur kota Zabadani di pedesaan Damaskus. Di hari ke delapan, puluhan birmil, roket dan misil dijatuhkan ke kota strategis yang tengah diincar itu.

zabadani


Dilansir dari Al-Jazeera, Sabtu (11/07), aktivis melaporkan helikopter rezim menjatuhkan sedikitnya 20 bom bimril ke kota tersebut. Ini sebagai bagian upaya rezim merebut kota itu.

Jaringan berita Syam menambahkan, jet tempur juga melancarkan serangan udara. Sedikitnya 16 serangan udara mendarat di kota Zabadani sepanjang Sabtu kemarin.

Tidak hanya itu, jaringan yang berafiliasi pada oposisi tersebut menunjukkan militer rezim juga menembakkan 20 rudal permukaan. Sementara tembakan mortir dan roket tank tak terhitung lagi.

Aktivis juga menunjukkan sengitnya gempuran yang dialami kota yang dikendalikan mujahidin itu. Serangan itu seakan tidak ada jeda.

Di sisi lain, mujahidin dilaporkan berhasil menghadang gerakan militer dan Syiah Hizbullah di front Al-Jabal Al-Syarqi di kota Zabadani. Serangan pertahanan itu mengakibatkan kerugian pasukan dan persenjataan di barisan rezim dan Syiah Hizbullah.

Militer yang didukung milisi Syiah Hizbullah sudah sepekan lebih menggulirkan operasi militer merebut kota Zabadani. Kekuatan udara dan darat dikerahkan untuk merebut kota strategis itu.

Namun, perlawanan sengit yang diupayakan mujahidin sejauh ini masih belum mampu dilumpuhkan. Pertempuran sengit masih berlangsung.

Selain bagi rezim, Zabadani juga sangat penting bagi milisi Syiah Hizbullah Lebanon. Pasalnya, jalan internasional yang menghubungkan Beirut dan Damaskus melintas di kota itu.

ahrar_syam_to_zabadani
Pesan dukungan dari mujahidin Ahrar Syam di utara Suriah untuk mujahidin wilayah Zabadani yang terkepung oleh serangan Rezim dan syiah Hizbullah 

Situs Zaman Alwasl melaporkan bahwa mereka telah memperoleh daftar eksklusif pejabat rezim Nushairiyah yang membelot dari pasukan rezim pada awal tahun ini. Mengejutkan, puluhan anggota yang membelot berasal dari daerah yang loyalitasnya penuh terhadap rezim pimpinan Bashar Al-Assad.

Dari daftar yang didapatkan oleh Zaman Alwasl, banyak anggota yang membelot berasal dari kelompok elit seperti Garda Republik dan Brigade Pertahanan atau pasukan khusus, yang dengan hati-hati dipilih, bersenjata lengkap dan sangat terlatih, komandan mereka sangat dipercaya dan dekat dengan Bashar Al-Assad.

Daftar berisi 1.017 nama, membelot dari batalyon dan brigade militer yang berbeda, puluhan dari mereka berasal dari sekte Alawiyah.

Selain itu, banyak dari nama-nama pembelot berasal dari keluarga Alawiyah terkemuka dan terkenal seperti Khadour, Slitin, Reedi, Salhab, Wasouf, Jdid, Saqer, Hmesheh dan Rahija.

Daftar nama menunjukkan bahwa 422 anggota membelot pada bulan Januari 2015, dalam setiap harinya rata-rata 13 orang melakukan pembelotan, jumlah tertinggi pada 4 Januari di mana 33 anggota membelot.

Rincian jumlah pembelotan Unit Elite dan Garda Republik pada bulan Januari 2015:
Pasukan 101 dan pasukan 102 dari Garda Republik, 33 anggota dan 16 anggota masing-masing.62 anggota membelot dari pasukan 104, dan 40 anggota pasukan 105, pasukan terkuat dari Garda Republik, dan komandannya, Monaf SVLK, teman dekat dari al-Assad membelot pada 2012.

Pasukan 106 memiliki 42 anggota yang dilaporkan sebagai pembelot. Pasukan 124 dari Garda Republik memiliki 20 anggota yang membelot, sedangkan 20 anggota pasukan yang tersisa dari pasukan khusus.

Pembelotan di kalangan garda republik dan intelijen militer yang bertanggung jawab untuk mengamati prajurit dan perwira dan mencegah setiap upaya pembelotan, memberikan gambaran tentang kelemahan dan celah di dalam rezim Assad.

Barang siapa yg melakukan ribath (berjaga di perbatasan musuh) di jalan Allah satu malam lebih baik maka ia seperti mengerjakan puasa & shalat seribu malam. [HR. ibnumajah No.2756].

Mujahidin Jabhah Nushrah menragetkan tentara rezim dengan Meriam B9 cannon di Jabl AlAkrad

Keseharian mujahidin di tanah ribat Latakia ; memantau pergerakan musuh, membaca alquran, dan berbuka puasa 

Dan berikut ini dokumentasi video yang diambil dari dapur mujahidin, membagikan makanan ke kamp militer, titik ribat, dan kantor institusi syariah

Kamp pengungsi Yarmuk merupakan salah satu kamp pengungsi Palestina terbesar di Suriah. Kamp pengungsi tersebut merupakan tempat pelarian warga Palestina korban Tragedi Nakhbah, yakni peristiwa pengusiran paksa ratusan ribu warga Palestina oleh penjajah Israel. Dalam beberapa waktu terakhir ini berbagai kekuatan bersenjata di Suriah mengklaim kontrol atas kamp Yarmuk, termasuk klaim dari ISIS yang mengatakan telah menguasai kamp pengungsian itu secara total.

Pada kenyataannya, kamp Yarmuk masih diperebutkan oleh sejumlah faksi, Jabhah Nushrah tampak sukses menguasai hati umat di kamp Yarmouk sembari terus mempertahankan wilayah yang diamanahkan kepada mereka, sekaligus membebaskannya dari kezhaliman rezim Assad.


Peta diatas menunjukan kesuksesan mujahidin Jabhah Nushrah menguasai beberapa bangunan setelah melakukan penyusupan dan membunuh tentara Assad di wilayah yang dikuasainya pada beberapa hari kemarin.

 Pasukan khusus Jabhah Nushrah menyusup ke markas Tentara Rezim

Mujahidin Jabhah Nushrah Tembaki Markas Rezim

Mujahidin menjebol dinding untuk membuat cover serangan

Simbol rezim yang ditemukan dari puluhan tentara yang tewas

Tausiyah Setelah pembebesan di Kamp Yarmuk


Pertempuran di wilayah Zabadani, pedesaan Damaskus, masih berlangsung sengit hingga memasuki hari ketujuh. Mujahidin Suriah mencoba memberi perlawanan, meski digempur dari udara dan diserbu dari darat.


Dilaporkan Al-Jazeera, Jumat (10/07), saling menyerang terus berlangsung antara pejuang dan militer Suriah yang didukung Syiah Hizbullah Lebanon. Baku tembak sengit terdengar dari kota strategis itu. Roket dan mortir berterbangan di udara.

Tepat memasuki hari ketujuh (Jumat), mujahidin melancarkan serangan balasan menargetkan sejumlah bangunan di sekitar daerah Qal’ah Zahra. Serangan ini bertujuan merebut kembali bangunan-bangunan yang direbut musuh sepekan lalu.

Wartawan Al-Jazeera di pedesaan Damaskus melaporkan, pertempuran itu berlangsung sangat sengit. Dua anggota pasukan elit musuh tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.

Di waktu yang sama, jet tempur rezim menggempur daerah Al-Amuriyah masih di Qal’ah Az-Zahra. Akibatnya, mayoritas bangunan di pusat kota hancur.

Daerah itu hampir setiap hari mengalami serangan udara, di tengah pertempuran sengit antara mujahidin dan rezim.

Di sisi lain, militer dan milisi Syiah Hizbulllah kembali berupaya bergerak dari sejumlah front di pinggiran Qal’ah Az-Zahra. Namun, mujahidin berhasil menghadang serangan itu.

Pada bagiannya, jaringan berita Syam melaporkan bahwa pertempuran sangat sengit masih berlangsung dan belum berhenti di sisi barat kota Zabadani. Begitu juga, senjata udara rezim dan meriam masih menghujani lingkungan penduduk.

Pertempuran di Zabadani meletus sejak sepekan lalu. Militer yang didukung Syiah Hizbullah berupaya merebut kota Zabadani. Kota itu sangat penting bagi kedua komplotan tersebut karena dilintasi jalan utama yang menghubungkan Damaskus dan Lebanon, yang sering mereka gunakan.

Pada Kamis (9/7/2015), Syaikh Mohammad Bin Abdullah Zahran Allaush, komandan Jaisyul Islam menyampaikan sejumlah pesan penting selama pertemuan dengan Dewan Komando setelah kembali ke Ghautah Timur pada sebuah video yang dirilis melalui media resminya, jaishalislam.com. Ia berbicara tentang kemenangan yang dicapai Mujahidin merupakan nikmat Allah subhanahu wata’ala.

Padahal, saat itu terdapat beragam kesulitan seperti, kurangnya sumber daya dan perang sengit di semua media -baik tingkat internal dan eksternal yang diluncurkan- oleh rezim, munafik dan negara kriminal.



Berikut 10 pesan utama dari Komandan Zaharan Allaush yang disarikan dari video yang berdurasi 1 jam 29 menit tersebut pada Youtube.
  • Umur Rezim ini tinggal hitungan hari, biidznillah. Posisi kita semakin kuat di seluruh negeri dan mempermalukan tentara yang goyah.
  • Anak-anak bangsa Suriah baru ikhlas jika Assad dan para letnannya serta mereka yang turut bagian dalam kejahatannya hengkang.
  • Plot ISIS kami kenali dengan baik. Dia memperparah luka Muslimin dan kejahatannya tertolak oleh setiap pemilik ketulusan jiwa.
  • Ghautah Timur dan Damaskus Selatan dikepung oleh kekuatan eksternal yang kotor, sementara rezim tak ubahnya sipir penjara.
  • Kepada mereka yang tidak menginginkan persatuan Mujahidin dan selalu mengambil posisi prestise, saya katakan, Takutlah kepada Allah dan bersatulah dengan saudara-saudaramu.
  • Seluruh faksi Jihad di Ghautah kini telah bersatu dalam Komando Bersatu, kecuali Jabhah Nushrah dan kami mengajaknya bergabung, jangan sampai mencetus perpecahan.
  • Amnesti umum diberikan oleh Komando Bersatu kepada mereka yang tidak termasuk para tawanan dari ISIS, milisi Syiah, dan tentara rezim.
  • Bangsa Arab dan Kurdi bersatu melalui Islam. Ideologi kaum Baats Arab dan PKK Kurdi telah merusak negara dan masyarakat kita.
  • Beberapa negara kotor mendukung milisi komunis PKK dalam pengusiran masyarakat Arab dari kampungnya di Utara.
  • Para pemimpin negara-negara Muslim seharusnya tidak condong kepada adidaya dunia yang memeras dan memprovokasi hasutan di negara mereka.

Pada hari Rabu (8/7/2015) mujahidin melancarkan serangan terhadap markas yang dikuasai rezim Bashar Al-Assad di pedesaan selatan Aleppo, merebut sejumlah besar senjata dan amunisi, aktivis lokal melaporkan.


Ketika mujahidin mampu merebut kontrol desa Hamidiya dan merebut senjata dan amunisi, angkatan udara pro-rezim seperti biasa membalas dengan melakukan bombardir serampangan di lingkungan sipil yang dikuasai mujahidin di timur Aleppo, menewaskan puluhan warga sipil.

Berbicara kepada ARA News di Aleppo, aktivis media yang Wael Mohammed melaporkan bahwa pasukan dari Ahrar Al-Sham didukung oleh faksi lainnya menguasai kota Hamidiya, dekat kota strategis Khanasser, sebuah jalur suplai utama rezim di provinsi Aleppo.

"Para mujahidin merebut senapan mesin berat dan sejumlah besar amunisi," Mohammad melaporkan.

Setidaknya 10 tentara pro-Assad tewas, ratusan lainnya kabur menuju tempat pertahanan dekat kota As-Sufaira.

"Kelompok mujahidin dari Failaq ash-Sham merencanakan penyergapan pasukan pro-rezim di kota industri Aleppo, menewaskan sejumlah tentara dan berhasil menghancukan sebuah kendaraan (BMB)," kata sumber itu kepada ARA News.

Milisi Syiah Hizbullah, Rabu (08/07), mengintensifkan serangan ke sejumlah daerah di kota Zabadani, pedesaan Damaskus. Gempuran itu dilakukan setelah mengalami sejumlah kegagalan menyerbu kota penting bagi rezim itu.

Dilaporkan Al-Jazeera, milisi bentukan Iran itu menggempur sejumlah daerah di jalan Urthuz, Kurnisy dan Nabuk di barat Zabadani. Di sisi timur, jalan Sakkah menjadi target milisi Syiah tersebut. Belum diketahui kerugian yang diderita mujahidin akibat gempuran itu.

Gerakan ofensif Syiah Hizbullah ini terjadi setelah empat anggota mereka kembali tewas dalam pertempuran di kota tersebut. Di antara keempat yang tewas itu merupakan komandan lapangan.



Mujahidin juga dilaporkan sukses menggagalkan gerakan militer Suriah dan milisi Syiah di front Qal’ah Zahra di utara Zabadani. Pertempuran sengit meletus berlangsung antara kedua kekuatan sehingga mengakibatkan korban tewas dan luka-luka di dua kubu.

Jaringan berita langsung Suriah melaporkan, mujahidin menewaskan 13 tentara dan milisi Syiah Hizbullah dalam sejumlah pertempuran di sekitar kota Zabadani. Mujahidin juga sukses merebut pos militer yang sebelumnya dikendalikan militer.

Di sisi lain, senjata udara Suriah menjatuhkan sejumlah birmil ke Zabadani. Bom berbentuk tong itu menimbulkan kebakaran hebat di perkebunan warga.

Militer dan milisi Syiah memulai operasi militer merebut Zabadani pada Jumat lalu. Operasi itu dimulai dengan gempuran udara sengit selama dua hari yang disusul serangan darat.

Zabadani juga kota penting bagi rezim dan Syiah Hizbllah. Jalan internasional yang menghubungkan Damaskus dan Beirut melintas di kota itu.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama “terpeleset lidah” dalam sebuah konferensi pers yang membahas ISIS. Dalam pernyataannya, Obama mengatakan bahwa AS melatih tentara ISIS. Demikian CNN Indonesia melaporkan pada Kamis (9/7/2015).



Sebagaimana dilansir RT, Rabu (8/7), pernyataan Obama itu disampaikan setelah mendapatkan penjelasan dari para pejabat keamanan terkait strategi AS dalam mengalahkan ISIS. Salah satunya adalah memberikan pelatihan bagi kelompok “pemberontak moderat” di Suriah.

Namun dalam konferensi pers Senin kemarin (6/7), Obama mengatakan bahwa, “Kami meningkatkan pelatihan pasukan ISIL (nama lain ISIS), termasuk relawan dari suku Sunni di Provinsi Anbar (pemberontak moderat, red.).” ISIL adalah sebutan lain ISIS yang biasa digunakan pemerintah AS.

Obama tidak menyadari telah mengucapkan kalimat yang salah dan melanjutkan perkataannya. Namun, pihak Gedung Putih nampaknya menyadari kesalahan kalimat itu dan melakukan perbaikan dalam transkrip resmi di situs pemerintah.

Dalam transkrip tersebut, kalimat Obama ditambahi kata dalam kurung “Iraqi” atau warga Irak. Namun inisiatif Gedung Putih ini juga terasa aneh dan tidak memperbaiki keadaan. Kalimat “Pelatihan pasukan ISIL (warga Irak)” bermakna, seolah AS melatih pasukan ISIL yang berada di Irak.

Kesalahan Obama dan transkrip perbaikan yang janggal memicu kehebohan di media sosial. Beberapa mengatakan bahwa ini adalah Freudian slip, yaitu tidak sengaja mengatakan hal-hal yang terpendam di alam bawah sadar yang biasanya merupakan kejujuran. Artinya, Obama mengakui bahwa mereka telah melatih ISIS.

Sebelumnya teori konspirasi bertebaran di internet, mengatakan ISIS adalah bentukan Amerika. Alasan munculnya teori ini adalah karena AS tidak berani memerangi ISIS secara langsung, tapi melalui serangan udara, dan terus mendesak perubahan rezim di Suriah.

screenshot_as_civil_about_isis


“ISIL adalah aset Amerika yang merupakan kuda Troya bagi AS untuk mempertahankan keberadaan mereka di Irak dan untuk megubah rezim di Suriah,” ujar aktivis anti-perang Ken Stone.

mobil-komandan-jn-terbakarKoalisi internasional anti ISIS yang dibentuk AS kembali menargetkan mujahidin Jabhah Nusrah di Suriah. Sedikitnya enam pejuang Jabhah Nusrah, termasuk komandan, dilaporkan gugur setelah dihantam sejumlah roket jet koalisi AS.

Dilansir dari portal berita alsouria.net, Kamis (09/07), serangan itu terjadi pada Rabu malam. Jet tempur koalisi melancarkan dua serangan berbeda di desa Raksul Hasn, barat kota Sarmada, provinsi Idlib.

Wartawan alsouria.net melaporkan, serangan itu menargetkan sebuah markas Jabhah Nusrah di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Turki itu. Sementara serangan lainnya menargetkan mobil yang ditumpangi salah satu komandan Jabhah Nusrah.


Ibrahim Al-Yusuf, jurnalis di kota Idlib melaporkan, setengah jam setelah waktu buka puasa terdengar suara ledakan di sebuah jalan yang menghubungkan desa Kafr Darya dan kota Sarmada. Belakangan diketahui, ledakan itu bersumber dari roket jet koalisi yang menghantam sebuah mobil yang ditumpangi seorang komandan Jabhah Nusrah.

Dalam video yang diunggah aktivis di internet, sebuah mobil hancur dan hangus terbakar. Sisa-sisa api masih terlihat di tengah kegelapan malam. Sejumlah petugas terlihat kesulitan mengevakuasi korban akibat kondisi mobil yang hancur berantakan.



Di hari yang sama, jet koalisi juga dilaporkan menargetkan lokasi yang dikendalikan Ahrar Syam di kota Babasqa di dekat perbatasan Turki. Banyak korban luka-luka akibat serangan itu dan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Perlu diketahui, koalisi AS berulang kali menargetkan markas dan komandan Jabhah Nusrah di Suriah. Sehingga hal itu memaksa mujahidin memindahkan markas mereka jatuh dari lingkungan penduduk.

Amerika Serikat dan koalisinya melancarkan serangan di Suriah dengan dalih memerangi Daulah Islamiyah, yang memiliki hubungan tidak baik dengan mayoritas pejuang di Suriah. Namun di lapangan, sasaran mereka tidak hanya Daulah akan tetapi seluruh mujahidin yang mengusung penegakan syariat Islam.

- (alsouria.net, arabi21.com) -

Selasa (07/07) militer rezim menggunakan gas klorin ketika menargetkan gedung pusat penelitian ilmiah di kota Aleppo. Akibatnya, banyak korban yang mengalami sesak nafas akibat menghirup asap dari bom tersebut.

Dilansir dari Al-Jazeera, menjelaskan serangan itu dilancarkan militer pada pagi hari. Sebelumnya mereka berulang kali gagal merebut gedung tersebut.


Komandan operasi, Yasir Abdurrahim, menegaskan bahwa sejumlah pejuangnya dan warga mengalami sesak nafas akibat bom itu. Para korban segera dilarikan ke rumah sakit dan klinik terdekat.

Abdurrahim menjelaskan, militer kembali melancarkan operasi merebut kompleks pusat penelitian ilmiah dengan mengerahkan pasukan darat dan udara. Gerakan Nurudin Az-Zanky dan Liwa Hurriyah, yang beroperasi di wilayah itu, berhasil menggagalkan operasi militer tersebut.

Kedua faksi pejuang itu mengatakan, pihaknya bahkan menewaskan komandan lapangan operasi militer Suriah. Tiga tank tempur yang mencoba masuk berhasil dilumpuhkan dengan roket anti-tank.

Komandan faksi Nurudin Az-Zanky menjelaskan, ini merupakan kegagalan kelima yang dialami militer rezim merebut wilayah tersebut. Sehingga, hal itu memaksa mereka menggunakan senjata kimia.

Kompleks pusat penelitian ilmiah di Aleppo menjadi target utama militer rezim karena terletak di daerah strategis dan lokasi militer penting. Daerah itu merupakan garis pertahanan pertama bagi militer rezim yang berada di Aleppo barat.

Mujahidin Suriah mengatakan berhasil menewaskan sediitnya 19 tentara rezim dan milisi Syiah Hizbullah ketika menghalau serangan di kota Zabadani, pedesaan Damaskus. Termasuk dari korban itu perwira tinggi.

Dilansir dari Al-Jazeera, Senin (06/07), di antara korban itu dua perwira berpangkal kolonel. Mereka tewas dalam pertempuran di persimpangan jalan Madhaya, Syalah dan Sir Ghaya di sekitar Zabadani, pedesaan Damaskus.

Di waktu bersamaan, media-media pendukung rezim berbelasungkawa atas tewasnya Kolonel Ali Abdul Karim Yusuf yang dikatakan tewas dalam pertempuran di Zabadani.

Sementara itu, militer Suriah mengintensifkan gempuran udara ke kota strategis tersebut. Akibatnya, empat anak kecil dan seorang wanita terbunuh serta banyak rumah dan bangunan hancur.

Militer Suriah yang didukung milisi Syiah Hizbullah dan milisi Syiah lainnya, Ahad pagi (05/07), meluncurkan operasi merebut kota Zabadani. Serangan itu digulirkan setelah senjata udara rezim menggempur kota itu dua hari berturut-turut.

Sumber mujahidin Suriah mengatakan, pejuang berhasil menghalau serangan militer dan Syiah Hizbullah. Ahrar Syam juga mengumumkan sukses menghancurkan dua tank yang digunakan musuh menyerbu kota yang terkepung sejak setahun lalu itu.

Di sisi lain, media Suriah mengklaim militer dan milisi Syiah Hizbullah merebut sebagian wilayah di selatan kota itu. Begitu juga, media corong pemerintah itu juga mengklaim militer dan Syiah Hizbullah berhasil melumpuhkan banyak gerilyawan.

zabadani-damaskus-map


Pertempuran di Zabadani ini digulirkan rezim di saat mereka menggulirkan operasi di wilayah Qalamun. Banyak komandan Syiah Hizbullah yang tewas dalam pertempuran di wilayah tersebut.

Sebuah video dirilis Jabhah Nusra menggambarkan masuknya mujahidin ke wilayah Al Zahra, Aleppo. Serangan ofensive masih berlangsung sampai dengan hari ini, 7 juli 2015.



Salah satu anggota Jabhah Nusra dari Saudi melakukan bom syahid untuk membuka pertempuran sekaligus menggentarkan musuh. SOHR menyebutkan lebih dari 25 pasukan Assad terbunuh akibat peristiwa ini.
jabhah_nusra_alzahra_aleppo

Bomb_sahid_jn_aleppo_7-7-2015

Pertempuran sengit meletus di kota strategis di pedesaan Damaskus, Az-Zabdani, pada Ahad (05/07). Militer Suriah yang didukung milisi Syiah Hizbullah mengklaim merebut pinggiran kota yang dikontrol mujahidin itu.

Militer Suriah dan Syiah Hizbullah menggulirkan pertempuran merebut kota yang dilintasi jalur internasional Damaskus-Lebanon itu. Pertempuran itu dimulai dengan gempuran sengit selama dua hari berturut-turut ke wilayah mujahidin.


Menurut laporan Al-Jazeera, militer rezim menghujani posisi mujahidin di Zabdani dengan puluhan bimril dan roket serta mortar. Gempuran itu tak berhenti sejak Sabtu hingga Ahad.

Di hari kedua, militer Suriah dan Syiah Hizbullah merangsek menyerbu pertahanan mujahidin. Pertempuran sengit meletus antara kedua kubu di pinggiran kota yang terkepung setahun terakhir ini.

TV resmi Suriah mengklaim militer dan Syiah Hizbullah mengontrol daerah Al-Jam’iyat di pinggiran barat Zabdani dan daerah Shulthanah di sisi timurnya. Sementara lembaga pengawas HAM Suriah melaporkan pertempuran sengit masih berlangsung antara penyerang dan faksi pejuang Suriah.

“Faksi utama yang melakukan perlawanan adalah Jahbhah Nusrah dan Ahrar Syam,” lapor pengawas HAM.

Pengawas HAM menambahkan, sedikitnya 14 tentara dan milisi Syiah Hizbullah tewas akibat pertempuran itu. Sementara jumlah korban pejuang sebanyak 12 orang.

Pada bagiannya, Ahrar Syam mengumumkan sukses menghancurkan dua tank militer Suriah dalam pertempuran di kota tersebut. Ahrar juga melaporkan berhasil menewaskan dan melukai musuh dalam pertempuran menghalau serangan itu.

Sementara itu, aktivis melaporkan mayoritas warga Zabdani mengungsi akibat pengepungan yang mencekik. Namun, ribuan dari mereka masih bertahan di pinggiran kota dan saat ini terjebak dalam pertempuran.

Kota Zabdani merupakan kota strategis karena dilintasi jalan internasional yang menghubungkan Damaskus di Suriah dan Beirut di Lebanon. Kota itu dikontrol mujahidin sejak 2012 dan termasuk salah satu daerah terakhir di perbatasan yang masih dikontrol.

Faksi-faksi mujahidin Suriah yang menggulirkan operasi gabungan di kota Aleppo mengumumkan meraih kemajuan di sejumlah front pertempuran di utara kota itu. Kemajuan ini diraih beberapa saat digulirkan operasi dengan sandi “Pertempuran Membebaskan Aleppo” itu.

Dilansir dari Al-Jazeera, Kamis (02/07), sejumlah gambar yang diunggah aktivis di internet melihatkan mujahidin menggempur markas militer Suriah di lingkungan Jam’iyah Az-Zahra dan di markas brigade Artileri. Puluhan tentara rezim terlihat berlarian dari dua markas itu.

Ruang operasi pembebasan Aleppo juga mengumumkan berhasil merebut sejumlah tempat strategis di lingkungan Zahra, yang dihuni pengikut Syiah.



Pengawas HAM Suriah menjelaskan, serangan yang diluncurkan pejuang menargetkan tujuh daerah yang dikuasai rezim di kota Aleppo. Serangan itu menewaskan tentara, pejuang dan beberapa sipil.

Sebelumnya, koalisi mujahidin Anshar Al-Syariah dan ruang operasi Pembebasan Aleppo menggelar operasi gabungan. Operasi itu di bawah sandi Pertempuran Membebaskan Aleppo.



Koalisi Anshar Al-Syariah sendiri mengumumkan bahwa koalisinya bertujuan membebaskan Aleppo dan pedesaannya. Selain itu, pihaknya juga tidak segan-segan bekerja sama dengan faksi-faksi lain untuk mengatur roda pemerintahan di Aleppo jika berhasil dibebaskan.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget