Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

Ratusan Tentara Iran datang ke Lattakia

Sebanyak 1.500 tentara Garda Revolusi Iran beberapa hari terakhir dikabarkan tiba di kota Slanfah di pedesaan Lattakia. Menurut informasi, mereka akan memegang kendali pertempuran di provinsi Suriah yang menjadi basis utama para milisi dan pendukung Bashar Assad.


Dilansir dari Al-Jazeera, Ahad (31/05), sumber terpercaya menyebutkan ratusan tentara Iran itu tiba di Lattakia pada Jumat malam (29/05). Mereka akan mengambil alih pos-pos militer yang dikelola militer Suriah, milisi pertahanan nasional dan milisi Syiah Hizbullah di Lattakia.

Menurut sumber itu, kehadiran tentara asing itu bertujuan melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Jabal Akrad yang sebagian dikontrol mujahidin. Operasi itu demi melindungi para pengikut Alawi yang saat ini ketakutan seiring kemenangan besar mujahidin di provinsi Idlib, yang berdampingan dengan Lattakia.

Informasi ini mengemuka bersamaan dengan santernya pemberitaan yang dilansir halaman-halaman online oposisi dan pro rezim Suriah bahwa Jenderal Iran yang menangani operasi luar negeri, Qasim Sulaimani berada di Lattakia. Menurut informasi itu, Sulaimani terlihat berada di front Qimmah Nabi Yunus pada Sabtu malam, memantau pasukan yang berjaga.

Seorang komandan pejuang, Abu Jamil mengonfirmasi bahwa pejuangnya melihat yang berjaga di front melihat Sulaimani tengah memeriksa pasukan rezim.

Sementara itu, Al-Jazeera belum bisa mengonfirmasi keakuratan informasi ini. Pasalnya, kabar kedatangan ratusan tentara Suriah ke Lattakia itu mayoritas berbahasa Persia. Dan juga, sejumlah tentara Iran memang berada di Lattakia sejak beberapa bulan lalu.

Provinsi Lattakia adalah kampung halaman Bashar Assad dan basis pendukungnya. Mayoritas penduduknya berkeyakinan Alawi. Milisi lokal Shabihah dan Pertahanan Nasional yang mendukung rezim memerangi rakyat Suriah bermarkas di provinsi pesisir itu.

Sarang para pendukung Bashar Assad itu kini dalam ancaman serangan mujahidin, setelah berhasil membebaskan seluruh provinsi Idlib. Posisi mujahidin hanya berjarak 30 kilometer dari ibukota Alawi di provinsi tersebut.

Sumber: Al-JazeeraSebanyak 1.500 tentara Garda Revolusi Iran beberapa hari terakhir dikabarkan tiba di kota Slanfah di pedesaan Lattakia. Menurut informasi, mereka akan memegang kendali pertempuran di provinsi Suriah yang menjadi basis utama para milisi dan pendukung Bashar Assad.

Dilansir dari Al-Jazeera, Ahad (31/05), sumber terpercaya menyebutkan ratusan tentara Iran itu tiba di Lattakia pada Jumat malam (29/05). Mereka akan mengambil alih pos-pos militer yang dikelola militer Suriah, milisi pertahanan nasional dan milisi Syiah Hizbullah di Lattakia.

Menurut sumber itu, kehadiran tentara asing itu bertujuan melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Jabal Akrad yang sebagian dikontrol mujahidin. Operasi itu demi melindungi para pengikut Alawi yang saat ini ketakutan seiring kemenangan besar mujahidin di provinsi Idlib, yang berdampingan dengan Lattakia.

Informasi ini mengemuka bersamaan dengan santernya pemberitaan yang dilansir halaman-halaman online oposisi dan pro rezim Suriah bahwa Jenderal Iran yang menangani operasi luar negeri, Qasim Sulaimani berada di Lattakia. Menurut informasi itu, Sulaimani terlihat berada di front Qimmah Nabi Yunus pada Sabtu malam, memantau pasukan yang berjaga.

Seorang komandan pejuang, Abu Jamil mengonfirmasi bahwa pejuangnya melihat yang berjaga di front melihat Sulaimani tengah memeriksa pasukan rezim.

Sementara itu, Al-Jazeera belum bisa mengonfirmasi keakuratan informasi ini. Pasalnya, kabar kedatangan ratusan tentara Suriah ke Lattakia itu mayoritas berbahasa Persia. Dan juga, sejumlah tentara Iran memang berada di Lattakia sejak beberapa bulan lalu.

Provinsi Lattakia adalah kampung halaman Bashar Assad dan basis pendukungnya. Mayoritas penduduknya berkeyakinan Alawi. Milisi lokal Shabihah dan Pertahanan Nasional yang mendukung rezim memerangi rakyat Suriah bermarkas di provinsi pesisir itu.

Sarang para pendukung Bashar Assad itu kini dalam ancaman serangan mujahidin, setelah berhasil membebaskan seluruh provinsi Idlib. Posisi mujahidin hanya berjarak 30 kilometer dari ibukota Alawi di provinsi tersebut.

(Al-Jazeera)
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget