Halloween Costume ideas 2015
12/30/14

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa Mujahidin terus berusaha untuk merakit senjata lokal yang akan mereka gunakan dalam pertempuran melawan tentara rezim Syiah Nushairiyyah. Sebelumnya mujahidin telah berhasil merakit senjata meriam artileri yang diberi nama Jahannam (Neraka) dan Humam (Lava).

Mujahidin kembali berhasil merakit sebuah senjata artileri yang diberi nama Mudmir (Penghancur), sumber-sumber di lapangan mengatakan bahwa Mujahidin yang menggunakan rudal ini adalah dari Batalyon Artileri di daerah Khan Tuman, dan senjata ini telah membuktikan efektivitasnya selama beberapa pertempuran.

rudal_mujahidin

Abu al-Walid, perakit rudal ini dan pejuang dari Batalyon Artileri "Faylaq Syam" mengatakan: "Meriam itu dirakit setelah penelitian panjang dan serangkaian percobaan dan puncaknya, senjata ini sukses digunakan oleh Batalyon Artileri, panjangnya mencapai 250 cm dan moncong meriam berdiameter 220 mm, dan proyektil yang digunakan berukuran setengah tabung gas oksigen dan beratnya 100 kg."

Abu al-Walid menambahkan, bahwa tabung proyektil mengandung "amonium nitrat dan campuran bubuk TNT", sedangkan bagian belakang mengandung "selulosa nitrat," sedangkan total panjang tabung satu meter.

Jarak tembak meriam mencapai 3 sampai 4 km, dan menghasilkan ledakan besar yang dapat menghancurkan bangunan lebih dari tiga lantai.

Senjata ini dinamakan sebagai Mudmir dikarenakan kekuatan ledakannya yang merusak, dan Abu al-Walid mencatat, ketika mereka menggunakan meriam ini dalam membombardir gedung komandan militer Nushairiyyah di Aleppo, ledakannya menyebabkan kehancuran sebagian besar bangunan di tambah dengan tewasnya delapan tentara Nushairiyyah. Beliau juga mecatat bahwa sedang berusaha untuk membuat senjata yang lebih akurat dan jarak tembak yang lebih jauh.

Sementara itu, Ahmed Al-Ahmad, ketua divisi media "Faylaq Syam" menambahkan, bahwa suara ledakan rudal Mudmir terdengar seperti ledakan bom barel yang digunakan oleh rezim Nushairiyyah, ditambah dengan kekuatan ledakan besar dan kerusakan yang luas, beliau juga mengatakan bahwa senjata Mudmir mengkompensasi Mujahidin atas kurangnya amunisi dan adalah memungkinkan bagi Mujahidin untuk mengandalkan senjata ini untuk menjatuhkan korban yang lebih banyak di pihak Tentara Rezim Nushairiyyah.

Ketua Dewan Syari’at Jabhah Nushrah Dr. Sami Al-Uraydi baru-baru ini membuat pernyataan tegas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ISIS dan faksi-faksi aliansinya, bahkan dengan tegas menyebut mereka sebagai khawarij. Berdasarkan rekaman audio yang tersebar di jejaring sosial beberapa waktu ini. Audio yang sepertinya merupakan taujih dan arahan yang ditujukan kepada mujahidin Jabhah Nushrah di wilayah Dara’a yang sedang berjibaku dengan Liwa’ Syuhada’ Yarmouk, salah satu faksi yang beraliansi dengan ISIS.

Sami-Al-Uraydi-jabhah-nushrah



Berkata Syaikh Al-Uraydi hafidhahullah dalam audio tersebut:

 “Sesungguhnya pedang yang Allah perintahkan untuk kita gunakan ada jenis-jenisnya, salah satunya adalah pedang untuk menebas khawarij. Dan Liwa’ Syuhada Yarmouk telah terbukti tanpa ada keraguan bahwa mereka adalah khawarij, terlebih setelah pernyataan Abu Ali Al-Baridi, yang mengusung fikrah ghuluw dalam takfir yang sangat ekstrim sekali, yang mana dia telah memvonis Jabhah Nushrah sebagai Thagut. Begitu juga penanggung jawab Dewan Syari’at mereka Abu Hamzah.”

“Oleh karena itu memerangi mereka adalah kewajiban syar’I, terlebih mereka telah menculik wanita muslimah, dan mereka bergerak dengan menggunakan senjata. Maka tidak boleh ada keengganan dalam memerangi mereka, karena barangsiapa meremehkan kewajiban memerangi mereka, sesungguhnya ia telah meremehkan darah ahlus Sunnah.” Sekian perkataan Syaikh.

Dalam audio tersebut Syaikh Al-Uraydi juga memperingatkan akan bahayanya terulang kembali tragedi pembantaian suku Syi’ithat di Deir Ezzour.

Beliau berkata: “Akibat sebagian pihak meremehkan bahaya mereka (khawarij), maka terjadilah pembantaian atas ahlus Sunnah (di Deir Ezzour). Kita tidak akan membiarkan mereka merusak jihad di Provinsi Dara’a”.

Syaikh menyeru agar mujahidin Dara’a bersatu dalam satu barisan dalam memerangi khawarij. Dan Syaikh menyebutkan hanya ada satu obat untuk menyembuhkan penyakit khawarij, hanya “Pengobatan dengan resep Nabi” yaitu memerangi mereka seperti memerangi kaum ‘Ad.

Perlu diingat bahwa sebelumnya Media Al-Minarah Baydha’ telah merilis video pengakuan sel-sel aliansi Liwa’ Syuhada’ Yarmouk. Yang mana semakin memberikan kepastian bahwa para pemimpin Liwa Suhada’ Yarmouk memang telah berbai’at pada Daulah Al-Baghdadi (ISIS). Para pimpinan ini telah meminta mereka (para pengaku) untuk menanam ranjau agar diledakkan atas para qiyadah Jabhah Nushrah dan Faksi-faksi revolusi lainnya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget