Halloween Costume ideas 2015
12/25/14

Sejak mujahidin Suriah membebaskan Kota Salqin, Provinsi Idlib dari tangan rezim Syiah Nushairiyah pada pertengahan 2012, kota ini telah mengalami beberapa kali pergantian pihak yang mengendalikannya.



Salqin sempat dikuasai oleh ISIS pada akhir 2013, kemudian diambil alih oleh faksi FSA sekuler setelah terjadinya fitnah pada awal 2014. Pada bulan Ramadhan 2014 lalu, Salqeen beralih ke tangan Jabhah Nushrah (JN) setelah menyebarnya kerusakan dan kejahatan di kota ini.

JN, didukung kelompok mujahidin Suriah lainnya pun menjalankan administrasi pemerintahan di kota ini. Secara bertahap mereka memulai program dakwah dan pemberlakuan Hukum Islam di kota ini.

Untuk wanita, kewajiban mengenakan pakaian sesuai syar’i telah diberlakukan walau belum sampai pada penggunaan Niqab. Sebelumnya, wanita di daerah tersebut kerap memakai busana yang melanggar aturan Syariat.

Penegakan Syariat di kota ini bukan tanpa halangan. awalnya, sempat terjadi penolakan. Kaum wanita menggelar demonstrasi penolakan kewajiban memakai pakaian yang sesuai Syariat. Tetapi Alhamdulillah, mereka kemudian bisa menerima kewajiban tersebut setelah diadakan dakwah dan program tarbiyah Muslimah yang intensif di kota yang terletak di utara Provinsi Idlib ini.

Sementara, bagi kaum pria, mereka diwajibkan untuk mengikuti shalat lima waktu di Masjid Jami’. Seluruh toko dan beragam jenis kegiatan dihentikan ketika waktu shalat tiba.

Abu Ali, salah seorang pedagang manisan di kota Salqin menuturkan, bahwa mereka menerima kewajiban ini dengan kesadaran. “Ini adalah panggilan Agama,” ujarnya kepada Kontributor Bumisyam Shakirullah di Suriah, Selasa (23/12).

Sebelumnya Abu Ali dan kawan-kawannya mengaku, mereka lebih suka shalat sendiri-sendiri, sehingga ada toko yang tutup dan ada yang masih buka, seakan tidak menghiraukan panggilan adzan. Sekarang semua sudah harus ke Masjid dan meninggalkan segala usaha dan aktivitas masing-masing begitu waktu shalat tiba dan adzan berkumandang.

Mahmud, seorang penjaga toko bahan harian, menuturkan sejak Mujahidin yang dipimpin Jabhah Nushrah mengambil alih Kota Salqin, keadaan berubah menjadi lebih baik.

“Kota ini menjadi aman dan pelaksanaan Syariat semisal kewajiban shalat berjamaah diterima warga dengan kesadaran,” tuturnya.

Mahmud sendiri mengaku, dia sebelumnya seperti tidak memiliki Dien (Islam). Tapi dia berharap Mujahidin yang dipimpin Jabhah Nushrah terus melaksanakan program Syariat ini dengan hikmah dan lemah lembut.

Tentu peristiwa ini adalah hal yang menakjubkan di Bumi Syam Suriah. Tak mereka bayangkan sebelumnya, karena bagaimana dulu rezim Bashar Assad melarang segala praktik Syariat dengan benar dan memerangi Islam.

Kini di beberapa wilayah Bumi Syam Suriah, Syariat Allah secara bertahap dilaksanakan dengan Hikmah oleh para pembelanya dan dengan keikhlasan kaum Muslimin menerimanya.

Bahkan seorang pandai besi di Kota Salqeen bernama Wa’el ini pun mengungkapkan rasa nyaman dan amannya sekarang. “Sekarang kita aman dan keadaan lebih baik, bahkan dibandingkan ketika rezim berkuasa,” ungkap Wa’el.

Syaikh DR Abdullah Al-Muhaysini, seorang ideolog dan da’i di kalangan Mujahidin, mengatakan, “Suriah sekarang telah berubah, dari Suriah-nya Asad menjadi Suriah yang berupaya menegakkan hukum-hukum Allah, dari berlakunya hukum batil dan zalimnya partai Ba’ats, Syiah Nushairi, menjadi hukum Islam yang tinggi lagi adil.”



Tentu ini hanya sedikit di antara sekian banyak upaya pelaksanaan Syariat Islam yang begitu luas. Tak hanya mengatur satu sisi, tapi meliputi banyak aspek kehidupan. Tak cuma terbatas pada pelaksanaan cara berpakaian dan shalat berjamaah di Masjid.

Semoga Allah memudahkan pelaksaan Syariat di wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin dan semoga Allah memberi kemenangan dan membebaskan wilayah-wilayah berikutnya dari tangan rezim Nushairi.

Reporter: Shakirullah (Kontributor BumiSyam di Suriah)

(22/12/2014) - Dua Provinsi di Suriah dengan posisi strategis telah banyak dikuasai mujahidin. Dengan proses perang yang cukup panjang dan semata-mata berkat pertolongan Allah swt.




Provinsi Idlib

Pangkalan Militer:
- Taftanaz Airbase (dikuasai Mujahidin)
- Abu Adhuhur Airbase (dikusai Rezim namun dikepung Mujahidin)
- Hamidiyah Militer Camp (dikuasai Mujahidin)
- Wadi al-Dayf Militer Camp (dikuasai Mujahidin)
- al-Shabiba Militer Camp (dikuasai Mujahidin)
- Baath Vanguard Camp (dikuasai Mujahidin)
- Idlib Penjara Central (dikuasai Mujahidin)

Mujahidin mulai meluncurkan operasi militer di provinsi ini sejak awal revolusi bersenjata pada pertengahan 2011.  Rezim kehilangan banyak daerah dan kota-kota (termasuk perbatasan dengan Turki) di provinsi ini sejak 2011, tapi merebut kembali kontrol beberapa daerah pada tahun 2013 seperti kota Ariha.
Setelah kemajuan terbaru mujahidin di provinsi ini dengan mengendalikan semua Markas Militer dan desa-desa di selatan Idlib,

Sebagian besar Pasukan Rezim dengan pangkat tinggi yang membelot dari Syrian Arab Army, berasal dari Provinsi Idlib, termasuk berikut ini:
- General Mustafa al-Sheikh (Atme)
- Kolonel Riyad al-As'ad (Abdeita)
- Kolonel Hussein Harmush (Iblin )
- Letnan Kolonel AbdulSattar Yunso (Bīdama)
- Ahmed Issa al-Sheikh (Sarjeh)
- Jamal Ma'ruf (DeirSunbul)

Provinsi Daraa


Pangkalan Militer:
- Brigade 61 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 112 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 38 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 82 (Peperangan sedang berlangsung)
- Brigade 52 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 15 (dikuasai Mujahidin)
- 9 Divisi (dikuasai Mujahidin)
- Daraa Penjara Central (dikuasai Mujahidin)

Mujahidin mulai meluncurkan operasi militer di provinsi ini sejak awal revolusi bersenjata pada pertengahan 2011.  Rezim meluncurkan operasi militer yang kuat di provinsi ini pada 2013, merebut kembali banyak daerah termasuk daerah strategis desa KhirbetGhazaleh dan kota Harrah dengan bukitnya, memotong jalur pasokan Mujahidin ke Barat Ghouta dekat Damaskus.

Pada akhir 2013, Mujahidin mampu mengambil kendali kota Tafas, Hajjanah Batalyon, National Hospital di Jasim dan perbatasan Daraa.

Mujahidin tahun 2014 mulai meluncurkan operasi militer di Provinsi Daraa dan Qunaitra, memecahkan pengepungan kota Nawa dan SheikhMaskin, Dan di tahun 2014 berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah yang pernah dikuasai Rezim pada tahun 2013.

Kesuksesan mujahidin di provinsi Daraa pada tahun 2014:
-. Memecah pengepungan dari Nawa, SheikhMaskin dan Tasil
- Menguasai semua bagian barat provinsi
- Mencapai Barat Daya RifDimashq (DeirMakir & Danaji)
- Memotong jalur suplai utama Nasib.
- Menguasai pangkalan militer strategis seperti Brigade 61, Brigade 112, Tinggi Harrah, Tinggi Jumou ', Hajjajiyah Tank Batalyon dan Pusat Penjara Daraa.
- Menguasai jalur suplai terkahir ke kota Daraa (antara SheikhMaskin dan Izzra ').

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget