Halloween Costume ideas 2015
12/24/14

dr_tariq_abdulhalim

Sudah menjadi prinsip mendasar bahwa, "Setiap Muslim yang memerangi Muslim lainnya tanpa mengkafirkan mereka, maka dia disebut "agresor". Setiap Muslim yang mengkafirkan Muslim lainnya, tanpa memerangi mereka, maka dia disebut "fanatik". Namun, setiap Muslim yang mengkafirkan sesama Muslim dan memeranginya, maka dia disebut "Haruriyah" (Khawarij). Inti dari semuanya adalah mengkafirkan, kemudian berperang, dan membunuh kaum Muslim lainnya, berdasarkan standar kufur mereka sendiri. Ketika kami menyebutkan Takfir, maka itu diartikan Takfir (mengkafirkan) Muslim lainnya tanpa memiliki bukti yang pasti yang memastikan kekafirannya, tetapi hanya berdasarkan keraguan dan tentang isu-isu yang memang diperdebatkan oleh ulama Ahlul-sunnah hari ini dan salaf. Sementara orang-orang bodoh, dungu, dan tidak berilmu ini seenaknya mengkafirkan sesama Muslim tanpa menyodorkan bukti yang otentik. Para ulama adalah mereka orang yang benar-benar berilmu dan menjadi panutan oleh ummat dalam mengambil keputusan mengenai agama (fatwa).

Maka jika orang-orang (dengan keilmuan) standar, atau sekelompok orang yang baru mempelajari secuil dari ilmu agama, dengan seenaknya mengkafirkan seseorang, dan bahkan sampai mengeksekusinya sampai mati, maka itu bukanlah sesuatu hal yang sesuai dengan Syariah, hanya sekte Haruriyah yang melakukannya. Sekte ini yang disebut oleh Nabi kita SAW sebagai "anjing-anjing neraka", terutama ketika mereka menggunakan panggilan kepada kelompok Muslim lainnya dengan panggilan yang diada-adakan, seperti "Sahawat", tanpa bukti yang pasti. Sedangkan di sisi lain, telah banyak bukti yang diberikan bahwa orang-orang dari Awadiyah (ISIS) adalah Khawarij (Haruriyah) sebenarnya yang membunuh ratusan Mujahidin dengan memanggil mereka Sahawat, Kufaar dan Murtadin tanpa bukti yang mendasar. Kita bisa berikan atribut Haruriyah, Anjing-anjing neraka, pada kelompok itu, disebabkan aksi mereka yang membunuh Mujahidin tanpa bukti yang pasti. Hal ini identik dengan apa yang telah ditetapkan oleh Nabi SAW dalam Hadis Sahihnya yang mendeskripsikan Haruriyah.

Semuanya sepakat bahwa, siapa yang membunuh seorang Muslim dengan menyebutnya kafir tanpa bukti adalah Haruri. Semuanya sepakat bahwa mereka para Mujahidin yang dibunuh oleh IS (ISIS) adalah Muslim sebelum ada bukti yang menunjukkan kekafirannya. Maka kami menantang IS (ISIS) agar memberikan bukti yang jelas dan berdasarkan Syariah yang mereka gunakan untuk membunuh para Mujahidin. Berikan bukti kekufuran Mujahidin yang mereka bunuh, terutama cap kafir yang diberikan oleh personel mereka yang rendah dalam ilmu Syari'ah. Jika mereka tidak dapat memberikan buktinya, maka sebutan kami bahwa mereka adalah Haruriyah adalah benar.

Oleh Dr Tariq Abdelhaleem

21 Desember 2014

Sumber:Muwahideen Media

Setidaknya 60 wartawan tewas saat bertugas pada tahun 2014, termasuk 17 yang meninggal saat meliput langsung perang di Suriah, Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) mengatakan dalam laporan tahunannya Selasa (23/12).

wartawan

Kelompok yang berbasis di New York mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kematian sedikitnya 18 wartawan lainnya untuk menentukan apakah kematian mereka terkait dengan pekerjaan.

Angka-angka terbaru menjadikan jumlah wartawan yang tewas akibat dari perang di Suriah mencapai 79 orang sejak konflik dimulai pada Maret 2011.

Hampir setengah dari semua jurnalis yang tewas pada tahun 2014 meninggal di Timur Tengah.

Meskipun jumlah keseluruhan yang tewas pada 2014 lebih rendah dari tahun lalu, persentase yang sangat tinggi dari korban adalah wartawan internasional.

Empat belas korban adalah anggota pers internasional, sedangkan tahun lalu hanya 6, menurut laporan tersebut.

(Zamn alWashl

9 kelompok Mujahidin di provinsi Aleppo membentuk satu komando militer pada hari Senin (22/12), menyeru untuk merapatkan barisan dalam melawan rezim militer Suriah, reporter Zaman Al-Wasl melaporkan.

mujahidin_aleppo

"Kamar Operasi Aleppo' akan dipimpin oleh Mulham Al-Oqaidi, komandan militer dari brigade Halab Al-Shahba'.

Reporter itu menambahkan merger lainnya antara faksi Mujahidin akan diumumkan segera.

Seorang komandan Mujahidin mengatakan kepada Zaman Al-Wasl bahwa bersatu padu adalah satu-satunya solusi untuk melewati semua tantangan.

Satu kesatuan tersebut dibentuk oleh Jabhah Islamiyyah, Harakah Hazm, Jaisyul Islam, Jaisyul Mujahidin dan lain-lain.

"Konflik kepentingan adalah yang selama ini menjadi titik kelemahan Mujahidin di mana daerah yang dibebaskan berubah menjadi daerah kekuasaan sesuatu kelompok," seorang sumber mengatakan.

Sementara itu, penderitaan rakyat Aleppo masih terus berlanjut, mereka menderita kekurangan hal pokok untuk hidup, seperti makanan, bahan bakar dan usaha kecil." Mereka turun ke jalan-jalan bulan lalu, menuntut komandan pemberontak untuk bersatu tetapi belum mendapatkan respon yang konkrit," kata aktivis.

(Zaman Al-Wasl)

Seorang jenderal senior tentara Suriah yang membelot pada 2012 mengatakan bahwa Presiden Bashar Assad telah menjual Suriah ke Iran. Menurutnya, rezim Suriah lebih memilih untuk menggunakan represi dan kekerasan sebagai sarana untuk meredam perbedaan pendapat sejak awal pemberontakan terhadap pemerintahannya tahun 2011.

“Bashar tidak pernah memberikan kesempatan reformasi yang serius dan kredibel, melainkan memilih untuk menghancurkan negara daripada kehilangan kekuasaan,” kata Jenderal Manaf Tlass kepada Wall Street Journal, dalam sebuah artikel yang dirilis pada Jumat (19/12).

“Dia (Bashar Assad) menjual Suriah kepada Iran,” lanjut Tlass, yang saat ini tinggal di Perancis.

Dalam artikel tersebut juga diangkat peristiwa pemboman di Damaskus yang menewaskan empat pejabat senior Suriah, termasuk saudara ipar Bashar Assad, Assef Shawkat. Pemboman pada 18 Juli 2012 itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Tlass membelot.

Pemboman itu diduga terjadi dalam rangka untuk membungkam suara-suara rezim yang telah terbuka saat itu, untuk menampung pihak oposisi.

Disebutkan dua puluhan orang tewas saat itu, termasuk mantan dan pejabat rezim yang masih aktif, pemimpin oposisi, aktivis dan pemberontak, dan politisi dari negara-negara tetangga yang memiliki hubungan dengan Assad.

Tlass mengatakan bahwa dia yakin rezim Assad terkait dengan pengeboman itu. Kepada Wall Street Journal, Tlass mengatakan bahwa dia dan Shawkat termasuk dalam kelompok yang menyerukan pembicaraan dengan kedua kubu penentang rezim, baik yang damai dan maupun yang bersenjata. Namun hal itu berlawanan dengan pandangan Assad tentang bagaimana merespon pemberontakan rakyat.

manaf-tlas-dan-assad
Manaf Tlass (kanan) bersama Bashar Assad (kiri) tahun 1990an

Tlass merupakan salah satu pejabat paling senior yang meninggalkan barisan rezim Assad. Dia membelot dua minggu sebelum bom pada bulan Juli, setelah penjaga menemukan enam alat peledak ditanam di luar kantornya di Damaskus.

Sumber: Al Arabiya/AFP

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget