Halloween Costume ideas 2015
12/18/14

Laporan dari aktivis "Yasser Al-Ahmad" untuk media eldorar, bahwa Front Islam bekerjasama dengan fraksi lain melancarkan serangan besar ke salah satu markas Rezim di Maleha utara Aleppo. Pertempuran ini berlangsung selama lebih 5 jam, di mana mujahidin berhasil menewaskan sejumlah pasukan assad dan sebagiannya melarikan diri.






Mujahidin berhasil merebut sebuah bangunan yang menjadi markas pasukan assad di wilayah Maleha utara Aleppo setelah pertempuran selama lebih dari tiga hari. Ditemukan banyak mayat pasukan assad yang berasal dari Afganistan. 


Mujahidin menggunakan roket Grad dan Katyusha selama pertempuran


Pertempuran yang diikuti Jabhat al-Nusra, Ahrar al-Sham dan Jund al-Aqsa. Beberapa laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan beberapa unit FSA juga membawa dukungan TOW untuk menyerang.

Awal pertempuran meletus pada tanggal 12 sd 13 Desember di pangkalan militer rezim Suriah, dekat Hamidia dan Wadi Deif,.

Pada tanggal 14 Desember mujahidin menguasai 7 pos pemeriksaan di dekat kedua basis.

Pada tanggal 15 Desember, Wadi Deif berhasil dikuasai kemudian Hamidia beberapa jam setelahnya. Militer rezim semakin kewalahan, satu-satunya tempat yang tersisa dalam kendali mereka pada 15 Desember di malam hari adalah Ma'ar Hattat.

Pada tanggal 15 & 16 Desember, beberapa pasukan rezim mencoba melarikan diri ke daerah Morek, namun jalan utama ke Selatan dikepung (Khan Shaykhun dikendalikan oleh mujahidin); mujahidin berhasil membunuh beberapa tentara dan sebagian-nya ditangkap, sementara "puluhan" tentara dan 10 tank dilaporkan berhasil melarikan diri ke Morek.

Setelah 5 hari pertempuran, lebih dari 100 pasukan rezim dan 80 dari mujahidin tercatat meninggal dunia. Lebih dari 200 pasukan rezim tertangkap, dan nasib yang lainnya masih belum diketahui.

Yang berhasil direbut mujahidin di kedua basis setidaknya 20 tank di Hamidia (jenis T-72)

Kekalahan ini menunjukkan kesulitan pemerintah Suriah dalam menjaga kantong-kantong militer yang dikepung, Tercatat pada tahun ini pemerintah Suriah  kehilangan Divisi 17, Brigade 93, Resimen 121 dan pangkalan udara Tabqa.

Hilangnya Wadi Deif dan Hamidia jelas menutup jalan utama pasukan rezim dari kota Hama ke Aleppo. Sehingga mujahidin dapat fokus memperkuat Utara Hama atau Aleppo.

Situasi 15 Desember di  Pagi Hari


Situasi 15 Desember di Sore Hari


Situasi terakhir 17 Desember, pasukan rezim melarikan diri. 




Sebagian pasukan rezim yang tewas ketika berusaha melarikan diri

Seorang tentara rezim yang tertangkap, berusaha menyamar dengan pakaian wanita.

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, dai asal Arab Saudi yang terjun berjihad di Suriah, menyampaikan pesan kepada militer Bashar Assad dari Lembah Dhaif sesaat setelah dibebaskan mujahidin pada Senin dini hari lalu (15/12). Beliau menegaskan bahwa mitos lembah Dhaif tak terkalahkan dimentahkan oleh mujahidin.

Hal itu ia sampaikan dalam rekaman video yang diunggah di Youtube melalui akun resminya. Video yang diposting pada Senin itu direkam sesaat setelah mujahidin membebaskan markas militer lembah Dhaif dan Hamidiyah, yang merupakan markas terbesar militer rezim di pedesaan Idlib.




“Saat ini kami berada di lembah Dhaif yang dijadikan mitos rezim. Akan tetapi, mitos itu hari ini dimentahkan mujahidin,” tegas Al-Muhaisini dalam rekaman satu menit empat puluh detik itu.

Beliau berulang kali memuji Allah SWT atas kemenangan besar ini. Seluruh yang dicapai mujahidin di lembah Dhaif merupakan pertolongan dari Allah, bukan karena kehebatan mujahidin.

Syaikh yang terjun dalam pertempuran di Lembah Dhaif itu juga menceritakan pertolongan Allah selama pertempuran pembebasan wilayah penting tersebut. Ketika mujahidin hendak memulai pertempuran pada malam hari, kata Al-Muhaisini, awan yang ketika waktu Isya cerah tiba-tiba menutupi langit. Sehingga hal itu menyulitkan jet tempur rezim menargetkan posisi mujahidin.

Tidak hanya itu, lanjutnya, lima bom birmil yang dijatuhkan helikopter rezim juga meledak di udara. Birmil-birmil itu tidak mempengaruhi konsentrasi mujahidin.

“Tidak ada yang mengetahui tentara Allah, kecua DIA sendiri,” kata Al-Muhaisini memuji Allah atas pertolongan tersebut.

Di akhir perkataannya, beliau menyampaikan pesan kepada militer rezim yang masih setia kepada Bashar Al-Asad. Ingatlah, katanya, nasib kalian akan seperti teman-teman kalian di lembah ini yang tewas di tangan mujahidin.

Sebagaimana diketahui, gabungan mujahidin Suriah Ahad malam lalu melancarkan operasi besar-besaran membebaskan lembah Dhaif. Lembah yang menjadi kekuatan utama rezim di pedesaan Idlib itu telah dikepung selama dua tahun oleh mujahidin. Berulang kali mujahidin berusaha merebut lembah itu, namun berulang kali gagal.

Rezim Bashar Al-Asad merasa kekuatannya di lembah Dhaif tidak bisa dilumpuhkan. Hal itu karena lembah itu dilindungi 25 pos pertahanan militer. Setiap pos diisi sedikitnya 100 tentara dan puluhan tank tempur serta kendaraan lapis baja.

Namun, kemenangan mujahidin kali ini mematahkan mitos tersebut. Menurut laporan Komite Revolusi, sebanyak 1.700 tentara Suriah melarikan diri akibat gempuran mujahidin pada Ahad malam itu.

Sumber: burnews.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget