Halloween Costume ideas 2015
10/24/14

Mujahidin dari kelompok dengan nama Harakah Hazm pada hari kamis 23 oktober 2014 kemarin, memperlihatkan aktivitas ribat di Aleppo yang berbatasan langsung dengan wilayah yang dikuasai musuh. Tepatnya di bukit Syaikh Yusuf, sebuah Tank milik pasukan Assad berhasil dihancurkan dengan rudal anti Tank. Terlihat dalam video, Tank mengalami kebakaran dan beberapa pasukan Assad di sekitarnya berlarian menyelamatkan diri.



tank_assad_terbakar

  

Empat muslimah di Arab Saudi telah dipenjara karena mengajarkan anak-anak mereka untuk berperang dan untuk mendukung Al-Qaeda, kata media resmi (SPA), dalam putusan terbaru terkait "terorisme" di Saudi.

Mereka dijatuhi hukuman antara enam hingga 10 tahun penjara, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan Rabu (22/10) malam setelah vonis.


Dikatakan, pengadilan menghukum perempuan-perempuan tersebut atas tuduhan termasuk "mempersiapkan anak-anak mereka untuk bertarung di daerah konflik, dan mengajarkan bahwa itu diperintahkan oleh Islam," demikian bunyi tuduhan itu.

Mereka juga dinyatakan bersalah karena "mendukung Al-Qaeda, mengakses situs internet yang diblokir (situs jihad), dan mendownload materi audio visual yang berkaitan dengan jihad."

Tidak diberitakan kapan "pelanggaran" itu terjadi, ketiganya mendapatkan larangan untuk melakukan perjalanan ke luar Saudi.

Pihak berwenang pada tahun 2011 mendirikan pengadilan khusus untuk mengadili warga Saudi dan warga asing yang dituduh anggota Al-Qaeda atau terlibat dalam serangan mematikan di Saudi.

Putusan terbaru ini datang saat Arab Saudi dan tetangga Teluk lainnya berpartisipasi dalam serangan udara koalisi salibis pimpinan AS terhadap mujahidin di Suriah.

Raja Abdullah pada bulan Februari menetapkan hukuman penjara hingga 20 tahun bagi warga negara Saudi yang bepergian ke luar negeri untuk berjihad, setelah jihad di Suriah menarik ratusan warga Saudi untuk berjihad dan membantu saudara seagamanya yang tertindas.

Pemerintah Thaghut Saudi sangat keras dalam menghukum warganya yang berusaha mempelajari jihad dan berusaha membantu kaum muslimin yang sedang tertindas.

Kaum muslimin di Suriah selama tiga tahun telah menghadapi pembantaian oleh rezim Assad, alih-alih membantu mereka, pemerintah Saudi malah melarang warganya dari berjihad, dan Saudi sendiri turut serta dalam kampanye koalisi Salibis AS.

(sumber: daily)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget