Halloween Costume ideas 2015
10/17/14

Tentara Libanon yang membelot, Abdallah Shehadeh, dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis (16/10/2014) mengatakan militan Syi’ah “Hizbullah” telah memanipulasi militer dan melakukan diskriminasi terhadap personil Sunni di tubuh militer Libanon, hal itulah yang mendorongnya untuk melakukan pembelotan dan bergabung dengan Mujahidin Jabhah Nushrah.



“Kami mendaftarkan diri di Angkatan Darat dalam rangka membela rakyat Libanon, tapi kami terkejut menyaksikan bahwa (Angkatan Darat) adalah alat di tangan ‘Hizbullah’, yang digunakan untuk keperluannya sendiri,” ujar Shehadeh dalam video yang diposting oleh Mujahidin Jabhah Nushrah, seperti dilaporkan oleh Zaman Alwasl.

Dia menambahkan bahwa “Hizbullah” melakukan hegemoni untuk mendukung personil Syi’ah dan melakukan diskriminasi terhadap prajurit Sunni.

“Tentara Syi’ah yang sedikit mampu mengintimidasi prajurit Sunni yang besar,” lanjut Shehadeh.

Pelecehan dan penghinaan terhadap Muslimah di pos pemeriksaan dan penganiayaan terhadap Sunni secara umum juga menjadi alasan Shehadeh untuk melakukan desersi.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa seorang Muslim (Sunni) yang memanjangkan jenggotnya segera ditangkap di pos pemeriksaan dan dikirim ke Roumieh (penjara), dimana gerakan ‘Hizbullah’ difasilitasi di pos pemeriksaan ini,” ungkapnya.

Shehadeh muncul dalam sebuah video, dia berdiri di depan kendaraan militer Humvee yang penuh dengan senjata dan amunisi yang menurutnya dikirim oleh Arab Saudi kepada militer Libanon untuk membunuh Mujahidin di Suriah.

tentara lebanon

“Senapan mesin ini, amunisi dan night vision goggles kini menjadi ghanimah untuk Mujahidin.”

Shehadeh menyeru amir Jabhah Nushrah, Abu Muhammad al-Jaulani untuk memasuki Libanon dan membebaskan Muslim yang tertindas dan menyeru pasukan Sunni untuk mundur dari Angkatan Darat sebelum terlambat.

lebanon_syria
Dia memperingatkan bahwa tentara Libanon akan membayar harga yang mahal setelah menjadi pion di tangan “Hizbullah”.

“Hizbullah’ memasuki Suriah dan membunuh rakyatnya. Maka wajarlah bahwa Mujahidin memasuki Libanon untuk membunuh ‘Hizbullah’ dan pengikut mereka,” tambah Shehadeh.

(AlManara Network)

Iran kembali harus menelan pil pahit karena keterlibatannya dalam pertempuran di Suriah. Baru-baru ini, seorang Jenderal Syiah tewas dalam pertempuran yang berlangsung di provinsi Aleppo.

Dilaporkan media jihad, Rabu (15/10), sumber-sumber lapangan mengatakan bahwa pejuang Suriah berhasil menewaskan Jenderal Iran bernama Jabbar Dirsawi. Ia tewas beberapa hari lalu dalam pertempuran di dekat daerah Handarat, provinsi Aleppo.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Jabbar tewas pada pertempuran di hari Sabtu (11/10). Akan tetapi, situs-situs berita Iran mengatakan bahwa Jenderal mereka itu tewas pada hari Kamis (9/10), sebagaimana dilaporkan Orient.

Mayat Jabbar Dirsawi telah dipulangkan ke Iran beberapa saat setelah kematiannya. Ia dikuburkan pada Senin (13/10) dengan upacara terbuka di kota asalnya, Khuzestan.

Menurut situs berita Iran, Jabbar bukan satu-satunya warga Khuzestan yang berangkat ke Suriah membela Bashar Assad. Sebelumnya, ada rekannya bernama Ali Al-Askari Thaqanaki dan Mahdi Muisui.

Jabbar merupakan salah satu komandan penting pada Milisi Basij Iran. Milisi Basij merupakan satuan pasukan bersenjata Iran yang diperbantukan mendukung Bashar Al-Asad melawan mujahidin Suriah.

Sebelum bergabung ke pasukan Basij, Jabbar bertugas di satuan Garda Revolusi Iran. Ia sempat diturunkan dalam perang Iran-Iraq pada era 80-an.

 (Orient, ardalrebat, mojez)

Seorang pemimpin Pasukan Pertahanan Nasional Suriah, Rabu (15/10), tewas diberondong mujahidin di provinsi Hama. Ia tewas bersama 10 pengawalnya, termasuk di antaranya perwira militer Suriah.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, mengatakan bahwa Waris Yunus tewas diterjang peluru di dalam mobilnya di jalan Salimah di kota Hama.

Rami Abdurrahman, Direktur lembaga Pengawas HAM Suriah, mengatakan bahwa Yunus merupakan salah satu komandan di Pasukan Pertahanan Nasional Suriah. Pasukan itu dibentuk oleh kelompok Syiah Alawi untuk mempertahankan kelangsungan pemerintah Bashar Assad. Yunus juga menjabat sebagai anggota parlemen mewakili provinsi Turtuz. Ia dikenal sebagai tokoh penting di antara kelompok Syiah Alawi, tempat kelahiran Bashar Assad.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget