Halloween Costume ideas 2015
10/14/14

Kantor Media Jabhah Islamiyah di Aleppo pada hari Senin (13/10/2014), merilis video wawancara dengan tahanan pejuang Iran yang ditangkap selama pertempuran beberapa hari yang lalu di wilayah utara Aleppo

Tawanan adalah Muradi Ali, lahir pada tahun 1969, kewarganegaraan Afghanistan, diberangkatkan dari Iran ke Suriah untuk bertarung di jajaran milisi Iran bersama pasukan Assad.




Dia berkata, sebelumnya dipenjara selama enam tahun di Iran karena perdagangan narkoba, kemudian dibebaskan dan menjalani pelatihan militer untuk dikirim ke Suriah.

Dia juga menyampaikan ada sekitar 600 pejuang asing di Aleppo utara yang didatangkan untuk membantu rezim Suriah, termasuk dari Lebanon, Pakistan, Iran, Hizbullah, dan Irak, dibagi dalam beberapa kelompok, dan dipimpin oleh seorang perwira Iran bernama Miska Hosseini.

Aktivis Suriah baru-baru ini mengungkap senjata baru yang digunakan militer Bashar Assad untuk menghadapi mujahidin Suriah. Senjata tersebut mampu menghancurkan bangunan dan semua yang berada di area sasaran.

Dilansir dari Al-Arabiya.net, Senin (13/10), aktivis Suriah mengatakan bahwa senjata itu terungkap digunakan dalam pertempuran di lingkungan Jaubar, di pedesaan Damaskus. Rezim menggunakan senjata penghancur itu setelah tidak mampu melumpuhkan mujahidin.

Senjata baru yang diberikan Rusia kepada Bashar Assad itu merupakan sistem anti ranjau (UER 77). Senjata tersebut meluncurkan peledak daya tinggi dan mampu menghancurkan bangunan. Senjata baru itu biasanya digunakan untuk mensterilkan ladang ranjau sepanjang 90 meter dan selebar 6 meter. Daya ledaknya pun sangat tinggi dan mampu menghancurkan segala sesuatu di area tersebut.

Berikut salah satu video yang diunggah salah satu tentara Bashar Al-Asad, yang menunjukkan kedahsyatan senjata baru itu.



Aktivis mengatakan bahwa sistem anti ranjau ini pernah digunakan Rusia dalam perang Chechnya. Senjata ini merupakan inovasi baru yang pernah dibuat militer negara sekutu Bashar Assad itu.

Saat ini, senjata tersebut digunakan rezim Bashar Assad untuk menghancurkan lingkungan Jaubar dengan sistematis. Meski didukung milisi-milisi Syiah, militer Suriah tidak mampu menembus kekuatan mujahidin di lingkungan di pedesaan Damaskus tersebut.

Masih menurut aktivis, senjata ini gencar digunakan militer Suriah sejak pertengahan bulan September kemarin. Efek ledakannya pun menghancurkan wilayah luas di lingkungan Jaubar. Bahkan, suara ledakan bom tersebut dapat terdengar di ibukota Damaskus.

(Al-Arabiya)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget