Halloween Costume ideas 2015
09/25/14

Jabhah Nusrah adalah salah satu kekuatan mujahidin yang paling kuat dalam perang Suriah, dengan catatan panjang yang berperang melawan rezim. Ia juga merupakan cabang Al-Qaeda. Yang telah dimasukkan ke dalam daftar hitam sebagai kelompok “teroris” oleh AS dan PBB, sesuatu yang selalu membuat geram beberapa anggotanya, seperti seorang anggota, yang berbicara dengan syarat anonim. Mereka mengatakan tujuan tunggal mereka adalah untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar Assad.

Serangan AS telah membuat marah banyak warga Suriah, yang selama ini mendukung Jabhah Nusrah karena keikhlasan membantu melindungi mereka dari kekejaman rezim Suriah. Serangan AS didukung penuh oleh beberapa negara timur tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar dan Yordania.

"Saudi,Jordan,UAE,Bahrain,Egypt, adalah Musuh bagi Penduduk Suriah bukan Teman"


Aksi protes dari penduduk di Kafrdiryan, Idlib terkait serangan udara AS ke markas Jabhah Nushrah


Protes penduduk di Marat anNuman, mendukung Jabhah Nushrah, Ahrar Sham, dan Islamic Front 

Dalam sebuah wawancara sebelum serangan, seorang petinggi Jabhah Nusrah – bukan seorang pemimpin senior, ia hanya seorang koordinator – dia mengatakan sangat marah karena ISIS telah memancing negara-negara Barat ke dalam perang, suatu hal yang akan sangat membantu rezim. Sudah cukup buruk bahwa negara-negara seperti Iran dan Rusia mendukung Assad, dia berkata, "Memang kami memiliki masalah dengan Amerika Serikat, tapi kami tidak perlu mengatasinya sekarang," katanya. "Tidak usah melibatkan seluruh dunia."

Seorang anggota Jabhah Nusrah, seorang mujahidin yang juga membantu untuk mengawasi produksi minyak di provinsi Deir Ezzor sebelum ISIS merampasnya pada musim panas ini, mengatakan ia mendukung Jabhah Nusrah karena ia melihatnya sebagai cara terbaik untuk melawan rezim dan IS. "Mereka adalah individu yang ingin membebaskan negara ini dari tiran," katanya. "Alasan saya bergabung Jabhah Nusrah adalah karena tahu dari awal bahwa kelompok ini bergantung pada dirinya sendiri."

Di rumahnya di Antakya, minggu sebelum serangan, anggota Jabhah Nusrah itu memperingatkan bahwa agresi AS terhadap kelompok itu akan mengubah pola pikir pejuang lokal, dia mengatakan bahwa menyerang Jabhah Nusrah akan menjadi kesalahan terbesar AS.

"Kami tidak pernah berbicara tentang AS sama sekali," katanya. "Jangan menyerang kami, dan jangan membuat kami menyerang Anda."

Dihubungi melalui telepon setelah serangan udara AS pada hari Selasa, ia berkata dengan nada yang menyiratkan kemarahan : "Setelah serangan ini, Amerika Serikat tidak akan menyalahkan siapapun, kecuali diri mereka sendiri."

AS meluncurkan delapan serangan udara pada Senin (22/9/2014) malam terhadap "jaringan veteran Al-Qaeda berpengalaman yang telah bermarkas di Suriah untuk mengembangkan serangan eksternal, membangun dan menguji alat peledak improvisasi dan merekrut pejuang Barat untuk melakukan operasi."

Serangan Amerika yang mentargetkan "kamp pelatihan, fasilitas bahan peledak dan amunisi produksi, bangunan komunikasi dan komando dan kontrol fasilitas" sebagai bagian dari upaya "untuk mengganggu serangan yang direncanakan dalam waktu dekat untuk melawan Amerika Serikat dan kepentingan Barat."

Jabhah Nusrah memposting foto-foto di akun Twitter resmi cabang Idlib. Dalam tweetnya, Jabhah Nusrah mengatakan bahwa kantor pusatnya telah kosong oleh mujahidin dan yang menjadi korban adalah warga sipil yang tak berdosa.





Jabhah Nusrah mengatakan pengeboman dilakukan oleh koalisi Salibis yang dipimpin oleh Amerika dengan bantuan beberapa negara seperti Arab Saudi, Qatar, Yordania, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Penjajah salibis Amerika Serikat pada Senin (22/9/2014) malam mulai menggelar serangan laut dan udara terhadap kelompok-kelompok jihad di Suriah. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar dan Yordania berperan serta aktif dalam mendukung serangan militer AS tersebut, CNN dan Fox News melaporkan.

Penjajah salibis Amerika dan kelima negara Arab sekutunya mengklaim serangan tersebut ditujukan terhadap kelompok ISIS di propinsi Raqqah. Namun situs-situs jihad Suriah melaporkan serangan tersebut juga ditujukan kepada kelompok Jabhah Nushrah, Ahrar Asy-Syam, Jaisyul Muhajirin dan kelompok-kelompok mujahidin yang menginginkan tegaknya negara islam di Suriah.


Serangan penjajah salibis Amerika dan kelima negara Arab sekutunya menghantam mujahidin dan kaum muslimin di propinsi Raqqah, Idlib, dan Aleppo. Sedikitnya lima markas mujahidin Jabhah Nushrah di Idlib dan Aleppo hancur oleh serangan tersebut. Puluhan mujahidin dan rakyat sipil muslim gugur di Idlib, Aleppo dan Raqqah.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget