Halloween Costume ideas 2015
09/10/14

Ungkapan duka atas tewasnya para petinggi Ahrar Syam pada Selasa sore kemarin, 9 September 2014, datang dari berbagai komandan kelompok jihad di Suriah.






Ungkapan duka dari Jabhah Islamiyah atas tewasnya Hasan Aboud dan para petinggi lainnya.

Bagi kelompok jihad Ahrar Asy-Syam secara khusus dan Jabhah Islamiyah secara umum, gugurnya para amir, ulama syariat, dan komandan mereka secara berjama’ah ini merupakan sebuah prestasi tersendiri di hadapan Allah dan kaum muslimin. Allah Ta’ala berkenan memilih mereka, secara berjama’ah, dalam golongan syuhada’ di jalan-Nya setelah mereka bersama-sama menjalani jihad melawan rezim Nushairiyah Suriah selama tiga tahun lebih.

Berjuang bersama di jalan Allah dan gugur bersama di jalan Allah, insya Allah. Selamat atas gugurnya para ulama dan komandan Ahrar Asy-Syam di jalan Allah secara berjama’ah. Semoga Allah menerima amal shalih mereka, mengampuni dosa mereka, dan menempatkan mereka dalam surga yang tertinggi Al-Firdaus, dengan ridha-Nya. Aamiin.

Serangan pengkhianat yang membunuh puluhan komandan gerakan mujahidin Suriah Ahrar Syam, Selasa (09/09), dilancarkan ketika gerakan itu menggelar pertemuan umum di tempat rahasia di Idlib. Selain dihadiri para komandan brigade, pertemuan itu juga dihadiri dewan majelis Syura gerakan.

Menukil dari keterangan seorang komandan pasukan Pembebasan Suriah (FSA) Brigjend Ahmad Rahal, aktivis Suriah Khalid Syakban menjelaskan, Selasa, bahwa pertemuan itu digelar sangat rahasia di sebuah bungker bawah tanah. Sehingga, publik tidak mungkin mengetahui dan masuk ke tempat pertemuan tersebut.

Ia menambahkan sebagaimana keterangan Ahmad Rahal bahwa nampak dari tubuh para korban tanda-tanda serangan gas kimia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lebih dari 20 tokoh senior dan orang penting di Ahrar Syam terbunuh dalam sebuah ledakan di Idlib Utara, Selasa sore kemarin. Termasuk pemimpin tertinggi Gerakan, Abu Abdullah Al-Hamawi atau dikenal juga dengan Hassan Abbud.

Mimbar Tauhid dan Jihad yang dibimbing oleh Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi menyebut bahwa pembunuhan yang terjadi di di desa Ram Hamdan, wilayah pedesaan Idlib Utara tersebut dilakukan karena pengkhianatan. Namun, tidak dijelaskan pengkhianatan apa dan oleh siapa yang dimaksud lembaga pendukung jihad tersebut. Mimbar Tauhid berharap semoga para syuhada—insya Allah—diterima di sisi-Nya dan keluarga serta saudara-saudara seperjuangan di Ahrar Syam dikaruniai kesabaran oleh Allah.

“Kami turut berduka atas ujian besar saudara-saudara kami di Ahrar Syam dan terbunuhnya para memimpin mereka,” tulis Mimbar dalam pernyataannya.

Sementara itu, forum jihad Hanein melansir dari keterangan seorang saksi mata yang mengungkapkan melalui akun Twitter @mjahedalsham, menjelaskan bahwa ledakan itu bersumber dari TNT yang berisi gas beracun. Para korban banyak meninggal akibat sesak nafas dan sebagian tidak ditemukan luka di tubuh mereka.

Ia menegaskan, tidak ada pelaku bom bunuh diri masuk ke ruang pertemuan, atau bom mobil, atau serangan udara dalam insiden tersebut. Yang jelas, lanjutnya, ledakan tersebut bersumber dari bom yang ditanam di dalam ruangan pertemuan.

( dawaalhaq.com/hanein.info )

(9/9/2014) - Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Amir Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah, Syaikh Abu Abdillah Al-Hamawi Hasan Abud bersama 11 orang ulama dan komandan Ahrar Asy-Syam gugur oleh “sebuah ledakan” saat mereka melakukan pertemuan di Idlib.

Berita gugurnya Amir Ahrar Asy-Syam bersama belasan ulama dan komandan mereka juga diberitakan oleh Marshad Al-Jihad Al-Alami dan sumber-sumber mujahidin lainnya.

Mereka yang dikabarkan syahid adalah Abu Abdillah Al-Hamawi Hasan Abud dan sejumlah rekannya Abu Yazin Asy-Syami, Abu Thalhah Al-Ghab, Abu Abdil Malik Asy-Syar’i, Abu Aiman Al-Hamawi, Abu Aiman Raam Hamdan, Abu Sariyah Asy-Syami, Muhibuddin Asy-Syami, Abu Yusuf Binnisy, Thalal Al-Ahmad Tamam, Abu Zubair Al-Hamawi, Abu Hamzah Ar-Raqqah dan beberapa orang lainnya.





Ledakan terjadi manargetkan markas komando Ahrar Asy-Syam. Kejadian ini jelas menunjukan adanya intelegen musuh yang memonitoring keberadaan para pemimpin Ahrar Asy-Syam. 

Beberapa akun twitter dari tentara ISIS dan pendukungnya justru bergembira akan kejadian ini. Bisa kita baca dalam akun twitter mereka dengan hashtag "mati anjing murtad Hasan Aboud" # 

Siapapun yang membunuhnya apakah pihak ISIS ataukah pihak Rezim, maka mereka akan mendapat balasan setimpal di dunia dan akhirat.

“Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahanam. Ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, mengutukinya, serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. an-Nisa`: 93)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget