Halloween Costume ideas 2015
09/09/14

Sidang dimulai di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Senin (8/9), 15 orang dituduh bergabung dan membiayai Jabhah Nusrah dan Ahrar Syam di Suriah, kata kantor berita resmi WAM.


Sebelas terdakwa, yang kewarganegaraannya tidak diungkapkan, muncul di sidang pertama sebelum Mahkamah Agung Federal di Abu Dhabi, kata WAM.

Tidak jelas mengapa empat sisanya tidak dihadirkan di pengadilan.

Mereka dituduh "bergabung dan mengumpulkan dana untuk dua kelompok “teroris” di luar negeri – Jabhah Nusrah dan Ahrar Syam" yang sedang berjuang melawan rezim pemerintah Suriah, Bashar Assad.

Jabhah Nusrah adalah afiliasi Al-Qaeda di Suriah, sementara Ahrar Syam adalah kelompok mujahidin yang kuat di Suriah.

Para terdakwa juga didakwa dengan tuduhan memproduksi bahan peledak, WAM melaporkan.

Salah satunya dituduh memiliki senjata api tanpa izin, sementara yang lain diduga "mengelola sebuah website yang menyebarkan informasi tentang Al-Qaeda dan menyebar ideologinya."

Sidang berikutnya akan digelar pada tanggal 23 September, tambahnya.

Pihak berwenang di negara Teluk telah mentargetkan Islamis dengan dugaan memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin atau Al-Qaeda.

Pada tanggal 23 Juni, pengadilan yang sama memejarakan enam warga Arab selama tujuh tahun setelah mendapati mereka membentuk sel Al-Qaeda dan mengumpulkan dana untuk Jabhah Nusrah.

Puluhan warga Emirat dan Mesir juga telah dipenjara karena membentuk sel Ikhwanul Muslimin, yang dilarang di Mesir dan dituduh berusaha menggulingkan monarki Teluk.

Ahli PBB Gabriela Knaul Maret mengkritik pelanggaran dan kurangnya transparansi dalam proses pengadilan UAE, dan mendesak penyelidikan independen atas tuduhan penyiksaan di penjara.

(9/2014) - Sebuah rekaman audio telah dirilis dari kantor media kesatuan mujahidin dalam ruang operasi "Nahrawan AsSham". Sheikh Hussam AlAtrash selaku anggota majelis syar'i dalam operasi ini, berdebat dengan pihak Syar'i ISIS melalui jaringan telepon. Berdasarkan AlQuran dan AsSunnah, Sheikh Hussam AlAtrash mempertanyakan tindakan ISIS memberi label murtad terhadap mujahidin, dan menyerang wilayah yang dibebaskan mujahidin seperti Aleppo, Raqqa, dan Deir ezZour.



(9/2014) - Pertempuran dengan ISIS di utara pedesaan wilayah Aleppo terus berlangsung, kesatuan mujahidin dengan sandi peperangan "Nahrawan As-Sham" melakukan serangan menggunakan senjata berat.







Laporan dari situs berita Addurar AsShamiya, dalam serangan ini beberapa anggota ISIS dikabarkan tewas dan terluka. Mujahidin mulai mendapat kemajuan di pedesaan dekat kota Akhtarin yang masih dikuasai ISIS.   

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget