Halloween Costume ideas 2015
08/25/14

Perlawanan banyak suku ahlusunnah terhadap rezim Irak adalah berkah sendiri bagi puluhan faksi jihad di Irak. ISIS  yang menganggap dirinya berstatus "Negara" telah bersikap arogan dengan memaksa para mujahidin dari kelompok lain untuk melakukan bai'at. Berikut ini penjelasan dari Faksi Jihad Jaish alMujahidin terkait kejadian baru-baru ini dimana ISIS melakukan intimidasi terhadap para anggotanya di wilayah Karmah, Irak.
 irak-revolusi
klik gambar untuk lihat lebih jelas peta pertempuran di Irak update bulan ini (8/2014)


بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, akibat yang baik itu hanya bagi orang-orang yang bertaqwa, dan tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zhalim. Shalawat serta salam kepada Sayyidina Muhammad, kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau, amma ba’du:

Bukan menjadi hal yang rahasia lagi bagi para mujahidin di Iraq bahwa organisasi yang dinamakan dengan ISIS telah berusaha sejak waktu yang lama untuk mengambil sumpah bai’at dari para mujahidin dengan paksaan, yaitu dengan memberikan pilihan kepada mereka antara bai’at, atau pelucutan senjata dan pengusiran dari kancah jihad, atau diperangi. Mereka memanfaatkan pihak-pihak lain yang sengaja menghindari bentrokan dengan mereka dan membuka front pertempuran internal yang baru, yang menguntungkan pihak musuh yang selalu menyusun rencana jahat kepada ahlus sunnah. ISIS juga menuduh setiap orang yang menyelisihinya dengan berbagai tuduhan palsu, dengan tujuan agar dapat mengkafirkan dan menghalalkan darah mereka.

Wilayah Karmah termasuk wilayah yang pertama kali berhasil dibebaskan dari tangan pasukan rezim Irak berkat karunia dari Allah dan bantuan dari para penduduknya dan kalangan suku-sukunya yang bekerjasama dengan putra-putra mereka para mujahidin, dan ISIS tidak memiliki peran di dalamnya. Setelah Karmah dibebaskan, mulailah mereka memasukinya secara perlahan-lahan, menyebar dan memperluas kekuasaan di dalamnya.

Mereka pun mulai berbuat ulah dengan para mujahidin dan juga kalangan suku-suku, hingga kemarin (21/8) pada puncaknya mereka melakukan aksi penculikan terhadap beberapa orang anggota kami, dan melakukan intimidasi terhadap sejumlah tentara kami yang mereka tangkap pada hari ini (22/8), serta menembaki yang lainnya. Maka saudara-saudara kami tidak memiliki pilihan lain kecuali mempertahankan diri mereka, sehingga jatuhlah korban di kedua belah pihak. Kemudian pasukan dari jamaah yang pembangkang itu memanggil pasukan bantuan dan mengerahkan pasukannya dari wilayah lain, yaitu dari Fallujah dan Tikrit, mereka pun mulai membombardir pedesaan yang di dalamnya tersebar para pejuang kami dengan menggunakan mortir dan senapan mesin kelas berat, mereka juga menolak mediasi yang dilakukan oleh pihak suku yang berusaha untuk menjauhkan perang dari wilayah perkotaan beserta para penduduknya, karena merekalah yang mampu untuk memadamkan api peperangan, namun syarat yang ISIS ajukan adalah seperti biasa: “kalau tidak berbai’at, maka harus menyerahkan senjata dan keluar dari Kota ini, kalau tidak maka akan diperangi”.

Mereka mulai meledakkan beberapa rumah milik saudara-saudara kami, lalu menyerang sejumlah markas kami dan mencoba untuk menguasainya, semua ini merupakan bukti yang menunjukkan bahwa mereka tengah mempersiapkan peperangan besar-besaran dan menciptakan fitnah yang sifatnya eksternal seperti yang mereka lakukan di Syam, ini akan membawa bencana dan malapetaka bagi Ahlus Sunnah, dan menjadi hadiah paling berharga yang dipersembahkan kepada pemerintahan rafidhah yang baru, pemerintahan ini tidak akan berfikir dua kali untuk meraup keuntungan dari fitnah ini.

Kami menegaskan bahwa kami berada pada posisi mempertahankan diri, dan kami akan membalas setiap intimidasi yang diberikan kepada kami atau kepada pihak suku-suku, dengan segenap kekuatan yang diberikan kepada kami. Pikiran kami tertuju pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Said bin Zaid Radhiyallahu Anhuma, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

 مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela agamanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya (jiwanya) maka ia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia syahid”. [HR. Tirmidzi No.1341]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِي قَالَ فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي قَالَ قَاتِلْهُ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي قَالَ فَأَنْتَ شَهِيدٌ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ قَالَ هُوَ فِي النَّارِ

Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apa pendapat Anda jika seseorang datang kepadaku untuk merampas hartaku?’ Beliau menjawab: ‘Janganlah engkau serahkan hartamu kepadanya.’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika ia memerangiku?’ Beliau menjawab: “Lawanlah!’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika ia berhasil membunuhku?’ Beliau menjawab: ‘Engkau mati syahid.’ Laki-laki itu bertanya: ‘Bagaimana jika aku yang berhasil membunuhnya?’ Beliau menjawab: ‘Dia berada di neraka.’” [HR. Muslim no. 140, An-Nasai no. 4082 dan Ahmad no. 8475].

Kami memperingatkan mereka beserta orang-orang yang berpihak dan membantu mereka, untuk mengingat Allah Ta’ala. Dan bahwasanya perbuatan-perbuatan mereka ini menyebabkan terus berlanjutya mala petaka terhadap ahlus sunnah. Janganlah mereka membuat pihak-pihak lain bermanuver dengan alasan perbuatan mereka (ISIS), pengrusakan mereka terhadap revolusi ahlus sunnah tidak sebanding dengan apa yang telah mereka berikan terhadapnya, hingga menyebabkan setiap orang yang memiliki kekuatan memiliki alasan untuk menyerang ahlus sunnah dan memberikan lampu hijau yang selama ini didamba-dambakan oleh Amerika, Iran dan pihak-pihak yang berdiri bersama mereka untuk menyerang ahlus sunnah dan menggagalkan revolusi mereka serta mengerahkan musuh untuk melawannya.

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”.



LEMBAGA MEDIA JAISY MUJAHIDIN
25 Syawal 1435
22 Agustus 2014

Sumber: Forum Ana Muslim

Sebuah video singkat yang dirilis pada 21 Agustus menampilkan tiga mujahidin dari Jabhah Nusrah tak lama sebelum mereka berangkat untuk melawan ISIS di utara Aleppo.

ISIS telah memerangi Jabhah Nusrah selama berbulan-bulan, merampas sejumlah kota-kota di utara Aleppo pada awal bulan ini. Menurut beberapa laporan, ISIS telah menguasai 13 kota dalam serangan mendadak yang dimulai pada 13 Agustus, mengalahkan mujahidin yang tengah fokus memerangi tentara rezim Assad. Dalam beberapa hari terakhir, Tentara ISIS menuju kota Marea, yang dianggap sebagai pusat utama bagi kelompok jihad yang berperang dengan rezim Bashar Assad.

Pada tanggal (21/8/2014) Jabhah Nusrah telah merilis video yang berjudul, "Kata-kata singkat dari Muhajirin dan Ansar sebelum berangkat menolak Agresi dari kaum Khawarij."



"Kami Jabhah Nusrah hanya berjuang untuk menegakkan kalimat Allah, untuk memenangkan kaum yang tertindas," mujahid pertama berkata dalam video itu. "Kami hanya berjuang untuk menyingkirkan Bashar Assad dan tentaranya. Kami datang untuk memerangi mereka sehingga kami bisa menegakkan hukum-hukum Allah pada Negara ini (Suriah). Kami datang bukan untuk menindas orang, mencuri dari orang-orang, atau mengambil harta mereka. Kami datang untuk memberlakukan hukum-hukum Allah," lanjutnya.

Perkataan mujahid itu menyoroti perbedaan utama antara Jabhah Nusrah dan ISIS. Sedangkan Jabhah Nusrah telah memfokuskan sebagian besar sumber dayanya untuk melawan rezim Assad, dan meleburkan diri bersama faksi mujahidin lain dalam pemberontakan terhadap rezim Assad, sedangkan ISIS telah memfokuskan pada merebut daerah yang telah dibebaskan oleh kelompok-kelompok mujahidin. Perampasan daerah di Suriah, ditambah dengan kemajuan di Irak, telah memicu klaim kelompok yang sekarang memerintah atas “kekhalifahan” dengan amirnya, Abu Bakr Al-Baghdadi, yang disebut dengan "Khalifah Ibrahim." ISIS menuntut loyalitas semua mujahidin lainnya untuk berbai’at dan mentaati “kekhalifahan” yang dideklarasikan oleh ISIS sendiri.

"Saya menyarankan para anggota ISIS, saya menyarankan kalian untuk tidak mendengarkan amir dan syar’I kalian," mujahid pertama melanjutkan. "Mereka mengajak kalian untuk bermaksiat. Mereka telah mengatakan bahwa kami adalah murtad dan bahwa jamaah kami (Jabhah Nushrah) adalah jamaah murtad. Demi Allah, aku meminta kepada kalian dengan nama Allah, datanglah kepada kami dan tunjukkanlah kepada kami salah satu bukti bahwa kami adalah orang murtad atau bahwa kami telah jatuh ke dalam kemurtadan. Kami tidak jatuh dalam kemurtadan dan kami belum berjuang bersama kaum murtad atau kafir, dalam bentuk apapun."

Mujahid itu kemudian mengajak kepada anggota jamaah Al-Baghdadi untuk keluar dari ISIS. "Saya menyarankan kalian, wahai anggota ISIS, wahai tentara ISIS, kembalilah kepada kebenaran. Tinggalkan kemaksiatan ini. Tinggalkan tindakan kalian yang memerangi mujahidin dan kaum Muslim dalam mentaati perintah Al-Baghdadi atau Al-Adnani."

Berbicara kepada para pejuang asing yang bergabung dengan ISIS, mujahid pertama mengatakan, "Jangan sia-siakan keberangkatan kalian ke bumi Sham (Suriah). Anda datang bukan untuk melawan para pendukung agama Allah atau tentara Allah, Allahu Akbar. Alhamdulillah, yang telah mengirimkan kami ke bumi Sham sehingga kami bisa melawan orang-orang kafir." Mujahid itu melanjutkan, "Dan sekarang kalian telah mengubah sasaran kalian dan saat ini memerangi para mujahidin yang datang untuk melawan musuh-musuh Allah (rezim Assad). Saya menyarankan kepada kalian, kembalilah kepada kebenaran. Dengarkan nasehat para ulama, mereka telah berbicara tentang masalah ini. Kalian berada di jala yang salah, beberapa dari mereka bahkan menganggap kalian Khawarij. Dengarkan kata-kata para ulama, bukan orang-orang dari amir atau syar’i kalian."

Mujahid kedua berkata, “ISIS datang untuk merebut lahan dan membuat pertumpahan darah dan menghalalkan harta kaum Muslimin dan mulai memerangi umat Islam."

"Mereka mengatakan bahwa setiap Muslim yang tidak berbai’at (janji setia) kepada Al-Baghdadi adalah murtad, dan itu adalah bertentangan dengan hukum Islam," mujahid kedua melanjutkan. "Siapa yang menempatkan dia sebagai Khalifah atas seluruh kaum Muslimin? Siapa yang bahkan mendeklarasikan khilafah? Mereka sendiri yang mendeklarasikan Negara (Islam) dan kemudian mendeklarasikan Khilafah dan mulai membunuh kaum Muslimin dan menghalalkan darah, properti dan kehormatan mereka halal.”

Mujahid ketiga kemudian berkata, "Kami akan tetap di utara (Aleppo) dan akan mempertahankan diri, dengan izin Allah." "Kami tidak melarikan diri, dengan izin Allah." Kepada tentara ISIS, mujahid itu mengatakan, "Kalian telah datang untuk melawan mujahidin, singa jihad yang ingin berjuang di jalan Allah, dan kalian mendengarkan amir dan syar’i kalian. Demi Allah, pada hari kebangkitan nanti, Allah SWT akan bertanya kepada kalian, mengapa kalian membunuh? dan Al-Baghdadi, Al-Adnani, dan syar’i kalian tidak dapat membantu kalian! "


Posisi Mujahidin menghadapi ISIS di utara Aleppo


MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget