Halloween Costume ideas 2015
08/22/14

Pemimpin Jays al Islam, gabungan dari 50 brigade jihad Suriah, Syaikh Muhammad Zahran ibn Abdullah Alusy (Abu Abdullah) dilahirkan di Duma, kawasan di pinggiran kota Damaskus. Ayah beliau adalah Syaikh Abdullah Alusy, Ulama yang sangat dalam ilmu agamanya dan dikenal sebagai ulama yang sangat berpegang teguh kepada manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan dakwah Islam.

muhammad zahran alusyi

Sejak kecil Syaikh Muhammad Zahran ibn Abdullah sangat rajin mempelajari Al-Quran dari ayahnya dan ia juga belajar dengan para syaikh-syaikh besar Islam di desa ia tinggal.

Beliau lulus dari sekolah Syariah Islam di Universitas Damaskus dan kemudian melanjutkan kembali di Universitas Islam Madinah Munawwarah untuk mempelajari hadits Nabawi, kemudian beliau melanjutkan magisternya di kuliah Syariah Islam di universitas Damaskus.

Sebelum revolusi ia bekerja di perusahaan real estate, ia memiliki sebuah perusahaan yang membantu konstruksi atau membantu situs konstruksi.

Dan ketika revolusi di Syria bermula pada Maret 2011, pada saat itu beliau masih berada di dalam penjara rezim Assad, dimana kegiatan dakwah yang selalu beliau lakukan di Suriah sejak tahun 1987 menyebabkan beliau mendapatkan banyak penuntutan dari keamanan rezim dan ancaman yang banyak dari pihak rezim, kegiatan dakwah beliau berakhir dengan penangkapan di awal tahun 2009 di cabang dinas intelijen , yang kemudian dipindahkan ke dalam penjara Militer Sednaya 1.

Demonstrasi yang terbentuk pada awal tekanan kepada rezim Assad membuat mereka melepaskan sejumlah tahanan dan termasuk di dalamnya Syaikh Zahran Alusyi, beliau keluar dari penjara pada 22-06-2013 , sekitar 3 bulan sejak awal revolusi bermula.

Sesudah dibebaskan dari penjara, beliau membentuk kekuatan militer untuk melawan rezim Assad yang membunuhi dan menyerang rakyat Suriah, kelompok Mujahidin ini pada awalnya diberi nama “Sirriyah Islam” kemudian berkembang dan diganti namanya menjadi “Liwa Islam” yang hingga kini masih merupakan salah satu brigade Mujahidin di Suriah.

penggabungan 50 brigade jihad dalam pembentukan Jays alislam

Hingga akhirnya syaikh Zahran Alusyi diamanahkan menjadi pemimpin dari 50 brigade dan batalyon untuk membentuk kekuatan mujahidin baru di Suriah yang diberi nama Jays alIslam (Tentara islam). Saat ini Jays alIslam menjadi kelompok dengan kekuatan militer Islam terbesar di Suriah yang ikut juga bergabung dalam Jabhah Islamiyah. 

Dua ulama’ Kuwait yang mendukung jihad Suriah dan mencarikan dana untuk Jabhah Nusrah, dan baru-baru ini ditunjuk oleh Salibis AS sebagai teroris global, Syaikh Shafi Sultan Mohammed Al-Ajmi dan Syaikh Hajjaj Fahd Hajjaj Muhammad Sahib Al-'Ajmi, telah muncul selama beberapa hari terakhir.

Syaikh Hajjaj Al-'Ajmi ditangkap oleh pihak berwenang Kuwait di Bandara Internasional Kuwait pada (20/8) saat beliau kembali dari Qatar. Menurut Reuters, pihak berwenang tidak akan mengomentari penahanannya.

Pada 17 Agustus, Syaikh Shafi Al-Ajmi ditahan oleh pihak berwenang Kuwait di perbatasan dengan Arab Saudi saat beliau dikabarkan kembali dari umrah. Beliau dibebaskan setelah diinterogasi oleh petugas Kuwait.

Keduanya ditambahkan oleh Salibis AS ke dalam daftar teroris global kurang dari dua minggu yang lalu, pada 6 Agustus, bersama dengan warga Kuwait lainnya, Abdur Rahman Khalaf 'Ubayd Juday' Al-'Anizi.
Menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS, Hajjaj Al-'Ajmi berfungsi sebagai penyalur sumbangan keuangan untuk Jabhah Nusrah di Suriah, beliau bepergian secara teratur dari Kuwait ke Suriah untuk terlibat dalam aktivitas keuangan atas nama Jabhah Nusrah dan memberikan dana kepada kelompok itu.

Dan Shafi Al-Ajmi yang berkampanye di media sosial rutin mencari sumbangan bagi para pejuang Suriah dan merupakan salah satu penggalang dana Kuwait paling aktif untuk Jabhah Nusrah. Pada bulan Juli 2014, beliau secara terbuka mengakui bahwa mengumpulkan uang di bawah naungan badan amal dan menyampaikan dana secara langsung ke Jabhah Nusrah. Al-Ajmi juga mengakui pembelian dan pemasokan senjata atas nama Jabhah Nusrah.

Hajjaj juga ditambahkan ke dalam daftar teroris global oleh PBB, dalam pernyataan yang diterbitkan pada 15 Agustus, yang menyatakan bahwa beliau adalah seorang pemodal Jabhah Nusrah yang berbasis di Kuwait. Selain itu, PBB yang menambah pemodal lainnya untuk Jabhah Nusrah, Hamid Hamad Hamid Al-Ali.

Syaikh Hajjaj telah bersumpah akan mengambil tindakan hukum untuk membersihkan namanya, dan mengatakan beliau bukan teroris, tidak memiliki afiliasi dengan kelompok teroris, dan itu hanya sebatas mengirimkan bantuan ke Suriah yang sedang ditindas oleh Rezim Syiah Nushairiyyah.

Syaikh Shafi juga mengatakan akan mengambil tindakan hukum setelah penahanan singkat oleh otoritas Kuwait. Menurut Kuwait Times, pemerintah Kuwait tahun lalu melarang acara TV di mana beliau muncul, karena pemerintah mengklaim beliau menghasut kebencian. Pada acara itu, Syaikh Shafi meminta pihak oposisi untuk melawan rezim Assad, dan mendesak pendukungnya untuk membunuh pejuang Syiah Hizbullah yang berperang di sisi Rezim Assad di Suriah.

syaikh-shafi-alajmi

The Kuwait Times juga melaporkan bahwa Syaikh Shafi dan Syaikh Hajjaj telah kembali di Twitter dengan account baru tiga hari yang lalu setelah akun asli mereka dibanned. Dalam salah satu tweet terbarunya, Syaikh Hajjaj Al-Ajmi mengatakan: "Akan terus mendukung Islam dan umatnya, dan segala puji bagi Allah. Dan hanya orang yang beriman percaya bahwa apa yang terjadi kepada mereka adalah untuk kemaslahatan mereka sendiri."

Syaikh Shafi Al-Ajmi juga mengatakan, "Kami menyampaikan kabar baik kepada saudara-saudara kami di Syam (Suriah) bahwa kami akan selalu berada di pihak yang membantu mereka, bahkan jika orang-orang kafir benci hal itu, saya katakan David Cohen (Wakil Menteri Keuangan AS) bahwa jika Yesus (Isa) a.s putra Maryam adalah di antara kalian, maka Anda juga akan melabeli beliau teroris."

Menurut aktivis pada hari kamis (21/8/2014), mujahidin berhasil menewaskan beberapa tentara rezim suriah selama serangan dengan ranjau darat, terlihat sekumpulan mayat di pinggiran jalan wilayah Ghazlanah, pedesaan Damaskus.


Sumber Media setia kepada rezim Assad, mengkonfirmasi telah terjadi pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Adnan Omran, Kepala Staf manajemen Pertahanan Udara wilayah Maliha, selain juga tewasnya tiga tentara suriah lainnya di Goutah Timur.

(sumber: adduraru ashamiya)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget