Halloween Costume ideas 2015
08/20/14

Jabhah Islamiyah telah mengeluarkan surat resmi terkait keberadaan Faksi Jaish Muhammad di kota Azaaz, Aleppo. Jabhah Islamiyah memberikan tempo selambat-lambatnya 3 hari agar mereka keluar dari kota tersebut. Hal ini dilakukan karena Faksi Jaish Muhammad melakukan penghianatan dan disinyalir telah bergabung dengan ISIS.

surat front islam
Surat Jabhah Islamiyah tgl 17/8/2014

Peristiwa ini terjadi setelah Jabhah Islamiyah berhasil merebut kembali wilayah Azaaz dari tangan ISIS.

Mujahidin Jabhah Islamiyah di propinsi Aleppo menggelar sejumlah operasi dengan target khusus para sniper rezim Suriah. Sejumlah aktivis kemanusiaan di Aleppo telah melaporkan dalam sehari para sniper rezim Suriah biasa membunuh sampai 100 warga sipil muslim yang tak berdosa.

sniper

Selama sepekan terakhir mujahidin Jabhah Islamiyah telah berhasil menewaskan sejumlah sniper di Aleppo. Peristiwa terbaru terjadi pada hari Selasa (19/8/2014) saat mujahidin Jabhah Islamiyah menewaskan seorang sniper rezim Suriah di atas sebuah gedung di dekat masjid jami’ Hudzaifah, Aleppo.



Akun resmi Jabhah Islamiyah melaporkan mujahidin menghantam sniper tersebut dengan senapan mesin kaliber 57 mm, mengakibatkan kerusakan berat pada bagian bangunan tempat persembunyiannya dan menewaskannya seketika.

(20/8/2014) - ISIS kembali mempertontonkan kebusukan dan kejahatan keji yang tidak dapat diterima kecuali oleh hati dan pikiran yang juga telah rusak. Kali ini ISIS di Dier Azzour membunuh dengan cara melakukan penyaliban atas seorang Ulama yang juga merupakan seorang Syar’iy Jabhah Nushrah.

Syaikh Abu Siraj Al-Anshariy Jabhah Nusrah

Perbuatan yang luar biasa keji dan biadab ini tak segan-segan dilakukan oleh ISIS karena busuknya pemahaman yang mereka yakini. Kebencian mereka kepada kaum muslimin dan mujahidin yang bersebrangan dengan mereka, telah menjadikan mereka sangat biadab dan sangat melampaui batas!

Syaikh Abu Siraj Al-Anshariy berasal dari kota Mohassan, sebuah kota yang terletak di dalam provinsi Dier Azzur. Beliau merupakan salah satu dari orang-orang yang paling pertama terlibat dalam proses terjadinya revolusi Suriah. Beliau dan teman-temannyalah yang menggagas aksi demo damai pertama sekali di Damascus. Pada saat itu beliau masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Syari’ah disana. Setelah kembali ke Dier Azzour, beliau menggerakkan masa besar-besaran untuk melakukan demonstrasi di ibukota Dier Azzour. Dan beliaupun telah ditangkap berkali-kali oleh polisi rezim Asad karena perbuatan makarnya ini.

Setelah perang terbuka dimulai antara rezim Asad dan kaum muslimin Suriah. Maka Syaikh Abu Siraj dan teman-temannya mengikuti pelatihan militer dan bergabung dalam Katibah Al-Anshar, yang didirikan dan dipimpin oleh Syaikh Abu Muslim Isma’il Al-A’lusyi –rahimahullah-. Kemudian beliau berbai’at dan bergabung bersama Jabhah Nushrah. Karena beliau dikenal sebagai salah seorang mujahid yang a’lim dan berilmu, maka beliau diminta untuk bekerja di Lembaga Syari’ah (Hai’ah Syar’iyyah) yang didirikan oleh Jabhah Nushrah dan Faksi Mujahidin lainnya di Dier Azzour, maka sejak saat itu beliaupun resmi menjadi seorang syar’iy Jabhah Nushrah di Dier Azzour.

Syaikh Abu Siraj AL-Anshariy memiliki dua orang saudara yang juga telah syahid sebelum beliau. Diceritakan bahwa setiap kali beliau mendapat kabar kesyahidan adik dan abangnya, maka beliau mengahadapinya dengan sabar dan yakin kepada qadha’ dan qadarullah. Beliau dikenal sebagai seorang yang senantiasa jujur jika berbicara, selalu mengingatkan teman-temannya untuk bertaqwa pada Allah di setiap waktu. Beliau juga senantiasa berbicara tentang revolusi negerinya dan harapan beliau untuk sama-sama mendirikan Imarah Islam disana suatu saat nanti tanpa harus bersikap keras, bersikap ghuluw dan mengkafirkan sesama.
revolusi-suriah
Syaikh Abu Siraj Al-Anshariy


Semoga Allah menerimanya dalam shaf para syuhada.
Semoga Allah anugerahkan kesabaran kepada keluarga yang beliau tinggalkan.
Semoga Allah hancurkan mereka yang telah membunuhnya dengan cara hina dan keji.
Semoga Allah singkap keburukan dan hakikat mereka kepada kaum muslimin, sehingga jika ada orang-orang yang ikhlas dan baik hatinya diantara mereka, Allah berikan mereka kesadaran untuk berlepas diri dari fitnah besar ini.

Ya Allah kabulkanlah.. Ya Allah kabulkanlah..

Mantan kapten Angkatan Udara pasukan bersenjata Yordania, Selasa (19/08), gugur di Suriah dalam pertempuran melawan militer Bashar Al-Asad di provinsi Hasakah. Ia melarikan diri dari dinas militernya sejak bulan Juli 2013 lalu dan bergabung dengan mujahidin Jabhah Nusrah untuk melawan rezim Suriah.

Dilaporkan portal berita Al-Araby, sejumlah sumber mengungkap bahwa Ahmad Al-Majaly diketahui meninggal oleh keluarganya pada Selasa. Masih menurut sumber itu, ia terbunuh bersama seorang warga Yordania lainnya dalam pertempuran melawan militer rezim di provinsi Hasakah.

Terkait ini, salah seorang kerabat Al-Majaly yang juga berangkat ke Suriah bersamanya memposting foto jasad saudaranya itu di akun pribadinya.

Awal tahu ini, Al-Majaly muncul dalam sebuah rekaman video yang diunggah ke Youtube. Dalam rekaman itu, ia mengajak kaum muslimin untuk bersama-sama bertempur melawan rezim Suriah dengan bergabung dengan Jabhah Nusrah.

Al-Majaly yang terbunuh di usianya ke-30 tahun itu berpangkat kapten di Angkatan Udara Yordania. Diam-diam ia meninggalkan tugas militernya kemudian melakukan perjalanan ke Turki. Ia kemudian memasuki Suriah dan bergabung dengan mujahidin Jabhah Nusrah.

Yordania yang berbatasan langsung dengan Suriah termasuk negara yang banyak warganya berangkat ke Suriah untuk bertempur di sana di barisan pejuang. Menurut perhitungan gerakan Salafi, gerakan yang dikenal dekat dengan Jabhah Nusrah, jumlah warga Yordania yang bertempur di Suriah telah mencapai 2.500 orang, sejak meletusnya revolusi Suruaih pada 2011 lalu.

Pada hari Selasa (19/8/2014) pasukan Assad dan ISIS melancarkan serangan pengeboman terhadap Kota Marea, pesisir utara Provinsi Aleppo, akibatnya sejumlah orang terluka dan beberapa bangunan tempat tinggal turut hancur.

Menurut para aktivis kemanusiaan yang berada di lapangan, pasukan Assad melakukan pengeboman dengan menggunakan bom thermobaric, sedangkan di tempat terpisah ISIS juga melakukan pengeboman terhadap kota tersebut dengan menggunakan meriam kelas berat.

ISIS mencoba untuk menguasai Kota Marea, setelah sebelumnya berhasil menguasai sejumlah desa yang berada di pinggirannya, aksi ini terkait dengan usaha mereka untuk menguasai wilayah yang lebih luas di pesisir utara Aleppo.

isis serang marea

Sementara itu Jabhah Islamiyah dan faksi islam lainnya mencoba mengirimkan bala bantuan untuk menghadapi ISIS sekaligus pasukan Assad.


bala bantuan mujahidin ke kota Marea

Mujahidin Jabhah Islamiyah, Jabhah Nushrah, Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam, Jundul Aqsha dan beberapa kelompok jihad lokal lainnya menggelar operasi gabungan “Perang Badar Syam Al-Kubra” di propinsi Hamah dan pinggiran Hamah. Atas karunia dan pertolongan Allah, dalam rangkaian serial operasi gabungan tersebut mujahidin meraih kemenangan besar.

pasukan rezim suriah

Kemenangan demi kemenangan terus diperoleh mujahidin dalam pertempuran di propinsi Hamah. Berkali-kali serangan dan upaya pasukan rezim Nushairiyah untuk merebut kembali daerah-daerah yang dibebaskan mujahidin menemui kegagalan. Serangan demi serangan pasukan rezim suriah dan milisi Syiah berhasil dipatahkan dan dipukul mundur oleh operasi gabungan mujahidin.


memasuki daerah yang dibebaskan mujahidin

Salah satu usaha terbaru pasukan rezim suriah pada hari Selasa (19/8/2014) adalah bergerak maju dan menyerang dataran tinggi [Tallah] Syar’aya, pinggiran Hamah. Namun mujahidin sukses menewaskan sedikitnya 15 tentara Suriah dan memukul mundur sisanya dalam serangan mortir mujahidin.

Akun resmi kelompok jihad Jabhah Islamiyah melaporkan tembakan roket-roket Grad mujahidin juga sukses menimbulkan kebakaran pada gudang amunisi pasukan rezim dalam kompleks Bandara Militer Hamah.

Dalam pertempuran sengit pada hari Ahad (19/8) mujahidin berhasil menguasai sepenuhnya posko militer Madajin yang terletak di sebelah barat desa Qamhanah, pinggiran Hamah. Dalam peristiwa tersebut mujahidin menewaskan dan mencederai sejumlah tentara rezim.


kepulan asap di markas madajin akibat tembakan mortir dari mujahidin

Mujahidin juga menembaki markas pertahanan pasukan rezim dalam kompleks Fakultasn Kedokteran Hewan di desa Syaihah, jalan raya nasional Hamah – Muharradah dengan meriam Hawan, meriam Jahannam, dan roket anti tank. Serangan itu sukses menghancurkan sebuah tank dan meriam 57 milik pasukan rezim.


Mujahidin hancurkan Tank dengan roket konkurs

Hanya dalam hitungan hari sejak operasi gabungan “Perang Badar Syam Al-Kubra” dideklarasikan, mujahidin telah berhasil merebut markas pasukan Rezim di wilayah Rahbah Khathab, menguasai semua gudang amunisinya, dan mendapatkan sejumlah besar senjata dan amunisi. Mujahidin berhasil sedikitnya tiga buah tank, sejumlah kendaraan militer dan panser jenis BMP. Bersamaan waktunya dengan penguasaan terhadap markas militer Rahbah Khatab, mujahidin juga sukses membebaskan empat buah posko militer di kota Hamah.

Kemenangan demi kemenangan dalam operasi gabungan “Perang Badar Syam Al-Kubra” ini sangat memojokkan posisi pasukan rezim Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget