Halloween Costume ideas 2015
08/17/14

Pada hari Rabu (13/8/2014), tentara ISIS menguasai dua kota utama dan beberapa desa di provinsi Aleppo, Suriah setelah mujahidin mengalami kekalahan.

Tentara ISIS dilaporkan telah memenggal kepala Hakim Syariah dari pejuang oposisi Suriah Souqur al-Sham, beberapa jam setelah mengambil alih kota strategis Akhtarin di utara Aleppo tersebut.

Tentara muda ISIS pamerkan kepala hakim/qodhi syariah di Allepo, Syaikh Abu Abdul Samei yang dipenggal ISIS.

Tentara ISIS keliling di jalan-jalan Akhtarin dengan memamerkan kepala Syaikh Abu Abdul Samei, kata aktivis monitoring Suriah.

Aktivis mengatakan ISIS menganeksasi kota Akhtarin dan Turkmanbareh setelah bentrokan sengit dengan pejuang oposisi yang berjuang untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. ISIS juga mengambil alih beberapa desa terdekat, termasuk Masoudiyeh, Dabiq dan Ghouz.

Observatorium Suriah mengatakan bahwa setidaknya 31 pejuang oposisi dan delapan tentara ISIS tewas dalam bentrokan tersebut. Observatorium ini bersumber pada jaringan aktivis di dalam wilayah Suriah untuk informasinya.

Aneksasi Akhtarin memiliki makna strategis sebagai kota "gerbang ke pedesaan utara Aleppo", kata seorang komandan pejuang lokal yang menggunakan nama Abu Thabet.

akhtarin

Faksi-Faksi utama pejuang oposisi Suriah membentuk ruang komando gabungan untuk menghentikan invasi ISIS di utara Aleppo.

Sumber dari dalam gerakan jihad Nurud Din Al Zanki mengatakan bahwa di dalam ruang operasi gabungan tersebut terdapat Jabhah Al Nusroh, Jaisu Al Mujahidin dan Jabhah Islamiyah.

Atas tindakan ini, ISIS jelas membantu rezim Suriah dan melemahkan kekuatan mujahidin, pihak oposisi dari faksi islam.

Mujahidin Suriah, Sabtu (16/8/2014), mempertahankan kota Marea, salah satu pangkalan utama mereka di utara dalam menghadapi gempuran tentara ISIS, kata aktivis monitoring Suriah.

Petempur ISIS, yang kini mengubah namanya menjadi IS (Islamic State) sedang berada dekat kota Marea dan Aazaz.
isis-azaz-Aleppo-syria
Kota Marea dan Aazaz merupakan pangkalan mujahidin yang memerangi pemerintah rezim Nusairiyah Bashar al-Assad.

Jika kelompok ISIS berhasil merebut dua kota strategis ini maka menjadi satu kekalahan besar bagi mujahidin yang memerangi rezim Syiah Bashar Al Assad.

Pertempuran sengit berkobar Sabtu (16/8/2014) antara mujahidin dan ISIS di sekitar Marea.
Marea adalah pangkalan utama koalisi Front Islam (Jabhah Islamiyah), mujahidin paling penting dalam berperang melawan pasukan Syiah.

"Tekanan militer kini berada pada Marea," kata aktivis Suriah, Abu Omar,juru bicara bagi "dewan revolusioner" Marea.

"Pejuang telah mengirim banyak bala bantuan dan senjata ke daerah itu dan sekitar Marea," katanya.
"Pejuang menganggap ini salah satu dari pertempuran paling penting melawan ISIS." tambahnya.

Abu Omar mengatakan kelompok ISIS menggunakan senjata-senjata berat yang direbutnya ketika melumpuhkan pasukan Irak dalam serangan kilat di sana Juni 2014 lalu.

Senjata itu dipasok Amerika Serikat untuk angkatan bersenjata Irak kemudian kini berada di tangan ISIS.
"Mereka menggunakan tank-tank mereka dan artileri untuk menyerang kota-kota dan desa-desa di Suriah," tambah Abu Omar.

Oposisi Suriah di pengasingan Jumat malam memperingatkan bahaya yang ditimbulkan ISIS Irak dan Suriah sebagai "tindakan memalukan".

Baku tembak dekat Marea terjadi setelah para pejuang ISIS merebut sekitar 10 desa di Aleppo utara, Rabu (13/8/2014) dan Kamis (14/8/2014) kemarin, kata SOHR (Syrian Observatory for Human Rights).

SOHR mengatakan bahwa nasib belasan pejuang yang ditangkap oleh ISIS tetap tidak diketahui nasibnya setelah sembilan mujahid dipancung ISIS Rabu (13/8/2014) dan delapan lainnya pada Sabtu (16/8/2014) di Akhtarin.


video bagaimana mujahidin pertahankan kota Marea dari serangan ISIS.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget