Halloween Costume ideas 2015
08/14/14

Komite Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa rezim assad membunuh 13 Muslim Suriah dalam tahanan melalui penyiksaan hingga meninggal (Rabu, 13 Agustus 2014).

Nama-nama para korban:

  1. Yusuf Abu Yasser / Damaskus - Emsraba / rezim tidak menyerahkan jasadnya kepada keluarganya. 
  2. Khalid Ali Ghazal / Damaskus - Girod / rezim tidak menyerahkan jasadnya kepada keluarganya. 
  3. Burhan Ahmed / Damaskus - Girod / rezim tidak menyerahkan jasadnya kepada keluarganya. 
  4. Hossam Shaaban / Damaskus - Girod / rezim tidak menyerahkan jasad kepadakeluarganya. 
  5. 'Azzu Ezzedine / Damaskus - Nabek / disiksa hingga mati sejak ditangkap 6 bulan lalu dan rezim tidak menyerahkan jasad kepada keluarganya. 
  6. Mohammed Walid Alhaka/ Damaskus - Nabek / rezim tidak menyerahkan jasad kepada keluarganya. 
  7. Yashl Ismah / Damascus / rezim tidak menyerahkan jasad kepada keluarganya. 
  8. Dirar al-Saadi / Dar'aa / kanula. 
  9. Ghias Barre / Idlib - Kfredrian. 
  10. Abdul Rahman Mohammed Umur | Desa Shayzar | disiksa di salah satu cabang keamanan di Damaskus setelah penangkapan berlangsung sekitar 5 bulan. 
  11. Mohammed Faisal/ Sokhna - di bawah penyiksaan setelah penangkapan berlangsung selama lebih dari 10 bulan. 
  12. Zakaria Al Saleh / Homs / Hula /mengalami penyiksaan di penjara Sidnaya setelah penangkapan 2 tahun lalu. 
  13. Mukmin Tariq array (kelahiran 1993) / Deir al-Zour / ditangkap tujuh bulan lalu.
tahanan suriah

Sumber media AdDuraru Shamiya melaporkan kamis ini (14/8/2014) bahwa sejumlah kelompok islam, yaitu: (Jabhah Islamiyah, JaisulMujahidin, dan Harakah Nur al-Din Zanki) membentuk ruang operasi terpadu, yang dipimpin oleh Sheikh Husam, JasulMujahdin, untuk menghentikan laju serangan ISIS di utara pedesaan Aleppo.


Sumber melaporkan bahwa banyak faksi mujahidin yang didukung persenjataan berat mulai pergi ke daerah pertempuran, memberikan dukungan penuh untuk mujahidin di wilayah utara pedesaan Aleppo dalam hadapi ISIS.

Sebuah kelompok jihad baru yang dikenal bernama Jamaah Ahadun Ahad, telah merilis sebuah video dari kamp pelatihan di Suriah. Kelompok ini dipimpin oleh seorang komandan Chechnya dan terdiri dari mujahidin dari Chechnya, Eropa, Turki, Afghanistan, Pakistan dan beberapa negara Arab.

jamaah

Video ini diposting pada (12/8) di YouTube oleh Jamaah Ahadun Ahad. Video menunjukkan sebuah kamp pelatihan yang dikelilingi oleh hutan. Beberapa tenda terlihat. Lokasi yang tepat dari kamp itu tidak diungkapkan, tetapi mungkin terletak di provinsi Latakia, Suriah.



Puluhan mujahid Jamaah Ahadun Ahad muncul dalam video. Mereka ditampilkan sedang melakukan latihan serangan dengan kelompok kecil, termasuk melakukan serangan dan penyergapan, berpatroli, dan melakukan kontak saat pertempuran. Tampil di akhir video, sebuah patroli disergap oleh sekelompok mujahid, yang diperintahkan untuk cepat mengambil senjata dan amunisi dari tentara yang tewas kemudian pergi secepat mungkin tanpa ketahuan.

Meskipun para pejuang Jamaat Ahadun Ahad tampak bersenjata lengkap, namun mereka tidak mengenakan seragam, tidak seperti beberapa pejuang di sejumlah kamp pelatihan jihad lainnya. Banyak pejuang dalam video juga tampaknya tidak menutupi wajah mereka.

Jamaah Ahadun Ahad dipimpin oleh seorang komandan Chechnya dikenal bernama Al-Bara Shishani, demikian menurut sebuah situs yang melacak jejak pejuang dari Kaukasus dan Asia Tengah yang berjuang di Suriah.

Menurut sebuah pernyataan yang dirilis di Twitter kelompok jihad itu, Jamaah Ahadun Ahad ini memiliki dewan syura yang terdiri dari mujahidin dengan masa lalu yang berpengalaman di tanah jihad di Chechnya dan Afghanistan." Pernyataan itu dirilis dalam bahasa Arab, Inggris, dan Turki.

Jamaat Ahadun Ahad terdiri dari gabungan pejuang asing dan lokal Suriah.

"Jamaah Ahadun Ahad adalah kelompok jihad yang lebih kecil yang terdiri dari beberapa muhajirin dari brigade independen. Sejumlah Ansar (lokal Suriah) juga bergabung dalam jamaah ini," menurut analisis kelompok yang diterbitkan oleh situs from Chechnya to Suriah.

"Seperti brigade tempur asing lainnya, Jamaah Ahadun Ahad terdiri dari mujahid Chechen, Turki, Arab, Eropa, dan bahkan beberapa mujahidin Taliban, mungkin dari Afghanistan dan Pakistan,” demikian menurut analisisnya.

Dalam video yang dirilis secara online pada 8 Agustus 2014, Syaikh Abu Firas As-Suri, yang menjabat sebagai juru bicara Jabhah Nusrah, menjawab pertanyaan tentang perang yang sedang berlangsung di Suriah. Syaikh As-Suri menyangkal bahwa Jabhah Nusrah berencana untuk mendeklarasikan Imarah Islam (Negara Islam) di Suriah secara sepihak. Dan dia menjelaskan bagaimana Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi Al-Qaeda, berbeda dari ISIS dalam berjihad.



"Jabhah Nusrah tidak mengumumkan sebuah Imarah dalam arti sebuah Imarah independen, atau suatu negara, atau yang semakna dengan itu," Syaikh menerangkan.

"Menurut kami, sebuah Imarah harus didirikan dengan konsultasi bersama kaum muslimin, baik dari faksi jihad, atau pemimpin lokal dari Negara itu, atau orang-orang berpengaruh, dan tentu saja, dengan semua ulama dalam dan luar negeri ,” lanjut Syaikh As-Suri.

Bulan lalu, kontroversi meletus di kalangan mujahidin setelah rekaman audio amir Jabhah Nusrah, Syaikh Abu Muhammad Jaulani, bocor secara online. Pidato beliau secara luas ditafsirkan berarti bahwa kelompoknya akan menyatakan dirinya sebagai amir Imarah Islam dan sepenuhnya menegakkan hukum syariah di daerah yang dikuasai tanpa konsultasi dengan kelompok jihad dan kaum muslimin. Diduga langkah itu akan diambil sebagai respon terhadap deklarasi “khilafah” oleh ISIS yang saat ini berubah nama menjadi Daulah Islam (IS) pada tanggal 29 Juni 2014.

"Waktunya telah tiba bagi kita untuk mendirikan sebuah Imarah Islam di Sham, untuk menerapkan aturan dari Allah Yang Maha Kuasa, dan hukum-Nya dalam setiap arti kata, tanpa kompromi, dalih, atau pengelakan," kata Syaikh Al-Jaulani dalam pesan suara itu.

Namun Jabhah Nusrah dengan cepat mengeluarkan pernyataan menyangkal bahwa pernyataan itu dimaksudkan untuk mengumumkan Imarah Islam, menambahkan bahwa ia hanya akan melakukannya setelah para ulama saleh setuju dengan sikap kami.

Namun, penolakan Jabhah Nusrah ini tidak mengakhiri spekulasi bahwa kelompok itu akan menjauh dari strategi bekerja sama dengan kelompok-kelompok oposisi lainnya yang berbeda dalam manhaj. Misalnya, Jabhah Islamiyyah, koalisi beberapa kelompok islam, yang mengeluarkan pernyataan menolak "kekhalifahan ISIS", serta setiap Imarah yang diusulkan. Yang terakhir penolakan itu ditujukan pada Jabhah Nusrah.

Jabhah Islamiyyah telah bekerja sama erat dengan Jabhah Nusrah di medan perang Suriah. Salah satu kelompok kunci dalam Jabhah Islamiyyah adalah Ahrarus Sham, yang terkait dengan Al-Qaeda. Ahrar al Sham adalah jamaah yang didirikan oleh Syaikh Abu Khalid As-Suri Rahimahullah, seorang mujahid senior Al-Qaeda yang menjabat sebagai kepala perwakilan Syaikh Ayman Az-Zawahiri di Suriah sampai kesyahidannya pada Februari. Secara luas diyakini bahwa beliau dibunuh oleh tentara dari ISIS.

Dengan demikian, Video Syaikh Abu Firas As-Suri adalah usaha yang dilakukan oleh Jabhah Nusrah untuk memadamkan masalah yang timbul dengan sekutunya sejak kebocoran pidato Syaikh Al-Jaulani ini.

Syaikh As-Suri berpendapat penerapan hukum syariah ini adalah merupakan inisiatif untuk mengajak berbagai kelompok jihad untuk memerintah wilayah yang dikuasai oleh mujahidin dengan berdasarkan hukum syariah Islam.

"Di Hama saja, 14 fraksi menandatangani perjanjian ini," Syaikh mengatakan. "Dan Kami tidak memaksa siapa pun dan tidak akan memaksa siapapun. Setiap faksi yang bergabung dengan kami dalam menerapkan syariah Allah akan disambut dengan hangat."

"Kami tidak akan berbuat seperti Daulah (Islam), karena perbedaan antara kami dan mereka bukanlah perbedaan dalam praktek atau perbedaan perilaku, tetapi perbedaan pemikiran dan manhaj."

Seperti cabang Al-Qaeda lainnya, Jabhah Nusrah berusaha untuk menanamkan keyakinan dan memberi pelajaran kepada jamaah jihad lainnya, sehingga mereka bisa menerima hukum syariah dengan yang lebih luas. Ini adalah kebalikan dari pendekatan yang dilakukan oleh ISIS, sebagai mantan cabang Al Qaeda berusaha untuk memaksakan hukum pada semua orang yang hidup dalam wilayahnya.

Siapa Syaikh Abu Firas As-Suri ?

Ulama’ jihad senior, Syaikh Abu Firas As-Suri hanya baru dikenal pada awal tahun ini. Dalam rekaman audio pidato Syaikh Al-Jaulani, Syaikh As-Suri berbicara sebelum Syaikh Al-Jaulani dan memperkenalkan dirinya. Ini merupakan indikasi pentingnya kehadiran beliau dalam Jabhah Nusrah.

Beliau pertama kali muncul dalam sebuah video Jabhah Nusrah pada Maret.

Jabhah Nusrah juga mengungkapkan rincian luas tentang latar belakang beliau dalam video tersebut. Beliau adalah mantan anggota Ikhwanul Muslimin dari Suriah dan berpartisipasi dalam pemberontakan melawan rezim Hafez al-Assad pada tahun 1979 dan 1980.

Beliau kemudian berangkat ke Afghanistan, di mana beliau bertemu Syaikh Abdullah Azzam Rahimahullah, seorang ulama’ pendiri jihad modern yang syahid pada akhir 1980-an, dan Syaikh Usamah bin Laden. Kemudian beliau membantu Syaikh Usamah dan jihad Pakistan mendirikan kelompok Lashkar Taiba, sebuah kelompok jihad yang masih terkait erat dengan Al-Qaeda sampai hari ini.

Setelah serangan 9/11, Syaikh As-Suri membantu petinggi Al-Qaeda melarikan diri dari Afghanistan. Dan pada 2003-2013 beliau tinggal di Yaman, beliau tinggal di sana sampai perselisihan antara Jabhah Nusrah dan ISIS meletus. Kemudian pemimpin senior Al-Qaeda itu pindah ke Suriah, di mana beliau berpartisipasi dalam upaya mediasi antara kedua kelompok itu.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget