Halloween Costume ideas 2015
07/11/14

Komandan militer Jabhah Islamiyah, Zahran Alush mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan aksi pembalasan atas pembunuhan terhadap mantan Qadhi ISIS, Abu Hamam Asy Syami. Pada hari Rabu (9/7). Zahran Alush berkata dalam akun twitter miliknya, “kabar gembira bagi seluruh kaum ahlus sunnah: Abu Huzdaifah Ad Da’isyi – pembunuh Abu Hammam – telah tewas dan kini telah bergabung dengan teman-temannya di dalam neraka”. Kemudian ia menambahkan: “Tidurlah dengan tenang wahai Abu Hammam”.

Zahran Alush juga mengumumkan bahwa pihaknya juga berhasil membunuh sejumlah besar komandan ISIS, ia menyebutkan beberapa nama di antara mereka; Abu Ja’far Al Qaisawiy, Abu Hamzah Al Iraqi, Abu Hudzaifah Al Farar, Abu Muhammad Al Himshi, Abu Shiyah, Ghazal, Zahir dan Thaha.

Mantan Qadhi ISIS tersebut bernama Anas Quwaidir, namun biasa dipanggil Abu Hammam Asy Syami. Ia keluar dari ISIS setelah merasa keberatan dengan perilaku mereka dan penyiksaan mereka terhadap para tahanan. Setelah ia keluar ia meminta perlindungan kepada Jabhah Islamiyah untuk menghindari pembunuhan, maka Jabhah Islamiyahpun memberikan pengamanan untuk dirinya. Namun pada akhir bulan lalu ISIS berhasil memanfaatkan momen saat ia tidak dijaga, yaitu pada saat ia berkunjung kepada keluarganya, maka ia bersama ibu kandungnya pun dibunuh.


Setelah peristiwa pembunuhan ini, Jabhah Islamiyah mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya bersumpah akan membalas kejahatan ini. Jabhah Islamiyah juga merilis sebuah klip video wawancara dengan Abu Hammam yang direkam beberapa hari sebelum ia dibunuh. Di dalam video tersebut Abu Hammam menyingkap berbagai fakta penting dan sensitif mengenai ISIS, ia juga menyatakan bahwa dirinya merasa menyesal telah bergabung dengan ISIS.

Seorang pasukan ISIS meledakkan dirinya pada hari Selasa (8/7) di Kota Tal Abyad, Provinsi Raqqah sehingga komandannya sendiri yang biasa dipanggil “At Timsah” terbunuh bersama 13 orang pasukan ISIS lainnya yang berada di lokasi kejadian. Peristiwa naas ini terjadi setelah komandan yang berasal dari Tunisia tersebut berselisih hebat dengan seorang pejuang asal Suriah, tentang pasukan yang terlibat dalam memerangi kelompok-kelompok perlawanan Suriah di Kota Raqqah, apakah itu diharamkan, karena menumpahkan darah kaum muslimin yang tidak bersalah.


Kantor berita Akhbar Al Aan mengabarkan bahwa perselisihan hebat terjadi antara si pejuang dengan komandannya, kemudian timbullah perkelahian antara keduanya. Kejadian ini berawal dari perintah dari si komandan Tunisia kepada pasukannya untuk menjebloskan salah satu rekan mereka ke dalam penjara karena menolak untuk menjalankan tugas, sehingga ia dijatuhi hukuman cambuk karena bersalah telah menginterupsi perintah komandan.

Para petugas penjara pun mencoba untuk menangkap dirinya, namun tak disangka-sangka ia meledakkan sabuk peledak yang ia kenakan, seketika itu juga tewaslah 13 orang pasukan ISIS bersama si komandan At Timsah. Ledakan ini juga menghancurkan markas ISIS di mana si pejuang tinggal. Peristiwa ini dibenarkan oleh Zaid Al Faris, seorang kontributor berita di Kota Raqqah dan oleh seorang mantan pasukan ISIS.

Jabhah Nushrah melakukan operasi gabungan dengan Katibah-Katibah dibawah mereka untuk mengepung kelompok pengkhianat Liwa’ Qabdhatus Syamal yang bergabung dengan sebagaian unsur Liwa’ At-Tauhid yang sebelumnya telah terdapat perjanjian kerjasama antara Jabhah Nushrah dengan mereka.

Perjanjian itu dirusak oleh gerombolan pengkhianat ini seiring dengan aksi sepihak mereka merebut dan menguasai beberapa gedung aset Jabhah Nushrah di sekitar Haur Killis, Alepo. Dan banyaknya laporan masyarakat sipil kepada Jabhah Nushrah bahwa gerombolan ini telah banyak melakukan kerusakan di wilayah yang mereka rebut dari Jabhah Nushrah. Di antara laporan yang berhasil kami himpun antara lain; fashilah pengkhianat ini telah sering merampas harta kaum muslimin dengan paksa, menahan hak kaum muslimin, memperkosa beberapa wanita muslimah dan pelanggaran-pelangaran hak lainnya.

Maka setelah para pimpinan Jabhah Nushrah dan Katibah-Katibah dibawahnya melakukan musyawarah, diputuskan bahwa gerombolan pengkhianat ini harus segera dihentikan dan pelaku kriminal di antara mereka harus diadili oleh Mahkamah Syar’iyyah untuk diadili dengan hukum Islam yang adil.

Pada hari rabu kemarin 9 Juli 2014, gabungan Mujahidin Jabhah Nushrah yang berjumlah sekitar 100 personel bergerak dalam satu komando menuju wilayah yang sedang dikuasai gerombolan pengkhianat. Walhasil, setelah Mujahidin Jabhah Nushrah mendekat dan mengepung posisi mereka dan teriakan takbir menggema keras seketika itu pula para pengecut itu menyerah ketakutan tanpa perlawanan sama sekali, Alhamdulillah.

“Mereka sebenarnya bukan mujahidin, mereka memang memanfaatkan jihad untuk merampok dan bersenang-senang saja. Jadi ketika kami datang dengan teriakan takbir, maka para kriminal ini pun ketakutan luar biasa dan hampir saja mereka mati karena ketakutan”, sebut Abu Anas As-Syami, salah seorang Mujahid Jabhah Nushrah yang berhasil kami wawancarai.

Operasi ini berhasil menahan 15 para pelaku kriminal yang sekarang telah diserahkan kepada Mahkamah Syar’iyyah untuk diadili. Dan dalam operasi ini Allah telah menganugerahkan ghanimah yang berlimpah kepada para Mujahidin

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget