Halloween Costume ideas 2015
07/01/14

Deklarasi Daulah Khilafah oleh ISIS, Ahad 1 Ramadhan 1435, di wilayah yang dikuasainya di Suriah dan Irak, telah menghasilkan reaksi beragam. Dinilai sebagian kalangan bahwa pengumuman ini hanyalah “propaganda” untuk menarik lebih banyak pemuda untuk bergabung dengan ISIS.

Hizbut Tahrir, salah satu organisasi Islam yang selama ini paling terdepan menyerukan khilafah Islam. Dr Mus’ab Abu Arqub, anggota divisi media Hizbut Tahrir Palestina, melihat ISIS terlalu tergesa-gesa dalam pengumuman tersebut.

“Kami setuju penegakan kekhalifahan Islam. Khilafah mana pun yang menegakkan syariat Allah asalkan memenuhi persyaratan khilafah, maka kami akan membaiatnya,” ungkapnya dalam wawancara dengan zamnpress.

“Aturan dan syarat khilafah sudah ditetapkan dalam buku-buku fiqh dan  Hizbut Tahrir juga menulisnya. Bila aturan dan syarat-syarat itu telah diterapkan oleh khalifah mana pun, maka wajib bagi umat Islam untuk membaiatnya,” tambahnya.

Namun, Abu Arqub melihat gambaran tentang Daulah Khilafah yang dideklarasikan oleh jamaah Daulah belumlah jelas. Mestinya, saat khilafah diumumkan, ada yang namanya akad baiat untuk pemerintahan yang berhukum dengan Kitab Alah dan Sunnah Rasulullah. Kemudian, Daulah tersebut harus memenuhi dua syarat. Pertama, memiliki keamanan yang menjamin kaum muslimin. Kedua, otoritas atau kekuasaan berada di tangan kaum muslimin. Bila ini dipenuhi, maka daulah tersebut menjadi Daulah Islam, katanya menjelaskan.

Abu Arqub melanjutkan, “Pembentukan kekhalifahan adalah urusan besar. Maka urusan ini harus jelas sekali. Jadi khilafah itu bukan pengumuman di channel YouTube di Internet, melainkan penegakan syariat Allah di muka bumi.”

[zamnpress/kabarsuriah]

Pengamat Gerakan Jihad, Anung Al Hamat Lc tidak mau ambil pusing soal deklarasi Khilafah Islamiyah ISIS.

“Bagi saya deklarasi itu tidak perlu dipusingkan. Baik namanya daulah, maupun khilafah. Asal bukan sekadar jargon saja nama tersebut. Karena yang penting, substansi dan realitasnya di lapangan,” ujarnya kepada Islampos, Senin (30/6).


Ketua Forum Studi Sekte-Sekte Islam ini menambahkan bahwa jauh sebelum ISIS ada, deklarasi daulah atau khilafah sudah ada di Indonesia, hanya saja pada waktu itu tidak media yang mem-blow up secara besar-besaran.

“Jadi yang penting bagaimana aksi di lapangannya. Kalau hanya mengontrol wilayah dan menerapkan hudud, kelompok-kelompok lain seperti JN (Jabhah Nushrah) juga sudah menerapkan itu semua,” tegasnya kembali.

“Namun apakah JN dan kelompok-kelompok lain tersebut mendeklarasikan daulah atau khilafah?” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun ini menceritakan Thaliban dengan Imarah Islamiyahnya.

“Dahulu, Thaliban dengan Imarah Islamiyahnya secara nyata memiliki sebuah negara. Negara ini mengontrol secara utuh Afghanistan dan memiliki duta-duta. Namun tidak ada paksaan kepada umat Islam untuk membaiat dan juga tidak memandang jamaah atau tandzim lain sebelah mata,” paparnya.

Kemudian dia mengapresiasi sebagaian kalangan yang yang bersikap tidak tergesa-gesa menyikapi deklarasi ISIS.

“Ana setuju dengan sebagian kalangan yang tidak tergesa-gesa menyikapi deklarasi tersebut. Karena memang kondisi mereka sedang berperang. Mari kita doakan mereka agar Allah membimbingnya ke jalan yang lurus dan terhindar dari kalangan yang menyimpang serta mereka menjadi teladan baik dalam kondisi perang, maupun damai,” tutupnya. [Islampos]

(30/06/2014) - Muhammad Taha Hamdoun, juru bicara Gerakan Rakyat (kelompok politik bagi masyarakat Sunni), mengatakan bahwa tidak akan mungkin bagi ISIS untuk menguasai wilayah yang luas, yang terdiri 40 persen dari populasi dan 60% dari tanah Irak tanpa bantuan suku-suku Sunni.

“Sekitar 3.000 orang dari luar tidak bisa memegang kendali atas wilayah ini,” kata Hamdoun. Dia mengatakan 10 persen dari para pejuang ISIS di Irak adalah militan asing.

Sebelumnya Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengumumkan pembentukan Khilafah Islamiyah dan menunjuk pemimpinnya, Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah pada Minggu malam lalu.

Ketika ditanya apakah mereka akan mematuhi kekhalifahan ISIS, juru bicara Gerakan Rakyat menekankan bahwa mereka tidak terlibat dengan ambisi ISIS dan hanya peduli dengan membela hak-hak Sunni di Irak.

[islampos]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget