Halloween Costume ideas 2015
06/20/14

Selasa (17/6) sekelompok mujahidin mengambil alih Al-Qaim, pos pemeriksaan perbatasan utama Irak dengan Suriah, mujahidin berhasil memukul mundur pasukan keamanan.

Sekelompok mujahidin itu ternyata bagian dari mujahidin Jabhah Nusrah dan Jabhah Islamiyah, yang sudah menguasai pos pemeriksaan perbatasan di Suriah.

Al-Qaim adalah satu dari tiga pos penyeberangan resmi dari Irak ke Suriah.


Pos yang pertama berada di Rabia telah ditinggalkan oleh pasukan Irak minggu lalu setelah mendapat serangan besar oleh kelompok militan Sunni dan diambil alih oleh pejuang dari pemerintah daerah Kurdi.
Sementara pos yang ketiga berada di Al-Walid, ke barat daya dari Al-Qaim, belum diketahui keadaannya.
Baru-baru ini Jamaah Daulah Islam Irak dan Syam, menyerbu dan menguasai tiga provinsi dalam hitungan hari.

Pasukan keamanan Irak yang tidak dalam kondisi siaga kewalahan menghadapi serangan-serangan itu, dan meninggalkan markas dan kendaraan untuk melarikan diri.

Sementara pasukan keamanan Irak tampaknya telah pulih dari goncangan akibat serangan mendadak itu dan berhasil merebut kembali beberapa daerah tertentu, namun pihak mujahidin juga terus menguasai daerah-daerah di tempat lainnya.

Addurar As-Syamiyah melaporkan pada Rabu 18 Juni 2014, Jama’ah daulah (ISIS) akhirnya mengizinkan masuk 4 truk pengangkut bantuan dan obat bagi penduduk Deir Az-Zur yang telah mereka kepung selama 15 hari terakhir.

Diinformasikan oleh akun Youtube Deir Az-Zur (دير الزور يوتيوب) bahwa jama’ah daulah (ISIS) akhirnya memberikan izin masuk untuk 4 truk melalui jembatan yang mereka blokade. Izin itu didapatkan setelah adanya kesepakatan yang terjadi anatara Jama’ah Daulah (ISIS) dengan Majlis Syura Mujahidin As-Syarqiyyah, yang notabene merupakan kumpulan faksi-faksi jihad yang berjuang di Suriah yang kini telah dianggap murtad atau berkhianat oleh jama’ah daulah.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya bahwa kota Deir Az-Zur merupakan salah satu kota yang dihuni oleh kaum muslimin sunni wilayah timur Suriah. Kota tersebut menjadi target penyerangan oleh tentara rezim Asad semenjak revolusi pecah. Kemudian faksi-faksi Mujahidin berbondong-bondong datang menolong kaum muslimin disana. Diantara faksi-faksi yang bergabung antara lain: Jabhah Nusrah, Ahrar Syam, Jabhah Islamiyah dan lain-lain. Setelah konflik takfir oleh ISIS semakin meruncing belakangan ini, menyusul pernyataan mereka bahwa Jabhah Islamiyah telah murtad dan Jabhah Nushrah adalah “shahawat”. Maka mereka pun merengsek mendekat untuk mengepung dan menyerang mujahidin yang sedang berjuang Deir Az-Zur.


Kini, kota Deir Az-Zur terkepung total dari dua arah. ISIS mengepung dari arah pintu masuk utara dan tentara syi’ah Asad mengepung dari arah pintu masuk selatan. Kaum muslimin penduduk sipil dalam 15 hari pengepungan ini telah mengalami penderitaan yang sangat mengerikan akibat dibombardir dari dua arah. Mulai dari kekurangan makanan hingga korban luka tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang layak.
Sebagian besar penduduk memilih untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Karena akses jembatan dikuasi ISIS, maka ratusan kaum muslimin terpaksa melarikan diri melalui sungai. Semoga Allah melindungi mereka dari dua daulah yang dhalim ini; pertama daulahnya Bashar Asad dan kedua daulahnya Baghdadi.


(Video truk yang berhasil masuk membawa logistik bantuan untuk penduduk Deir Az-Zur yang masih terjebak)


(Video kaum Muslimin Sunni mengungsi melalui sungai akibat bombardir pasukan ISIS kearah tempat tinggal mereka)


(Video penduduk sunni dari kalangan wanita, anak-anak dan orang tua renta yang sedang ketakutan diserang dengan roket oleh pasukan Baghdadi saat mereka sedang berjalan untuk mengungsi, sebagian mereka terbunuh karena serangan keji itu)

Semoga Allah hinakan orang-orang zhalim yang telah menodai kehormatan darah orang-orang yang beriman. Semoga Allah hancurkan bala tentara mereka yang sedang mengepung Deir Az-Zur. Dan Semoga Allah menguatkan kesabaran dan keteguhan para mujahidin yang sedang terkepung disana.

Sebelum ia sempat membuka matanya untuk menyaksikan Homs yang diliputi oleh peperangan dan pengepungan, bayi yang baru lahir ini meninggal dunia pada Senin (16/6) waktu setempat, sang ibu adalah seorang warga Kota Talbisah, pesisir utara Provinsi Homs yang bernama Ahlam Alush, ia melahirkan bayi yang malang ini di dalam rumahnya dengan diiringi oleh serangan bom pasukan Assad.


Pada saat sang ibu sedang berjuang menjalani proses persalinan ala kadarnya di dalam rumahnya dan ditemani oleh anak-anaknya yang lain, tiba-tiba serangan bom dari pasukan Assad datang menghampiri kota yang memang sebelumnya sudah menderita krisis kemanusiaan tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, empat roket datang sekaligus menghajar area di sekitar rumah keluarga ini, namun roket kelima benar-benar jatuh dan mengenai rumah ini, maka sang ibu yang sedang berjuang antara hidup dan mati ini dilarikan ke rumah sakit Kota Talbisah namun nyawanya tidak tertolong. Sesampainya di rumah sakit, para dokter langsung bergegas menyelamatkan janin yang belum sempat dikeluarkan dari dalam kandungan ibunya, namun takdir Allah berkata lain, bayi malang ini lahir dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa, pakaian pertama sekaligus pakaian terakhirnya adalah kain kafan.




(tim dokter dengan peralatan seadanya sedang berusaha menolong nyawa bayi tersebut)




Ya Allah, tempatkanlah ibu dan anak ini di dalam jannah-Mu, dan jadikanlah ia sebagai pemberi syafaat kepada seluruh keluarganya

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget