Halloween Costume ideas 2015
06/17/14

Sebuah kapal perang Amerika Serikat telah memasuki Teluk Persia pada hari Senin (16/06) dengan membawa ratusan pasukan marinir dan pesawat tempur, dengan alasan untuk melindungi orang Amerika di Irak.

“Keberadaannya di kawasan Teluk menambah kapal angkatan laut Amerika lainnya yang sudah ada di sana -termasuk kapal induk USS George H.W. Bush- dan memberikan opsi tambahan bagi kepala komandan untuk melindungi warga negara dan kepentingan Amerika di Irak, yang bisa dia pilih untuk digunakan,” kata Laksamana John Kirby.


USS Mesa Verde, sebuah kapal dermaga amfibi, datang dengan membawa 550 marinir serta pesawat MV-22 Osprey yang dapat memuat dan memindahkan secara cepat 22 orang marinir, dalam satu waktu untuk jarak jauh.

Pengerahan tersebut dilakukan setelah serangan mengejutkan oleh para mujahidin di seluruh wilayah di Irak Utara, yang mengakibatkan pasukan Irak kacau balau.

Presiden Barack Obama sedang mempertimbangkan pilihan yang diambil Amerika Serikat, termasuk melakukan serangan udara yang mungkin dilakukan untuk menghentikan gerakan pejuang Islam menuju Baghdad, kata pejabat keamanan tersebut. Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad juga telah mulai mengurangi personilnya di Irak, dan meningkatkan keamanannya.

Kirby mengatakan Mesa Verde telah menyelesaikan transitnya melalui Selat Hormus.

Pengiriman kapal Mesa Verde ini menyusul kapal induk Amerika George H.W. Bush, yang memasuki kawasan Teluk pada akhir pekan lalu, bersama dua kapal perang lainnya yaitu kapal perusak USS Truxton dan kapal penjelajah USS Filipina Sea.

(AFP)

Otoritas keamanan Yordania Senin sore waktu setempat, 16 Juni 2014, telah membebaskan Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, ideolog gerakan Salafi Jihadi Yordania, setelah berakhirnya masa hukumannya.



Tokoh terkemuka gerakan Salafi Jihadi, Muhammad Shalabi, alias Abu Sayyaf, melalui al hayat news, mengatakan, “Kami menyampaikan kabar gembira untuk umat, terutama para pengikut manhaj Tauhid dan Jihad, bahwa Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi telah bebas dari penjara setelah berakhirnya masa hukumannya di penjara di Yordania.”


Perlu disebutkan, pasukan keamanan Yordania menangkap Syaikh Al-Maqdisi pada September 2010. Tahun 2011 lalu, Pengadilan Yordania menjatuhkan hukuman kepada Syaikh Al-Maqdisi hukuman penjara selama lima tahun atas tuduhan merekrut pejuang, terutama untuk berjihad bersama mujahidin Taliban di Afghanistan. Syaikh juga dituduh telah melakukan kegiatan yang tidak disetujui oleh pemerintah yang dianggap bisa berdampak pada tindakan bermusuhan dan mengganggu hubungan rezim dengan negara asing.

Pasukan pemerintah rezim Suriah pada hari Minggu (16/06/2014) merebut kembali kota strategis Kasab, satu-satunya di dekat perbatasan dengan Turki di provinsi barat laut Latakia, televisi pemerintah melaporkan.

“Unit-unit dari tentara rezim sedang membangun kembali keamanan di provinsi Latakia setelah membunuh sejumlah besar mujahidin dan menghancurkan senjata mereka,” kata televisi, mengacu pada pejuang mujahidin yang telah menguasai kota selama lebih dari dua bulan.

Kasab, sebuah kota Armenia, adalah kota yang strategis dan penting karena terletak dekat satu-satunya perbatasan dengan Turki di provinsi Latakia yang sensitif, jantung dari sekte Alawit kampung Assad berasal.

Mujahidin termasuk didalamnya Jabhah Nusrah, anggota afiliasi  Al-Qaeda menarik diri dari kota tersebut pada hari Sabtu, Observatorium  Hak Asasi Manusia untuk Suriah melaporkan, mereka hanya menyisakan sejumlah kecil pasukan di belakang.

Saat mujahidin mundur, pasukan Assad yang didukung oleh kelompok-kelompok pro-rezim lainnya, di antaranya  Hizbullat Lebanon, telah masuk ke desa Nabaein dekat Kasab.

Pada hari Minggu, Observatorium For Human Right (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa pasukan rezim telah memasuki Kasab, yang tadinya dikuasai oleh pejuang sejak 21 Maret, tetapi pertempuran yang sengit masih berkecamuk di kota.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget