Halloween Costume ideas 2015
06/16/14

Menurut sumber-sumber terpercaya, tentara Hizbullat Lebanon kini tengah berencana mengirim 1000 pasukan tambahannya ke Suriah, khususnya front-front pertempuran di Aleppo, Qalamoun dan Pesisir Damaskus.

Sumber-sumber ini menegaskan bahwa langkah ini diambil oleh Hizbullat setelah adanya kekurangan pasukan dampak dari ditarik mundurnya pasukan Irak dari Suriah dan kembali ke negaranya, pasukan Irak ini ditarik mundur untuk membantu pemerintahan Al Maliki yang tengah digempur habis-habisan oleh para pejuang ahlus sunnah Irak.


Beberapa waktu lalu beberapa sumber lapangan melaporkan langsung kepada situs berita Durar Syamiyah bahwa lebih dari 30 kendaraan pengangkut pasukan dan kendaraan-kendaraan tempur lainnya pergi meninggalkan front-front pertempuran di Kota Aleppo dengan membawa serta ratusan tentara Irak, ini diyakini merupakan kloter pertama tentara Irak yang hendak kembali ke negaranya.

The Sunday Times menurunkan berita bahwa seorang Mayor Jendral Iran memimpin langsung operasi dengan misi mempertahankan Baghdad, dalam penjelasannya, kantor berita ini menambahkan bahwa Iran tengah mencoba mengambil alih komando dari pasukan Iraq yang moralnya tengah runtuh, hal ini sengaja dilakukan oleh pihak Teheran demi keberlangsungan peperangan melawan “kelompok ekstrimis bersenjata” yang telah berhasil merebut wilayah yang sangat luas di Iraq.

Kantor berita tersebut menambahkan bahwa Mayjen Qasim Sulaimani, seorang komandan pasukan Quds, sebuah kesatuan di kemiliteran Iran saat ini tengah memimpin langsung operasi militer pasukan Iraq. Sulaimani tiba di Iraq minggu lalu bersama 67 orang penasihat militernya, ia bertanggung jawab untuk mempersenjatai dan membantu pasukan Iraq serta merencanakan strategi pertempuran bagi mereka.

The Sunday Times juga mengabarkan bahwa Presiden Iran, Hasan Rouhani menawarkan kerjasama dengan PBB untuk menghadapi mujahidin Iraq dan membantu Iraq, ia mengatakan, “kapan saja Amerika mulai beraksi untuk memerangi kelompok terorisme, kami akan dapat mempertimbangkannya.”

Lihatlah para musuh-musuh Islam bergandengan tangan dan bersatu dalam memerangi para pejuang Iraq, bukankah umat islam bersama para pejuangnya lebih baik dari mereka dan memiliki tujuan yang jauh lebih mulia dari mereka? Lantas mengapa para pejuang umat ini harus merasa benar sendiri dan memilih berpecah belah dalam menghadapi musuh-musuhnya?

Sehubungan dengan situasi terakhir di Der Zour
Majelis Syuro Mujahidin membantah perdamaian dengan ISIS
Berikut ini rilisan resminya :


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, akibat yang baik bagi orang yang bertaqwa, tidak ada permusuhan kecuali bagi orang-orang yang zhalim, shalawat serta salam kepada nabi kita, Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya dan kepada para sahabatnya, amma ba’du:

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu)”. [Qs. An Nisa’: 83]

Sudah menjadi maklum bahwa menyebarkan rumor dan kabar burung adalah merupakan bagian dari perang psikologis yang selalu dilancarkan oleh musuh-musuh agama ini, untuk mengacaukan barisan mujahidin dan menebar perpecahan dan perselisihan di dalamnya. Akan tetapi senjata ini menjadi sia-sia jika digunakan untuk membantah masalah syar’i yang efektif, yaitu untuk menanggapi pernyataan dari para pemegang kepentingan dari komandan-komandan jihad dan para ahli ilmu yang diakui kapasitasnya, dan akan menjadi sia-sia jika digunakan untuk merujuk kepada mereka untuk meminta penjelasan tentang kebenarannya.

Tentang rumor adanya perundingan damai antara gerombolan Al Baghdadi dengan sebagian mujahidin dan anggota suku-suku, maka kami ingin menjelaskan bahwa hal ini adalah tidak nyata, dan sangat jauh dari kenyataan, Alhamdulillah. Karena sesungguhnya mujahidin dan para pejuang suku bersepakat dengan satu pandangan.

Rumor seperti ini sudah terjadi berulang kali, dan sikap khianat serta dusta yang dilakukan oleh gerombolan ini sudah bukan rahasia lagi. Bagaimana mungkin mereka menerima perdamaian padahal mereka sudah menolak segala ajakan perdamaian dengan membawanya ke meja perundingan berdasarkan hukum Allah? Mereka enggan mematuhi ajakan perdamaian berdasarkan kesaksian dari para ulama umat ini dan para pemimpinnya, mereka juga menolak seluruh inisiatif ajakan perdamaian di antaranya adalah inisiatif ajakan perdamaian dari suku-suku sungai Eufrat dan wilayah Khabur, bahkan mereka justru menambah sikap permusuhannya. Sungguh telah nampak kepalsuan dan kedustaan dari mereka bagi semua orang, trik mereka ini dapat dengan mudah diketahui bahkan oleh anak kecil sekalipun.

Gerombolan tersebut menyebarkan rumor ini demi mengangkat moral pasukannya yang telah jatuh hingga titik nadir karena mengalami kerugian besar setelah mereka mencoba menyerang singa-singa dari timur. Mereka juga telah tenggelam di dalam rawa peperangan namun mereka masih saja membantah dan berdebat dengan percaya dirinya. Yang paling besar adalah sikap menjauhkan dirinya dari umat, dari para ulama dan dari para pemimpinnya karena pemikirannya yang menyimpang yang sudah diketahui oleh seluruh manusia.

Dan kami memberikan kabar gembira kepada keluarga kami di wilayah timur Suriah dan di Syam secara khusus serta kepada umat secara umum, sesungguhnya kami tetap langgeng dalam berjihad melawan para thaghut dan ekstrimis, hingga Allah membukakan jalan bagi kami dan mereka, hingga mereka bersedia untuk tunduk di bawah mahkamah syariat yang selalu digaungkan-gaungkan oleh para sesepuh umat, dan hingga mereka bersedia untuk bertaubat dari kebid’ahan dan kesesatan mereka.

Kami juga mengajak kepada keluarga kami untuk lebih bersabar dan meneguhkan pendirian, karena kemenangan hanya ada seiring dengan adanya kesabaran, panji kebenaran akan menjulang tinggi seiring dengan jatuhnya kebatilan, karena Allah telah menjamin negeri Syam beserta para penduduknya. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad, kepada keluarganya dan kepada seluruh sahabatnya.

16 Sya’ban 1435H/16 Juni 2014

Dalam sebuah video, milisi Irak yang berjuang bersama rezim Suriah, mengumumkan pembentukan “Squad Kemarahan Alawiyah” dalam upaya untuk meningkatkan moral Perdana Menteri Irak, rezim Nuri al-Maliki setelah kejatuhan yang mengejutkan kota-kota Irak di tangan mujahidin Irak.

Dalam video itu, seorang milisi Syiah muncul di tengah-tengah kumpulan militan, mengumumkan bahwa apa yang disebut “Perlawanan Islam di Suriah” akan membela Irak dari Utara hingga Selatan.

Pembaca pernyataan mengumumkan pembentukan “Squad Kemarahan Alawiyah” terdiri dari Brigade Zulfikar dan Brigade Al Imam al-Hussein dengan lebih dari 7000 pasukan untuk merebut kembali keamanan di Irak.

Milisi Syiah nampak di video telah terpengaruh dengan perkembangan cepat di Irak, dengan banyaknya kota dan situs penting jatuh ke tagan mujahidin. Tentara dan pasukan keamanan al-Maliki kehilangan semua kekuasaan mereka di berbagai kota, terutama di Mosul, kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad.

Pemimpin Brigade Zulfikar adalah Haidar al-Jabbori, pria yang terlibat dalam banyak pembantaian ahlus sunnah di al-Nabek dan pedesaan Damaskus.

Banyak yang menilai penyebutan jumlah 7000 pasukan, sedikit berlebihan dan tidak ada konfirmasi jumlah yang sebenarnya.

Perubahan arah tujuan milisi dari Suriah menjadi ke Irak, akan memunculkan tantangan baru kepada milisi yang datang untuk membela Bashar dan kepada hasil upaya mereka.

Keruntuhan cepat tentara Irak mengejutkan masyarakat regional dan internasional.

Kota utara Mosul awal pekan ini berhasil direbut oleh mujahidin Irak dalam revolusi yang dilancarkan, mereka kemudian bergerak menekan ke arah selatan Baghdad dalam serangan terhadap pemerintah pimpinan Syiah.

Presiden AS Barack Obama mengancam akan melancarkan serangan militer AS terhadap mujahidin di Irak.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, memerintahkan pemberangkatan sebuah kapal induk ke kawasan Teluk pada Sabtu (15/06). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut keputusan Amerika untuk membantu pemerintah Irak yang kewalahan menghadapi serangan para pejuang yang telah berhasil menguasai beberapa kota.

“Perintah akan memberikan keleluasaan lebih bagi kepala komando, dalam mengambil opsi militer yang diperlukan untuk melindungi jiwa kehidupan Amerika, warga negara dan kepentingan di Irak,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan tersebut, kapal induk USS George H.W. Bush, yang bergerak dari Utara Laut Arab akan ditemani oleh kapal perang penjelajah USS Philippine Sea dan kapal penghancur USS Truxtun. Kapal-lapal tersebut diharapkan sampai di kawasan teluk paling lambat hari Sabtu.


Pada Jumat lalu Barack Obama mengatakan memerlukan beberapa hari untuk menentukan langkah Amerika Serikat dalam membantu Irak. Pemerintahan Syiah Irak kewalahan menghadapi para mujahidin yang berhasil merebut beberapa kota besar di Irak dan mulai mengarahkan sasarannya ke ibukota Baghdad.

Tetapi pemimpin Amerika Serikat itu mengesampingkan pengiriman kembali pasukannya dalam pertempuran di Irak, di mana lebih dari 4.000 tentara Amerika Serikat telah dalam peperangan yang terjadi sejak tahun 2003 sejak penggulingan Saddam Husein.

Sebelumnya Amerika telah meningkatkan bantuan pengawasan kepada Irak, juga mengirimkan bantuan serangan pesawat tak berawak atas permintaan Perdana Menteri Nuri al-Maliki. Pentagon juga telah menyiapkan berbagai opsi sebagai pertimbangan bagi Obama, termasuk melakukan serangan udara.

Menurut Angkatan laut Amerika Serikat, kapal induk USS George H. W. Bush adalah kapal induk terbesar di dunia. Kapal ini dilengkapi oleh dua reaktor nuklir dan dapat membawa sekitar 6.000 awak. Selain jet tempur, helikopter dan pesawat-pesawat lain, kapal ini juga didukung oleh rudal anti-kapal dan anti-pesawat yang canggih.

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan, USS George H.W. Bush sering digunakan untuk meluncurkan serangan udara, melakukan penerbangan pengintaian, melakukan pencarian, penyelamatan, kemanusiaan dan misi evakuasi, dan melakukan operasi keamanan di laut.

“Operator dapat melakukan semua itu dari laut, tanpa perlu izin dari negara lain,” kata pejabat yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut.

Sumber : Reuters

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget