Halloween Costume ideas 2015
06/14/14

FBI sedang menyelidiki orang-orang dengan latar belakang Somalia yang telah melakukan perjalanan dari Amerika Serikat ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok pejuang dalam memerangai rezim Presiden Bashar al-Assad, sebagaimana dilansir oleh Al Jazeera, Jum’at (13/6/2014).


Kyle Loven, juru bicara kantor FBI Minneapolis, mengatakan pada Kamis (12/6) bahwa dalam beberapa bulan terakhir kantor FBI telah menerima informasi yang menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampai 15 orang dari komunitas Somalia yang besar di kawasan ini telah melakukan perjalanan dari Minneapolis-St Paul ke Suriah.

Loven mengatakan bahwa FBI percaya mereka akan bergabung dengan pejuang jihad di Suriah, kantor berita Reuters melaporkan.

Departemen Kehakiman AS, FBI dan badan mata-mata AS baru-baru ini menugaskan para koordinator atau tim khusus untuk memantau perjalanan mereka.

Penyelidikan FBI tersebut berkembang dari suatu penyelidikan yang dimulai pada tahun 2007 yang menyelidiki orang-orang dari latar belakang Somalia yang melakukan perjalanan dari Amerika ke Somalia untuk berjuang dengan kelompok al-Qaeda al-Shabab.

Pemerintah AS baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa seorang pria asal Florida, Munir Muhammad Abu-Salha, telah menjadi pelaku bom syahid di Suriah.

Seorang komandan pasukan Syabiha yang bernama Ziyad Kamaludin tewas pada hari Selasa (10/6) di wilayah Sarghaya, pesisir Provinsi Damaskus.

foto pasukan syabiha di Suriah

Berita ini dikuatkan oleh kantor berita Siraj Press yang melaporkan bahwa pejuang revolusioner berhasil melancarkan aksi penyergapan terhadap pasukan Syabiha di depan Masjid Sahl, wilayah Sarghaya, akibatnya seorang komandan pasukan Syabiha yang bernama Ziyad Kamaludin bersama seorang partnernya yang bernama Wasim Rustum tewas, Wasim adalah seorang petinggi pilihan pasukan milisi Syabiha, setelah serangan ini, pasukan Assad tampak meningkatkan kesiagaan di Sarghaya untuk mengantisipasi serangan lanjutan dari para pejuang.

Sebelumnya memang para pejuang telah menargetkan Ziyad Kamaludin karena track recordnya yang kelam, dia telah beberapa kali menangkap para pemuda untuk kemudian diserahkan kepada dinas keamanan Suriah, ia juga telah berhasil mengkader puluhan orang yang kini telah bergabung ke dalam kesatuan Pasukan Pertahanan Nasional atau yang dikenal dengan Syabiha.

Para mujahidin dari berbagai kelompok yang tergabung dalam Ruang Operasi Gabungan Penduduk Syam melancarkan penyerangan terhadap posisi pasukan Assad yang bertahan di gedung Aytam, sebelah timur gedung markas Intelejen Angkatan Udara Suriah yang terletak di Distrik Az Zahra, Kota Aleppo pada hari Selasa (10/6).

Kantor berita Halb News menuliskan laporan berdasarkan sumber militer, bahwa para mujahidin berhasil menguasai gedung Aytam yang menjadi sarang pasukan Assad dan pasukan milisi Hizbullat Lebanon, dan menewaskan sejumlah besar tentara dari kedua pasukan tersebut.

Selanjutnya pada hari yang sama, para mujahidin terlibat baku tembak sengit dengan pasukan Assad dan Hizbullat yang berada di atap gedung markas Badan Intelejen Angkatan Udara, para pejuang menargetkan akan mengambil alih gedung yang merupakan markas terpenting milik musuh di Provinsi Aleppo tersebut.

Pada hari Kamis (12/6), para pejuang dari berbagai kelompok perlawanan berhasil menguasai kawasan yang luas yang merupakan bagian dari Kota Rankous, wilayah Qalamoun, Provinsi Pesisir Damaskus. keberhasilan yang gemilang ini mereka raih setelah melakukan pertempuran sengit dengan pasukan Assad yang dibantu oleh pasukan milisi Hizbullah.


Dalam pertempuran tersebut para pejuang berhasil menewaskan 14 tentara pasukan Assad dan 3 tentara dari milisi Hizbullah, ditambah lagi dengan menghancurkan 4 kendaraan militer milik musuh.

Sampai saat ini pertempuran masih berlanjut di kawasan distrik-distrik timur Kota Rankous, para pejuang menggempur distrik-distrik tersebut dengan menggunakan meriam dan roket, dan berencana akan menguasainya dari tangan pasukan Assad.

Pada hari Selasa (10/6), sejumlah kendaraan tempur jenis Hummer milik pasukan Al Maliki yang kemudian direbut oleh ISIS tiba di wilayah Tel Hamis, pesisir Provinsi Hasakah. Kendaraan-kendaraan buatan Amerika ini berhasil mereka rebut dari tangan Al Maliki setelah mereka melancarkan serangan terhadap markas-markas pasukan Iraq yang berada di perbatasan Iraq- Suriah, dari arah wilayah yang telah mereka kuasai di Suriah.

Sebuah situs pro ISIS mengupload foto-foto yang menunjukkan sejumlah mobil, senjata berat dan banyak amunisi yang berhasil mereka rebut dari tangan pasukan Rafidhah Iraq, dan kemudian mereka bawa ke wilayah-wilayah kekuasaan mereka di Provinsi Hasakah.

Maka sejauh ini, ISIS telah berhasil menguasai perbatasan Iraq-Suriah, seluruh perbatasan tersebut mereka buka dengan lebar sepanjang ratusan kilometer, mulai dari pesisir timur wilayah Syadadi, melewati pesisir wilayah Haul, hingga jalur penyeberangan antar negara Al Ya’rabiah yang berada di timur laut Suriah.

Pihak berwenang Yordania pada Senin (9/6/2014) menetapkan untuk membebaskan Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi di tengah serangkaian ancaman kematian yang dia terima.


Menurut pengacara pembela Majed Al-Leftawi, pihak berwenang menetapkan untuk membebaskan Syaikh Al-Maqdisi pada Ahad (15/6) setelah tengah malam. Dia akan dibebaskan setelah ulama dan tokoh Al-Qaeda kelahiran Yordan ini menjalankan “hukuman” lima tahun penjara atas tuduhan “terorisme”.

Menurut Leftawi, pihak berwenang tidak akan bisa menahan Syaikh Al-Maqdisi, yang menjadi salah seorang tokoh paling menonjol di Al-Qaeda dan mentor pemimpin Al-Qaeda di Irak Abu Musab Az-Zarqawi (telah syahid, in syaa Allah) ini setelah Ahad (15/6), karena tidak ada lagi kasus yang tertunda terhadap dirinya.

“Tidak ada kasus baru atau kasus-kasus yang tertunda terhadap Abu Muhammad Al-Maqdisi, jadi secara sah dan konstitusional, pihak berwenang tidak bisa menunda pembebasannya,” kata Leftawi kepada Jordan Times.

Sebelumnya, sumber pengadilan di Mahkamah Keamanan Negara – yang menjatuhi hukuman lima tahun penjara terhadap Syaikh Al-Maqdisi pada tahun 2009 dengan tuduhan merekrut dan menyediakan dana bagi para pejuang jihad dan Taliban di Afghanistan – menyampaikan merencanakan penunandaan atas pembebasannya.

Mendekati hari pembebasannya, Syaikh Al-Maqdisi telah dilaporkan menerima puluhan ancaman kematian dari pihak yang mengklaim diri mereka sebagai para pendukung Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Irak and Sham (ISIS) dalam menanggapi pernyataan-pernyataan kritisnya baru-baru ini.

Menurut sumber Salafi Yordania, keluarga Syaikh Al-Maqdisi telah menerima serangkaian pesan yang mengancam kehidupan ulama jihad itu, yang isinya menuduh Syaikh sebagai “seorang agen Zionis dan tentara salib Barat untuk menghancurkan proyek daulah Islam dan mencegah munculnya kekhalifahan.”

Ancaman-ancaman tersebut dikabarkan berasal dari jihadis Yordania yang mendukung ISIS di tengah keretakan yang berkembang dengan Al-Qaeda. Sejumlah sumber menyampaikan bahwa ancaman-ancaman itu bahkan juga sampai kepada Syaikh Al-Maqdisi di penjara.

Menanggapi ancaman yang diklaim sebagai upaya untuk memindahkan perang saudara mujahidin Suriah ke Yordania ini, anggota gerakan pemuda muslim Yordania telah membentuk “komite populer” yang didedikasikan untuk perlindungan terhadap Syaikh Al-Maqdisi dan ulama senior lainnya dari serangan-serangan potensial.

“Ada bahaya nyata bahwa baik Daulah Islam, atau agen atau layanan intelijen yang bertindak atas nama Daulah Islam akan berusaha untuk menyerang para pemimpin kita dan menyalakan percikan perang saudara,” kata seorang anggota terkemuka dari gerakan Salafi, yang menolak disebutkan namanya, untuk keamanan.

Pada bulan Mei, sekelompok orang tak dikenal menyerang dan melukai ulama terkemuka Syaikh Aiman Balawi, seorang pendukung Jabhah Nushrah dan seorang murid Syaikh Al-Maqdisi, di luar sebuah masjid di Amman. Para penyerang meneriakkan slogan-slogan pro-ISIS, menurut sumber-sumber Islam dan para saksi.

Ancaman-ancaman tersebut disinyalir datang setelah pernyataan yang dibuat oleh Syaikh Al-Maqdisi pekan lalu yang mengungkapkan mengenai kepemimpinan ISIS.

“Kami menunggu dan bersabar untuk jangka waktu yang lama dengan harapan bahwa apa yang disebut sebagai ISIS akan kembali kepada kebenaran dan mendengarkan Syaikh-Syaikh mereka – sayangnya mereka memutar dan berbalik, dan banyak berbohong – dan telah menunjukkan sifat sejati mereka,” kata Syaikh Al-Maqdisi dari penjara dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Al-Jazeera. Dia dan sejumlah tokoh telah mengkonfirmasi keotentikan pernyataan itu dan bahwa pernyataan itu tidak dibuat di bawah paksaan.

Sebelumnya pada bulan Mei, Syaikh Al-Maqdisi menyatakan bahwa ISIS telah menyimpang dari ajaran jihad, mendesak semua pejuang ISIS untuk membelot dan bergabung dengan barisan Jabhah Nushrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah.

“Kami menyatakan bahwa Daulah Islam Irak dan Syam telah menyimpang dari kebenaran, menyesatkan mujahidin dan telah terlibat dalam penumpahan darah orang-orang beriman … kami menyeru kepada anggota Daulah Islam untuk membelot dan bergabung dengan Jabhah Nushrah dan kepemimpinannya,” kata Syaikh Al-Maqdisi, bangkit dari kegagalan beberapa inisiatifnya untuk mengakhiri pertikaian antara ISIS dan kelompok-kelompok jihad lainnya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget