Halloween Costume ideas 2015
05/21/14

Skenario sandiwara perpolitikan barat yang telah tersistem sedemikian rupa selama puluhan tahun akan menampakkan kembali kebobrokannya. Kali ini berkaitan dengan sistem veto yang diterapkan supremasi DK PBB.


Rusia berencana melakukan veto pada proses peradilan internasional yang akan dibahas di PBB. Demikian disebutkan oleh Gennady Gatilov yang merupakan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia.

Pernyataan ini keluar setelah Perancis menawarkan rancangan resolusi kepada DK PBB. Isi dari rancangan ini adalah mengajukan rezim Nusairiyah Bashar Asad kepada Mahkamah Internasional atas tindakan kejahatan kemanusiaan selama tiga tahun peperangan.

“Rancangan yang telah dikirim ke Dewan Keamanan PBB adalah tidak bisa kami terima, dan kita tidak akan mendukungnya,” jelas Gatilov. “Jika diadakan pemungutan suara, kami akan melakukan veto,” ancam Gatilov.

Bashar Asad selaku pemegang kekuasaan rezim Baathis merupakan sekutu kuat Rusia. Semenjak berkecamuknya pergolakan di Suriah, Rusia menjadi pelindung utama rezim status-quo, selain Cina.

Sedikitnya 24 warga sipil Suriah terbunuh dalam serangkaian serangan udara di tiga wilayah di Suriah pada Selasa (20/05). Salah satu serangan itu menargetkan pemukiman penduduk pada malam hari, ketika warga terlelap

Dilansir dari kantor berita BBC, serangan pertema terjadi pada malam hari di desa Marea di Suriah timur. Jet tempur rezim Bashar Al-Asad menembakkan sebuah misil ke pemukiman penduduk sehingga membunuh sedikitnya 13 sipil, delapan di antaranya anak-anak.  Serangan itu diluncurkan ketika warga sedang tidur.

Aktivis setempat, Abu Hassan menjelaskan dari belasan korban itu, sembilan di antaranya merupakan satu keluarga. Mereka adalah Muhammad Jakfar (70), istrinya yang berusia 40 tahun dan delapan anaknya.

Hassan mengatakan bahwa serangan itu tidak diduga sebelumnya. Pasalnya, kota Marea merupakan wilayah yang jauh dari front pertempuran.




Serangan selanjutnya terjadi di kota Azaz, provinsi Aleppo. Lembaga Observatorium untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, sedikitnya 10 orang terbunuh akibat serangan di kota yang berbatasan dengan Turki tersebut.

Lembaga yang markas di Inggris itu menjelaskan, serangan itu dilancarkan jet tempur Suriah dengan membabi buta di pintu masuk kota Azaz.

Serangan udara juga terjadi di kota Kafr Zeita di provinsi Hama. Helikopter tempur Suriah menjatuhkan bom Birmil ke kota yang dikontrol pejuang tersebut. Menurut laporan awal, seorang remaja terbunuh akibat serangan itu.

Para aktivis menerbitkan video berisi pria dan anak-anak yang dirawat di sebuah rumah sakit. Video itu juga menunjukkan banyak pasien tergeletak dan seorang pria terlihat tidak menggerakkan diri.


Mujahidin, Selasa (20/05), melancarkan serangan hebat ke pangkalan Tel Usman di timur laut pedesaan provinsi Hama. Dilaporkan sejumlah bangunan dan kendaraan tempur di pangkalan militer Suriah tersebut hancur akibat serangan mujahidin.


Pangkalan Tel Usman merupakan basis militer penting milik tentara Suriah di provinsi Hama. Pasalnya, pangkalan yang memanjang antara sebagian besar desa di pedesaan hama dan sebagian di pedesaan Idlib itu memungkinkan militer Suriah menargetkan rumah-rumah warga di sekitar pangkalan tersebut.

Selain itu, Tel Usman juga menjadi markas utama untuk melindungi jalur pasokan logistik militer Suriah di wilayah pedesaan Hama barat. Sampai berita ini diturunkan, pertempuran terus berlanjut antara kedua kubu. Sejumlah tank tempur milik mujahidin dilaporkan hancur akibat sengitnya pertempuran.

Beberapa minggu lalu, pejuang Suriah melaporkan terjadi pertikaian  antara sesama milisi pendukung rezim Bashar Al-Asad ibkota Sayyida Zainab di ibukota Damaskus. Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa perselisihan itu ditimbulkan akibat penyakit ‘AIDS’ yang menyebar di kalangan mereka.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan kantor media brigade pejuang Suriah, Liwa Syuhada Golan, baru-baru ini, terjadi ketakutan di kalangan anggota milisi Syiah di Sayyida Zainab, setelah sejumlah teman mereka mengidap penyakit menjijikkan, AIDS. Sehingga, perdebatan hebat muncul antara sesama mereka, yang beberapa waktu terakhir, mengarah pada pertikaian dan saling serang.

Laporan yang dilansir media ardalrebat.net Senin (19/05) itu menunjukkan, mereka terpecah menjadi dua kelompok akibatt pertikaian itu; kelompok yang bergabung di dalamnya milisi Syiah asal Irak saja dengan komandan Abu Syahad Al-Jaburi, di bawah nama Liwa Dzul Fikar, dan kelompok yang bergabung di dalamnya milisi Syiah dari desa Fu’ah, Zahra (yang keduanya merupakan desa Syiah di Suriah) dan anggota milisi Palestina yang mendukung Syiah.

Menurut laporan tersebut, menyebarnya penyakit mematikan itu akibat pernikahan Mut’ah yang menyebar di antara milisi. Para gadis di bawah usia 25 tahun dari desa Syiah di Idlib, Lebanon serta dari Irak didatangkan untuk menyemangati para milisi Syiah menghadapi pejuang. Para gadis muda itu dinikahkan secara Mut’ah untuk melayani nafsu para milisi. Gadis-gadis bersedia ‘menghadiahkan’ dirinya demi melayani pejuang yang digambarkan sedang melaksanakan tugas agung, yaitu melindungi tempat suci Syiah, kuil Sayyida Zainab.

Sejak revolusi Suriah meletus, tambah laporan tersebut, kampanye Syiahisasi gencar dilakukan orang-orang Syiah di sekitar kota Sayyida Zainab dengan dukungan Iran dan Syiah Hizbullah Lebanon. Warga ditawari gaji bulanan yang menggiurkan jika bersedia bergabung dengan Syiah. Adapun para pemuda dijanjikan akan dinikahkan dengan gadis-gadis Syiah. Tidak hanya itu, mereka juga disenjatai dan dilatih militer ketika bersedia bergabung dengan milisi Liwa Abu Fadl Al-Abbas dan milisi Liwa Asadullah Al-Gholib yang merupakan dua milisi Syiah dominan di Sayyida Zainab.

Kota Sayyida Zainab terletak di selatan ibukota Damaskus. Kota yang dihuni sekitar 150.000 orang ini merupakan tempat diberangkatkannya milisi Syiah untuk menghadapi pejuang di kota-kota di selatan Damaskus dan Ghoutah.

Di antara brigade Syiah yang berbasis di Sayyida Zainab adalah Liwa Abu Fadl Al-Abbas asal Irak, Liwa Haidar Al-Kirar juga asal Irak, Liwa Dzul Fikar dan sejumlah milisi Syiah lainnya. Mereka bertugas di Suriah di bawah koordinator Hizbullah Lebanon.

Jabhah Nusroh mengumumkan pendirian sebuah sekolah baru bernama Institut Pendidikan Islam Imam al Syafi’i. Jabhah Nusroh mempromosikan lembaga pendidikan ini melalui Twitter. Dewan Syar’i resmi Jabhah Nusrah Syaikh Abu Sulaiman al Muhajir yang pindah dari Australia ke Suriah pada tahun lalu mengumpulkan sumbangan untuk lembaga pendidikan itu.

Sekolah akan mengajarkan para siswa hukum Islam dan cara yang tepat untuk melakukan jihad, menurut sebuah posting di Twitter seperti dilansir long war journal.

Beberapa iklan sekolah itu telah diposting di Twitter. Salah satu iklan tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah disiapkan oleh panitia syariah umum Jabhah Nusrah.

“Bagi yang mendukung silahkan hubungi Syaikh Abu Sulaiman al Muhajir @abushulayman321, anggota dewan syar’i Jabhat al nusrah,” demikian tertulis pada bagian bawah iklan tersebut.

Syaikh Abu Sulayman menjadi terkenal di Australia karena dukungannya kepada jihad Suriah. Tapi sejauh mana keterlibatannya dalam jaringan internasional Al-Qaeda, publik tidak ada yang mengetahuinya sampai ia muncul sebagai salah satu ideolog terkemuka di Jabhah Nusrah.

Melalui sebuah rekaman Video yang dirilis oleh Jabhah Nusrah pada bulan April, Syaikh Abu Sulaiman sempat menjelaskan struktur Al-Qaeda. Al Qaeda telah membagi struktur gerakan jihad dalam beberapa wilayah, dengan Amir yang ditunjuk untuk mengawasi masing-masing wilayah, demikian Syaikh Abu Sulayman menjelaskan.

Sebuah banner iklan untuk lembaga pendidikan itu, juga diposting untuk meminta dukungan, dalam banner itu dibubuhkan perkataan Syaikh Ibnu Qayyim al Jawziyyah. “Landasan agama adalah ilmu dan jihad, ” demikian kutipan itu tertulis.

Dan jihad memiliki dua bentuk. Bentuk pertama adalah bertempur dengan tangan dan tombak, sedangkan yang kedua adalah dengan “argumentasi dan penjelasan”. Kedua Jihad itu lebih utama karena kebesaran manfaatnya, intensitas rezekinya, dan banyak musuh-musuhnya.


Banner ketiga dengan foto Syaikh Abu Sulayman di pojok kiri dan mengatakan dalam bahasa Inggris bahwa bagi yang mau mendukung dana kegiatan dapat menghubungi anggota komite syariah Jabhah Nusrah. Selain Syaikh Abu Sulayman, dua anggota dewan syariah lainnya adalah pengguna Twitter yang aktif.


Twitter telah menjadi panggung yang semakin populer untuk melakukan penggalangan dana jihad. Al-Qaeda dan ideolog yang terkait dengannya menggunakan akun yang sibuk untuk memotivasi sumbangan jihad. Misalnya, Syaikh Abdullah Muhammad al Muhaysini, seorang ulama Saudi yang populer yang berafiliasi dengan Al Qaeda, secara teratur menggunakan Twitter untuk mengumpulkan dana untuk jihad di Suriah. Syaikh Muhaysini saat ini memiliki lebih dari 300.000 follower, sedangkan Syaikh Abu Sulayman memiliki lebih dari 10.000 follower.

Para aktivis Suriah mengatakan pada Ahad (4/5/2014) pagi bahwa mujahidin Jabhah Nushrah menangkap Kolonel Ahmad Fahd Ni’mah, mantan Ketua Dewan Militer Dara’a dan Komandan Jabhah Tsuwar Janub Suriyah [Front Revolusioner Suriah selatan], situs Ad-Durar Asy-Syamiyah dan sejumlah situs revolusi Surian lainnya melaporkan.

Kolonel Ahmad Ni’mah ditangkap bersama lima orang perwira yang menjadi pembantunya. Seorang perwira lainnya bernama Musa Al-Ahmad berhasil melarikan diri dalam peristiwa tersebut.

Lembaga Ittihad Tansiqiyah Tsauriyah Suriyah [Persatuan Koordinasi Revolusi Suriah] menyebutkan bahwa Ahmad Ni’mah yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menetap di Yordania telah diberi tugas oleh pemerintah Yordania untuk membuat langkah-langkah militer guna menghentikankemajuan kelompok-kelompok jihad Islam di kota Hauran, propinsi Dara’a. Untuk melancarkan tugas tersebut pemerintah Yordania telah memberikan bantuan militer sangat besar kepada Ahmad Ni’mah.

Situs Syam menyatakan Jabhah Nushrah telah menyerahkan Kolonel Ahmad Ni’mah kepada Hai’ah Syar’iyah [Dewan Syari'at] propinsi Dara’a. Penangkapan Ahmad Ni’mah sendiri dilakukan berdasar surat perintah resmi Hai’ah Syar’iyah. Hai’ah Syar’iyah adalah lembaga Islam yang terdiri dari para ulama, tokoh masyarakat dan komandan dari berbagai kelompok jihad di setiap propinsi. Hai’ah Syar’iyah-lah yang menjalankan pemerintahan Islam di wilayah-wilayah yang telah berhasil dibebaskan oleh mujahidin.

Kamar Operasi Militer propinsi Dara’a sebelum itu telah memecat Ahmad Ni’mah dari posisinya sebagai Komandan Dewan Militer Revolusioner propinsi Dara’a. Ahmad Ni’mah berstatus resmi sebagai buronan berdasar surat keputusan Pengadilan Revolusioner Kota Hauran. Surat keputusan Pengadilan Revolusioner kota Hauran itu menyebut Ahmad Ni’mah “bekerja untuk memecah barisan para pejuang revolusi kota Hauran dengan terus-menerus menanamkan perselisihan, memprovokasi terjadinya peperangan diantara sesama pejuang revolusi, dan membentuk regu-regu dan sel-sel tidur untuk menikam kelompok-kelompok pejuang revolusi dari belakang”.

Kelompok-kelompok jihad dan pejuang revolusi di Dara’a menyatakan Ahmad Ni’mah telah menyerahkan kota Kharbah Ghazalah dan kota Syaikh Miskin kepada pihak rezim Nushairiyah Suriah. Komandan Katibah Syahidah Asil Jabar, salah satu kelompok pejuang revolusi di kota Syaikh Miskin, telah mengeluarkan rilisan tentang pengkhianatan Ahmad Ni’mah dalam peristiwa penyerahan kota tersebut kepada pihak rezim Nushairiyah.

Selain itu pada 31 Desember 2013 M Ahmad Ni’mah telah melarikan seorang perwira rezim Nushairiyah yang ditengarai telah membantai ratusan penduduk muslim Dara’a. Atas jasanya itu rezim Nushairiyah telah menghadiahi jutaan dolar kepada Ahmad Ni’mah.

Setelah pengkhianatannya terbongkar oleh para pejuang revolusi dan aktivis Suriah di Dara’a, Ahmad Ni’mah membentuk Jabhah Tsuwar Janub Suriyah [Front Revolusioner Suriah selatan]. Kelompok militer sekuler ini bekerja untuk kepentingan rezim Nushairiyah Suriah dan rezim sekuler Yordania. Tujuan utama pendirian kelompok ini adalah memerangi dan menghambat kemenangan-kemenangan spektakuler mujahidin Islam di propinsi Dara’a.

Jabhah Tsuwar Janub Suriyah [Front Revolusioner Suriah selatan] pimpinan Ahmad Ni’mah merupakan “saudara kembar” bagi Jabhah Tsuwar Suriah [Front Revolusi Suriah] yang didirikan oleh Jamal Ma’ruf di wilayah Suriah utara. Kedua kelompok sekuler ini merupakan bagian dari konspirasi Suriah, Yordania, AS dan NATO untuk memerangi kelompok-kelompok jihad Islam di Suriah.

Jabhah Nushrah, Jabhah Islamiyah, Liwa’ Al-Ummah, Jundul Aqsha dan kelompok-kelompok jihad Islam lainnya telah merebut banyak markas militer rezim Nushairiyah Suriah di propinsi Dara’a.

Kemenangan terbaru mujahidin di Dara’a adalah pembebasan Tal Jabiyah dan kota Nawa. Kemenangan-kemenangan telak Jabhah Nushrah dan kelompok-kelompok jihad di Dara’a sangat mengkhawatirkan sekutu utama AS di kawasan itu, Yordania, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan propinsi Dara’a.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget