Halloween Costume ideas 2015
05/20/14

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengatakan negaranya siap bekerja sama dengan Indonesia, tidak saja di bidang ekonomi, juga kebudayaan dan pendidikan.


Hal itu disampaikan Nouri al-Maliki saat menerima kunjungan delegasi MPR RI yang dipimpin Ketua-nya Sidarta Danusubroto, didampingi tiga wakil ketua serta sejumlah anggota.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Ketua MPR RI melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki dan Ketua Parlemen Irak Osama an-Nujaifi, demikian Minister Counsellor KBRI Baghdad Des Alwi kepada Antara London, Selasa.

PM Nouri al-Maliki mengakui di negaranya banyak peninggalan budaya dunia seperti Babilonia dan juga peninggalan Islam dari dinasti Abbasiah. “Kami siap menerima peziarah dari Indonesia yang ingin mengunjungi berbagai peninggalan Islam di sini,” ujarnya.

Nouri al Maliki mengatakan negaranya sangat membutuhkan bantuan dan dukungan negara Islam seperti Indonesia untuk menghadapi tantangan yang sangat berat dewasa ini.

بسم الله الرحمن الرحيم

Pernyataan Jabhah Nushrah no. 489

MUJAHIDIN BERHASIL MEMBEBASKAN POS-POS YANG BERADA DI SEKITAR KAMP MILITER KHAZANAT, KHAN SYAIKHUN DAN MENGEPUNG KAMP MILITER TERSEBUT

Segala puji bagi Allah yang telah menjanjikan surga dan kebaikan lainnya kepada para mujahid, yang telah menjadikan seruan untuk berbuat kebaikan sebagai ibadah, shalawat serta salam keatas nabi yang diutus dengan membawa pedang di tangannya, kepada keluarganya, dan para sahabat para pemilik kecerdasan dan kehormatan.

Setelah mujahidin menjalani ribath selama lebih dari sebulan terhadap kamp militer Khazanat, sebuah kamp militer Pasukan Rezim Nushairiyah yang terletak di sebelah timur Kota Khan Syaikhun, Provinsi Idlib, akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada saudara-saudara kalian yang tergabung di dalam Ruang Operasi Gabungan (Jabhah Nushrah, Jundul Aqsha, Liwa’ Ummah dan Liwa’ Haq) untuk menyerang kamp militer Khazanat dan membebaskannya secara keseluruhan – dengan izin Allah – .

Kamp militer Khazanat termasuk salah satu kamp terbesar di wilayah ini, di sebelah utara kamp ini dijaga oleh sebuah pos kecil berupa sebuah bangunan dan dua buah basis pertahanan yang berfungsi untuk menyergap, dan di dalamnya terdapat sekitar 30 personel tentara. Di sisi selatan terdapat sebuah bangunan. Sedangkan di sisi barat terdapat beberapa pos penjagaan yang bertugas mengamankan kamp ini, pos-pos tersebut adalah pos Abu Ala, pos Muashirah, pos Talawi dan pos Kaziyah Abu Rabbah, dengan keberadaannya maka pembebasan kamp militer menjadi tertunda karena mujahidin harus menguasai pos-pos tersebut satu demi satu, sehingga ketika tiba saatnya serangan terhadap kamp militer, pandangan para mujahidin tidak terhalang dengan keberadaan pos-pos tersebut.

Taktik yang diterapkan adalah penyerangan secara serentak sehingga tentara musuh menjadi bingung dan kehilangan keseimbangan, dalam operasi ini Jabhah Nushrah mendapatkan tugas untuk menyerang pos yang berada di utara kamp militer Khazanat.

Maka dimulailah pertempuran ini pada hari Kamis, 16 Rajab 1435 yang bertepatan pada tanggal 15 Mei 2014 dan mengawalinya dengan menembakkan mortir, meriam jahannam dan meriam tank ke arah pos-pos yang mengelilingi kamp tersebut, lalu mujahidin mengarahkan sebuah mobil tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh yang penuh bom ke arah pos Abu Ala dan berhasil meledakkannya, maka ledakan tersebut menjadi pertanda bagi para mujahidin untuk mulai melancarkan baku tembak terhadap posisi-posisi basis pertahanan Pasukan Rezim Nushairiyah, Jabhah Nushrah mengerahkan tank-tank miliknya dan diikuti oleh pasukan penyerbunya yang berlindung di balik tank-tank tersebut, tidak ada hal yang dilakukan oleh para prajurit Nushairiyah kecuali melarikan diri dan mundur menuju pusat kamp militer dengan meninggalkan ghanimah berupa persenjataan bagi mujahidin, sedangkan 30 prajurit lainnya yang tidak sempat melarikan diri tewas di tangan mujahidin, Wa Lillahi Al Fadhl wal Minnah.

Kelompok-kelompok mujahidin yang masing-masing dibebani tugas untuk membebaskan pos-pos tersebut berhasil melakukannya dengan karunia Allah, maka kini target utama selanjutnya adalah mengepung kamp militer tersebut dari seluruh penjuru dan memutus seluruh jalur logistik berupa senjata, makanan dan minuman.

Kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar Ia menyempurnakan kemenangan kami dengan pembebasan kamp militer ini secara menyeluruh, karena sesungguhnya Dia mampu melakukannya.

Kamp militer Khazanat dan pos-pos penjagaan yang mengitarinya

Mujahidin melaksanakan shalat sebelum berangkat bertempur

Mujahidin menembaki Pasukan Rezim Nushairiyah dengan senapan mesin anti udara ZSU-23 1

Tank Jabhah Nushrah meledakkan markas-markas Pasukan Rezim Nushairiyah

Tembakan tank mujahidin berhasil mengenai sasaran dengan tepat.

Tank mujahidin tengah terlibat baku tembak dengan Pasukan Rezim Nushairiyah

Mobil kendali jarak jauh meledak di pos Abu Ala

Tank mujahidin bergerak maju diikuti dengan pasukan penyerbu

Mayat Pasukan Rezim Nushairiyah yang tewas di tangan mujahidin

Baku tembak dengan Pasukan Rezim Nushairiyah menggunakan senjata kelas menengah

Ledakan bom dan meriam mujahidin terus menyerbu kamp militer Khazanat

Panargetan panser Pasukan Rezim Nushairiyah dengan menggunakan RPG

Ghanimah yang berhasil diperoleh oleh mujahidin

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”.

جَبْهَةُ النُّصْرَة
Jabhah Nushrah

))مؤسسة المنارة البيضاء للإنتاج الإعلامي((
Yayasan Media Al-Manaratul Baidha’

لا تنسونا من صالح دعائكم
Jangan lupakan kami dalam do’a kalian

والحمد لله ربِّ العالمين
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam

Dirilis pada hari dan tanggal: Senin 20 Rajab 1435 H / 19 Mei 2014 M


Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah adalah salah satu jama'ah jihad Islam yang dibentuk pada awal revolusi bersenjata melawan rezim Nushairiyah Suriah pada Maret 2011. Selama dua setengah tahun lebih jihad di Suriah, kelompok jihad yang mencita-citakan penegakan Daulah Islam dan penerapan syariat Allah ini telah mempersembahkan lebih dari 1000 syuhada'.


Pada bulan Januari 2014 ini Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah terlibat konflik bersenjata dengan jama'ah Daulah Islam Irak dan syam (ISIS), khususnya di Aleppo, Raqqah dan Idlib. Pada hari Kamis (27/1/2014) lalu Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah merilis pernyataan audio resmi Amir mereka, Syaikh Abu Abdullah Al-Hamawi Hasaan Abud hafizhahullah. Pesan audio itu berdurasi 19 menit 7 detik dan dirilis melalui situs resmi kelompok ini, ahraralsham.



Dalam pernyataan audio tersebut, Abu Abdullah Al-Hamawi menjelaskan beberapa hal. 

Pertama, latar belakang dan perkembangan terbaru konflik bersenjata antara kelompok Harakah Ahrar Asy-Syam dan kelompok Daulah Islam Irak dan Syam.

Kedua, kelompok Ahrar Asy-Syam menyatakan dukungannya terhadap proposal perdamaian yang digagas oleh Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini hafizhahullah dan Markazu Du'atil Jihad.

Ketiga, kelompok Ahrar Asy-Syam mengingatkan kelompok oposisi sekuler (Aliansi Nasional) yang terlibat dalam konferensi Jenewa 2 bahwa perundingan dengan rezim Nushairiyah Suriah tidak memberi manfaat apapun bagi rakyat muslim Suriah. Nasib rakyat Suriah hanya ditentukan dengan jihad di kancah Suriah, bukan lewat perundingan damai dan kompromi dengan pihak Barat dan resim Nushairiyah.

DAMASKUS

Satuan Khusus Pasukan dari jamaah Ittihad Islami Li Ajnad Syam berhasil melakukan serangan terhadap sebuah mobil milik pasukan Syabiha di Jalan Al Adawi, pusat Kota Damaskus, akibatnya 4 orang pasukan Syabiha tewas dan sisanya terluka

DAR’A

Pasukan oposisi berhasil menguasai Bukit Umm Hauran dan markas pasukan keamanan militer di kota Nawa, sebuah kota di pinggiran Provinsi Dar’a, setelah terlibat dalam baku tembak yang sengit dengan Pasukan Rezim Nushairiyah.

Kelompok Oposisi juga berhasil menghalau gerak maju Pasukan Rezim Nushairiyah yang mencoba menguasai kembali Kota Nawa. Mereka juga berhasil menghadang musuh yang mencoba menyerang mereka dari arah barat kota tersebut, sehingga sejumlah besar pasukan musuh tewas terbunuh dan terluka.

LATAKIA

Mujahidin Jabhah Islamiyah bekerjasama dengan Brigade Al Adiyat berhasil melumpuhkan sebuah tank milik Pasukan Rezim Nushairiyah yang berada di puncak Gunung Shalma, pinggiran Provinsi Latakia, dengan menggunakan misil pelacak tank BGM-71 TOW, pada saat berlangsungnya baku tembak dengan musuh di area Gunung tersebut.

HAMA

Kelompok oposisi di Kota Mourek, pinggiran Provinsi Hama memberikan jaminan kemanan kepada 3 orang Pasukan Rezim Nushairiyah yang membelot dari kesatuannya serta membawa persenjataan mereka dengan lengkap.

Terjadi pertempuran antara pasukan oposisi berhadapan dengan Pasukan Rezim Nushairiyah di Desa Jalmah dan Bukit Malh, pesisir Barat Provinsi Hama.

ALEPPO

Satuan Khusus Pasukan Brigade Abu Amarah mengumumkan bahwa mereka berhasil membunuh seorang Pasukan Keamanan Militer yang bernama Anwar Jabir di Kota Aleppo dalam sebuah operasi khusus di dalam wilayah yang berada di bawah kontrol Pasukan Rezim Nushairiyah.

Satuan Khusus ini juga berhasil meracuni beberapa orang Pasukan Keamanan Militer yang berada di bawah pimpinan Kolonel Iyad di area Saba’ Bahr Square, Ibukota Damaskus.

Kubu oposisi berhasil merebut Desa Khaliftali dan Desa Bukit Syair, pedesaan di wilayah pesisir barat Provinsi Aleppo dari tangan Pasukan Jamaah Daulah. Hasil ini mereka raih setelah terlibat baku tembak yang sengit dengan mereka. ini merupakan salah satu dari rangkaian operasi Peperangan Goncangan dari Utara.

Kubu oposisi juga berhasil menguasai bagian Utara dari lahan pertanian Ziyadiyah, dalam pertempuran sengit di Desa Bukit Bathal, Wilayah Ar Raiy, pesisir Utara Aleppo.

DEIR EZZOUR

Jabhah Nushrah bersama dengan Jabhah Islamiyah dan beberapa kelompok di kubu oposisi berhasil menguasai Desa Thabiyah, Kota Khasham serta Ladang minyak Jafra dari tangan musuh, operasi ini bertujuan membuka kepungan Pasukan Rezim Nushairiyah terhadap pasukan oposisi di Kota Deir Ezzour.

Kubu Oposisi juga melancarkan serangan terhadap pasukan Jamaah Daulah di Desa Jadid Akidat setelah mengepungnya, mereka juga berhasil menguasai berbagai gedung yang ada di sana dari tangan pasukan Jamaah Daulah, bangunan yang paling penting adalah gedung Akademi Penembak Jitu.


Mahkamah Agung Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Senin (19/5/2014) menggelar persidangan kedua terhadap sembilan terdakwa dari berbagai kewarga negaraan Arab, atas tuduhan bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda, islammemo melaporkan.

Jaksa juga menuduh para terdakwa berupaya “merekrut para anggota baru Al-Qaeda” dan menyeru mereka untuk bergabung dengan “kelompok teroris Jabhah Nushrah yang berperang melawan pemerintah Suriah, padahal mereka mengetahui tujuan-tujuan tersebut”.

Daftar tuduhan jaksa penuntut umum juga menempatkan pernyataan “mengumpulkan dana untuk kepentingan Jabhah Nushrah” dengan tujuan “membiayai kegiatan-kegiatan teroris di luar negeri UEA” dalam daftar urut pertama tuduhan.

Kerajaan Arab Saudi, Kerajaan Yordania dan Uni Emirat Arab secara resmi menjerat warganya yang ikut berjihad di Suriah dengan undang-undang terorisme. Hal itu berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Irak, Iran dan Lebanon yang mengirimkan ribuan milisi Syiah untuk berperang di pihak rezim Bashar Asad.

Aleppo – Sedikitnya 20 milisi loyalis rezim Suriah tewas dalam pertempuran yang berlangsung di kota Aleppo pada Ahad (18/05). Mereka dari satuan milisi pro rezim yang dikenal dengan ‘Pasukan Pertahanan’.

Dilaporkan kantor berita Sky News Arabia, Senin (19/05), aktivis menyebutkan bahwa mayat-mayat itu tiba di rumah sakit Syahba’ di kota Aleppo. Mereka dievakuasi dari front pertempuran dengan tiga mobil.

Dalam sebuah laporan yang dilansir dari Shahba Pers, sebuah sumber terpercaya menegaskan bahwa anggota Pasukan Pertahanan itu tewas dalam pertempuran sengit yang berlangsung Ahad malam di markas Intelijen Angakat Udara di kota Aleppo. Pejuang Suriah berusaha mengontrol markas tersebut.

Sebanyak 13 ribu tentara dari 22 negara internasional baru-baru ini akan menggelar latihan militer bersama di Yordania, tetangga Suriah. Latihan bersama dengan sandi ‘Singa Siaga’ itu akan berlangsung 25 Mei hingga 10 Juni mendatang.

Kantor berita resmi Yordania menyebutkan, sebagaimana dilansir alraimedia.com, Senin (19/05), Komando Umum Angkatan Bersenjata Yordania bekerja sama dengan Amerika Serikat dan 22 negara sahabat akan menggelar latihan militer bersama dengan sandi ‘Singa Siaga’. Menurut rencana, latihan itu akan dimulai 25 Mei hingga 10 Juni mendatang.

Berbagai macam jenis senjata, mulai dari senjata darat, udara dan laut, akan dilibatkan dalam latihan itu, di samping 13 ribu tentara. Tidak hanya itu, ribuan institusi sipil pemerintah dan swasta juga akan terlibat dalam latihan tersebut.

Kantor berita Yordania menjelaskan bahwa tujuan latihan bersama tersebut bertujuan memerangi ‘terorisme’, pemberontakan, menjaga kestabilan, evaluasi bersama, bertukar strategi, perencanaan operasi masa depan, operasi penyelidikan dan kantra terorisme elektronik.

Adapun negara-negara yang ikut dalam latihan bersama itu adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Polandia, Australia, Kanada, Turki, Pakistan, Tajikistan, Kazakistan, Brunei, Arab Saudi, Irak, Mesir, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Lebanon dan Yordania. Pasukan internasional NATO juga dijadwalkan terlibat dalam latihan itu.

Latihan ini merupakan latihan militer tahunan di bawah komando Amerika Serikat. Tahun sebelumnya, sekitar delapan ribu tentara dari 19 negara juga ikut dalam latihan tersebut. Adapun yang sedikit berbeda dari tahun ini, latihan itu digelar di dekat negara yang saat ini menyaksikan konflik berkepanjangan, Suriah, dan munculnya pejuang-pejuang yang ingin menegakkan khilafah Islam.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget