Halloween Costume ideas 2015
05/19/14


Sebuah laporan yang dirilis oleh FSA bahwa Rezim Suriah mengalami kerugian besar dalam pertempuran 2 pekan ini di bulan mei 2014. Rincian-nya sebagai berikut :

  • 645 Tentara rezim tewas
  • 3 pesawat tempur berhasil ditembak jatuh
  • 154 Tank hancur terkena tembakan roket
  • 22 mesin berat hancur
Sebagian besar kerugian ini terjadi dalam pertempuran di pedesaan Aleppo, Idlib, Hama, Dara'a dan pinggiran Damaskus serta pedesaan Lattakia utara .

 

Mujahidin Jabha Islamiyyah membebaskan 2 wartawan asing yang di culik oleh para milisi syiah di Suriah. Mereka adalah Anthony loyed dan Jack hill.


Wartawan tersebut bekerja pada surat kabar Inggris, kesalahan mereka sewaktu masuk ke wilayah Aleppo tidak meminta izin dan pengawalan dari mujahidin sehingga mereka tidak tahu arah dan terjadi kejadian penculikan. Setelah dibebaskan wartawan ini langsung dikirim ke rumah sakit di Turki untuk perawatan medis.

kelompok Jihad Suriah, Brigade Jundu al Aqsha menggelar even hiburan bagi masyarakat berupa acara “Tenda “Dakwah”. Even perdana mereka diadakan di kota Taftanaz, Provinsi Idlib.


Lembaga Media Jundu al Aqsha melalui akun Twitter resminya, mempublikasikan video dan foto dokumentasi acara tersebut pada hari Ahad kemarin (18/5/2014).

Acara meliputi dakwah Mujahidin pada masyarakat setempat, berbagai macam permainan dari games umum seperti perlombaan tarik tambang, hingga menyanyikan nasyid dan lomba hapalan surat-surat al Qur’an. Disediakan hadiah bagi mereka yang bisa menyelesaikan lomba.

Even tenda dakwah berakhir sukses, dihadiri oleh banyak warga dari berbagai usia, baik anak-anak, pemuda, dan orang tua. Nampak wajah-wajah kegembiraan dan suka cita penduduk Taftanaz.



Video dibuka dengan kumpulan sejumlah foto screenshot even Tenda Dakwah, diiringi dengan lantunan nasyid yang indah.

Pemandangan kemudian beralih pada seorang bocah cilik di Suriah yang melantunkan nasyid “Baassyirul Amny Wa Siyasi”  yang artinya berilah kabar gembira dengan keamanan dan politik kebijaksanaan.

Nasyid tersebut adalah nasyid terkenal, disenandungkan oleh Mujahid asal Yaman bersuara indah, al Akh Mujahid Abu Hajr al Hadhromy dan dirilis oleh al Qaeda di Semenajung Arab (AQAP). Luar biasa, anak kecil tadi hapal semua lirik nasyid tersebut.

Penduduk saling menyahut dan bersenandung bersama dengan sang bocah cilik ini. MasyaAllah!
Kamera kemudian berganti memperlihatkan seorang Muslimah cilik melantunkan ayat-ayat al Qur’an yang ia hapal. Mujahidin Jundu al Aqsha kemudian memberikannya hadiah.

Dalam acara tersebut, banyak penduduk yang hadir, untuk mendengarkan ceraman dakwah Mujahidin dan bermain bersama melupakan sejenak kepedihan hidup ditibdas rezim Assad.

Segala puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga-keluarganya, para sahabatnya dan kepada para pengikutnya, amma ba’du..

Di awal ini, saya ingin menyampaikan, betapa hanya Allah lah yang mengetahui kadar kesabaran saya dalam menahan diri selama 5 bulan untuk tidak menuliskan risalah ini, maka semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang menuliskan sesuatu karena mengharap ridha-Nya.

Namun ternyata hawa nafsu telah menyelinap ke dalam hati mereka sehingga timbullah rasa fanatik, kebencian, provokasi terhadap sesama mujahidin dan mengingkari janji yang membuat saya akhirnya menuliskan pernyataan ini, agar kebenaran dapat tersampaikan dan isi hati saya dapat dikeluarkan.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, saya ingin berbicara kepada admin akun twitter @AsawirtiMedia, yang menamakan medianya dengan nama Turjuman Al Asawirti. Sesungguhnya risalah ini saya tujukan kepadanya dengan maksud menantangnya untuk bermubahalah atas perjanjian yang dahulu telah kita sepakati bersama di hadapan Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung kami, maka patahkanlah tulang punggung mereka yang telah berdusta dan melanggar perjanjian dan timpakanlah kepada mereka balasan yang setimpal.

Maka dengan menyebut nama Allah, saya mulai kisah ini dengan kembali pada bulan september tahun lalu, saat itu saya berfikir untuk berhenti menggunakan twitter dengan maksud untuk menjauhi dua hal, yang pertama riya’ dan fitnah sedangkan yang kedua karena masih ada banyak urusan yang lebih penting daripada twitter.

Saat itu akun twitter saya adalah @M3RKAH (Ma’rakah) akun tersebut kini digunakan oleh Turjuman Al Asawirti dan diubah namanya menjadi @Asawirti Media.

Saya merasa takut untuk meninggalkan akun tersebut secara keseluruhan dan tidak memberikan sumbangsih apapun dalam menolong agama Allah dan umat islam, maka saya terus memantau kicauan-kicauan @AsawirtiMedia (pada saat itu saya mengira bahwa ia adalah teman seperjuangan) maka saya berfikir untuk menyerahkan akun saya kepadanya agar ia pergunakan untuk menyokong para mujahidin dan orang-orang yang lemah, sebagaimana sebelumnya yang saya perbuat dengan akun ini ketika masih saya kelola.

Maka terjadilah kesepakatan antara saya dengan Turjuman atas hal ini, dan agar nama akun tersebut diubah menjadi ’ منبر إعلام الجهاد’  (Mimbar I’lam Jihad) dan akan melayani serta mendukung “semua kelompok perlawanan islam” artinya setiap apa yang mereka tweetkan haruslah menampakkan maksud untuk  membela kehormatan mereka dan tidak ada unsur keberpihakan kepada satu kelompok saja. Kemudian kami juga bersepakat bahwa saya akan menuliskan penjelasan atas kesepakatan ini di laman twitter tersebut sebelum diserahkan kepada Turjuman Al Asawirti.

Pernyataan “Ma’rakah” pada akun twitternya sebelum diserahkan kepada Turjuman Al Asawirti



Dan terakhir sebelum saya benar-benar menyerahkannya kepada Turjuman Al Asawirti saya berkata kepadanya  : “Berjanjilah kepadaku wahai Turjuman, bahwa anda tidak akan menikam seorangpun mujahidin, tidak menghina dan menyindir mereka melalui akun ini”. Maka ia berkata : “Saya bersumpah kepada Dzat Yang Maha Tinggi dan Agung, bahwa saya tidak akan menikam seorangpun mujahidin yaitu mereka yang kakinya terkena debu di jalan Allah”. Maka saya pun mengucapkan Alhamdulillah, dan saya tambahkan kepadanya  : “Sungguh saya akan berlepas diri kepada Allah jika terdapat tikaman dan hinaan oleh akun ini kepada setiap mujahidin sekecil apapun itu setelah saya menyerahkannya kepadamu”.

Kemudian beberapa hari semenjak saya tidak menggunakan twitter, saya mengabari Turjuman bahwa ia bisa saja merubah nama akun tersebut dengan namanya sendiri dan tidak lagi menggunakan kan nama Mimbar I’lam Jihad, sehingga setiap orang dapat mengetahui jati dirinya dan agar pikirannya tidak bercabang-cabang dengan mengurusi akun pribadinya dan akun pemberian saya tersebut. Namun “perjanjian tetap seperti semula dan terus berjalan”, yaitu ia tidak diperbolehkan menikam satu orang mujahid-pun melalui akun itu dan wajib mendukung semua kelompok jihad. Maka setelah urusan kesepakatan ini beres, dia pun mengganti nama akun tersebut dari Mimbar I’lam Jihad menjadi “ترجمان الأساورتي للإنتاج الإعلامي” “Turjuman Al Asawirti Lil Intaj Al I’lamiy”.

Kemudian saya meninggalkan akun tersebut, namun setelah berlangsung beberapa waktu ternyata banyak saudara-saudara yang mengadu kepada saya, mereka mengabarkan kepadaku bahwa akun pemberianku itu digunakan oleh Turjuman untuk menebar racun dan fitnah. Dia telah menyimpang dari kebenaran dan mulai menjajakan fitnahnya dengan label  “advokasi dan pembelaan”. Dia telah berubah menjadi seorang penikam yang menghunjamkan caciannya kepada setiap orang yang mengkritik kelakuan Daulah dengan dalih “membela kehormatan mereka (daulah)”.

Akun ini telah berubah manjadi akun pemantau bagi setiap kekeliruan kelompok-kelompok perlawanan lain dengan dalih “menyingkap hakekat shahawat”. Akun ini menjadi buta akan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh Daulah dengan alasan “mengubur potensi timbulnya fitnah”. Ia mulai menyuntikkan madu ke dalam racun dengan klaim “membela kebenaran”. Ia mulai terobsesi untuk memperbanyak tweet-tweet yang mengandung fitnah dengan alasan “membantu yang tertindas”.

Saya memilih untuk mengecek secara langsung agar lebih meyakinkan diri. Kemudian setelah saya yakin bahwa dia memang terbukti mengatakan perkataan-perkataan seperti itu, maka saya mengirimkannya sepucuk surat sebanyak 5 lembar yang saya titipkan kapada salah seorang ikhwah. Saya mengingatkannya dengan perjanjian yang telah kita sepakati bersama, yaitu dilarang menikam, menghina dan menyindir seorang mujahid pun, dan Allah menjadi saksi atas perjanjian ini. Saya memperingatinya agar bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan agar menjaga kesucian darah para mujahidin yang tumpah oleh tangan sebagian dari mereka dengan tidak melontarkan sepatah katapun mengenai mereka. Saya juga mengatakan kepadanya melalui surat itu bahwa api neraka akan membakar orang-orang lancang di Twitter terlebih dahulu sebelum membakar para pelaku pembunuhan mujahidin, karena pertikaian antar mujahidin ini berawal dari prasangka, kebencian, hinaan, tikaman dan sindiran yang selama ini beredar di Twitter. Saya menambahkan, bahwa ia harus bertaqwa kepada Allah dan menjaga lidahnya dari menikam seseorang disebabkan rasa fanatiknya kepada jamaah tertentu, maka dia harus mengembalikan akun tersebut kepadaku jika ia masih tetap bersikukuh untuk terus menikam mujahidin… (dan seterusnya).

Saya tidak ingin menanggung beban dosa pembunuhan terhadap kaum muslimin hanya karena sebuah akun Twitter yang disalahgunakan oleh seseorang yang menipuku dan melanggar perjanjian, karena  akun tersebut menjadi ajang persekongkolan dan fitnah.

Namun ternyata Turjuman mengabaikan suratku dengan alasan bahwa ia sangat sibuk dan berjanji akan membalasnya dalam waktu dekat, namun yang Turjuman maksudkan dengan ‘dalam waktu dekat’ adalah 5 bulan!

Setelah saya yakin bahwa dia memang sengaja tidak membalas surat saya, tidak mengedepankan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sengaja melanggar perjanjian yang telah disepakati dengan disaksikan oleh Allah, maka saya menyampaikan kepada seorang ikhwah agar ia menyampaikannya kepada Turjuman, agar ia mengembalikan akun Twitter itu kepada saya.

Namun bagaikan petir di siang bolong, dia memberi jawaban secara langsung kepada saya yang intinya dia berkata, “diantara saya dengan Ma’rakah tidak terdapat lagi perjanjian, karena perjanjiannya hanya berlaku ketika akun tersebut masih bernama ‘Mimbar Al I’lam Al Jihad’. Semenjak akun ini berubah namanya menjadi ‘Turjuman Al Asawirti Lil Intaj Al I’lami’, maka perjanjian tersebut menjadi batal dan saya berhak menggunakan akun ini sekehendak hati saya”. Demikianlah yang dikatakan oleh Turjuman, maka bagiku cukuplah Allah, Dzat yang mengetahui segala hal.

Turjuman menambahkan, “akun ini dahulu hanya memiliki 20.000 followers, sedangkan kini angkanya telah mencapai 46.000!”, seakan-akan yang terpenting menurutnya adalah memperbanyak jumlah follower, sedangkan apa yang ia tweetkan adalah prioritas nomer sekian, padahal kicauan-kicauannya dapat menimbulkan kebencian diantara sesama muslim dan akhirnya seorang muslim membunuh orang muslim lainnya.. Allahu Musta’an.

Pembunuh sebenarnya adalah orang yang selalu bercokol di Twitter, dari sana dia berteriak, mengecam dan mengeluarkan kata-katanya, dan itu semua hanya berasal dari rumahnya, Wallahu Musta’an. Saya berlindung kepada Allah dari hawa nafsu, kebohongan, pengkhianatan terhadap amanah dan melanggar janji semacam ini. Bahkan saudara yang menjadi perantara suratku itu juga mengingatkannya berulang kali agar ia bertaqwa kepada Allah dan tidak mengikuti hawa nafsunya serta memutarbalikkan fakta dan menyesatkan kaum muslimin dengan alasan pembelaan terhadap kelompok tertentu. Namun Turjuman tetap bersikeras pada pendiriannya tersebut, maka hanya Allah lah sebagai tempat meminta pertolongan dari apa yang Turjuman sifati dan tudingkan.

Benar, demi Allah wahai saudara-saudara, Turjuman telah melanggar perjanjian,

Benar, demi Allah wahai saudara-saudara, Turjuman telah mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya,

Benar, demi Allah wahai saudara-saudara, sesungguhnya Turjuman telah berdusta kepada Allah kemudian kepadaku.

Demi Allah saya selalu menggelengkan kepala jika mengingat bahwa akun saya yang dulunya selalu mendukung setiap orang yang mengucapkan kalimat Laa Ilaaha illa Allah, kemudian kini berbalik menikam mereka dengan alasan ala setannya yang rapuh yang hanya dapat diterima oleh orang-orang yang tidak mengerti jihad dan dia adalah pemimpinnya.

Sesungguhnya saya menyerahkan kepada Allah agar Ia menyaksikan kebenaran perkataanku ini, menyaksikan setiap kata yang saya tuliskan serta ucapkan dan setiap apa yang terlintas di dalam dadaku, maka dengan ini saya mengajaknya bermubahalah di hadapan Allah dan kaum muslimin.

“Ya Allah, barangsiapa yang diantara kami telah berdusta, maka timpakanlah laknat-Mu kepadanya, perlihatkanlah kepada kami sebuah tanda dari-Mu yang menjadikannya sebagai pelajaran dimasa mendatang. Jadikanlah makarnya berbalik dan mencekik lehernya sendiri, singkaplah segala aibnya, perlihatkanlah segala rahasianya. Ya Allah, timpakanlah kepadanya berbagai penyakit dan bencana, dan jadikanlah ia sebagai pelajaran bagi setiap orang yang sudi untuk mengambil pelajaran”.

Maka saya menyarankanmu agar banyak-banyak berdoa wahai Turjuman, karena Allah akan menampakkan siapa yang berdusta diantara kita.

Dan Allah mengetahui bahwa saya tidak menyengajakan diri untuk menulis pernyataan ini pada masa-masa fitnah seperti sekarang, hanya saja saya lebih takut kepada Allah karena menyembunyikan kebenaran yang dengannya akan menyesatkan kaum muslimin. Saya juga hanya ingin berlepas diri dari terkena dosa menumpahkan darah orang-orang yang tak bersalah, dan saya tidak bergeming akan pernyataan ini, karena dimata Allah saya hanyalah seorang hamba yang fakir yang selalu memelas rahmat-Nya dan merengek demi terhindar dari siksa-Nya.

Saya hanya bersikeras apabila itu menyangkut urusan agama dan kaum muslimin, agar dapat menyingkap borok orang yang mengaku sebagai penolong agama-Nya itu, padahal seluruh ciri-ciri kemunafikan sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW telah berkumpul di dalam dirinya. Dia berdusta, melanggar janji dan mengkhianati amanah, maka cukup Allah saja bagiku, yang mengetahui seluruh apa yang terjadi diantara saya dan Turjuman, karena Dia adalah sebaik-baik Saksi.

Perkataan saya ini disaksikan oleh seorang saudara kita yang baru-baru ini keluar dari Jamaah Daulah. Ia adalah pemilik sebenarnya dari akun ini, kemudian ia menyerahkannya kepadaku sebelum ia pergi menuju medan jihad, lalu akhirnya saya serahkan kepada Turjuman atas sepengetahuannya.

Terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa tujuan dari pernyataan ini adalah berlepas diri untuk keselamatan diri saya dan untuk mengungkap kepalsuan dan kemunafikannya di hadapan orang lain, dan agar semua orang mengetahui, bahwa sosok yang menggerakkan fitnah dan menyerukan pembunuhan terhadap kaum muslimin ini adalah seorang munafik yang mengkhianati amanah dan mengingkari perjanjian serta berdusta dengan apa yang ia bicarakan. Maka bagaimana kaum muslimin dapat mempercayainya?!

Maka dengan ini saya berlepas diri kepada Allah dari apa saja yang dituliskan di dalam akun saya yang dibajak oleh orang yang mengingkari perjanjian tersebut, yaitu Turjuman Al Asawirti. Saya juga berlepas diri dari pemikirannya yang tidak mendukung siapapun kecuali iblis dan sekutunya. Dia tidak menolong mujahidin sebagaimana yang ia klaim, saya menyerukan kepadanya agar bertaqwa kepada Allah, janganlah ia terperdaya dengan banyaknya followers, karena bertambahnya pengikut bukanlah sebuah jaminan bahwa pemiliknya berada di atas kebenaran.

Pepatah mengatakan : “Setiap kelompok pasti memiliki pengikut, walaupun ia diatas kebathilan”.
Jika ia tetap menolak seruanku, maka ia harus meninggalkan akun yang sejatinya merupakan “amanah yang dibebankan keatas nya” dan menyerahkannya kepadaku,
Jika ia tetap menolak seruanku, maka saya mengajaknya bermubahalah dengan apa yang telah saya katakan.
Jika ia tetap menolak seruanku, maka sungguh disisi Allah kelak terdapat pembalasan, karena demi Allah, saya tidak akan pernah merelakannya walaupun harus mempertaruhkan nyawa.

Diakhir pernyataan ini saya akan melampirkan percakapan antara Turjuman dan saudara Rimah yang saya utus agar mengingatkannya agar bertaqwa kepada Allah.

Wahai Illahku, sungguh peperangan ini telah melewati malamnya yang panjang,
Dan kini kebijaksanaan telah tampak karena Engkau menyinari insting kami
Engkau menyingkap kemunafikan yang ada pada diri ciptaan-Mu
Yang diantaranya terdapat juga orang-orang pilihan

Ya Allah bukankah telah kusampaikan, maka saksikanlah
Ya Allah bukankah telah kusampaikan, maka saksikanlah
Ya Allah bukankah telah kusampaikan, maka saksikanlah

Saudara kalian,
Ma’rakah

Berikut adalah screenshot dari direct message Twitter antara saudara Rimah dan Turjuman Al Asawirti, maka sungguh Allah berada dibalik setiap maksud.





MUQAWAMAH MEDIA

Risalah untuk Menghindari Perpecahan dan Pertumpahan Darah di Negeri Syam, terutama bagi mereka yang bergabung dalam jamaah ISIS


Segala puji bagi Allah yang telah berfirman : “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. [Qs. Al Anfal : 46]

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat”. [Qs. Ali Imran : 105]

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata : “Ketika memutih wajah-wajah Ahlus Sunnah dan menghitam wajah-wajah ahlul bid’ah dan ahlul firqah, shalawat serta salam kepada Nabi kita yang telah bersabda: ((Tetaplah bersama jamaah dan waspadalah terhadap perpecahan. Sesungguhnya setan bersama satu orang, namun dengan dua orang lebih jauh. Dan barang siapa yang menginginkan surga paling tengah maka hendaklah bersama jamaah))”.  [Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya (2165)]

Sesungguhnya sebab ia dinamakan Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah karena ia mengikuti Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya serta mengikuti Ijma’ kaum muslimin dan mereka bersepakat di atasnya dan mereka selalu merasa rasa keterkaitan dan senantiasa menjauhi pengkotak-kotakan dan perselisihan. Itu semua karena mereka mengetahui bahwa persatuan dan rasa keterkaitan hati adalah untuk menuruti perintah Allah dan termasuk mentaati Rasul-Nya SAW, dan mereka mengetahui akibat dari perselisihan dan perpecahan, yaitu merupakan sebuah maksiat, konflik, kegagalan serta gagal dalam memetik hasil perjuangan.

Ibnu Taimiyah berkata dalam Majmu’ Fatawa (3/349) : “Berbeda dengan orang-orang yang ber-wala’ kepada orang yang sependapat dengan mereka dan memusuhi orang-orang yang menyelisihi mereka, ia juga memecah belah jamaah kaum muslimin, ia mengkafirkan dan menfasikkan orang yang menyelisihi mereka, namun tidak terhadap orang yang sependapat dengannya, padahal perselisihan tersebut hanyalah dalam permasalahan opini seseorang dan permasalahan ijtihadi, ia juga menghalalkan untuk memerangi orang yang berselisih dengannya namun tidak demikian terhadap orang yang sependapat dengannya. Maka orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang keluar (dari jamaah muslimin) dan membuat lingkungan baru serta orang-orang yang suka berselisih.”

  1. Sesungguhnya orang berakal dan bijaksana adalah orang yang dapat mengetahui kebaikan orang-orang yang baik, dan keburukan orang-orang yang buruk perangainya, dan mampu mengedepankan kebijakan yang lebih penting daripada yang penting pada saat kondisi terjepit, apalagi pada saat-saat tersebarnya fitnah dan banyaknya kejahatan seperti ini, dan disaat-saat banyak bangsa yang menyoroti umat Islam. Kita semua harus memperhatikan mengapa Nabi menyelenggarakan Perjanjian Hudaibiyah, melarang para sahabatnya untuk mencaci tuhan-tuhan kaum musyrikin, beliau juga melarang para sahabat untuk menghancurkan Ka’bah dan bahkan memerintahkan mereka membangunnya kembali sesuai dengan pondasi awalnya yaitu pondasi yang didirikan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Dan perhatikanlah bagaimana Nabi Muhammad SAW berinteraksi dengan Abdullah Bin Ubay Bin Salul, sungguh di dalamnya terdapat suri teladan yang baik. Syaikhul Islam berkata dalam Majmu’nya : “Maka engkau harus cerdas dalam memandang hakekat agama ini, lihatlah apa yang melengkapi agama ini mulai dari kebaikan-kebaikan sampai keburukan-keburukan dengan cara engkau mempelajari tingkatan-tingkatan hal yang ma’ruf dan hal yang mungkar, sehingga engkau dapat mengedepankan apa yang seharusnya dikedepankan pada saat-saat terdesak, karena sesungguhnya inilah hakekat ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan masalah ini hanya dapat di pahami oleh ulama-ulama tertentu saja.” [Iqtidha’ Shiratil Mustaqim-(2/622)
  2. Syaikhul Islam menambahkan : “jika seseorang belum mengetahui permasalahan tersebut (di atas), maka perkataannya dan perbuatannya adalah bagaikan perkataan dan perbuatan orang bodoh. Dan barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa menggunakan ilmu, maka ia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki.”
  3. Sesungguhnya bersatu di bawah kalimat tauhid, tunduk kepada-Nya, beramal sesuai dengan syariat-Nya yang telah ditetapkan di dalam Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya, serta ijma’ para hamba-Nya yang tidak ada sedikitpun alasan untuk mengingkarinya atau terdapat perselisihan di dalamnya diantara kaum muslimin, adalah merupakan tujuan utama yang dapat mempersatukan pendapat kaum muslimin dan menyatukan perbedaan dan keragaman pendapat mereka serta memastikan bahwa mereka dapat mencapai tujuan diatas secara nyata, riil dan jelas pada saat ini. Sesungguhnya perbedaan yang dapat menimbulkan pengkotak-kotakan, perpecahan, perselisihan, kegagalan, kenihilan dalam meraih hasil dan kehilangan skala prioritas dalam tujuan lebih merupakan dampak dari lemahnya akal daripada lemahnya pemahaman terhadap agama, sebagaimana yang diistinbathkan oleh Syaikh Asy Syinqithi dari ayat : “ ...kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. yang demikian itu karena Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” [Al Hasyr: 14], Beliau berkata : “Sungguh kami telah melihat kaum Yahudi dan Nashrani tidak akur dalam banyak kesempatan, maka dari itu perselisihan merupakan sebab mengapa kekuatan mereka melemah dan urusan mereka menjadi terpecah-pecah, bahkan mereka justru menyembunyikan perpecahan dan menampakkan keserasian dan keteguhan agar musuh-musuh mereka tidak meremehkan dan tergoda untuk menghabisi mereka. Itu juga karena mereka memiliki tujuan keduniaan yang besar, sehingga mereka bersatu dan mengorbankan pikiran mereka dan membungkam perselisihan hanya karena tujuan sempit tersebut.”


Maka dari itu, kami mengingatkan kepada umat ini secara umum dan kepada para mujahidin secara khusus agar mewaspadai seruan-seruan kebodohan, kezhaliman, ajakan mencela manhaj para ulama dan para pemimpin umat ini yang selama ini dikenal dengan aqidahnya yang benar dan manhajnya yang lurus serta lebih dahulu dalam berhijrah, bersusah payah, dan berjihad walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara mereka dalam beberapa permasalahan ijtihadiyah.

Kami juga memperingatkan agar kalian mewaspadai seruan-seruan yang mengarahkan kalian ke jalan ahlul bid’ah dan para pemecah belah, yang dapat memecah belah barisan mujahidin dan memperluas fitnah yang terjadi di Syam menuju Yaman, Somalia, Maghrib Islam, Chechnya, Khurasan dan negeri-negeri lainnya, tanpa mengurangi menjaga diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemaksiatan, perselisihan, kegagalan, kenihilan dari memetik hasil dan apa-apa yang dapat memuaskan hati musuh.

Kepala pasukan pertahanan udara Suriah, Jenderal Hussein Ishak, telah tewas dalam pertempuran melawan mujahidin di dekat Damaskus, kata seorang pejabat keamanan Suriah kepada AFP, Ahad (18/5/2014).

Jenderal itu tewas karena luka yang diderita dalam pertempuran di Mleiha, medan pertempuran kunci di sebelah tenggara ibukota, membuatnya menjadi salah satu dari pejabat teratas yang kematiannya telah diumumkan selama perang tiga tahun Suriah.


Selama lebih dari satu bulan, tentara Suriah yang didukung oleh militan Syi'ah bersenjata Hizbullah telah berjuang untuk merebut kembali Mleiha, benteng strategis mujahidin.

Benteng itu sudah dikepung selama lebih dari satu tahun, dan dibom selama lebih dari sebulan.

Observatorium mengatakan bahwa meskipun awalnya rezim Assad mendapatkan kemajuan rezim awal di Mleiha, mujahidin telah menguasai kembali medan pertempuran dengan merebut kembali beberapa bangunan di sekitarnya.

Sementara tentara rezim Bashar Al-Assad tetap mengendalikan kota Damaskus, pejuang oposisi masih menguasai sejumlah kota dan desa-desa di pinggiran, meskipun terjadi serangan udara dan bombardir intens dari pasukan pemerintah.

Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan kematian Ishaq, kepala pertahanan udara suriah adalah pukulan yang telak bagi pihak rezim.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget