Halloween Costume ideas 2015
05/18/14

Hari ini dalam kancah jihad Syam, kaum muslimin dibuat bingung oleh perselisihan yang terjadi di kalangan mujahidin, khususnya perselisihan antara jamaah Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) dengan jamaah-jamaah mujahidin lainnya. Padahal mereka masih memiliki para ulama yang tsiqah (terpercaya), yang bersih aqidahnya, lurus manhajnya, dan nyata amalnya serta ilmunya menjadi rujukan bagi kaum muslim di berbagai belahan dunia.

Maka kami bawakan disini sedikit perkataan mereka, untuk menjadi penerang ditengah gelapnya kezhaliman. Diantara mereka adalah Syaikh Ayman Az-Zhawahiri, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, Syaikh Abu Qatadah Al-Fillisthini, Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-’Ulwan, Syaikh Abu Bashir Ath-Thurtusi, dan Syaikh Abdul Aziz At-Thuraifi.

“Daulah Iislam Iraq dan Syam dihapus dan Al-Baghdadi kembali ke Iraq. Tanzhim-tanzhim jihad di bumi Syam adalah saudara-saudara kami yg mana kami tidak rela mereka digelari “murtad, kafir dan keluar dari islam”. Dan kalian mengetahui bahwa kami telah mengajak, dan akan terus mengajak semua faksi jihad untuk mengupayakan tegaknya pemerintahan Islam di Syam bumi ribath, dan memilih orang yang pada dirinya terpenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh syariat sebagai penguasa mereka, dan pilihan mereka adalah pilihan kami, dan kita tidak menghendaki ada seseorang yg memaksakan dirinya (jadi penguasa) bagi mereka karena kita sedang berusaha mengembalikan khilafah rasyidah”. -Syaikh Ayman Az-Zhawahiri

Aku katakan celaan pada Daulah (ISIS), jika kita tidak bisa berjihad dan berinteraksi dengan faksi-faksi jihad lain yang sama-sama menjunjung panji tauhid, yang karena panji ini kita berjuang, dan jika kita berselisih dengan faksi-faksi tersebut dalam banyak persoalan yang rinci, maka bagaimana mungkin kita bisa melakukannya secara luas terhadap orang-orang suriah, dimana di antara mereka ada yang nashrani, dan yang lain lagi dari berbagai agama dan keyakinan??? Terlebih lagi konflik yang terjadi antara kelompok-kelompok jihad dan peledakan yang ditargetkan pada markas mujahidin, maka fatwa tentang bolehnya berperang sesama kaum muslimin adalah sebuah kebodohan dan pembodohan, tidak akan keluar dari seorang ‘alim yang meliliki keluasan fiqh dan agama yang kuat. Perkara dalam urusan darah membutuhkan taqwa pada Allah ‘azza wa jalla”. –Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi

“Aku nasehatkan kepada saudara Abu Bakar Al-Baghdadi, jika dia memang orang yang mau mendengar nasehat, jika dia meyakini bahwa perkara jihad dan kepemimpinan patokannya adalah kemashlahatan umat, hendaknya dia mentaati Hakimul Ummah Dr. Ayman Az-Zhawahiri, untuk mengumumkan penarikan imarahnya dari Syam dan mencukupkan wilayah Iraq, kemudian menggabungkan seluruh mujahidin Daulah (ISIS) ke Jabhah Nushrah. Karena jika dia mengerjakan hal tersebut, niscaya akan terwujud maslahat yang sangat banyak bagi umat dan akan lenyap keburukan yg banyak dari umat. Karena maksud kalian adalah menegakkan dien, bukan membela tanzhim. Jika dia tidak mengerjakannya, aku nasehatkan para komandan dibawah kepemimpinannya, agar bersegera bergabung dengan Jabhah Nushrah demi kemashlahatan yang sangat banyak, yang tidak cukup tempat buat kami sebutkan di sini. Dan ini menurutku adalah kewajiban syar’i bagi mereka”. -Syaikh Abu Qatadah Al-Fillisthin

“Kita meminta mereka yang ikhlash yang dibohongi yang masih bergabung dengan jamaah sesat ini (ISIS) untuk memutus hubungannya dengan ISIS, dan mengumumkan sikap anti loyalitasnya dari ISIS dan apa yang telah diperbuat oleh ISIS, dan bergabung dengan faksi-faksi jihad suriah yg ia kehendaki, karena tidak boleh tetap bergabung dengan jamaah ini, berperang dengannya dan memperbanyak jumlah mereka sedikitpun”. -Syaikh Abu Bashir Ath-Thurthusi

“Baik Daulah maupun Al-Baghdadi tidak berhak atas bai’at umum kaum muslimin, karena salah satu syarat bai’at umum adalah dipilih oleh Ahlu Halli wal ‘Aqdi, dan Al-Baghdadi tidak dipilih oleh siapapun. Jika Dr. Ayman Az-Zhawahiri yang merupakan amir dan penanggung jawabnya saja tidak setuju dengan sikapnya, maka bagaimana bisa dia menuntut orang lain untuk membai’atnya”. -Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-‘Ulwan

“Tidak boleh berperang di bawah panji Daulah (ISIS) selama dia menolak hukum Allah yang independen (tidak berpihak)”. -Syaikh Abdul Aziz Ath-Thuraifi


Semua twit yang kami tulis berikut ini adalah sebagai nasehat dan penjelasan serta keberlepasan diri dari tanggung jawab kami kepada Allah. Meskipun kami akan mendapat celaan-celaan, tuduhan khianat, fasik dan bodoh.


Demi Allah, kalaulah bukan karena kami takut Allah hendak menghukum kami dengan sikap diam kami terhadap apa yang kami saksikan dan ketahui, sungguh kami akan diam, kami tetap bersabar dan mencari pahala. Dan sungguh kami menadzarkan jiwa kami hanya kepada Allah, kami keluar dari negeri-negeri kami dan meninggalkan anak-anak kami semata-mata mencari ridha Allah.

Maka kami tidak akan diam dari menyampaikan kebenaran dengan terang-terangan dan menjelaskannya, karena sungguh Nabi kita shallalahu ‘alaihi wasallam telah memasukkan orang yang menyampaikan kebenaran dengan terang-terangan pada tingkatan derajat jihad paling tinggi. Dan penghulu para syuhada itu adalah orang yang menyampaikan kebenaran secara terang-terangan lalu dia dibunuh karena hal itu. Dan tidak ada yang kami harapkan lagi setelah Allah mengaruniakan kepada kami berupa nikmat jihad dengan lisan dan jiwa.

Dan aku bersumpah demi Allah, sekiranya bukan karena kasih sayangku kepada mereka yang keluar dari negeri-negeri mereka dengan niat menunaikan perintah Allah yaitu menolong orang-orang yang lemah, sungguh kami akan diam. Namun ternyata sesampainya mereka di tempat di mana mereka tuju, niat mereka melenceng, mereka membunuh kaum muslimin dengan tuduhan (orang-orang murtad).

Demi Allah yang telah menciptakan langit, sungguh hati ini pilu menyaksikan mereka, mereka keluar dari negeri mereka untuk menolong agama Allah lalu mereka ditipudaya sehingga mereka memerangi orang-orang Islam. Demi Allah tidaklah berlalu hari-hari kecuali aku berdoa kepada Allah agar mengembalikan mereka kepada kebenaran dan tidak turut serta dalam memerangi kaum muslimin.

Sungguh sangat disayangkan, dia seorang pemuda yang bersemangat yang terbakar hatinya menyaksikan keadaan penduduk Syam, lalu dia pun datang ke Syam berniat menolong mereka. Namun ketika dia sampai di Syam dia malah menjadi adzab dan bencana atas mereka.

Dan sungguh di sini aku akan mengulangi nasehatku kepada para tentara Daulah [Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Irak and Sham (ISS)], keluarga mereka serta para penolong mereka… Apakah untuk ini kalian keluar? Apakah kalian keluar hanya untuk mengkafirkan mujahidin?

Aku katakan: Sesungguhnya orang yang membantu Daulah pada hari ini ada salah satu dari dua kemungkinan:

  1. Sikap simpati karena ada keluarga dekatnya bergabung di Daulah
  2. Semangat terhadap apa yang dia lihat dari kampanye-kampanye Daulah

Adapun bagi dia yang bergabung dengan Daulah atau memberikan bantuan kepadanya karena cinta dan rindu akan kembalinya khilafah, dia kagum terhadap namanya (Daulah) dan terhadap apa yang dia lihat berupa fenomena-fenomena (kampanye) syar’i, seperti mushalla-mushalla di pasar-pasar dan billboard-bilboard bertuliskan (Daulah Islamiyah) dan selainnya.

Maka kami katakan kepada mereka: Demi Dzat yang telah meninggikan tujuh lapis langit, tidaklah kami keluar dan berhijrah kecuali hanya untuk menegakkan syariat Allah dan agar dien ini seluruhnya milik Allah, dan untuk menolong kaum yang lemah dan darah ini kami korbankan untuk itu. Sungguh kami telah mengingkari Demokrasi mereka dan nasionalisme mereka.

Perbedaan kami dengan jama’ah (Daulah) ini terletak pada ushul. Maka tidak berguna lagi cabang-cabangnya apabila ushul-nya telah rusak. Apa gunanya seseorang memanjangkan jenggotnya namun dia menyakini penghuni kubur bisa memberi manfaat.

Wahai para pencari kebenaran, tidak ada gunanya handphone untuk menge-twitt dan potret-potret orang yang sedang shalat di pasar apabila dia gampang menumpahkan darah dan mengkafirkan kaum muslimin.

Wahai tentara Daulah, jujurlah kepada Allah dan lihatlah kembali tulisan-tulisan di akunmu dan lihatlah majelis-majelismu niscaya engkau akan mendapati seluruhnya berisi tikaman terhadap mujahidin selain anggota jama’ahmu, mengkafirkan mujahidin dan menuduhnya dengan khianat. Engkau juga akan mendapatinya penuh dengan kata-kata ghibah dan tikaman terhadap para ulama dan cercaan terhadap mereka. Aku bersumpah kepadamu demi Allah, aku bersumpah kepadamu demi Allah, apakah ini jihadmu?

Wahai tentara Daulah dan para penolongnya, ingat-ingatlah!! Bahwa engkau turut bertanggung jawab dalam menumpahkan darah para muwahidin yang dilakukan oleh dinas intelijen (Daulah). Dan ingat-ingatlah!! Sekiranya penduduk langit dan bumi berkumpul untuk membunuh seorang muslim tanpa hak, sungguh Allah akan mencampakkan mereka ke dalam neraka. Adapun ucapanmu bahwa Jabhah Nushrah, Ahrar Syam dan selainnya begini dan begitu, maka tidak mengapa bagimu keluar dari jamaah (Daulah) dan bergabung dengan jama’ah apa saja selainnya seperti Katibah Al-Khadra’ dan Liwa’ Muhajirin yang keduanya tidak terlibat dalam konflik.

Wahai tentara Daulah dan para penolongnya!!! Cukuplah kalian tahu bahwa para ulama umat yang terdahulu dalam jihad dan berpengalaman dalam jihad, berbeda-beda terhadap status jama’ahmu. Diantara mereka ada yang menganggap sebagai jama’ah khawarij, dan diantara mereka ada yang menganggapnyya jama’ah baghiyah.

Maka wahai engkau yang keluar berniat untuk menolong agama Allah, kembalilah engkau kepada niatmu, sesungguh kewajibanku padamu hanya menasehati.

Dan siapa saja yang membantu Daulah karena rasa simpati pada kerabat yang menjadi anggotanya atau karena seorang kawan, maka kepada mereka kami katakan: Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya kalian telah turut serta dalam menumpahkan darah kaum muslimin dengan kicauan twit kalian wahai para pendukung Daulah, padahal kalian tidak melihat apa yang kami lihat.

Ingat-ingatlah!! Sungguh kalian telah turut bertanggung jawab atas ratusan darah yang telah ditumpahkan oleh Jama’ah Daulah dengan cara zhalim, maka bersiap-siaplah menanggung itu semua.

Sungguh aku katakan kepadamu perihal jama’ah tersebut (Daulah), demi Allah aku tidak menginginkan apa-apa darinya melainkan hanya keselamatanmu. Janganlah fenomena (kampanye) yang nampak padanya menipumu. Sungguh khawarij pada zaman Ali sangat menjaga shalat malam dan puasa mereka, bahkan Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam berkata tentang khawarij: “Shalat kalian itu remeh tidak ada apa-apanya dibandingkan shalatnya mereka”. Bukanlah pelajaran itu berdasarkan apa yang nampak semata. Maka bertakwalah kepada Allah, untuk apa engkau keluar dari negeri-negeri kalian?

Wahai siapa saja yang membela (Daulah)!! Apakah engkau siap bertemu Allah dengan membawa darah anak-anak dan para masyayikh jihad? Ingatlah sesungguhnya engkau ikut bertanggung jawab atas darah mereka.

Tulisan di atas adalah kumpulan dari 30 twitt, yang kami tulis khusus untuk para tentara dan pembela serta para keluarga Jama’ah Daulah, sehingga kelak ketika bertemu Allah, kami akan berkata: “Wahai Rabb tidaklah kami mengatakan kecuali apa yang kami saksikan”.

Ya Allah, demi nama Mu yang Agung, wahai yang Maha Mengawasi, Pemilik Ketinggian dan Kemuliaan, segera kembalikan para tentara Daulah kepada kebenaran jangan tunda-tunda.

Oleh Dr. Abdullah Al-Muhaisiny, @mhesne
Dikumpulkan oleh, @palestinian2014

Diterjemahkan oleh :
MUQAWAMAH MEDIA TEAM

Wahai Kaum Muslim Rakyat Suriah

Wahai Orang-Orang Jujur dan Ikhlas Dalam Perjuangannya Melawan Tiran Syam

Kalian wajib mengerahkan semua kemampuan untuk mencegah intervensi militer ini, dan mencegah proyek pembantaian yang diembannya. Sungguh, tiran ini hampir-hampir tumbang oleh tangan-tangan kalian.

Kesuksesan kalian dalam menegakkan pemerintahan Islam di negeri kalian tinggal menghitung hari. Sehingga kalian akan merasakan aman atas agama kalian, jiwa kalian, kehormatan kalian dan harta benda kalian …

Pemerintahan yang bijak dan adil akan mengembalikan kebenaran (al-hak) pada tempatnya … Khilafah Rasyidah akan mengembalikan kepada Suriah cahaya dan perannya, yaitu sebgai pusat negara Islam, dan itu akan segera terwujudkan, insya Allah.

Untuk itu, sabar dan bersabarlah, serta tetap teguh dalam menghadapi kezaliman dan para pelakunya. Ketahuilah bahwa penyelamatan kalian terhadap negeri kalian dengan tangan kalian seberapapun besarnya pengorbanan adalah lebih baik bagi agama dan dunia kalian seribu kali lipat dari masuknya kaum kafir penjajah ke negeri kalian dengan dalih penyelamatan.

Ingat! Itu bukanlah penyelamatan, melainkan benar-benar kematian dalam segala hal. “Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian.

Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).” (TQS. At-Taubah [9] : 8).


Tembakan salah sasaran kembali dilakukan jet tempur Bashar Al-Asad di provinsi Aleppo pada Jum’at (16/05). Akibatnya, puluhan tentara Suriah tewas dan terluka akibat serangan tersebut.

Dilaporkan media Islam, Dur Syamiyah, sedikitnya 56 tentara tewas akibat tembakan salah sasaran itu. Insiden tersebut terjadi di area industri yang dijadikan garis pertahanan pertama Angkatan Darat Suriah di lingkungan Thurab di Aleppo.

Media yang beralamatkan di eldorar.com itu menjelaskan, termasuk dari tentara yang tewas tersebut adalah milisi loyalis Bashar Al-Asad dan milisi Syiah Liwa Abu Fadl Al-Abbas. “Di antara mereka terdapat dua perwira, sementara banyak korban luka-luka,” jelas Dur Syamiyah.

Ini merupakan kesalahan kedua berturut-turut yang dilakukan pesawat tempur Suriah. Sehari sebelumnya (Kamis, 15/05), kesalahan serupa juga dilakukan jet tempur Suriah. Insiden yang terjadi di front desa Al-Baris, distri Syaikh Najjar, Aleppo, tersebut menewaskan sejumlah tentara Bashar Al-Asad.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget