Halloween Costume ideas 2015
05/16/14

Pasukan pemerintah Suriah secara sistematis telah menyerang sistem kesehatan di daerah-daerah yang dikuasai pejuang oposisi selama tiga tahun terakhir sehingga mengakibatkan kematian lebih dari 460 profesional kesehatan dan kehancuran rumah sakit dan klinik, menurut sebuah studi terakhir.

Physicians for Human Rights (PHR), sebuah LSM internasional menemukan bahwa pasukan pemerintah bertanggung jawab atas 90 % dari 150 serangan terhadap 124 fasilitas kesehatan dari awal kerusuhan Suriah Maret 2011 hingga Maret 2014.


“Sifat sistematis serangan ini mencerminkan ketidakpedulian pemerintah kepada fasilitas kesehatan dan kehidupan warga sipil sehingga telah menciptakan krisis kesehatan masyarakat yang akan menghantui Suriah selama bertahun-tahun,” kata Erin Gallagher direktur PHR.

“Dokter dan perawat yang berkomitmen untuk merawat semua orang, terlepas dari keyakinan politik, dibunuh saat mereka mencoba menyelamatkan nyawa warga dalam keadaan melelahkan.”

Menurut perkiraan PBB, 245.000 orang di Suriah yang tinggal di daerah yang terkepung, terputus dari makanan, air dan obat-obatan. Hampir setengah dari semua rumah sakit umum sebagian atau seluruhnya hancur. Korban tewas secara keseluruhan dalam krisis sejauh ini melebihi 150.000 orang.

“Sebagai dokter, kita sering dianggap musuh karena kita memperlakukan semua orang secara sama terlepas dari pandangan politik mereka,” kata seorang dokter di Aleppo yang tidak ingin disebutkan namanya atas alasan keamanan. “Kami mengambil risiko besar untuk melakukan pekerjaan dengan keterampilan kami yang sangat dibutuhkan ini. Perang telah menghancurkan sistem kesehatan negara dan penyerangan terhadap rumah sakit dan dokter telah membuat situasi yang mengerikan ini menjadi semakin lebih buruk.”

Serangan terhadap profesional medis, fasilitas dan perlengkapan kesehatan selama konflik bersenjata melanggar konvensi Jenewa. Ketika serangan meluas atau sistematis maka hal itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Suriah adalah salah satu contoh terburuk karena menargetkan perawatan medis dalam perang bersenjata,” ujar Donna McKay, direktur eksekutif PHR. “Kita tidak boleh membiarkan pelanggaran ini merajalela menjadi norma baru dalam konflik.”

Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.

Hizbut Tahrir kini telah berkembang ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropah lainnya hingga ke Amerika Serikat, Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Australia.


Seiring dengan revolusi suriah yang diberkati, ternyata Hizbut Tahrir memiliki peran aktif untuk mengarahkan revolusi tidak hanya menggulingkan rezim assad saja tapi harus dijadikan  momentum tegaknya syariah dan khilafah di bumi syam. Keberhasilan dakwah Hizbut Tahrir kemudian mulai terlihat waktu demi waktu, mayoritas  masyarakat suriah dan berbagai milisi jihad telah mampu disatukan dalam satu misi penegakan khilafah.



Dan berikut ini Video Dokumentasi keberhasilan dakwah tersebut yang dirilis oleh media informasi Hizbut Tahrir wilayah Suriah.

  

Dan untuk lebih jelas kami tambahkan juga kutipan wawancara dengan : Al-Ustadz Hisham al-Baba
(Ketua Maktab I’lami Hizbut Tahrir Suriah)

Bagaimana dengan posisi Hizbut Tahrir di Suriah?
Di tengah-tengah pergolakan revolusi Suriah, HT terus menggencarkan dakwah kepada mereka. Sebagai contoh, pada permulaan revolusi, rakyat Suriah itu menolak menggunakan Bendera Rasulullah saw. (Al-Liwa’ dan Ar-Raya).

Mengapa?
Karena berbagai saluran televisi tidak mau memberitakan demonstrasi yang membawa Bendera Rasulullah saw. Adapun sekarang, tidak ada bendera apa pun yang diangkat oleh rakyat Suriah dalam aksi di jalanan dan di daerah mana pun di seluruh Suriah, kecuali dengan mengibarkan bendera Ar-Raya dan Al-Liwa’.

Bagaimana respon para Mujahidin di Suriah terhadap seruan HT?
Setelah kepada mereka kami jelaskan rancangan Undang-Undang Dasar Negara Khilafah dan Manifesto Hizbut Tahrir untuk Syam, mereka setuju dan mendukung HT.
Ya dalam publikasi di Youtube, Anda tampak menerima sumpah dari belasan brigade Mujahidin.
Ya, yang dipublikasikan memang belasan, tetapi yang tidak dipublikasin jauh lebih banyak lagi.

Bagaimana pandangan HT terhadap jihad yang dikomandoi oleh para Mujahidin ini?
Hizbut Tahrir adalah partai politik, bukan partai militer. Di dalam struktur Hizbut Tahrir tidak ada bagian ataupun sayap militer. Akan tetapi, di Suriah ada banyak brigade dari kalangan Mujahidin yang telah mengadopsi konsep Khilafah yang ditawarkan Hizbut Tahrir, untuk mereka tegakkan ketika berhasil menggulingkan Assad.
Brigade yang setuju dengan konsep ini semakin hari semakin bertambah. Ketika mengetahui bahwa pasukan Mujahidin mau masuk ke Damaskus, Amerika langsung menginstruksikan Hizbullah mengirimkan pasukan, Rusia mengirimkan senjata dan Iran mengirimkan dana untuk mencegah Mujahidin masuk Damaskus.
Jadi, medan pertempurannya sekarang di perbatasan Damaskus, yakni Homs dan al-Qushair.

Bisa disebutkan nama brigade yang menonjol dalam pertempuran itu?
Brigade-brigade itu, sebagai contoh, brigade Anshar al-Khilafah. Pasukannya terus bertambah. Mereka juga bersumpah ketika dapat mengambil kekuasaan, mereka akan memberikan nushrah kepada Hizbut Tahrir.

Apakah aktivis HT Suriah juga berjihad atau hanya melakukan aktivitas politik?
Kita dalam kapasitas sebagai anggota Hizbut Tahrir melakukan aktivitas politik. Akan tetapi, para aktivis Hizbut Tahrir dalam kapasitasnya sebagai individu Muslim bisa jadi melakukan aktivitas jihad.

Mengapa dikatakan “bisa jadi melakukan”, tidak dikatakan “melakukan” atau “tidak melakukan”?
Saya adalah aktivis Hizbut Tahrir. Saya juga adalah individu Muslim. Saya sebagai aktivis Hizbut Tahrir mengikuti metode Rasulullah saw. untuk menegakkan Khilafah, yaitu tanpa melakukan aktivitas fisik.
Akan tetapi, sebagai seorang Muslim, yang mendapati rezim yang ingin membunuh keluarga saya, saudara saya sesama Muslim, apa yang harus saya lakukan?

Apa?
Islam bukan hanya membolehkan tetapi mewajibkan saya untuk melakukan pembelaan. Karena itulah saya pun mengangkat senjata, bukan dalam kapasitas saya sebagai aktivis Hizbut Tahrir, tetapi sebagai seorang Muslim. Sebagai seorang Muslim, saya memiliki senjata yang siap saya gunakan kapan saja untuk membela kaum Muslimin. Namun, ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas Hizbut Tahrir.
Jadi, saya dan aktivis HT Suriah lainnya dalam kapasitas sebagai individu, masing-masing bergabung dengan brigade mana saja dalam berperang melawan rezim Assad, terutama brigade di tempat atau daerah tempat tinggal masing-masing.

Bagaimana dengan tawaran Amerika untuk solusi krisis Suriah, apakah diterima masyarakat?
Tidak! Karena masyarakat yang melakukan revolusi itu bukan sekadar ingin menggulingkan rezim, tetapi sekaligus untuk mengusir Amerika dari Suriah. Semua solusi yang ditawarkan Amerika pada hakikatnya adalah sekadar menggantikan rezim Assad dengan rezim baru yang akan menjadi antek Amerika.
Rakyat belajar dari kasus Mesir, Libia dan Yaman. Karena itu mereka tidak tergoda untuk masuk jebakan Amerika. Rakyat dengan tegas ingin mencabut rezim secara keseluruhan, mengusir Amerika dan menegakkan Khilafah.

Belajar dari Mujahidin Afganistan pasca mengalahkan Uni Sovyet, ketika Assad jatuh, apakah Mujahidin yang terdiri dari berbagai kelompok jihad ini akan berpecah dan akan ada perang saudara?
Kita itu beraktivitas untuk menyatukan pendapat kaum Muslim seputar Khilafah. Jadi, insya Allah, sesuai dengan janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw., mereka semua akan menyatu dalam naungan Khilafah. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir berdakwah siang dan malam ke berbagai daerah di Suriah untuk memberikan penyadaran kepada kaum Muslim akan hal itu.

Peta perjalanan panjang revolusi Suriah yang sudah berlangsung selama 3 tahun lebih tanpa henti ini mengindikasikan bahwa rezim Assad sejatinya tidak mampu membendung dan menghentikan gelombang revolusi, meskipun berbagai macam cara telah mereka tempuh.

Di sisi lain dari Peta ini, para pejuang revolusi sampai saat ini belum juga mampu menjatuhkan rezim Assad yang semakin gencar melemahkan kekuatan mereka. Hingga hari ini, revolusi di Suriah masih dihadang banyak hambatan dan tantangan. Rezim Suriah didukung persenjataan dan tentara yang didatangkan dari milisi syiah disekitarnya, baik dari Iran, Hizbullah, Irak, termasuk dukungan Rusia dan China.

- klik gambar peta untuk memperbesar -

 peta suriah mei 2014

Data diatas adalah update Peta pertempuran yang menggambarkan sejauh mana wilayah kekuasaan Rezim Assad dan Para Pejuang Revolusi sampai dengan bulan Mei 2014 ini.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget