Halloween Costume ideas 2015
05/15/14

Diperkirakan hampir sekitar 1.000 orang terbunuh di penjara pemerintah Suriah pada tahun 2014. Banyak di antara mereka yang dibunuh seketika atau disiksa hingga mati, lapor kelompok Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), Rabu.

“Sejak awal tahun ini hingga 13 Mei, 847 tahanan -termasuk 15 orang berusia di bawah 18 tahun dan enam wanita- meninggal di penjara badan keamanan dan pangkalan militer,” kata kelompok pemantau bermarkas di Inggris itu.

“Para keluarga korban telah diberitahu tentang kematian-kematian itu,” tambahnya, seperti diwartakan Kantor Berita Antara dikutip dari AFP.

“Semua orang ini meninggal akibat disiksa, pengeksekusian seketika, perlakukan buruk, kondisi tahanan yang buruk termasuk kekurangan pangan, dan karena mereka tidak dapat memperoleh obat-obatan yang mereka butuhkan,” katanya.

Kelompok pemantau yang mengandalkan informasinya dari jaringan pegiat, sumber medis dan militer di Suriah itu, mengatakan jumlah korban tewas dalam penjara-penjara pemerintah mungkin jauh lebih banyak tetapi sulit mencatat mereka yang meninggal.

SOHR mengatakan sekitar 18.000 orang diantara mereka yang ditahan pemerintah hilang, dan diduga terbunuh.

“Jumlah korban meningkat karena tidak ada yang dilakukan untuk mencegah kejahatan pemerintah tersebut,” kata direktur SOHR Rami Abdel Rahman.

Puluhan tentara Suriah, Rabu (14/05), dilaporkan tewas dalam sebuah operasi yang dilancarkan brigade mujahidin Suriah di provinsi Idlib, barat laut Suriah. Pejuang meledakkan sebuah gedung, tempat berkumpul militer Bashar Al-Asad.

“Pemboman yang menargetkan markas militer Suriah di kota Idlib menewaskan dan melukai puluhan tentara rezi, termasuk di antaranya dua perwira militer,” lapor kantor berita Sky News Arabia, melansir dari aktivis Suriah.


Operasi tersebut dilancarkan para mujahidin brigade Shuqur Syam, kelompok mujahidin di bawah naungan Jabhah Islamiyah, di lembah Dhoif, kota Marrah Nukman, Idlib. Mujahidin meledakkan sebuah gedung pusat komando pasukan rezim dengan menggali terowongan bawah tanah.

Puluhan kilogram bahan peledak digunakan mujahidin untuk meruntuhkan pondasi bangunan tersebut. Akibatnya, gedung itu rata dengan tanah dan membunuh puluhan tentara yang berada di dalamnya.



Lembaga Observatorium untuk Hak Asasi Manusia membenarkan adanya serangan tersebut. Lembaga yang bermarkas di Inggris itu menegaskan, setidaknya dua perwira militer menjadi korban. Sebuah foto melihatkan puing-puing bangunan itu berhamburan hingga puluhan meter akibat kerasnya ledakan.

Akhir-akhir ini, operasi semacam ini sering dilancarkan pejuang Suriah untuk melemahkan kontrol militer Suriah sebagaimana juga yang terjadi beberapa pekan lalu dalam ledakan Hotel Carlton di Aleppo. Dengan penuh kesabaran, pejuang menggali terowongan panjang yang mengarah ke sebuah gedung atau bangunan yang menjadi markas militer Suriah. Pejuang meletakkan puluhan kilogram bahan peledak tepat di bawah gedung atau bangunan yang menjadi sasaran, kemudian meledakkannya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget