Halloween Costume ideas 2015
05/13/14

Ledakan Besar menghantam gedung militer tentara rezim suriah di Al Hamra, Hama. Video yang di upload Ahad kemarin 11 Mei 2014 memperlihatkan markas militer tersebut hancur rata dengan tanah.



Mujahidin Jabha Islamiyyah merakit sebuah bom mobil dengan daya ledak sangat tinggi untuk menghancurkan gedung militer yang dihuni banyak tentara rezim tersebut. Mobil telah dirancang menggunakan remot kontrol jarak jauh dan berhasil meledak tepat di sasaran.


Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SHOR) mengatakan hari Senin (12/5/2014) bahwa dua pos pemeriksaan di dekat pusat kota Hama telah "dibebaskan" dari pasukan Presiden Bashar Assad.


Jabhat Al-Nusrah dan Front Islam, bersama brigade-brigade Islam lainnya, menguasai dua pos pemeriksaan di pintu masuk ke desa-desa dari alJalamah dan Tal Malah. Desa-desa tersebut terletak di provinsi utara Hama.

Bentrokan meletus di sana Ahad malam, menewaskan hampir selusin pasukan rezim dan menghancurkan dua tank bersama dengan persenjataan berat lainnya.



Seorang aktivis dari Brigade Al-Iman mengkonfirmasi laporan Observatorium, mengatakan bahwa desa alJalamah dan Tal Malah kini dikendalikan oleh pejuang oposisi.

"Kedua kota-kota alJalamah dan Tal Malah telah dibebaskan oleh mujahidin," katanya, menambahkan bahwa mujahidin telah berhasil merebut dua tangki, dua truk, dan amunisi.



Dia mengatakan lebih dari 20 milisi Syi'ah pro-rezim tewas, dan bahwa bentrokan masih sedang berlangsung pos pemeriksaan di Al-Jadida dekat desa Shairaz, provinsi Hama.

Seorang komandan Senior milisi Syiah Irak yang bertempur di barisan Bashar Al-Asad, Liwa Abu Fadl Al-Abbas, kembali tewas dalam front pertempuran di Suriah. Ia tewas akibat bidikan sniper pejuang Suriah ketika berusaha mengevakuasi mayat saudaranya.

Mundzir Al-Ghibrah tewas oleh peluru sniper di daerah Al-Ain di front Jaubar, Damaskus, pada Ahad malam (11/05). Mayatnya dikebumikan pada Ahad siang di daerah Sarijah, Damakus lama. Ia diterjang peluru ketika berusaha mengevakuasi mayat saudaranya, Samir Hajir, yang tewas akibat ledakan ranjau, sebagaimana dilaporkan Al-Arabiya.net dan dinukil Almokhtsr.com.

Al-Ghibrah merupakan komandan senior milisi Syiah Liwa Abu Fadl Al-Abbas yang bertanggung jawab dalam operasi perekrutan dan pelatihan anggota. Sebelum bergabung dengan milisi asal Irak tersebut, ia merupakan anggota milisi Shabihah. Di awal revolusi, ia juga berkontribusi banyak dalam penangkapan para aktivis.

Sejak bergabung dengan milisi Syiah tersebut, tugas utama Al-Ghibrah adalah merekrut para pemuda untuk bertempur di barisan Liwa Abu Fadl Al-Abbas. Para pemuda itu diiming-imingi dengan bayaran yang tinggi, senjata dan dibebaskan dari dinas militer pemerintah.

Upacara pemakanan Al-Ghibrah juga dihadiri sejumlah pejabat penting dan komandan militer milisi Irak di Suriah. Mayat Al-Ghibrah diarak melewati jalan Khalid bin Walid hingga ke masjid Zaid bin Tsabit yang merupakan tempat dimulainya demonstrasi menentang Bashar Al-Asad di Damaskus.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget