Halloween Costume ideas 2015
05/08/14

Sebuah ledakan besar di Suriah utara telah meratakan sebuah hotel yang digunakan oleh pasukan pemerintah rezim Bashar Al-Assad sebagai pangkalan militer, bersama dengan beberapa bangunan lain di daerah yang dikuasai pemerintah, televisi pemerintah dan aktivis melaporkan.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan ledakan pada hari Kamis (8/5/2014) telah melanda tepi sebuah lingkungan lama yang diperebutkan di Aleppo. Laporan televisi mengidentifikasi hotel itu sebagai Carlton, sebelah benteng kuno di kota tersebut.


Sebuah kelompok aktivis lokal disebut Sham News Network juga melaporkan ledakan tersebut, mengatakan pasukan Presiden Bashar Al-Assad yang berbasis di hotel itu.
Sementara itu kelompok pejuang oposisi dari Front Islam menyatakan bertanggung jawab atas ledakan itu. Sebuah pernyataan yang diposting di akun resmi Twitter mereka hari Kamis mengatakan bahwa "pejuang pagi ini meratakan barak Hotel Carlton di Aleppo Tua dan sejumlah bangunan dekatnya, menewaskan 50 tentara." Pernyataan itu tidak mengatakan bagaimana mereka mengetahui berapa banyak tentara tewas.

Kelompok aktivis lain, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan ledakan itu menghantam sebuah distrik yang dikuasai pemerintah di Kota Tua Aleppo, di samping posisi pejuang oposisi Suriah. Observatorium itu mengatakan pejuang oposisi dari kelompok Front Islam telah menanam sejumlah besar bahan peledak di sebuah terowongan yang mereka gali di bawah Hotel Carlton, meledakkan itu dari jarak jauh .

Dikatakan hotel tersebut benar-benar hancur dalam ledakan itu dan ada puluhan korban dari pihak tentara Suriah.

Setelah mengalami pengepungan dan penyerangan selama dua tahun penuh oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah, mujahidin Islam di kota Homs Lama terpaksa menekan prjanjian gencatan senjata dengan pasukan rezim. Berdasar kesepakatan tersebut lebih dari 1000 mujahidin ditarik keluar dari dalam kota Homs yang terkepung dan dibiarkan mundur dengan aman ke wilayah pinggiran Homs.

Masar Press, Shada Asy-Syam dan sejumlah situs revolusi Suriah melaporkan bahwa rombongan pertama yang berjumlah sekitar 200 mujahidin mulai meninggalkan kota Homs Lama yang terkepung pada hari Rabu (7/5/2014).

Berkaitan dengan peristiwa duka tersebut Syaikh Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini menulis artikel singkat melalui situs resmi dan akun resmi beliau di situs jejaring sosial twitter. Berikut ini terjemahan dari tulisan beliau yang berjudul “Para pahlawan telah keluar dari Homs setelah mereka bersabar selama dua tahun dalam pengepungan yang mencekik“tersebut.

Para pahlawan telah keluar dari Homs setelah mereka bersabar selama dua tahun dalam pengepungan yang mencekik, dimana mereka hanya makan daun-daun pepohonan. Mereka keluar dengan linangan air mata.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Kota Homs [Homs Lama] telah dikepung sejak dua tahun yang lalu, kemudian beberapa waktu yang lalu tercapai kesepakatan, maka anak-anak dan kaum wanita keluar dari kota Homs. Namun para pahlawan tetap bertahan di dalam kota Homs. Mereka memberikan perlawanan dengan sengit.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Maka pengepungan terhadap mereka semakin kencang dan ketat. Para pahlawan mulai memakai terowongan-terowongan saluran air [untuk mendapatkan suplay makanan], namun rezim menghancurkannnya, maka mereka pun bertahan dengan gigih. Makanan mereka telah habis, namun mereka tetap bertahan dengan gigih. Mereka lalu ditelantarkan [oleh umat Islam], namun mereka tetap bertahan dengan gigih.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Asy-Syaikh Al-Mujahid Abu Ratib —semoga Allah meneguhkannya— memiliki peranan besar dalam keteguhan para pahlawan tersebut, dimana beliau berada dalam barisan terdepan, sehingga semangat tempur mereka meninggi.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Sungguh pengepungan terhadap kota Homs [Homs Lama] sangat berat, di dalam kota tersebut bertahan sekitar 1000 mujahid, kota itu dikepung dari tiga arah. Rezim ingin membinasakan mereka. Apalagi yang dikepung adalah 1000 mujahid, para singa yang bertahan dengan gigih selama dua tahun pengepungan. Melepaskan mereka akan menyebabkan terjadinya perimbangan kekuatan dengan izin Allah.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Meskipun demikian, rezim terpaksa harus tunduk dan setuju dengan keluarnya mereka dari pengepungan, bahkan dengan membawa senjata mereka. Atas karunia dan izin Allah semata, kini kita memiliki satu pasukan lengkap yang dilahirkan kembali, yang akan membangkitkan pinggiran Homs kembali.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Adapun keluarnya mereka, maka mereka keluar dari kota Homs menuju pinggiran Homs. Dengan izin Allah, melalui perantaraan tangan mereka Allah akan kembali membebaskan kota Homs dimana mereka sebelumnya dikepung di dalamnya.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Oleh karena itu kami mengatakan # justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang, sebab keluarnya mereka dalam keadaan hidup bersama dengan senjata mereka merupakan kabar gembira dan menghidupkan kembali peperangan-peperangan di pinggiran Homs. Kalian nanti akan mengingat-ingat apa yang aku katakan kepada kalian ini dan pinggiran Homs akan kembali menjadi api yang membakar Nushairiyah.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Di sini saya menyerukan kepada para pendukung, hendaklah mereka mengirimkan dukungan mereka ke pinggiran Homs utara dan hendaknya mereka mendukung Kamar Operasi Gabungan Mujahidin di sana guna membantu para singa kita untuk menyusun kembali barisan-barisan mereka.

# justru mereka adalah pasukan yang akan kembali menyerang

Wahai saudaraku, minimal yang harus Anda lakukan untuk membantu saudara-saudaramu yang terkepung di Homs adalah menyebarluaskan kampanye mereka dan mendukung mereka.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget