Halloween Costume ideas 2015
04/17/14

Saat ini beberapa wartawan Indonesia yang tergabung dalam JITU (Jurnalis Islam Bersatu) sedang berada di Suriah. Kehadiran mereka di Suriah sudah kali kedua setelah sebelumnya berangkat tahun 2013 kemarin.


Saat tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) melakukan liputan langsung di front jihad di kawasan Maorik, Hama, suara roket menggelegar 150 meter dari tempat JITU meliput.

Suara helikopter rezim Asad juga menderu-deru menjatuhkan bom-bom untuk meluluhlantakkan wilayah Maorik,Rabu (16/4). Dinding-dinding jendela dan pintu bergetar kuat akibat ledakan ini.



Penasihat Liwa Hitthin, Syaikh Abdullah Musthafa Rahhal, yang turut dalam front jihad ini menjelang shalat dzuhur memberikan semangat kepada tim JITU. Ulama ini memberikan apresiasi kepada JITU yang datang jauh dari Indonesia untuk memberitakan penderitaan rakyat Suriah sampai di garis depan jihad.

“Kalian wartawan dari Indonesia yang telah membulatkan tekad untuk meliput, berarti kalian sudah tahu risikonya. Kita berdoa agar selamat, tapi kalaupun kalian harus menemui kematian maka kita akan bertemu di surga,” ujarnya seraya membetulkan letak senjata AK 47nya.

Usai dari front jihad di Maorik, Hama, tim JITU mengabadikan rumah-rumah penduduk, bangunan sekolah dan masjid yang hancur, akibat serangan rezim Asad sebelumnya. Namun, alhamdulillah, sampai saat berita ini ditulis, kawasan tersebut tetap dalam kendali Mujahidin.

Video berikut ini memperlihatkan kondisi seorang muslim di suriah yang berjuang menghadapi rasa sakit antara hidup dan mati. Kondisi kakinya yang hancur akibat terkena serpihan bom birmil yang dijatuhkan dari pesawat rezim membuat ia terpaksa di operasi dalam kondisi darurat. Kejadian yang terjadi 15 april 2014 kemaren sungguh sangat membuat pilu, tapi ditengah kondisi seperti ini laki-laki ini masih sempat untuk berdzikir kepada Allah Ta'ala.






Beberapa negara baik di eropa, timur tengah, asia, dan afrika telah sepakat mengumumkan bahwa pemerintah akan menghukum warga negaranya yang terlibat dalam medan jihad di Suriah. Mujahidin asing yang berada di Suriah tak gentar menghadapi ancaman tersebut.



Selasa (15/04/14) - sayap Media Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), Muassasah Al-Furqon, merilis video terbaru dengan judul Huwa Sammakumul Muslimin (Ia menamai kalian muslimin) yang dipublikasikan di forum Minbar Jihad. Video yang berdurasi 12:31 menit itu menayangkan mujahidin dari berbagai negara dengan aksinya merobek passport dan kewarganegaraan mereka.

Di awal pembukaan video itu, seorang syaikh memberikan wejangan dan wasiat tentang identitas seorang muslim, “Sungguh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah datang untuk mendirikan Daulah Islam dan membangun Din di mana pemeluknya tidak mengenal identitas selain muslim yaitu Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Mereka berpindah-pindah antara negri Islam dengan membawa identitas satu yaitu Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Mereka dipersatukan dengan loyalitas dengan sesama muslim karena Allah dan berlepas diri dari orang kafir dan musuh Allah Azza wa Jalla.

Musuh Allah datang untuk menumbuhkan ideologi nasionalisme. Kemudian menanamkan thoghut-thoghut di negri muslimin untuk memerangi agama Allah dan memerangi muslimin. Mereka memisah-misahkan kami dengan negara. Mereka membuatkan passport untuk menjadkannya tolak ukur loyalitas (al-wala wal baro).

Maka hal itu membuat kita tidak mencintai kecuali dari negara kami. Maka persahabatan dan permusuhan dibangun di atas bangsa. Maka kami disini mengumumkan kepada seluruh dunia, kami merobek-robek kewarganegaraan dan passport. Dan kami berjanji kepada Allah akan menyobek pula terotorial agar kita muslim dapat hidup di bawah satu naungan, Daulah Islam, hingga kami di timur dan di barat tidak berhukum kecuali dengan hukum Allah Azza wa Jalla” tuturnya.


Satu per satu mujahidin memberikan pernyataan dan membakar passport mereka dengan mengirimkan pesan bahwa mereka tidak akan pernah pulang ke negara mereka sampai tegak dengan nyata Daulah Islam yang akan mempersatukan kaum muslim di seluruh dunia.

Mujahidin Jabhah Nushrah bersama mujahidin Harakah Syam Al-Islam, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah dan Kataib Anshar Asy-Syam telah menggelar operasi gabungan “Peperangan Al-Anfal di pesisir” yaitu di propinsi Lattakia, di pesisir Laut Mediterania, pada Jum’at (21/3/2014).






Dalam operasi ini, target-target mujahidin meliputi: kota Kasab, kota Naba’ Al-Murr, Jabal Nasr, Talah Nasr, desa Naba’ Al-Murr, desa Nab’in, desa Tasyalama, desa Samrah beserta pantai, penyeberangan perbatasan Kasab [Suriah – Turki] dan menara militer 45.

Mujahidin menyerang wilayah-wilayah dalam yang menjadi tempat pertahanan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah dengan senjata-senjata berat yaitu meriam Hawan kaliber 120 mm dan kaliber 82 mm, tank-tank, meriam Shilka, senjata mesin DShK, dan roket Katyusa.

Atas karunia dan kekuatan Allah semata, mujahidin berhasil merebut beberapa kota dan desa beserta menara militer strategis. Banyak tentara rezim Nushairiyah dan milisi Syiah bayaranya tewas dalam pertempuran. Operasi gabungan empat kelompok jihad terbesar di Suriah barat itu sangat mengguncangkan rezim Nushairiyah Suriah.

Atas karunia Allah semata pula mujahidin meraih rampasan perang beberapa ton senjata berat, beragam amunisi dan roket, memperoleh lebih dari 100 mobil dan truk militer serta 9 tank. Mujahidin berhasil menghancurkan sejumlah besar kendaraan pasukan rezim Nushairiyah dan milisi Syiah sekutunya, diantaranya tank-tank, panser-panser dan kendaraan pengangkut personil. Segala puji milik Allah semata Rabb seluruh alam.

Al-Anshar Media Center telah merilis foto-foto eksklusif pinggiran Lattakia setelah dikuasai sepenuhnya oleh mujahidin. Foto-foto ini meliputi situasi kota Kasab, pinggiran Lattakia, di mana Mujahidin Ahrar Asy-Syam melakukan patroli di dalam kota Kasab dan Mujahidin Kataib Anshar asy-Syam melakukan ribath [penjagaan] di wilayah pantai Laut Mediterania, sementara Mujahidin Jabhah Nushrah menjaga pos-pos pemeriksaan.

(arrahmah)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget