Halloween Costume ideas 2015
04/07/14

Sekitar 176 tahanan disiksa sampai mati di dalam penjara rezim Nushairiyah Suriah selama bulan Maret, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia atau Syrian Network for Human Rights (SNHR) mengungkapkan, seperti dilansir MEMO.


Catatan SNHR menunjukkan bahwa jumlah rata-rata tahanan yang tewas setelah disiksa di penjara telah melampaui 500 kematian dalam satu bulan. Kematian pada bulan Maret juga termasuk dua anak di bawah 16 tahun, dua wanita, seorang dokter dan seorang perawat. Tuduhan atau alasan penahanan terhadap mereka tidak terungkap.

Pengacara Ma’an Al-Ghonimi juga termasuk di antara mereka yang tewas; dia ditangkap paksa pada sepuluh bulan lalu. Pada akhir Maret, militer rezim memberitahu keluarganya tentang kematiannya yang berlangsung pada pertengahan Januari sebagai akibat dari adanya penggumpalan darah di otak.

Militer trezim tidak menyerahkan jenzahnya kepada keluarganya dan tidak memberitahu keluarganya tentang penguburan rahasianya.

Menurut SNHR, Al-Ghonimi disiksa sampai mati di departemen intelijen angkatan udara rezim. SNHR menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengalihkan masalah pembunuhan tahanan ke Pengadilan Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).

Abu Khurayra Al-Kazakh adalah seorang mujahid muda asal Kazakhstan yang turut berjihad melawan rezim Nushairiyah di Suriah bersama Jaish Al-Muhajirin wal Anshar.


Kabar syahidnya Abu Khurayra datang bersamaan dengan kabar syahidnya dua Mujahidin lainnya yang berasal dari Tajikistan dan Dagestan. Mereka dilaporkan gugur baru-baru ini saat melancarkan jihad di Suriah, menurut Akhbar Sham, sebuah situs web berbahasa Rusia yang mendukung Jaish Al-Muhajirin wal Ansar, sebuah kelompok mujahidin asing yang dipimpin oleh komandan dari Kaukasus.

Diantara ketiga Mujahidin tersebut, Abu Khurayra adalah mujahid yang termuda. Kavkaz Center melaporkan bahwa dia baru berusia sekitar 19 tahun.

Sejak hari pertama berjihad, dia sudah terlihat [nyaman] seperti berada di rumah sendiri di tengah-tengah kelompok jihadnya.

Dia adalah salah satu dari mujahidin yang, selain masih muda, juga memiliki kharisma.

Melihat perilakunya dan mendengarkan dia berbicara, sepertinya sulit bagi kita untuk bisa membayangkan bahwa kita mungkin akan berdebat dengan dia.

Ceria, cerdas, dia dengan senang hati bergabung dalam percakapan rekan-rekan mujahidin, dalam diskusi-diskusi, tapi tetap lembut dan santun, tanpa menyakiti hati teman-temannya.

Dia hampir tidak menceritakan apa-apa tentang dirinya, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh mayoritas Mujahidin lainnya.

Salah seorang mujahid yang lebih senior sedikit usil menggodanya:

“Nah, anak padang rumput Kazakh, mari kita cari tahu namamu. Kau mau aku menyebut tiga nama untuk menebak namamu? Apakah kau Zhumabay? Bukan? Baiklah, itu berarti kau adalah Tuligen atau Serik.”

“Bukan,” jawabnya sambil tersenyum. “Namaku Abu Khurayra.”

Itu saja yang bisa diketahui tentang dia. Sebuah perjalanan hidup yang cukup singkat, namun mujahid muda ini meninggalkan jejak yang begitu benderang di hati rekan-rekan seperjuangannya, selamanya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget