Halloween Costume ideas 2015
03/30/14

Bahrain mengeluarkan ancaman pada seluruh warga negaranya yang berjihad di luar negeri, terutama Suriah untuk segera kembali ke negara asalnya.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri, seperti yang dilaporkan oleh Al Arabiyya mengatakan bahwa warganya yang saat ini berada di daerah konflik dengan dalih berjihad harus kembali ke negara itu dalam waktu dua minggu sejak ultimatum tersebut dikeluarkan, dimulai Kamis kemarin (27/3/2014).

Jika tidak, mereka akan dijerat undang-undang anti  teror. Di antara hukuman yang bisa dikenakan adalah status kewarganegaraannya akan dicabut.

Pada akhir Februari , kementerian Bahrain memperingatkan telah disediakan hukuman lima tahun penjara bagi warga negaranya yang berperang di luar negeri, termasuk di Suriah.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Jihad di Suriah akan menarik minat atau semangat Jihad warga Bahrain, mendorong orang lain untuk berjihad atau bergabung dengan kelompok-kelompok teroris Internasional.
Bahrain yang sebagian tanahnya digunakan oleh Angkatan Laut AS sebagai Markas Armada Kelima, mengikuti jejak tetangganya Arab Saudi, yang mengatakan bulan lalu bahwa warga negaranya yang berjihad di luar negeri akan dihukum 20 tahun penjara.

Lebih lanjut Bahrain juga merilis dekrit berisikan ancaman pada warganya yang berjihad di luar negeri untuk segera kembali ke rumah mereka dalam waktu 15 hari atau menghadapi hukuman penjara.

(21/03/2014) - Hizbut Tahrir melakukan edukasi di tengah masyarakat, tepatnya di kota Atma wilayah Idlib. Pembicara dari Hizbut Tahrir Suriah menjelaskan tentang kewajiban kaum muslim untuk menegakan Khilafah, sehingga perjuangan revolusi diarahkan untuk tegaknya khilafah tidak hanya sekedar melengserkan Bashar Assad.




Begitu banyaknya mayat-mayat tentara rezim bassar yang tewas di sebuah markaz mereka di wilayah Lattakia. Diantara yang tewas terdapat komandan tinggi rezim syiah diwilayah ini berpangkat jendral yaitu Mayor Jendral Ahmad Saqr.

Sebuah langkah sukses dari mujahidin jabhah islam yang melakukan penyerangan dengan penembakan mortar dan roket grad serta peyerbuan dalam jumlah besar ke wilayah lattakia.


Lattakia menjadi kubu pertahanan rezim diktator bassar di wilayah pesisir pantai suriah. Dari daerah inilah lahir para petinggi-petinggi kediktatoran suriah.


Hilal Asad, sepupu presiden berkuasa di negeri Suriah dikabarkan tewas di dekat perbatasan, di kota Kasab, Latakia. Ia terbunuh bersama tujuh pasukan anak buah rezim Nusairiyah Baathis Bashar Asad. Dalam pemberitaan Al-Jazeera.


Kematian sepupu diktator ini dikonfirmasikan melalui televisi milik pemerintahan berkuasa. Hilal merupakan kepala Angkatan Pertahanan Nasional. Angkatan yang ia pimpin ini didirikan sebagai organisasi para-militer yang membela kepentingan penguasa Baath.

“Roket pertama ditembakkan sekitar 7.15 malam, diikuti oleh roket berikutnya beberapa menit kemudian. Roket tersebut menargetkan rumah di mana Hilal  menyelenggarakan pertemuan dengan anggota-anggota Pasukan Pertahanan Nasional,” dijelaskan oleh mujahidin Jaisul Islam (23/03/2014).

Pada saat itu media banyak memberitakan tentang bentrokan-bentrokan yang terjadi di Latakia. Latakia merupakan kampung halaman Basar Asad dan klannya. Sedangkan wilayah pantai barat Suriah memang banyak dihuni oleh penganut Nusairiyah.

Akhir pekan penutup bulan Maret 2014, Obama melakukan lawatan guna meningkatkan kemesraan bilateral antara Amerika Serikat dan Saudi yang sempat mengendur beberapa waktu terakhir. Lawatan ini mengagendakan salah satunya perbincangan mengenai Mujahidin di Suriah yang dianggap sebagai ‘ekstrimis’.


Barrack Obama meyakinkan Raja Abdullah Al-Saud bahwa Paman Sam akan terus mendukung program penguatan oposisi sekuler dan moderat Suriah. “Kemunculan dari sekelompok elemen ekstrimis dalam perlawanan hanya akan menguatkan kepentingan untuk memperkuat kelompok perlawanan yang lebih moderat,” ujar pejabat AS terkait.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget