Halloween Costume ideas 2015
02/19/14

Perang di Suriah telah menarik perhatian banyak pihak.  Mereka yang khawatir kemenangan akan jatuh ke tangan Mujahidin berupaya dengan berbagai cara untuk menghalangi hal tersebut yang dianggap sebagai “ancaman”.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memantau kegiatan “perang ideologi” di internet yang diklaim lebih agresif dari sebelumnya.  Keterangan oleh kepala Direktorat Keamanan Ideologi Arab Saudi, menunjukkan bahwa unit yang dikenal untuk menjaga aktivis liberal dan supir perempuan serta “ekstrimis” Islam, kini merubah fokus mereka terhadap penggunaan internet untuk merekrut pejuang Jihad di luar negeri khususnya Suriah, lansir Daily Star (17/2/2014).

Awal bulan ini, Raja Saudi Abdullah, memutuskan bahwa setiap warga Saudi yang pergi ke luar negeri untuk berperang akan menghadapi hukuman penjara 3-20 tahun.  Kerajaan Saudi yakin, sekitar 1.000-2.000 warganya telah pergi ke Suriah untuk berperang di sana.


Keputusan tersebut juga akan menghukum siapa saja yang memberikan dukungan moral atau material kepada kelompok yang digambarkan sebagai “teroris” atau “ekstrimis”.

"Pemerintah Indonesia lebih peduli setrategi politik Amerika ketimbang Umat Islam"

Setelah bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) John F Kerry, Ahad (17/2/2014), Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengimbau warga Indonesia yang masih berada di Suriah tidak ikut terlibat dalam perang tersebut.

Pengamat Politik luar Negeri, Farid Wadjdi menilai pernyataan Marty tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap hukum jihad yang diwajibkan dalam Islam.

Menurut Farid, harus dipahami kenapa umat Islam terpanggil untuk melakukan jihad di Suriah. Jihad di Suriah dalam rangka pembebasan umat Islam dari penindasan  dan kedzaliman Bashar Assad. Hal ini merupakan  cerminan ukhuwah Islamiyah terhadap kaum muslimin Suriah. “Inilah menjadi alasan kenapa sebagian umat Islam, bukan saja di Indonesia tapi juga seluruh dunia terpanggil melakukan jihad di sana,” tegasnya kepada Mediaumat.com, Selasa (18/2/2014).

Anggota Maktab I’lamiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini pun menerangkan bahwa kaum muslim itu ibarat satu tubuh sehingga jika ada satu tubuh yang sakit didzalimi berarti itu juga sakit bagi seluruh umat Islam.

“Sangat disayangkan pernyataan Marty tersebut, sebab Jihad merupakan perintah dari Allah ,  kewajiban ini merupakan bagian hukum syara,” bebernya. Ia pun mengkritik sikap pemerintah yang menutup mata terhadap kejahatan yang dilakukan Bashar. Menurutnya, di satu sisi pemerintah melarang untuk jihad di Suriah namun di sisi lain pemerintah Indonesia hanya diam seribu bahasa  terhadap kejahatan Bashar Assad.

“Dalam pandangan Islam, penguasa negeri Islam, justru harus pertama kali mengirim pasukannya, membebaskan rakyat Suriah yang dibunuh dan dizalimi, bukan malah menghalang-halangi kaum muslimin untuk jihad di Suriah,” tandasnya.

Lebih jauh Farid menilai pernyataan Marty ini merupakan buah dari intervensi Amerika terhadap politik luar  negeri Indonesia. “Lagi-lagi ini menunjukkan intervensi Amerika secara tidak langsung kepada Indonesia,” jelasnya

Menyinggung warning Sydney Jones   yang mengatakan siapa saja yang pergi jihad di Suriah akan mengancam Indonesia, Farid menilai hal ini sebagai stigmatisasi terhadap ajaran Islam yang mulia  yaitu jihad fi sabilillah. Menurutnya hal itu bagian dari proyek War on Terorrism ala Amerika yang menjadikan umat Islam dan Islam sebagai sasaran empuk.

“Pola ini berulang dan hanya ingin merusak ajaran Islam ,melemahkan persatuan umat Islam yang ingin bersatu membantu saudaranya yang tertindas,” pungkasnya. (mediaumat.com, 19/2/2014)

Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam di pegunungan Qalamoun meluncurkan tembakan sejumlah roket yang menargetkan basis Milisi Syiah Hizbollah di Lebanon.

Sebanyak empat buah roket Grad besar berhasil mendarat di Desa Bazaliah, salah satu benteng  Hizbollah di Lebanon, seperti yang dilaporkan oleh akun resmi Daulah Islam wilayah Damaskus, @dw_sham, hari Rabu (19/2/2014).




Serangan roket ini sebagai balasan atas aksi militer ofensif Milisi Syiah Hizbollah di wilayah Yabroud.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget