Halloween Costume ideas 2015
02/11/14

Hama – Sedikitnya 50 tentara rezim Bashar Al-Asad hari ini (Senin, 10/2/2014) dilaporkan tewas dalam pertempuran di desa Ma’an, pedesaan Hama, pusat Suriah. Pertempuran ini terjadi setelah pejuang Suriah berhasil mengontrol daerah yang menjadi basis pendukung Bashar Al-Asad tersebut.

“50 tentara rezim Suriah, Senin, tewas setelah pejuang oposisi bersenjata mengontrol desa Ma’an, basis terbesar pendukung rezim di pedesaan Hama,” lansir kantor berita Sky News Arabia menukil dari laporan langsung kantor berita media Hama, dengan tidak menyebutkan rincian pertempuran terbaru tersebut.

Sebelumnya dilaporkan, pejuang Suriah merebut desa Ma’an yang dihuni oleh sekte Alawiyah, sekte sesat yang dianut Bashar Al-Asad dan para pendukungnya, di provinsi Hama pada Ahad (9/02). Lembaga Observatorium mengatakan bahwa oposisi yang terlibat dalam pertempuran itu adalah para pejuang Islamis, tanpa merinci nama faksi pejuang tersebut.

Beberapa minggu terakhir, sejumlah faksi pejuang Suriah menggulirkan pertempuran besar-besaran untuk merebut daerah-daerah di sekitar jalan Internasional di pedesaan Hama. Jalan tersebut menjadi jalan penting bagi rezim, karena menghubungkan antara Suriah Utara dan Selatan, yang kedua daerah teresebut merupakan basis pendukung Bashar Al-Asad. Adapun desa Ma’an terletak 80 km dari jalan Internasional tersebut.

Sky News menambahkan, di saat bersamaan pesawat-pesawat tempur rezim Suriah terus melancarkan serangan birmil ke sejumlah daerah di Suriah. Di antara provinsi yang mengalami gempuran birmil selama Senin ini adalah provinsi Hama dan Aleppo.

Kamis (6/2/2014), sebuah catatan harian seorang mujahid muda di Suriah yang baru saja gugur syahid tersebar. Menjadi perbincangan hangat dan tak henti-hentinya membuat banyak orang berdecak kagum.
Bukan karena amalan Jihadnya yang luar biasa. Memimpin operasi Mujahidin, membunuh banyak musuh, dan lain sebagainya.

Namun sang Mujahid muda tersebut, mengisi buku diary-nya di medan jihad dengan daftar dosa dan kesalahan yang selalu ia kerjakan setiap harinya.


Alkisah, terjadi baku tembak sengit antara Mujahidin Suriah dengan Tentara Nushairiyyah yang menghantarkan beberapa Mujahid gugur syahid.

Usai pertempuran dan kemenangan berada di pihak Mujahidin, mereka mulai menyisir lokasi guna mencari jasad saudara-saudaranya yang gugur. Dan ditemukanlah jasad seorang Mujahid muda yang baru berumur 16 tahun.

Mujahidin temukan dan saksikan tanda-tanda kesyahidan pada sang bocah Mujahid tadi. Rasa takjub mereka tak berhenti sampai disitu. Mereka temukan sebuah buku catatan kecil di saku syuhada’ cilik tadi.
Apakah isinya? Isinya adalah daftar dosa dan kesalahan yang dilakukan sang Mujahid muda tadi selama satu pekan terakhir di bumi Jihad.

Senin : Aku tidur tanpa mengambil air wudhu terlebih dahulu.

Selasa : Aku tertawa terbahak-bahak dengan suara yang sangat keras.

Rabu : Aku menyelesaikan Qiyamul Lail (Sholat Malam) dengan terburu-buru.

Kamis : Tatkala aku sedang beristirahat, dan bermain bola dengan teman-teman lain, aku mencetak angka, memasukkan bola ke gawang lawan. Dan saat itu menyelusup di batinku rasa bangga/ ujub.

Jum’at  : Aku hanya bersholawat 700 kali, padahal seharusnya 1000 kali.

Sabtu : Salah satu komandan Mujahidin mendahuluiku ketika memberikan salam.

Ahad : Aku lupa berdzikir pagi.

Dan hal yang mengejutkan adalah, ia lakukan hal-hal yang ia anggap sebagai “dosa” dan “kesalahan” itu tatkala ia sedang beramal Jihad, beramal Ribath, berjaga-jaga di front pertempuran terdepan melawan musuh-musuh Islam.

Lantas, bagaimanakah kita ketika menghitung-hitung setiap kesalahan dan berintrospeksi diri atasnya?


Sungguh kita perlu belajar dari Sang Mujahid muda ini. Meski ia telah memiliki gelar sebagai seorang “Mujahid” dan bahkan “Syuhada”, InsyaAllah. Dirinya tetap diselimuti rasa rendah hati, dan tak berpuas diri dengan hanya amal jihadnya saja.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget