Halloween Costume ideas 2015
December 2014

Sebuah ledakan kuat dari bahan peledak yang ditanam di terowongan bawah kota tua Aleppo, di Suriah utara, menewaskan atau melukai 20 tentara murtad rezim pemerintah Suriah, Selasa (30/12/2014), kata pemantau.

jabha_shameya



Jabha Shamiyeh, diduga berada di balik ledakan tersebut, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang tidak segera mampu memberikan rincian jumlah orang yang mati dan terluka.

Ledakan itu “menewaskan dan melukai sedikitnya 20 tentara dan para loyalis,” kata Observatorium, yang bergantung untuk pelaporan pada jaringan sumber yang luas sumber.

Kelompok yang berbasis di Inggris mengatakan, Jabha Shamiyeh “melakukan ledakan terowongan menargetkan posisi-posisi dan pangkalan milik pasukan rezim dan milisi pro-rezim “di Kota Tua.

(edr)


Sebuah video yang diterbitkan 28 Desember 2014 kembali menghebohkan media sosial aktivis jihad global. Video yang dipublish oleh akun YouTube "Deir Ezzor is being slaughtered silent" (Deir Ezzour sedang disembelih dalam diam), akun ini memberi judul video ini dengan "Video eksekusi atas seorang anggota Jabhah Nushrah dan seorang penduduk setempat di Deir Ezzor". Video ini kembali menambah daftar kelam catatan kejahatan dan kerusakan manhaj Jama'ah ISIS di Deir Ezzour, dan Suriah umumnya.

isis_deirezor

Perlu diingat  bahwa ISIS juga bertanggung jawab atas pembantaian ribuan mujahidin dan kaum muslimin Deir Ezzour beberapa bulan yang lalu, ketika ISIS telah secara sepihak memaksa untuk menguasai penuh atas wilayah yang telah dibebaskan dan dikuasai oleh gabungan mujahidin yang terhimpun dalam Lembaga Syar'iyyah untuk wilayah Syarqiyyah (timur Suriah). Dan yang paling mengguncang adalah ketika ISIS memvonis murtad dan mengeksekusi ribuan kaum muslimin dari salah satu suku ahlus Sunnah lokal, yakni suku Sya'ithat.



Dalam video diatas seorang tentara ISIS yang sepertinya bertugas sebagai syar'i menjelaskan sebab dua orang itu dieksekusi mati, yang pertama adalah karena dia dahulu adalah seorang mujahid Jabhah Nushah dan dia tidak bertaubat dari Jabhah Nushrah padahal pada saat itu memiliki kesempatan untuk bertaubat, sehingga saat ini hukum atas dirinya hanya satu yaitu dibunuh. Sedangkan terdakwa kedua adalah seorang penduduk lokal yang dikatakan sebagai pelaku homoseksual, sehingga hukum atas dirinya juga dibunuh.

Tidak ada keterangan apapun yang menyatakan proses pengadilan syar'i atas mereka dalam video tersebut. Tampak sebagian warga sipil Deir Ezzour yang berkumpul di tempat eksekusi dalam keadaan sangat tidak nyaman, berbeda dengan warga sipil Suriah yang berada dibawah naungan mujahidin selain ISIS.

Hasbunallah wa ni'mal wakil. Semoga Allah membalas kaum yang dzalim dengan balasan yang setimpal dan menyelamatkan kaum muslimin dari fitnah khawarij dan kejahatan mereka.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa Mujahidin terus berusaha untuk merakit senjata lokal yang akan mereka gunakan dalam pertempuran melawan tentara rezim Syiah Nushairiyyah. Sebelumnya mujahidin telah berhasil merakit senjata meriam artileri yang diberi nama Jahannam (Neraka) dan Humam (Lava).

Mujahidin kembali berhasil merakit sebuah senjata artileri yang diberi nama Mudmir (Penghancur), sumber-sumber di lapangan mengatakan bahwa Mujahidin yang menggunakan rudal ini adalah dari Batalyon Artileri di daerah Khan Tuman, dan senjata ini telah membuktikan efektivitasnya selama beberapa pertempuran.

rudal_mujahidin

Abu al-Walid, perakit rudal ini dan pejuang dari Batalyon Artileri "Faylaq Syam" mengatakan: "Meriam itu dirakit setelah penelitian panjang dan serangkaian percobaan dan puncaknya, senjata ini sukses digunakan oleh Batalyon Artileri, panjangnya mencapai 250 cm dan moncong meriam berdiameter 220 mm, dan proyektil yang digunakan berukuran setengah tabung gas oksigen dan beratnya 100 kg."

Abu al-Walid menambahkan, bahwa tabung proyektil mengandung "amonium nitrat dan campuran bubuk TNT", sedangkan bagian belakang mengandung "selulosa nitrat," sedangkan total panjang tabung satu meter.

Jarak tembak meriam mencapai 3 sampai 4 km, dan menghasilkan ledakan besar yang dapat menghancurkan bangunan lebih dari tiga lantai.

Senjata ini dinamakan sebagai Mudmir dikarenakan kekuatan ledakannya yang merusak, dan Abu al-Walid mencatat, ketika mereka menggunakan meriam ini dalam membombardir gedung komandan militer Nushairiyyah di Aleppo, ledakannya menyebabkan kehancuran sebagian besar bangunan di tambah dengan tewasnya delapan tentara Nushairiyyah. Beliau juga mecatat bahwa sedang berusaha untuk membuat senjata yang lebih akurat dan jarak tembak yang lebih jauh.

Sementara itu, Ahmed Al-Ahmad, ketua divisi media "Faylaq Syam" menambahkan, bahwa suara ledakan rudal Mudmir terdengar seperti ledakan bom barel yang digunakan oleh rezim Nushairiyyah, ditambah dengan kekuatan ledakan besar dan kerusakan yang luas, beliau juga mengatakan bahwa senjata Mudmir mengkompensasi Mujahidin atas kurangnya amunisi dan adalah memungkinkan bagi Mujahidin untuk mengandalkan senjata ini untuk menjatuhkan korban yang lebih banyak di pihak Tentara Rezim Nushairiyyah.

Ketua Dewan Syari’at Jabhah Nushrah Dr. Sami Al-Uraydi baru-baru ini membuat pernyataan tegas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap ISIS dan faksi-faksi aliansinya, bahkan dengan tegas menyebut mereka sebagai khawarij. Berdasarkan rekaman audio yang tersebar di jejaring sosial beberapa waktu ini. Audio yang sepertinya merupakan taujih dan arahan yang ditujukan kepada mujahidin Jabhah Nushrah di wilayah Dara’a yang sedang berjibaku dengan Liwa’ Syuhada’ Yarmouk, salah satu faksi yang beraliansi dengan ISIS.

Sami-Al-Uraydi-jabhah-nushrah



Berkata Syaikh Al-Uraydi hafidhahullah dalam audio tersebut:

 “Sesungguhnya pedang yang Allah perintahkan untuk kita gunakan ada jenis-jenisnya, salah satunya adalah pedang untuk menebas khawarij. Dan Liwa’ Syuhada Yarmouk telah terbukti tanpa ada keraguan bahwa mereka adalah khawarij, terlebih setelah pernyataan Abu Ali Al-Baridi, yang mengusung fikrah ghuluw dalam takfir yang sangat ekstrim sekali, yang mana dia telah memvonis Jabhah Nushrah sebagai Thagut. Begitu juga penanggung jawab Dewan Syari’at mereka Abu Hamzah.”

“Oleh karena itu memerangi mereka adalah kewajiban syar’I, terlebih mereka telah menculik wanita muslimah, dan mereka bergerak dengan menggunakan senjata. Maka tidak boleh ada keengganan dalam memerangi mereka, karena barangsiapa meremehkan kewajiban memerangi mereka, sesungguhnya ia telah meremehkan darah ahlus Sunnah.” Sekian perkataan Syaikh.

Dalam audio tersebut Syaikh Al-Uraydi juga memperingatkan akan bahayanya terulang kembali tragedi pembantaian suku Syi’ithat di Deir Ezzour.

Beliau berkata: “Akibat sebagian pihak meremehkan bahaya mereka (khawarij), maka terjadilah pembantaian atas ahlus Sunnah (di Deir Ezzour). Kita tidak akan membiarkan mereka merusak jihad di Provinsi Dara’a”.

Syaikh menyeru agar mujahidin Dara’a bersatu dalam satu barisan dalam memerangi khawarij. Dan Syaikh menyebutkan hanya ada satu obat untuk menyembuhkan penyakit khawarij, hanya “Pengobatan dengan resep Nabi” yaitu memerangi mereka seperti memerangi kaum ‘Ad.

Perlu diingat bahwa sebelumnya Media Al-Minarah Baydha’ telah merilis video pengakuan sel-sel aliansi Liwa’ Syuhada’ Yarmouk. Yang mana semakin memberikan kepastian bahwa para pemimpin Liwa Suhada’ Yarmouk memang telah berbai’at pada Daulah Al-Baghdadi (ISIS). Para pimpinan ini telah meminta mereka (para pengaku) untuk menanam ranjau agar diledakkan atas para qiyadah Jabhah Nushrah dan Faksi-faksi revolusi lainnya.

Gambaran sekilas tentang Situasi Militer di Aleppo, utara Suriah 
sampai dengan Desember 2014

-peta aleppo

Kota terbesar:
  • Aleppo (pertempuran sedang berlangsung)
  • Manbij (dikuasai ISIS)
  • Azaz (dikuasai Mujahidin)
  • Afrin (dikuasa Kurdi)
  • Jarabulus (dikuasai ISIS)
  • Ayn al-Arab Kobane (pertempuran sedang berlangsung)
  • al-Safirah (dikuasai Rezim)
  • Tinggi Riff'at (dikuasai Mujahidin)
  • al-Bab (dikuasai ISIS)
  • Atarib (dikuasai Mujahidin)
  • Darat Izza (dikuasai Mujahidin)
  • Dayr Jika (dikuasai ISIS)
Pangkalan militer :
  • Pangkalan Udara Kuwayris (dikuasai Rezim namun dikepung oleh ISIS)
  • Pangkalan Udara Mennegh (dikuasai Mujahidin)
  • Pangkalan Udara Nayrab(dikuasai Rezim)
  • Pangkalan Udara Jirrah (dikuasai ISIS)
  • Brigade 80 (dikuasai Rezim)
  • Resimen 46 (dikuasai Mujahidin)
  • Resimen 111 (dikuasai Mujahidin)
  • Aleppo Infanteri Sekolah (dikuasai Mujahidin)
  • Brigade 135 (dikuasai Kurdi)
  • Pabrik Pertahanan (dikuasai Rezim)
  • Basis Hanano (dikuasai Rezim)
  • Penjara Pusat Aleppo(dikuasai Rezim)
Mujahidin mulai meluncurkan operasi militer di provinsi Aleppo ini pada tahun 2012, dan mencapai kota Aleppo pada pertengahan 2012 dan mengalami kemajuan yang pesat, berakhir pada 2013 mengontrol setengah dari kota dan mengepung Rezim di bagian barat kota dan Bandara Internasional Aleppo.

Kemajuan Mujahidin pada tahun 2012 dan 2013 di Propinsi Aleppo:
  • Mengontrol kota-kota besar seperti Manbij, Azaz, Jarabulus, al-Safirah, al-Bab, Tall Riffat, Darat Izza, Dayr Hafir dan Atarib 
  • Mengontrol Pangkalan seperti Brigade 80, Brigade 135, Resimen 46, Resimen 111 dan Sekolah Infanteri. 
  • Mengontrol Pangkalan Udara Mennegh dan Jirrah, dan mengepung Pangkalan Udara Nayrab dan Kuwayris. 
  • Mengepung Rezim di Pabrik Pertahanan dan Fasilitas Riset Militer di dekat al-Safirah setelah pemotongan jalur pasokan rezim dari Hamah dengan mengendalikan Khanasir. 
  • Mengontrol Bab al-Salam perbatasan dengan Turki
Pada akhir 2013 (terutama pada bulan Oktober), Rezim meluncurkan operasi militer dan berhasil merebut desa Khanasir, dan mengalami kemajuan pesat sampai kota al-Safirah, berhasil menguasainya setelah beberapa hari pertempuran.

Kemudian Rezim mampu mencapai Bandara Internasional Aleppo dan memecahkan pengepungan, dan merebut Brigade 80 di sisi utara bandara.

Pada awal 2014, Rezim mencapai daerah Naqqarin dan kota industri SheikhNajjar di Timur Laut kota Aleppo, dan memecahkan pengepungan di Penjara Pusat Aleppo pada pertengahan 2014. Pada akhir 2014, Rezim merebut desa Hanadarat di sisi utara kota Aleppo, dan mencapai daerah Mallah untuk mencapai sisi barat kota sehingga mampu mengepung Mujahidin di kota Aleppo dengan mengendalikan jalur suplai mujahidin ke pusat kota.

Kemajuan Rezim tahun 2013 dan 2014 di provinsi Aleppo:
  • Menguasai kota al-Safirah dan desa di sepanjang jalan Hamah menuju Aleppo.
  • Menguasai kota industri SheikhNajjar.
  • Menguasai Brigade 80 dan memecah pengepungan Mujahidin atas Penjara Pusat Aleppo.
aleppo_isis

aleppo_syria


Tim Kurdi di Aleppo:

Kesatuan Pasukan Kurdi seperti Jabhat al-Akrad dan Brigade Yousef al-Azma adalah bagian dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA), bekerjasama dan berjuang bersama Mujahidin di Aleppo dan daerah lain di provinsi ini. Menurut sumber setempat, Kurdi dari Ayn al-Arab (Kobane) dikenal karena hubungan yang kuat dengan FSA.

Unit Perlindungan Rakyat yang dikenal sebagai YPG (Yekîneyên Parastina Gel) adalah kelompok Kurdi yang terpisah dengan Suriah, mirip dengan kelompok Kurdi Turki (PKK ), kontrol beberapa wilayah Kurdi di provinsi ini dilakukan bersama Pejuang Kurdi lain seperti Jabhat al-Akrad.

YPG berjuang melawan Mujahidin tahun 2012 dan 2013 dalam rangka untuk mengontrol wilayah Kurdi di Utara Aleppo.

Setelah konflik Mujahidin dengan YPG di beberapa daerah dekat Afrin dan Ayn al-Arab (Kobane), beberapa kelompok Kurdi kemudian meninggalkan FSA.

Pada tahun 2014, Daesh (IS) mulai menyerang Mujahidin dan YPG. Keduannya berhasil mengusir ISIS dari Barat dan Utara Aleppo (daerah Afrin dan Azaz), tetapi Mujahidin banyak kehilangan wilayah mereka di Timur Aleppo, dan YPG banyak kehilangan kontrol di daerah Ayn al-Arab (Kobane).

Saat ini, Kurdi dan FSA bekerja sama memerangi ISIS di Utara Aleppo dan Ayn al-Arab (Kobane).

Tidak ada konflik antara rezim dan YPG di Aleppo Provinsi, tetapi hanya sedikit bentrokan antara Rezim dan Kurdi Rebel-kelompok di kabupaten SheikhMaqsud dan Asharafiya di Aleppo.

Daesh (ISIS):

ISIS adalah sebuah kelompok independen yang berjuang bersama dengan Mujahidin di beberapa daerah setelah mereka memasuki Suriah pada April 2013.

Mereka mulai mengendalikan kota-kota dan desa-desa di Provinsi Aleppo dengan mengirimkan pejuang mereka untuk memberikan kehadiran yang kuat di setiap kota dan desa yang berada di bawah kendali Mujahidin,

Setelah mereka bekerjasama dengan Mujahidin untuk merebut Pangkalan Udara Mennegh, mereka mengambil alih-nya menjadi salah satu basis militer mereka di bagian barat Aleppo

Ketegangan mulai antara ISIS dan satu kelompok FSA ('al-Shamal adalah). Ketika 'al-Shamal menolak untuk melepaskan ISIS Azaz dekat Pangkalan Udara Mennegh. Kemudian mengambil ISIS kota Azaz setelah mereka menuduh bahwa "al-Shamal Thule didiskualifikasi.

Rezim melancarkan serangan dan mulai masuk ke Aleppo, sementara ISIS berusaha untuk mengendalikan daerah lain di Aleppo. Mereka mundur dari desa area Duwayrinah di sisi timur Aleppo sehingga Rezim mampu merebut kota al-Safirah dari tangan Mujahidin, Secara tidak langsung kejadian ini membantu rezim maju lebih cepat menuju bandara.

Pada akhir 2013, ISIS memaksa Mujahidin mundur dari Resimen 46 dan mengepung mereka (terutama Faksi JaishulMujahidin) di kota Atarib. Setelah apa yang terjadi di daerah Atarib, konflik antara ISIS dan Mujahidin mulai bertambah parah di Suriah.

ISIS mengambil banyak daerah (termasuk Azaz dan al-Bab) di Aleppo setelah bentrokan melawan Mujahidin, Sementara itu Mujahidin juga disibukan menghentikan Pasukan Rezim yang mengalami kemajuan dari al-Safirah.

Pada awal 2014, Pejuang Kurdi dan Faksi Mujahidin memaksa ISIS untuk mundur dari Utara dan Barat Aleppo, sehingga menuju Aleppo Timur (Manbij dan daerah al-Bab).

Pada pertengahan 2014, ISIS mengumumkan berdirinya Khilafah, dan memulai operasi militer di Provinsi Aleppo dan berhasil mengontrol area baru di utara Aleppo (area Akhtarin), dan mencapai daerah Mare ', dalam rangka untuk memotong jalur pasokan mujahidin antara utara Aleppo dan pusat kota Aleppo.

Tidak ada pertempuran antara ISIS dengan Pasukan Rezim di Provinsi Aleppo, keduanya sama-sama menghadapi Mujahidin, Walaupun ada peristiwa Pangkalan udara Kuwayris dikepung oleh ISIS, setelah Mujahidin dipaksa untuk mundur dari pinggiran Pangkalan Udara pada awal 2014.

Kobane

Pada pertengahan dan akhir 2014, ISIS melancarkan serangan terhadap pejuang  Kurdi dan FSA di daerah Ayn al-Arab Kobane, dan mengambil alih daerah Qarah Qawzaq dan Sarin, di samping semua desa-desa sekitarnya, Pertempuran kemudian berakhir di Ayn al-Arab Kobane sejak musim panas 2014.

Pasukan Assad pada Rabu malam, kembali melakukan pemboman dengan gas beracun terhadap desa Harasta Ghouta Timur, Pinggiran Damaskus. Yang menyebabkan korban tewas dan luka lebih dari 20 warga sipil.





Aktivis kemanusian di wilayah tersebut melaporkan bahwa setidaknya dua orang tewas, sementara lebih dari 22 orang lainnya menderita sesak napas dan kejang, mual, kehilangan kesadaran.

Pada saat yang sama, sumber yang sama menegaskan bahwa pesawat tempur meluncurkan tiga serangan di pinggiran kota Jisrain di Ghouta timur, yang menyebabkan terjatuhnya korban luka di kalangan warga sipil.


Lebih dari 11 orang tewas pagi ini, dan melukai puluhan warga sipil dalam serangan udara di kota Zebdina di Ghouta, kebanyakan dari mereka anak-anak.

Faksi revolusioner di Quneitra selatan Suriah mengumumkan Kamis (25/12) dimulainya pertempuran baru dengan nama "Wa’dul Fitnah" dan itu adalah proporsi pertempuran yang terjadi antara Jabhah Nusrah dan Brigade Syuhada Yarmouk, yang berakhir dengan persetujuan dari Liwa Syuhada Yarmouk untuk diadili di mahkamah Syariah setelah mendapat desakan dari beberapa faksi, terutama dari Ahrar Syam dan dan Liwa Muthanna.



Pertempuran itu memiliki beberapa tujuan, yaitu, untuk membebaskan beberapa daerah, termasuk kota Juba, Tel Al-Kurum, dan daerah di sekitar Batalion 90, untuk menyempurnakan pengepungan, yang sedang dilancarkan oleh faksi Mujahidin terhadap Khan Arnabah, untuk membuka jalur menuju Khan Sheikh di pedesaan barat Damaskus.


Perlu dicatat bahwa kota Juba diperkuat dengan tujuh pos pertahanan pasukan rezim Assad dan merupakan titik militer yang yang paling penting yang tengah diusahakan oleh Mujahidin untuk membebaskannya.

Sementara itu sejumlah aktivis lokal mengatakan bahwa Tel Kurum dan Tel Bazzak adalah zona militer dari Batalion 90, salah satu batalion militer terbesar milik rezim Assad.

Perlu disebutkan bahwa pertempuran yang akan berlangsung melibatkan tujuh faksi yang beroperasi dalam satu kesatuan, yang paling besar adalah Liwa Al-Izz dan Liwa Sayyid Al-Masih, keduanya bagian dari Batalion gabungan, Saif As-Sham.

21/12/2014 - Khutbah anggota Hizbut Tahrir di pedesaan Tawamah sebelah utara pusat kota Idlib. Beliau menyampaikan seruan kepada kaum muslimin agar bersungguh-sungguh menjalankan hukum-hukum Allah dengan mengarahkan perjuangan revolusi ini pada tegaknya Daulah Islam.




Disampaikan oleh Isa alIsawi (anggota hizbut tahrir wilayah suriah)


Sejak mujahidin Suriah membebaskan Kota Salqin, Provinsi Idlib dari tangan rezim Syiah Nushairiyah pada pertengahan 2012, kota ini telah mengalami beberapa kali pergantian pihak yang mengendalikannya.



Salqin sempat dikuasai oleh ISIS pada akhir 2013, kemudian diambil alih oleh faksi FSA sekuler setelah terjadinya fitnah pada awal 2014. Pada bulan Ramadhan 2014 lalu, Salqeen beralih ke tangan Jabhah Nushrah (JN) setelah menyebarnya kerusakan dan kejahatan di kota ini.

JN, didukung kelompok mujahidin Suriah lainnya pun menjalankan administrasi pemerintahan di kota ini. Secara bertahap mereka memulai program dakwah dan pemberlakuan Hukum Islam di kota ini.

Untuk wanita, kewajiban mengenakan pakaian sesuai syar’i telah diberlakukan walau belum sampai pada penggunaan Niqab. Sebelumnya, wanita di daerah tersebut kerap memakai busana yang melanggar aturan Syariat.

Penegakan Syariat di kota ini bukan tanpa halangan. awalnya, sempat terjadi penolakan. Kaum wanita menggelar demonstrasi penolakan kewajiban memakai pakaian yang sesuai Syariat. Tetapi Alhamdulillah, mereka kemudian bisa menerima kewajiban tersebut setelah diadakan dakwah dan program tarbiyah Muslimah yang intensif di kota yang terletak di utara Provinsi Idlib ini.

Sementara, bagi kaum pria, mereka diwajibkan untuk mengikuti shalat lima waktu di Masjid Jami’. Seluruh toko dan beragam jenis kegiatan dihentikan ketika waktu shalat tiba.

Abu Ali, salah seorang pedagang manisan di kota Salqin menuturkan, bahwa mereka menerima kewajiban ini dengan kesadaran. “Ini adalah panggilan Agama,” ujarnya kepada Kontributor Bumisyam Shakirullah di Suriah, Selasa (23/12).

Sebelumnya Abu Ali dan kawan-kawannya mengaku, mereka lebih suka shalat sendiri-sendiri, sehingga ada toko yang tutup dan ada yang masih buka, seakan tidak menghiraukan panggilan adzan. Sekarang semua sudah harus ke Masjid dan meninggalkan segala usaha dan aktivitas masing-masing begitu waktu shalat tiba dan adzan berkumandang.

Mahmud, seorang penjaga toko bahan harian, menuturkan sejak Mujahidin yang dipimpin Jabhah Nushrah mengambil alih Kota Salqin, keadaan berubah menjadi lebih baik.

“Kota ini menjadi aman dan pelaksanaan Syariat semisal kewajiban shalat berjamaah diterima warga dengan kesadaran,” tuturnya.

Mahmud sendiri mengaku, dia sebelumnya seperti tidak memiliki Dien (Islam). Tapi dia berharap Mujahidin yang dipimpin Jabhah Nushrah terus melaksanakan program Syariat ini dengan hikmah dan lemah lembut.

Tentu peristiwa ini adalah hal yang menakjubkan di Bumi Syam Suriah. Tak mereka bayangkan sebelumnya, karena bagaimana dulu rezim Bashar Assad melarang segala praktik Syariat dengan benar dan memerangi Islam.

Kini di beberapa wilayah Bumi Syam Suriah, Syariat Allah secara bertahap dilaksanakan dengan Hikmah oleh para pembelanya dan dengan keikhlasan kaum Muslimin menerimanya.

Bahkan seorang pandai besi di Kota Salqeen bernama Wa’el ini pun mengungkapkan rasa nyaman dan amannya sekarang. “Sekarang kita aman dan keadaan lebih baik, bahkan dibandingkan ketika rezim berkuasa,” ungkap Wa’el.

Syaikh DR Abdullah Al-Muhaysini, seorang ideolog dan da’i di kalangan Mujahidin, mengatakan, “Suriah sekarang telah berubah, dari Suriah-nya Asad menjadi Suriah yang berupaya menegakkan hukum-hukum Allah, dari berlakunya hukum batil dan zalimnya partai Ba’ats, Syiah Nushairi, menjadi hukum Islam yang tinggi lagi adil.”



Tentu ini hanya sedikit di antara sekian banyak upaya pelaksanaan Syariat Islam yang begitu luas. Tak hanya mengatur satu sisi, tapi meliputi banyak aspek kehidupan. Tak cuma terbatas pada pelaksanaan cara berpakaian dan shalat berjamaah di Masjid.

Semoga Allah memudahkan pelaksaan Syariat di wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh Mujahidin dan semoga Allah memberi kemenangan dan membebaskan wilayah-wilayah berikutnya dari tangan rezim Nushairi.

Reporter: Shakirullah (Kontributor BumiSyam di Suriah)

(22/12/2014) - Dua Provinsi di Suriah dengan posisi strategis telah banyak dikuasai mujahidin. Dengan proses perang yang cukup panjang dan semata-mata berkat pertolongan Allah swt.




Provinsi Idlib

Pangkalan Militer:
- Taftanaz Airbase (dikuasai Mujahidin)
- Abu Adhuhur Airbase (dikusai Rezim namun dikepung Mujahidin)
- Hamidiyah Militer Camp (dikuasai Mujahidin)
- Wadi al-Dayf Militer Camp (dikuasai Mujahidin)
- al-Shabiba Militer Camp (dikuasai Mujahidin)
- Baath Vanguard Camp (dikuasai Mujahidin)
- Idlib Penjara Central (dikuasai Mujahidin)

Mujahidin mulai meluncurkan operasi militer di provinsi ini sejak awal revolusi bersenjata pada pertengahan 2011.  Rezim kehilangan banyak daerah dan kota-kota (termasuk perbatasan dengan Turki) di provinsi ini sejak 2011, tapi merebut kembali kontrol beberapa daerah pada tahun 2013 seperti kota Ariha.
Setelah kemajuan terbaru mujahidin di provinsi ini dengan mengendalikan semua Markas Militer dan desa-desa di selatan Idlib,

Sebagian besar Pasukan Rezim dengan pangkat tinggi yang membelot dari Syrian Arab Army, berasal dari Provinsi Idlib, termasuk berikut ini:
- General Mustafa al-Sheikh (Atme)
- Kolonel Riyad al-As'ad (Abdeita)
- Kolonel Hussein Harmush (Iblin )
- Letnan Kolonel AbdulSattar Yunso (Bīdama)
- Ahmed Issa al-Sheikh (Sarjeh)
- Jamal Ma'ruf (DeirSunbul)

Provinsi Daraa


Pangkalan Militer:
- Brigade 61 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 112 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 38 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 82 (Peperangan sedang berlangsung)
- Brigade 52 (dikuasai Mujahidin)
- Brigade 15 (dikuasai Mujahidin)
- 9 Divisi (dikuasai Mujahidin)
- Daraa Penjara Central (dikuasai Mujahidin)

Mujahidin mulai meluncurkan operasi militer di provinsi ini sejak awal revolusi bersenjata pada pertengahan 2011.  Rezim meluncurkan operasi militer yang kuat di provinsi ini pada 2013, merebut kembali banyak daerah termasuk daerah strategis desa KhirbetGhazaleh dan kota Harrah dengan bukitnya, memotong jalur pasokan Mujahidin ke Barat Ghouta dekat Damaskus.

Pada akhir 2013, Mujahidin mampu mengambil kendali kota Tafas, Hajjanah Batalyon, National Hospital di Jasim dan perbatasan Daraa.

Mujahidin tahun 2014 mulai meluncurkan operasi militer di Provinsi Daraa dan Qunaitra, memecahkan pengepungan kota Nawa dan SheikhMaskin, Dan di tahun 2014 berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah yang pernah dikuasai Rezim pada tahun 2013.

Kesuksesan mujahidin di provinsi Daraa pada tahun 2014:
-. Memecah pengepungan dari Nawa, SheikhMaskin dan Tasil
- Menguasai semua bagian barat provinsi
- Mencapai Barat Daya RifDimashq (DeirMakir & Danaji)
- Memotong jalur suplai utama Nasib.
- Menguasai pangkalan militer strategis seperti Brigade 61, Brigade 112, Tinggi Harrah, Tinggi Jumou ', Hajjajiyah Tank Batalyon dan Pusat Penjara Daraa.
- Menguasai jalur suplai terkahir ke kota Daraa (antara SheikhMaskin dan Izzra ').

dr_tariq_abdulhalim

Sudah menjadi prinsip mendasar bahwa, "Setiap Muslim yang memerangi Muslim lainnya tanpa mengkafirkan mereka, maka dia disebut "agresor". Setiap Muslim yang mengkafirkan Muslim lainnya, tanpa memerangi mereka, maka dia disebut "fanatik". Namun, setiap Muslim yang mengkafirkan sesama Muslim dan memeranginya, maka dia disebut "Haruriyah" (Khawarij). Inti dari semuanya adalah mengkafirkan, kemudian berperang, dan membunuh kaum Muslim lainnya, berdasarkan standar kufur mereka sendiri. Ketika kami menyebutkan Takfir, maka itu diartikan Takfir (mengkafirkan) Muslim lainnya tanpa memiliki bukti yang pasti yang memastikan kekafirannya, tetapi hanya berdasarkan keraguan dan tentang isu-isu yang memang diperdebatkan oleh ulama Ahlul-sunnah hari ini dan salaf. Sementara orang-orang bodoh, dungu, dan tidak berilmu ini seenaknya mengkafirkan sesama Muslim tanpa menyodorkan bukti yang otentik. Para ulama adalah mereka orang yang benar-benar berilmu dan menjadi panutan oleh ummat dalam mengambil keputusan mengenai agama (fatwa).

Maka jika orang-orang (dengan keilmuan) standar, atau sekelompok orang yang baru mempelajari secuil dari ilmu agama, dengan seenaknya mengkafirkan seseorang, dan bahkan sampai mengeksekusinya sampai mati, maka itu bukanlah sesuatu hal yang sesuai dengan Syariah, hanya sekte Haruriyah yang melakukannya. Sekte ini yang disebut oleh Nabi kita SAW sebagai "anjing-anjing neraka", terutama ketika mereka menggunakan panggilan kepada kelompok Muslim lainnya dengan panggilan yang diada-adakan, seperti "Sahawat", tanpa bukti yang pasti. Sedangkan di sisi lain, telah banyak bukti yang diberikan bahwa orang-orang dari Awadiyah (ISIS) adalah Khawarij (Haruriyah) sebenarnya yang membunuh ratusan Mujahidin dengan memanggil mereka Sahawat, Kufaar dan Murtadin tanpa bukti yang mendasar. Kita bisa berikan atribut Haruriyah, Anjing-anjing neraka, pada kelompok itu, disebabkan aksi mereka yang membunuh Mujahidin tanpa bukti yang pasti. Hal ini identik dengan apa yang telah ditetapkan oleh Nabi SAW dalam Hadis Sahihnya yang mendeskripsikan Haruriyah.

Semuanya sepakat bahwa, siapa yang membunuh seorang Muslim dengan menyebutnya kafir tanpa bukti adalah Haruri. Semuanya sepakat bahwa mereka para Mujahidin yang dibunuh oleh IS (ISIS) adalah Muslim sebelum ada bukti yang menunjukkan kekafirannya. Maka kami menantang IS (ISIS) agar memberikan bukti yang jelas dan berdasarkan Syariah yang mereka gunakan untuk membunuh para Mujahidin. Berikan bukti kekufuran Mujahidin yang mereka bunuh, terutama cap kafir yang diberikan oleh personel mereka yang rendah dalam ilmu Syari'ah. Jika mereka tidak dapat memberikan buktinya, maka sebutan kami bahwa mereka adalah Haruriyah adalah benar.

Oleh Dr Tariq Abdelhaleem

21 Desember 2014

Sumber:Muwahideen Media

Setidaknya 60 wartawan tewas saat bertugas pada tahun 2014, termasuk 17 yang meninggal saat meliput langsung perang di Suriah, Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) mengatakan dalam laporan tahunannya Selasa (23/12).

wartawan

Kelompok yang berbasis di New York mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kematian sedikitnya 18 wartawan lainnya untuk menentukan apakah kematian mereka terkait dengan pekerjaan.

Angka-angka terbaru menjadikan jumlah wartawan yang tewas akibat dari perang di Suriah mencapai 79 orang sejak konflik dimulai pada Maret 2011.

Hampir setengah dari semua jurnalis yang tewas pada tahun 2014 meninggal di Timur Tengah.

Meskipun jumlah keseluruhan yang tewas pada 2014 lebih rendah dari tahun lalu, persentase yang sangat tinggi dari korban adalah wartawan internasional.

Empat belas korban adalah anggota pers internasional, sedangkan tahun lalu hanya 6, menurut laporan tersebut.

(Zamn alWashl

9 kelompok Mujahidin di provinsi Aleppo membentuk satu komando militer pada hari Senin (22/12), menyeru untuk merapatkan barisan dalam melawan rezim militer Suriah, reporter Zaman Al-Wasl melaporkan.

mujahidin_aleppo

"Kamar Operasi Aleppo' akan dipimpin oleh Mulham Al-Oqaidi, komandan militer dari brigade Halab Al-Shahba'.

Reporter itu menambahkan merger lainnya antara faksi Mujahidin akan diumumkan segera.

Seorang komandan Mujahidin mengatakan kepada Zaman Al-Wasl bahwa bersatu padu adalah satu-satunya solusi untuk melewati semua tantangan.

Satu kesatuan tersebut dibentuk oleh Jabhah Islamiyyah, Harakah Hazm, Jaisyul Islam, Jaisyul Mujahidin dan lain-lain.

"Konflik kepentingan adalah yang selama ini menjadi titik kelemahan Mujahidin di mana daerah yang dibebaskan berubah menjadi daerah kekuasaan sesuatu kelompok," seorang sumber mengatakan.

Sementara itu, penderitaan rakyat Aleppo masih terus berlanjut, mereka menderita kekurangan hal pokok untuk hidup, seperti makanan, bahan bakar dan usaha kecil." Mereka turun ke jalan-jalan bulan lalu, menuntut komandan pemberontak untuk bersatu tetapi belum mendapatkan respon yang konkrit," kata aktivis.

(Zaman Al-Wasl)

Seorang jenderal senior tentara Suriah yang membelot pada 2012 mengatakan bahwa Presiden Bashar Assad telah menjual Suriah ke Iran. Menurutnya, rezim Suriah lebih memilih untuk menggunakan represi dan kekerasan sebagai sarana untuk meredam perbedaan pendapat sejak awal pemberontakan terhadap pemerintahannya tahun 2011.

“Bashar tidak pernah memberikan kesempatan reformasi yang serius dan kredibel, melainkan memilih untuk menghancurkan negara daripada kehilangan kekuasaan,” kata Jenderal Manaf Tlass kepada Wall Street Journal, dalam sebuah artikel yang dirilis pada Jumat (19/12).

“Dia (Bashar Assad) menjual Suriah kepada Iran,” lanjut Tlass, yang saat ini tinggal di Perancis.

Dalam artikel tersebut juga diangkat peristiwa pemboman di Damaskus yang menewaskan empat pejabat senior Suriah, termasuk saudara ipar Bashar Assad, Assef Shawkat. Pemboman pada 18 Juli 2012 itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Tlass membelot.

Pemboman itu diduga terjadi dalam rangka untuk membungkam suara-suara rezim yang telah terbuka saat itu, untuk menampung pihak oposisi.

Disebutkan dua puluhan orang tewas saat itu, termasuk mantan dan pejabat rezim yang masih aktif, pemimpin oposisi, aktivis dan pemberontak, dan politisi dari negara-negara tetangga yang memiliki hubungan dengan Assad.

Tlass mengatakan bahwa dia yakin rezim Assad terkait dengan pengeboman itu. Kepada Wall Street Journal, Tlass mengatakan bahwa dia dan Shawkat termasuk dalam kelompok yang menyerukan pembicaraan dengan kedua kubu penentang rezim, baik yang damai dan maupun yang bersenjata. Namun hal itu berlawanan dengan pandangan Assad tentang bagaimana merespon pemberontakan rakyat.

manaf-tlas-dan-assad
Manaf Tlass (kanan) bersama Bashar Assad (kiri) tahun 1990an

Tlass merupakan salah satu pejabat paling senior yang meninggalkan barisan rezim Assad. Dia membelot dua minggu sebelum bom pada bulan Juli, setelah penjaga menemukan enam alat peledak ditanam di luar kantornya di Damaskus.

Sumber: Al Arabiya/AFP

Bentrokan terjadi pada Minggu (21/12) malam, antara milisi Syiah Lebanon, Hizbullat dan milisi pendukung Assad lainnya, Pasukan Pertahanan Nasional (NDF), di kota Yabroud, Qalamoun, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak.

hizbullah_syria

Aktivis melaporkan bahwa baku tembak terjadi di kota Yabrud setelah kendaraan militer Hizbullat menolak berhenti untuk diperiksa di sebuah pos pemeriksaan milik Pasukan Pertahanan Nasional yang berada dekat stadion olahraga di pintu masuk kota, bentrokan yang terjadi mengakibatkan dua tentara NDF terluka, dan beberapa anggota Hizbullat kemudian melarikan diri dari tempat kejadian.

Sumber menambahkan bahwa bentrokan meluas ke bundaran Al-Salahiya, setelah tentara dari NDF mengejar milisi Hizbullat, yang kembali menyebabkan dua tentara dari NDF cedera.

Perlu dicatat bahwa seringkali terjadi bentrokan antara milisi Hizbullat dan pasukan NDF di kota Yabroud, hal ini terjadi setelah penculikan komandan Pertahanan Nasional di daerah Yabroud beberapa waktu yang lalu.

(orient-news)

Sepupu Bashar Assad, Imad Assad, secara rahasia mengunjungi Mesir pada Rabu (17/12). Kepala Akademi Militer Angkatan Laut Suriah di Latakia itu tiba di Mesir pada Rabu pagi dengan didampingi sejumlah pengawalnya.

sepupu assad syria

Tidak banyak yang mengetahui kunjungan rahasia ini. Menurut sumber terpercaya, Imad Assad tiba di Mesir menggunakan pesawat yang bertolak dari bandara Damaskus.

Menurut informasi, sepupu presiden diktator itu akan bertemu dengan sejumlah delegasi yang tidak diketahui identitas mereka. Di samping itu, ia juga akan bertemu dengan sejumlah pejabat dan tokoh Mesir dalam kunjungan yang direncanakan berlangsung selama beberapa hari itu.

Televisi satelit Lebanon, Al-Mayadin, melansir dari sumber di Kementrian Luar Negeri Mesir, menyebutkan tidak ada informasi tentang kunjungan ini. Saluran televisi yang dikenal pro-rezim Suriah itu menunjukkan bahwa kunjungan itu dalam rangka menyambut undangan Akademi Angkatan Laut Militer Mesir di Iskandariyah.

Kunjungan itu hanya untuk membicarakan beberapa hal tentang pendidikan militer, bukan membicarakan politik.

Sementara itu, tambah Al-Mayadin, sumber lainnya menegaskan bahwa Imad Assad juga akan bertemu dengan sejumlah pejabat Mesir, termasuk pejabat dinas intelijen atau orang-orang dekat Abdul Fatah Al-Sisi. Pertempuran itu sebagai persiapan untuk membuka dialog antara pemerintah dan oposisi Suriah yang mungkin bisa dilaksanakan di Mesir.

Kunjungan rahasia ini dilakukan setelah menteri luar negeri Mesir, Samih Sukri, mengatakan dalam konferensi pres di Kuwait bahwa negaranya tidak memfasilitasi inisiatif untuk negoisasi oposisi dan rezim Suriah di Mesir. Namun, Sukri menambahkan, negaranya mendukung penuh solusi politik untuk menyelesaikan konflik di negara tersebut.

Sumber: islampos.tv

Laporan dari aktivis "Yasser Al-Ahmad" untuk media eldorar, bahwa Front Islam bekerjasama dengan fraksi lain melancarkan serangan besar ke salah satu markas Rezim di Maleha utara Aleppo. Pertempuran ini berlangsung selama lebih 5 jam, di mana mujahidin berhasil menewaskan sejumlah pasukan assad dan sebagiannya melarikan diri.






Mujahidin berhasil merebut sebuah bangunan yang menjadi markas pasukan assad di wilayah Maleha utara Aleppo setelah pertempuran selama lebih dari tiga hari. Ditemukan banyak mayat pasukan assad yang berasal dari Afganistan. 


Mujahidin menggunakan roket Grad dan Katyusha selama pertempuran


Pertempuran yang diikuti Jabhat al-Nusra, Ahrar al-Sham dan Jund al-Aqsa. Beberapa laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan beberapa unit FSA juga membawa dukungan TOW untuk menyerang.

Awal pertempuran meletus pada tanggal 12 sd 13 Desember di pangkalan militer rezim Suriah, dekat Hamidia dan Wadi Deif,.

Pada tanggal 14 Desember mujahidin menguasai 7 pos pemeriksaan di dekat kedua basis.

Pada tanggal 15 Desember, Wadi Deif berhasil dikuasai kemudian Hamidia beberapa jam setelahnya. Militer rezim semakin kewalahan, satu-satunya tempat yang tersisa dalam kendali mereka pada 15 Desember di malam hari adalah Ma'ar Hattat.

Pada tanggal 15 & 16 Desember, beberapa pasukan rezim mencoba melarikan diri ke daerah Morek, namun jalan utama ke Selatan dikepung (Khan Shaykhun dikendalikan oleh mujahidin); mujahidin berhasil membunuh beberapa tentara dan sebagian-nya ditangkap, sementara "puluhan" tentara dan 10 tank dilaporkan berhasil melarikan diri ke Morek.

Setelah 5 hari pertempuran, lebih dari 100 pasukan rezim dan 80 dari mujahidin tercatat meninggal dunia. Lebih dari 200 pasukan rezim tertangkap, dan nasib yang lainnya masih belum diketahui.

Yang berhasil direbut mujahidin di kedua basis setidaknya 20 tank di Hamidia (jenis T-72)

Kekalahan ini menunjukkan kesulitan pemerintah Suriah dalam menjaga kantong-kantong militer yang dikepung, Tercatat pada tahun ini pemerintah Suriah  kehilangan Divisi 17, Brigade 93, Resimen 121 dan pangkalan udara Tabqa.

Hilangnya Wadi Deif dan Hamidia jelas menutup jalan utama pasukan rezim dari kota Hama ke Aleppo. Sehingga mujahidin dapat fokus memperkuat Utara Hama atau Aleppo.

Situasi 15 Desember di  Pagi Hari


Situasi 15 Desember di Sore Hari


Situasi terakhir 17 Desember, pasukan rezim melarikan diri. 




Sebagian pasukan rezim yang tewas ketika berusaha melarikan diri

Seorang tentara rezim yang tertangkap, berusaha menyamar dengan pakaian wanita.

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, dai asal Arab Saudi yang terjun berjihad di Suriah, menyampaikan pesan kepada militer Bashar Assad dari Lembah Dhaif sesaat setelah dibebaskan mujahidin pada Senin dini hari lalu (15/12). Beliau menegaskan bahwa mitos lembah Dhaif tak terkalahkan dimentahkan oleh mujahidin.

Hal itu ia sampaikan dalam rekaman video yang diunggah di Youtube melalui akun resminya. Video yang diposting pada Senin itu direkam sesaat setelah mujahidin membebaskan markas militer lembah Dhaif dan Hamidiyah, yang merupakan markas terbesar militer rezim di pedesaan Idlib.




“Saat ini kami berada di lembah Dhaif yang dijadikan mitos rezim. Akan tetapi, mitos itu hari ini dimentahkan mujahidin,” tegas Al-Muhaisini dalam rekaman satu menit empat puluh detik itu.

Beliau berulang kali memuji Allah SWT atas kemenangan besar ini. Seluruh yang dicapai mujahidin di lembah Dhaif merupakan pertolongan dari Allah, bukan karena kehebatan mujahidin.

Syaikh yang terjun dalam pertempuran di Lembah Dhaif itu juga menceritakan pertolongan Allah selama pertempuran pembebasan wilayah penting tersebut. Ketika mujahidin hendak memulai pertempuran pada malam hari, kata Al-Muhaisini, awan yang ketika waktu Isya cerah tiba-tiba menutupi langit. Sehingga hal itu menyulitkan jet tempur rezim menargetkan posisi mujahidin.

Tidak hanya itu, lanjutnya, lima bom birmil yang dijatuhkan helikopter rezim juga meledak di udara. Birmil-birmil itu tidak mempengaruhi konsentrasi mujahidin.

“Tidak ada yang mengetahui tentara Allah, kecua DIA sendiri,” kata Al-Muhaisini memuji Allah atas pertolongan tersebut.

Di akhir perkataannya, beliau menyampaikan pesan kepada militer rezim yang masih setia kepada Bashar Al-Asad. Ingatlah, katanya, nasib kalian akan seperti teman-teman kalian di lembah ini yang tewas di tangan mujahidin.

Sebagaimana diketahui, gabungan mujahidin Suriah Ahad malam lalu melancarkan operasi besar-besaran membebaskan lembah Dhaif. Lembah yang menjadi kekuatan utama rezim di pedesaan Idlib itu telah dikepung selama dua tahun oleh mujahidin. Berulang kali mujahidin berusaha merebut lembah itu, namun berulang kali gagal.

Rezim Bashar Al-Asad merasa kekuatannya di lembah Dhaif tidak bisa dilumpuhkan. Hal itu karena lembah itu dilindungi 25 pos pertahanan militer. Setiap pos diisi sedikitnya 100 tentara dan puluhan tank tempur serta kendaraan lapis baja.

Namun, kemenangan mujahidin kali ini mematahkan mitos tersebut. Menurut laporan Komite Revolusi, sebanyak 1.700 tentara Suriah melarikan diri akibat gempuran mujahidin pada Ahad malam itu.

Sumber: burnews.com

Mujahidin Suriah di pedesaan Damaskus, Rabu (10/12), terlibat pertempuran sengit dengan militer rezim dan Syiah Hizbullah. Akibatnya, sedikitnya 21 tentara Suriah tewas dan seorang anggota milisi Syiah Hizubllah ditawan, sebagaimana dilaporkan aktivis.



Jaringan Berita Langsung Suriah melaporkan, sedikitnya 21 tentara rezim tewas dan 8 lainnya luka-luka dalam serangan gagal di kota Daraya, Ghoutah Barat. Mujahidin berhasil menghalau puluhan tentara rezim yang merangsek ke kota tersebut. Perlu diketahui, dalam sepuluh hari terakhir militer Suriah menghujani Daraya dengan bom dan roket.

Di sisi lain, aktivis menambahkan, militer Suriah menghancurkan terowongan yang dibuat mujahidin di Daraya. Mujahidin menggunakan strategi menggali terowongan untuk menyusup ke wilayah rezim.

Sementara itu, mujahidin juga melancarkan operasi di sisi timur Daraya. Sejumlah kemenangan dilaporkan diraih mujahidin dalam operasi tersebut.

Sumber: Sky News Arabia

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget