Halloween Costume ideas 2015
[ads-post]

ISIS akan eksekusi Peter Kassig

Seorang mujahid senior dari Jabhah Nushrah telah berbicara membela seorang sandera warga Amerika yang diperkirakan akan dieksekusi berikutnya oleh ISIS.

Abdul-Rahman Kassig, seorang muallaf Amerika dan pekerja bantuan yang sebelumnya dikenal sebagai Peter, telah ditunjuk oleh ISIS sebagai korban berikutnya dalam seri eksekusi mereka terhadap tawanan warga Inggris dan Amerika.



Anggota IS mengatakan di Twitter bahwa Kassig akan dieksekusi, saat tuntutan ISIS melewati batas waktu yang ditentukan, tuntutan itu adalah, pemerintah Amerika harus membatalkan kampanye serangan udara di Suriah dan Irak.

Tapi ancaman eksekusi terhadap Kassig telah mendapatkan pertentangan dari berbagai kalangan, termasuk kaum muslimin, dan sejumlah mujahidin berbicara dalam mendukung dia, terutama karena dia seorang muallaf.

Abu Omar Aqidi, seorang anggota terkemuka dari faksi Al-Qaeda, Jabhah Nusrah, mengatakan dalam sebuah pernyataan publik bahwa dia telah diberitahu bahwa Kassig adalah dokter yang merawatnya dan mujahidin lainnya.

Kassig melakukan operasi sukses terhadap korban pengeboman oleh rezim, kata Aqidi dalam serangkaian kicauannya, menjelaskan bahwa ia telah mengangkat pecahan peluru dari lukanya.

Dia menambahkan bahwa Kassig juga merawat beberapa dari rekan-rekannya, termasuk Abu Dujana, yang disebut-sebut sebagai pemimpin Jabhah Nusrah di provinsi Deir Ez-Zour di timur laut Suriah.

Tweet Aqidi mengatakan, bahwa ia telah meminta anak buahnya untuk mencari Kassig tapi ternyata dia telah dipindahkan dan ia terkejut saat melihat "ia muncul dalam video di mana ISIS mengancam AS."

Kassig telah ditangkap oleh pejuang IS pada 1 Oktober 2013 saat memberikan pasokan medis untuk Deir Ez-Zour dari badan amal yang ia dirikan sendiri.

Baru berusia 26, ia pindah ke kota perbatasan Turki dari Gaziantep untuk mendirikan SERA (Respon dan Bantuan Darurat Khusus), sebuah organisasi non-pemerintah yang menyediakan bantuan kemanusiaan.

Temannya menggambarkan dia sebagai seorang pemuda yang sedikit bersemangat dan tulus, dia memfokuskan dirinya sepenuh hati ke dalam organisasi tersebut, sering menghabiskan uangnya sendiri agar SERA tetap berjalan ketika kekurangan dana.

Dia berulang kali bolak-balik untuk memberikan dukungan medis di Suriah, beberapa lama setelah frekuensi penculikan terhadap orang asing meningkat dan banyak badan bantuan lainnya yang berhenti memberikan bantuan. Sebagaimana yang diakui oleh Aqidi, ia tidak pandang bulu dalam mengobati korban perang yang terluka, apakah pejuang atau warga sipil.

Aqidi mengatakan bahwa "ketika kami sedang dirawat oleh Kassig, saya mengira bahwa dia seorang dokter muhajir, namun kemudian saya dijelaskan bahwa dia seorang aktivis kemanusiaan yang bertugas di Deir Ez-Zour untuk lebih dari satu tahun dan kemudian diculik oleh IS".

Bulan lalu, sandera itu muncul dalam sebuah video yang diposting di Youtube, mengenakan pakaian oranye dan berlutut di padang gurun sementara seorang bertopeng berjanji ia akan dibunuh dalam menanggapi serangan udara Amerika.

IS telah memenggal empat sandera sebelum ini, yang terbaru adalah pekerja bantuan asal Inggris, Alan Henning.

Pada hari Rabu, seorang wartawan Norwegia yang masuk Islam selama periode penahanan oleh Taliban di Afghanistan, langsung meminta pemimpin IS, Abu Bakr Al-Baghdadi untuk membebaskan Kassig.

Salahuddin Refsdal, 51, ​​yang lahir dengan nama Paul Refsdal mengatakan: "Orang-orang telah mengatakan bahwa "Khalifah" Ibrahim tidak diberitahu bahwa beberapa pengikutnya berencana untuk membunuh Abdul Rahman Kassig."

"Kasusnya jelas, setelah mempelajari Islam secara ekstensif, ia pasti menyadari betapa besar dosa jika membunuh seorang saudara yang baru saja masuk Islam."

Mr Refsdal menambahkan bahwa Al-Baghdadi:  "Harus melakukan satu-satunya hal yang benar dan menghentikan pengikutnya dari membunuh saudara kita Abdul Rahman Kassig."

(sumber: tlgrp)
Labels:
materi islam

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget